Cinta Pertama Kalila

Cinta Pertama Kalila
Eps. 64


__ADS_3

“Oh iya Kak. Kak Ane dapat salam dari Abangnya Lila,” ucap gadis itu. Feni menoleh, menatap tajam pada Kalila, “apa?!” pekik Feni. Kalila, Anneke, bahkan Nissa, merasa terkejut mendengar pekikan Feni.


“Kenapa kau, wahai kakak iparku tersayang. Mengapa kau terkejut sampai seperti itu?” ucap Kalila yang kini sudah terkekeh. Mendengar suara Feni benar-benar membuat perutnya serasa menggelitik. Terlebih ekspresi Feni saat ini. Wanita yang tengah mengandung itu, bahkan seperti orang yang ingin menagih hutang.


“Tadi kau bilang apa?! Katakan dengan jelas!”


“Kau kenapa?” tanya Kalila heran. Wajah Feni bertambah sangar sekarang. Anneke bahkan menjadi tak enak hati. Karena suara Feni begitu menggelegar.


“Bilang apa? Ucapanku yang mana?”


“Ucapan tentang Abang kau tadi!”


Dahi Kalila berkerut. Gadis itu bahkan terdiam sejenak, berusaha mencerna maksud dari sahabatnya itu.


Oh ... mengenai Bang Rav yang titip salam buat Kak Ane.


Kalila pun mengerti sekarang. Ternyata Feni telah salah sangka. Gadis itu kemudian terkekeh-kekeh sendirian. Feni bertambah berang dibuatnya. Kalian tau kan, jika emosi ibu hamil itu, biasanya tidak stabil. Feni yang lemah lembut itu, bahkan bisa memekik dengan kencang seperti tadi.


“Hei, Fen, Kau pikir Abang ku hanya suami kau saja. Aku juga punya Abang lainnya!” ucap Kalila. Gadis itu pun kembali terkekeh. Sementara Feni masih menatap tajam adik iparnya itu.


“Sejak kapan kau jadi cemburu buta seperti ini?” tanya Kalila. “Abangku yang menitipkan salam buat Kak Ane, itu adalah Bang Rav. Kairav Nasution. Bukan suami kau yang galak itu!” cebik Kalila. Feni pun menghela napas panjang. Kemudian menunjukkan deretan gigi putihnya. Wanita itu pun merasa malu, terlebih kepada Anneke.


“Jadi Rav, naksir Ane?!” tanya Feni antusias. Feni akan senang sekali jika Kairav menjalin hubungan dengan Anneke. Feni kenal betul dengan Anneke. Gadis itu benar-benar cantik luar dalam.


Kalila mengangguk cepat. “Bang Rav bahkan sampai meminta Lila dan Dimas menyiapkan kado untuk pernikahan mereka!” ucap Kalila terkekeh.


“Pernikahan siapa?” tanya Anneke.


“Pernikahan Kak Ane dan Bang Rav, lah! Asal Kak Ane tau, Bang Rav itu sampai seperti orang gila, melamun dan menghayal terus, hahaha....” Kalila terus terkekeh-kekeh. Begitu juga dengan Feni.

__ADS_1


“Rav yang barusan aku follback itu, La?” tanya Anneke. Kalila menganggukkan kepalanya sembari tersenyum sumringah.


“Kk Ane kan cantik banget. Bang Rav terpesona melihat kecantikan Kak Ane!”


Anneke tertawa kecil. “Kau bisa saja, La. Kau juga cantik kok,” puji Anneke. Kalila tersenyum, menatap Anneke dengan tajam


“Tentu saja Kak. Aku juga sudah tau hal itu dari lahir,” ucap Kalila sembari menepuk dadanya. Bangga akan kecantikannya. Feni mencubit gemas pipi Kalila. “Narsis kau ini, kapan hilangnya,” ucap Feni. Kalila pun mengadu kesakitan, kemudian mengelus pipinya yang baru saja dicubit oleh Feni.


Sementara Anneke terus tertawa melihat kelakuan dua sahabat yang kini menjadi ipar itu. “Kalian sekeluarga, lucu-lucu semua ya,” ucap Anneke.


“Makanya Kak, yuk gabung dengan keluarga kita,” ucap Kalila antusias. Anneke hanya menanggapinya dengan tertawa. Tentu saja gadis itu tertawa dengan anggun.


***


Malam itu, seperti biasa, Kalila melakukan panggilan video dengan Dimas. Kairav pun kembali ikut melakukan panggilan video itu. Topik pembahasan mereka malam ini pun, tak jauh dari Anneke.


“Secantik apa sih, Bang. Sampai-sampai seorang Kairav begitu terpesona?”


“Setiap malam aku bahkan video call-an dengan bidadari bernama Kalila Nasution,” ucap Dimas seraya menaik-turunkan alisnya. Kalila pun berteriak kecil. “Aaah ... Bang Dim ...,” pekik Kalila. Gadis itu bahkan menunjukkan kedua jarinya yang tertaut hingga membentuk simbol hati. Dimas pun mengambil hati itu dan seolah-olah menyimpannya di dada.


Hal itu membuat Kairav berdecak malas. “Kalila itu bukan bidadari, tapi berduri! Awas tertusuk!” ucap Kairav kesal.


“Mau doong, ditusuk Kalila,” ucap Dimas. Dimas dan Kalila pun terkekeh bersama-sama. Sementara Kairav semakin bertambah kesal melihat sepasang sahabat itu.


“Kau lihat sosial media milik Anneke, aku jamin kau akan terpesona pada pandangan pertama, Dim. Tapi awas saja kalau kau menikung!”


Kairav pun mengirimkan sebuah link kepada Dimas. Pria itu langsung menekan link tersebut. Ternyata Dimas langsung terhubung dengan laman sosial media milik Anneke. Dimas terlihat mengangguk-angguk.


“Cantik,” ucapnya kemudian. Ucapan Dimas itu, tentu saja terdengar oleh Kairav. Ketika wajah Dimas kembali muncul pada layar ponsel Kalila dan Kairav. Pria itu langsung diberondong pertanyaan oleh Kairav.

__ADS_1


“Kau sudah lihat kan? Cantik sekali Anneke itu. Benar kan?”


Dimas mengangguk-anggukkan kepala.


“Tuh kan, kau tidak percaya sih. Eh ... Awas saja kalau kau ikut-ikutan mendekati dia. Itu jatah aku!” ucap Kairav. Dimas tertawa mendengar ucapan Kairav. Kakak lelaki Kalila itu, ternyata benar-benar jatuh hati dengan Anneke.


“Anneke memang sangat cantik, Bang. Tapi Bang Rav tenang saja, dia bukan tipeku,” ucap Dimas. Entah mengapa, mendengar ucapan Dimas, bibir Kalila melengkung. Gadis itu tersenyum.


“Selera kau memang aneh!” cebik Kairav. Dimas tentu saja terkekeh mendengar ucapan Kairav. Kairav tentu saja tau, gadis aneh mana yang memikat hati Dimas. Kairav juga tau, seberapa dalam rasa cinta Dimas kepada Kalila. Seberapa sakitnya Dimas, setiap Kalila bercerita tentang Ibrahim. Kairav tau semuanya. Karena, tanpa sepengetahuan Kalila, Dimas sering sekali mencurahkan isi hatinya kepada Kairav.


Selain ibunya, Kairav lah, tempat Dimas berbagi cerita. Namun, Dimas cukup keras kepala, setiap Kairav memintanya untuk berjuang mendapatkan hati Kalila, pria itu selalu menolaknya. Dia tidak mau membuat Kalila merasa serba salah, jika mengetahui tentang perasaannya yang sesungguhnya. Terlebih, Dimas sudah berjanji akan menjadi sahabat gadis itu, selamanya.


“Lila, adik Abang yang paling cantik sedunia akhirat ... Kau bantulah Abangmu yang tampan ini. Cukup dengan memberikan nomor ponsel Anneke, kau sudah ikut menyumbangkan kebahagian untuk Abangmu ini,” rayu Kairav. Dimas dan Kalila terkekeh-kekeh mendengar kata demi kata yang terlontar dari pria yang kini berusia dua puluh lima tahun itu.


“Jangan tertawa kalian! Mau bantu tidak!” pekik Kairav. Dimas dan Kalila terus terkekeh. “Kalila Nasution!” Bentak Kairav. Kalila berusaha menahan tawanya. Namun, tentu saja itu tidak berlangsung lama. Baru beberapa detik menahan tawa, Kalila kembali terkekeh.


“Usaha sendiri, Boi,” ejek Kalila. Kalila dan Dimas kembali terkekeh-kekeh. Khalid bahkan sampai menggedor kamar Kalila, karena gadis itu terlalu berisik.


Kalila, Dimas dan Kairav, akhirnya mengakhiri panggilan video mereka, saat itu juga.


“Punya adik, tapi tidak bisa diharapkan. Apa susahnya sih, memberikan nomor ponsel Anneke!” gumam Kairav, begitu panggilan videonya dengan Kalila dan Dimas usai. Kembali menghempaskan tubuhnya ke kasur, Kairav menghela napas berat. Memikirkan cara untuk berkenalan dengan Anneke. Gadis itu begitu cantik dan berkelas, tentu mendekatinya tidak boleh sembarang. Begitulah pikir Kairav.


Pria itu akhirnya menemukan sebuah cara yang bagus.


“Assalamualaikum Bu Anneke. Perkenalkan, saya— Kairav Nasution, Abangnya Kalila.”


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Jangan lupa untuk selalu tekan LIKE 👍, tuliskan KOMENTAR ✍️ kamu dan BERI GIFT & VOTE yaaa .......

__ADS_1


...Jangan lupa juga untuk memberikan RATE...


...⭐⭐⭐⭐⭐ di sampul halaman depan...


__ADS_2