Cinta Pertama Kalila

Cinta Pertama Kalila
Eps. 22


__ADS_3

Begitu tiba di Kebun Raya Cibodas, Dimas langsung mengajak Kalila dan keluarganya ke Taman Bunga Sakura.


Taman Sakura yang begitu indah di kebun botani itu, tentu saja membuat mata Kalila berbinar. Mulutnya tak henti berdecak kagum, kala menyaksikan bunga khas dari negara Jepang itu, kini bermekaran di tanah air. Bahkan, konon kabarnya, di negara asalnya, bunga sakura hanya dapat mekar sekali dalam setahun. Sedangkan di taman botani ini, di Kebun Raya Cibodas ini, bunga itu dapat mekar dua kali dalam satu tahun.


“Kau tau Koes Plus, Kalila?” tanya Dimas. Kalila mengangguk. Siapa yang tidak mengenal grup band lawas Koes Plus. Mereka bahkan tersohor hingga mancanegara.


“Kau tau sepenggal lirik dari salah satu lagu milik mereka? Orang bilang, tanah kita tanah surga. Tongkat, kayu dan batu jadi tanaman,” jelas Dimas. Pria itu seperti tengah membaca sebuah sajak sekarang. “Bukankah kejadian ini seperti gambaran dari lirik itu. Bunga sakura lebih sering mekar, di tanah kita Kalila. Di indonesia. Tanah kita, tanah surga. Benar kan?”


Entah kenapa rasa nasionalisme Kalila mendadak muncul mendengar ucapan Dimas. “Benar Bang!” ucap Kalila bangga. Kairav yang melangkah di samping Kalila pun, ikut mengangguk-anggukan kepalanya.


“Bunga sakura ... menghianati negaranya,” ucap Kairav kemudian. Kalila yang mendadak kesal, langsung mencubit gemas pinggang kakak lelakinya itu. Kairav terkekeh dan langsung berlari menjauhi Kalila. Takut akan serangan yang akan kembali dilayangkan oleh gadis itu.


Padahal Dimas sudah menggambarkan dengan indah, betapa tanah dan iklim negara Indonesia yang begitu bagus dan cocok dengan bunga eksotis itu. Tapi bisa-bisanya Kairav melabeli bunga indah itu dengan kata penghianat bangsa! Sungguh membuat Kalila kesal.


Sementara Dimas, Bu Alinah dan Nek Laila, terkekeh melihat Kalila yang kini tengah mengejar Kairav dengan kesal. Rasanya cubitan satu kali di pinggang kakak lelakinya itu, tidak cukup mumpuni dalam mengurangi rasa kesalnya. Kalila harus berhasil menggigit pria itu!


Dan kejar mengejar antara dua kakak beradik itu, baru bisa dihentikan saat Bu Alinah membuka suara. Kairav menjulurkan lidahnya pada Kalila, karena gadis itu tidak bisa berkutik. Namun, jemari Bu Alinah yang memutar telinga Kairav, membuat Kalila cekikikan.


Mereka pun lanjut menikmati keindahan taman itu.



Puas berkeliling dan berfoto ria di taman bunga sakura, mereka menyantap makan siang yang sudah disiapkan oleh Bu Alinah dan Nek Laila pagi tadi.


***


Setelah puas berada di Taman Bunga Sakura, Dimas mengajak Kalila dan keluarganya menyaksikan bunga bangkai raksasa setinggi 3,5 meter. Salah satu bunga bangkai terbesar yang pernah ditemukan. Kalila dan keluarganya kembali dibuat takjub dengan makhluk yang bernama tanaman.



Tidak hanya sampai di situ. Dimas mengajak mereka semua, menyaksikan tanaman yang biasanya tidak disukai. Tanaman yang mungkin tidak dianggap keberadaan. Namun, di Kebun Raya Cibodas ini, tanaman itu memiliki ruang tersendiri. Dibuat kan tamannya sendiri.

__ADS_1



Dimas mengajak Kalila dan keluarganya ke Taman Lumut. Kalian tau lumut? Terdengar menjijikkan bukan, jika kita mendengar tanaman yang satu itu. Tapi Kebun Raya Cibodas membuat lumut itu menjadi primadona.


Bahkan, Taman Lumut tersebut menjadi Taman Lumut terbesar di Indonesia dan menjadi Taman Lumut Outdoor (luar ruangan) terbesar di dunia yang dijadikan pusat pengembangan dan penelitian.


“Kau tau Kalila ... Kini, kau sedang berada di taman dengan 235 jenis lumut di dalamnya.”


Mulut Kalila menganga, mendengar penjelasan Dimas, sembari menyaksikan hamparan lumut di hadapannya. Lumut-lumut itu terlihat indah, bahkan mata Kalila terasa sangat sejuk ketika berada di Taman Lumut itu.


Kalila tidak berhenti-henti berdecak kagum. Dimas mengajaknya berkeliling ke tempat-tempat yang menakjubkan. Siapa yang menyangka, kau akan menemukan begitu banyak hal menakjubkan walau hanya dari sekumpulan tanaman. Makhluk hidup yang sering kali dilupakan dan tidak dihargai kehadirannya, karena tidak bergerak seperti manusia dan hewan.


Hari ini mata Kalila benar-benar dimanjakan. Terlebih Dimas benar-benar pintar menjelaskan semua hal yang ingin diketahui oleh Kalila. Lelaki itu benar-benar pemandu wisata yang sangat baik. Kalila selalu terkesima. Bahkan perubahan tempat yang akan mereka tuju selanjutnya, Kalila serahkan kepada Dimas. Karena gadis itu yakin, Dimas akan kembali membawanya ke tempat yang menakjubkan.


***


Dimas kembali membawa Kalila dan keluarganya menuju daerah Cisarua. Sebenarnya Dimas ingin mengajak mereka semua menyaksikan matahari hari terbenam di daerah puncak pass. Namun Dimas mengurungkan niat itu. Mereka hanya mampir sebentar ke Masjid yang berada di daerah Puncak Pass, untuk menunaikan ibadah shalat ashar, kemudian beranjak kembali ke daerah Cisarua.


"Cimory?” tanya Kalila. Dimas mengangguk bangga. Karena tebakannya benar sekali. Kalila sangat senang berada di sana. “Lila suka yogurt drink-nya Bang! Susunya juga suka!” pekik Kalila. Dimas mengangguk. Dia tau akan hal itu karena kemarin sempat memantau sosial media Kalila. Dimas benar-benar ingin merebut atensi Kalila. Dia ingin gadis itu tau, bahwa ada pria di bumi ini, yang siap menghadirkan banyak kebahagiaan untuknya.


Mereka pun makan malam di sana. Sembari menikmati pemandangan matahari terbenam yang begitu indah dan suara gemericik air sungai yang begitu syahdu.


Tidak hanya sekedar makan dan menikmati pemandangan alam. Dimas juga membelikan beberapa oleh-oleh sebagai cendramata untuk Kalila. Agar Kalila selalu mengingatnya.


Pria itu membelikan sebuah topi dan gantungan kunci berbentuk sapi. Dimas juga membelikan beberapa camilan dan coklat untuk santapan mereka besok, di villa.


Dan Dimas langsung melajukan kendaraannya. Kembali ke Villa dan beristirahat. Mereka merasa sangat kelelahan.


Dan di hari terakhir ini, sebelum kembali ke kontrakan Khalid sore ini, mereka menikmatinya sembari berenang di kolam renang yang terdapat di halaman belakang villa. Bu Alinah dan Nek Laila bahkan ikut bermain air bersama Dimas, Kalila dan Kairav.


__ADS_1


Dan hari ini, bahkan sejak kemarin, Dimas terlihat sedikit muram. Karena sekarang dirinya tengah berada di Bandar udara internasional Soekarno-Hatta. Mengantarkan Kalila dan keluarganya kembali bertolak ke kota asal mereka— Kota Medan.


Menatap Kalila, yang tengah berpelukan erat dengan khalid. Karena kakak lelakinya tidak akan ikut kembali ke Medan bersama mereka. Kapan lagi dirinya bisa bertemu sang calon makmum?


Bahkan kini gadis yang mencuri hatinya itu tengah tersenyum manis sembari menggenggam tangan lelaki yang dikaguminya. Lelaki yang tidak lain adalah sepupunya sendiri. Ada sedikit rasa ngilu di dada Dimas, ketika melihat adegan itu. Walaupun dia sudah menghabiskan banyak waktu dengan gadis ceria itu, bagi Kalila, Ibrahim Adi Putra tetap pria yang paling memesona.


Dimas terus berharap, Kalila akan berkuliah di kota yang sama dengannya, hingga mereka dapat bertemu setiap hari. Tidak mengapa, walau di hati Kalila hanya ada nama Ibra— sepupunya. Bagi Dimas, yang terpenting dia bisa melihat wajah antusias Kalila setiap hari, itu saja sudah cukup.


Sungguh cinta yang sangat dewasa bukan? Cinta dari seorang pria yang baru berusia 18 tahun.


Kali ini Kalila menghampiri Dimas yang menatapnya lekat. Kalila mengulurkan tangannya. Seperti biasa, gadis itu tersenyum sumringah, “sahabat selamanya,” ucap Kalila.


Ada rasa mengganjal di leher Dimas, ketika mendengar kalimat yang dilontarkan Kalila. Sahabat selamanya.


Dimas tersenyum tipis. Pria itu membalas uluran tangan Kalila. “Bagaimana ... jika sahabat jadi cinta?” Kalila hanya terkekeh mendengar pertanyaan Dimas. Ibrahim menatap Dimas. Entah apa yang ada di pikiran pria berdarah Pakistan itu.


Tersenyum sumringah, Kalila pun melambaikan tangan, sebelum masuk ke ruang boarding.


“Sampai bertemu lagi, Kalila.”


Bersambung ....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terimakasih sudah ikut berkeliling bersama Kalila di Kebun Raya Cibodas 💕


...Jangan lupa untuk selalu tekan LIKE 👍, tuliskan KOMENTAR✍️ kamu dan BERI GIFT & VOTE yaaa .......


...Jangan lupa juga untuk memberikan RATE...


...⭐⭐⭐⭐⭐ di sampul halaman depan....

__ADS_1


__ADS_2