Cinta Pertama Kalila

Cinta Pertama Kalila
BonChap-07


__ADS_3

Masih, Kairav Nasution Point of View


Jawaban ya dari Nasya, membawaku dan Mamak terbang ke Ibukota, melamar Nasya secara resmi. Tanggal pernikahan kami pun telah ditentukan. Tapi, saat aku hendak kembali ke kota asalku. Diriku bertemu secara tak sengaja dengan Anneke. Kami hanya saling melemparkan senyuman, lalu saling menjauh. Melangkah ke tujuan kami masing-masing.


Dan, dari Kalila akhirnya aku tau, jika Anneke sudah resmi bercerai dari Ibrahim. Anneke telah menjadi janda. Apakah ini adalah jawaban atas setiap do'aku dulu?


Anneke Baskoro. Wanita itu masih menempati salah satu sudut hatiku. Sejak itu banyak sekali pertanyaan melintas di benakku.


Mengapa aku baru mengetahui status wanita itu, setelah aku melamar Nasya?


Mengapa Kalila tidak memberitahukan hal itu lebih awal, padahal adikku itu tau, jika aku mengagumi Anneke?


Haruskah aku mengorbankan Nasya, agar dapat bersama Anneke?


Setimpalkah?


Berkali-kali aku istikharah. Meminta petunjuk. Hingga akhirnya Mamak mengatakan suatu hal yang membuatku tersentak.


“Kenapa kau selalu meminta petunjuk, padahal jalan yang terhampar di depan hanya ada satu? Kau sudah meminang Nasya. Kau sudah meminta kepercayaan orang tuanya. Haruskah semua hati kau sakiti, demi obsesi kau?”


Obsesi?


Benarkah perasaanku pada Anneke hanya sebatas obsesi?


Apakah yang menimpa Anneke adalah hasil perbuatan bodohku, yang selalu mendoakan kejelekan untuk pernikahannya?


Ya, sudah seharusnya aku menghentikan tindakan bodohku. Aku tak ingin menyakiti siapapun lagi. Aku putuskan untuk menghubungi Anneke, meminta maaf atas sikapku yang mengharapkan hal buruk menimpa wanita itu. Aku juga mengatakan, jika aku akan segera menikah.


“Segala hal yang terjadi di hidupku adalah takdir Allah. Bukan salahku, bukan salahnya, bukan juga salah kau. Semoga pernikahan kau lancar dan langgeng hingga maut memisahkan kalian.”


Anneke, wanita itu memang berhati mulia. Padahal aku sudah berharap keburukan atas pernikahannya, tapi dia begitu mudah menerimanya, bahkan dengan tulus memaafkan aku. Aku mendoakan, semoga dia menemukan pria yang benar-benar bisa membuatnya bahagia. Karena wanita sebaik dirinya, memang hanya pantas untuk bahagia.

__ADS_1


***


Tiga bulan setelah acara lamaran, aku pun mengucapkan janji suci pernikahan. Kami menikah di kediaman Nasya. Karena ayah kandung gadis itu sudah tutup usia sejak dirinya kecil, wali hakim lah yang menjadi wali di pernikahanku dan Nasya.


Dan siapa sangka, baru tiga bulan kami menikah, Nasya dinyatakan positif hamil. Namun, setelah memasuki akhir trimester kedua kehamilan, Nasya sering mengalami pendarahan. Wanita itu pun dianjurkan untuk tak lagi bekerja. Tentu saja Nasya menurutinya. Istriku itu dengan mudah, melepas karir yang telah dikejarnya.


Aku pun berusaha menekan hasratku, agar Nasya tak lagi mengalami pendarahan. Plasenta Previa adalah diagnosis yang diberikan dokter.


“Ari-ari atau plasenta berada di bagian bawah rahim hingga menutupi sebagian jalan lahir,” ucap dokter. Hari ini, untuk kedua kalinya, Nasya mengalami pendarahan dan di rawat.


“Normalnya, plasenta memang berada di bagian bawah rahim pada awal masa kehamilan. Namun, seiring pertambahan usia kehamilan, plasenta akan bergerak ke atas, yang pada akhirnya akan berposisi di bagian atas rahim.


Pada kasus plasenta previa, posisi plasenta tidak bergerak dari bawah rahim hingga mendekati waktu persalinan. Jadi, dimohon ibu untuk bedrest total.”


Hampir satu Minggu, Nasya menginap di rumah sakit. Sejak itu, mertuaku tinggal bersama kami. Bersama Mamak, mereka berdua mengurusi Nasya, selama aku bekerja.


Saat kandungan Nasya memasuki usia tiga puluh enam Minggu, Nasya kembali mengalami pendarahan hebat. Bahkan, anak kami yang belum waktunya lahir, kini telah hadir ke dunia dalam keadaan selamat.


Kaisya sama sekali tak menyicipi asi Nasya. Karena sejak Kaisya terlahir ke dunia, ibunya harus menghadap yang maha kuasa, setelah koma selama tiga hari pasca melahirkan.


Duniaku retak. Jika saja tak ada kehadiran Kaisya, hidupku pasti hancur. Alinea Kaisya telah hadir di dunia ini, dengan membawa cerita manis. Tapi tidak di hidup kami berdua. Karena Nasya tak lagi ada di sisi kami— aku dan anakku. Jadi ku putuskan untuk tak memakai Alinea di barisan nama Putri kecilku. Aku mendaftarkan nama putriku sebagai Kaisya Nasution.


Tadinya, mertuaku akan mengajak Kaisya kembali ke ibukota. Tapi aku memohon sampai bersujud di hadapannya, agar membiarkan aku merawat buah hati kami.


“Kaisya adalah satu-satunya alasan aku bisa bertahan di dunia ini, Ma.”


“Bu Aya, tolonglah. Aku akan membantu Rav mengurusi cucu kita dengan sangat baik.” Mamak pun turut membantuku. Hingga akhirnya Mama Aya—ibu kandung Nasya— setuju, untuk membiarkan Kaisya hidup bersamaku. Dan setiap enam bulan sekali, aku akan mengajak anakku untuk menjenguk Mama Aya dan Papa Azzam.


***


Saat ini, Kaisya berumur satu tahun Dan aku berniat merayakan ulang tahun pertama anakku di ibukota. Bersama Mamak, kami terbang dan tiba di rumah mertuaku.

__ADS_1


Papa Azzam membuat pesta itu begitu meriah. Banyak tamu yang hadir. Dan, siapa sangka, Kalila mengajak Anneke ke sana.


Mata kami bertemu. Masih ku rasa debaran itu. Wanita itu memang tak pernah sepenuhnya hilang dari sudut hatiku. Apakah itu cinta atau obsesi? Akupun tak tau pasti.


Mertuaku seolah tau. Beliau bahkan yang memintaku mengantarkan Anneke setelah perayaan ulang tahun Kaisya selesai. Aku pun menyetujuinya.


Satu jam perjalanan kami hanya saling menanyakan kabar. Nyaris tak ada pembicaraan, walau kami hanya berdua dalam mobil.


“Jika itu Anneke, mama dan Papa setuju, Rav. Mama yakin, dia dapat menjadi ibu yang baik buat Kaisya. Mama dengar, kau juga pernah dekat dengan Anneke.”


Rupanya Kalila mengenalkan Anneke sebagai wanita yang pernah dekat denganku. Andai saja mertuaku tau, jika dulu aku mempunyai niat untuk membatalkan pernikahan aku dan anaknya, apakah dia akan tetap ingin menjodohkan aku dengan Anne?


“Kak Anne yang minta untuk didekatkan dengan Abang.”


Begitulah ucapan Kalila. Makanya adikku itu mengenalkan Anneke kepada mantan mertuaku. Karena Kalila mau, Mama Aya benar-benar mengenal Anneke hingga tak punya prasangka buruk padanya. Agar Mama Aya merasa tenang, karena tidak akan ada yang merebut sang cucu darinya.


Tak ku sangka, si piranha itu sungguh cerdas!


Sejak tiga bulan yang lalu, Anne bahkan sudah akrab dengan Mama Aya. Hingga akhirnya, lima bulan setelah acara ulang tahun Kaisya, pernikahanku dengan Anneke digelar.


Tak ada pesta meriah, hanya resepsi sederhana yang dihadiri oleh kerabat dan teman dekat.


Dan malam ini, adalah malam pertama aku menjadi seorang suami, bagi wanita yang pernah aku idam-idamkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Jangan lupa untuk selalu tekan LIKE 👍, tuliskan KOMENTAR ✍️ kamu dan BERI GIFT & VOTE yaaa .......


...Jangan lupa juga untuk memberikan RATE...


...⭐⭐⭐⭐⭐ di sampul halaman depan...

__ADS_1


__ADS_2