
WARNING LAGI LAGI 😂
Episode WARNING yang terakhir nih 😂✌️
Setelah pertempuran panas itu, baik Kalila maupun Dimas, langsung membersihkan diri. Dimas yang sudah lebih dulu membersihkan diri, menunggu Kalila sembari menonton televisi.
Pandangan Dimas seketika teralihkan saat Kalila berjalan menggunakan jubah mandi. Dengan sigap Dimas menghampiri wanitanya. Jemari pria itu langsung menelusup ke balik jubah mandi Kalila.
“Aww!” pekik Kalila saat jemari Dimas memilin buah cerinya dengan kencang.
“Lagi yuk,” bisik Dimas. Kalila melepaskan jemari Dimas yang mulai memijat kedua bukitnya.
“Gak mau ah, masih sakit!”
Namun, bukan Dimas namanya jika mengindahkan ucapan Kalila. Tubuh gadis itu sudah menjadi candu buatnya. Terlebih, Dimas sudah menantikan saat-saat seperti ini, sejak tujuh tahun lalu.
Jika dulu Kalila sering hadir dalam mimpinya saat malam. Kini, pria itu bisa menjamahnya secara nyata, setiap malam. Dimas memutar tubuh wanita itu, hingga kini menghadap ke arahnya.
Mendorong Kalila ke arah dinding, bibir mungil Kalila, kini menjadi objek pria itu.
Gegas Dimas menyesapinya. Pria itu membelai bibir ranum Kalila dengan lidahnya. Kalila merasa bingung dengan aksi pria itu. Namun, tak bisa dipungkiri ada rasa yang menggelitik saat lidah pria itu menyapu bibirnya.
Belaian demi belaian lidah Dimas pada bibirnya, membuat netra Kalila berkedip-kedip. Rasanya Kalila ingin menangkap lidah itu dan mencicipinya.
Namun, saat Kalila mulai membuka mulutnya dan hendak menangkap lidah pria itu, Dimas sudah lebih dulu melesakkan lidah dan menyapu rongga mulut Kalila.
Kalila begitu menggoda, Dimas terus menghimpit Kalila agar tidak bergerak dari kungkungannya. Menarik pinggang wanita itu dan kemudian memeluknya erat.
Jika Dimas berpikir Kalila akan diam saja, Dimas salah besar. Karena kali ini, Kalila membalasnya. Kini, kedua lidah mereka saling membelit. Hampir lima menit lidah mereka saling beradu. Kalila pun sudah melupakan rasa sakit bagian sensitifnya.
Kalila menjauhkan sejenak wajah mereka. Aksi Dimas seolah memberikan efek lemas, hingga Kalila bertekuk lutut. Baru disadari Kalila, pesona pria itu sungguh luar biasa.
Kalila mengalihkan tangannya dan menarik ke atas kaos yang dikenakan Dimas secepat kilat, hingga dada bidang pria itu terekspos, kini. Kalila kembali meninggalkan harga dirinya entah di mana.
Wanita itu bahkan secepat kilat kembali membelit lidah Dimas. Dimas pun menyambutnya dengan lebih antusias. Pria itu bahkan membuka satu-satunya busana yang menempel pada tubuhnya.
Kini Dimas telah polos. Bahkan pria itu sudah siap bertempur.
Membuka ikatan jubah mandi Kalila, kini kulit Dimas dan Kalila, sudah saling menempel erat. Pria itu kini menyusuri dua aset milik Kalila. Kalila membiarkan pria itu bermain dengan bibir dan gigitan kecilnya di sana. Aksi Dimas pada kulitnya membuat wanita itu mendesis.
__ADS_1
“Bang Dim ... emh ....”
Desisan itu membuat Dimas semakin bergairah. Dengan sigap pria itu mengangkat tubuh Kalila dalam dekapannya. Menempelkan tubuh wanita itu rapat ke dinding, memegangi bagian kakinya untuk menahan Kalila agr tetap stabil.
“Aku akan melakukannya, sayangku,” ucap Dimas yang sudah tidak dapat lagi menahan gejolak dalam dirinya.
Kalila mengangguk lemah. Wanita itu juga sudah tidak bisa menahannya lagi saat Dimas kembali menenggelamkan kepalanya pada ceruk dada Kalila.
Kalila melenguh saat merasakan ada sesuatu yang masuk ke dalam tubuhnya. Wanita itu tak lagi peduli rasa nyeri yang hadir saat bagian tubuh Dimas kembali menerobos ke dalam sana.
Sementara Dimas sudah mulai menghentak-hentak Kalila dari bawah.
Kalila pasrah saat Dimas menghujamnya semakin cepat dan semakin keras. Gadis itu mencengkeram rambut Dimas, dan terkulai pada dinding di belakangnya.
Dimas menghujam Kalila bertubi-tubi.
Kalila mengerang.
Tembok yang hening itu menjadi saksi, bagi kisah cinta sepasang manusia yang pernah berikrar untuk menjadi sahabat selamanya itu.
“Aku mencintaimu Kalila, sangat.”
Tepat setelah Dimas selesai membisikkan kalimat itu, Kalila telah terkulai lemas di pelukan dimas, akibat olahraga dadakan yang terjadi. Olahraga yang seharusnya terjadi kembali di malam hari, sesuai ucapan Dimas tadi.
Dimas menguatkan kaki menahan tubuh Kalila yang masih berada dalam gendongannya. Walau sebenarnya kaki pria itu sudah sangat lemas karena telah berolahraga sebanyak dua kali, siang ini.
Syukurlah Kalila begitu stabil saat permainan mereka berlangsung. Jika tidak, pasti akan kacau. Kalila bisa saja terjerembab ke bawah. Dan mungkin wanitanya itu akan mendiamkannya selama berhari-hari.
“Kalila .... Sampai kau mau aku gendong begini?”
Bibir Kalila mengerucut. Sebenarnya gadis itu ingin turun dari gendongan suaminya, tapi karena kedua kakinya sedari tadi terus mencengkeram pinggang Dimas dengar erat, dan juga permainan mereka tidak sebentar, kaki Kalila terasa kebas.
Namun, gadis itu tak mau membuat harga dirinya kembali hilang. Segera Kalila melorotkan diri dari dekapan pria itu. Begitu menyentuh kakinya menyentuh lantai, Kalila limbung dan hampir terjatuh.
“Eeh ... kenapa?” tanya Dimas heran. Padahal dia yang sedari tadi menahan bobot tubuh Kalila sembari bergerak maju mundur, tapi kenapa wanita itu yang justru limbung?
“Kaki Lila kesemutan!”
Dimas tak dapat menahan gelak tawanya.
__ADS_1
“Hahahahaha ....”
Wanita yang ada di hadapannya ini, memang ada-ada saja tingkahnya.
Tak peduli jika dirinya tanpa busana, Dimas membawa wanita itu duduk di atas baju mereka yang berserakan di lantai. Dimas meminta Kalila meluruskan kakinya. Pria itu pun memberikan pijatan lembut, agar rasa kebas di kaki Kalila, segera hilang.
“Mandi bersama yuk,” ajak Dimas. Kalila langsung menatap kesal pada pria yang tengah memijat kakinya itu. Mulutnya mengerucut.
“Capek, Bang .... Masih sakit juga,” rengek Kalila. Bibir Dimas melengkung membentuk sebuah senyuman. Entah kenapa, kini senyuman Dimas teramat manis, menurut Kalila.
“Hanya mandi bersama, Lila. Aku juga sudah tidak sanggup berbuat apa-apa lagi. Aku hanya ingin kau menggosok punggungku.”
“Benar? Tidak akan begituan lagi kan? Lila benar-benar lemas Bang...,” Lagi-lagi Kalila merengek. Dimas pun menghentikan pijatannya, lalu mengambil posisi duduk di samping Kalila.
“Kau ini, tadi juga bilang tidak mau. Alasannya sakit lah. Padahal, kau yang membuka bajuku!”
Mata Kalila seketika membulat. Wajahnya juga terlihat merah seperti tomat. Walaupun sentuhannya sangat memabukkan, tapi, pria di sampingnya ini benar-benar menyebalkan!
Kalila segera melayangkan tinjuan pada dada bidang milik suaminya. Namun Dimas malah membawa wanita itu dalam dekapannya. Dimas mengecup pucuk kepala istri yang sangat dicintainya itu.
“Kau benar-benar mabuk dengan sentuhanku ya, Kalila?”
Kalila melepaskan dirinya dari pelukan Dimas dan berteriak pada pria yang kini telah berlari menuju kamar mandi.
“Bang Dimas!!”
Dimas terbahak-bahak dan menghilangkan ke dalam kamar mandi. Namun, tak lama pria itu muncul kembali.
“Kemarilah Kalila.”
Gadis itu bergeming, hanya menatap sang suami yang berdiri di depan pintu kamar mandi, tanpa sehelai benangpun.
“Ayolah sayang ...,” rengek Dimas. Kalila pun berdiri dan menghampiri suaminya.
Sepasang pengantin baru itupun mandi bersama. Berendam dalam bathtub yang sudah diisi oleh air hangat. Saling menggosok menghilangkan peluh dan keringat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Jangan lupa untuk selalu tekan LIKE 👍, tuliskan KOMENTAR ✍️ kamu dan BERI GIFT & VOTE yaaa .......
__ADS_1
...Jangan lupa juga untuk memberikan RATE...
...⭐⭐⭐⭐⭐ di sampul halaman depan...