Cinta Pertama Kalila

Cinta Pertama Kalila
Eps. 154


__ADS_3

Masih, Ibrahim Adi Putra Point of View


Setelah Anneke meninggalkan apartemen ini, aku pun semakin bebas untuk menenggak minuman keras. Bahkan aku kembali menikah dengan wanita seksi.


Tania. Wanita itu begitu muda dan enerjik. Membuatku selalu bergairah jika dekat dengannya. Dia pun sangat pintar meluluhlantakkan jiwaku.


Wanita yang aku pikir bisa memberikan berjuta kenikmatan dunia padaku.


Ya, memang benar itu terjadi. Awal pernikahan kami, aku memang merasakan kenikmatan itu. Pelayanan Tania di ranjang, benar-benar memuaskan batinku. Sama seperti dugaanku sebelum kami menikah. Permainannya benar-benar memabukkan. Aku sungguh bahagia, bahkan tak lagi ingat pada Kalila. Dan, kabar mengenai kehamilannya membuatku merasa menjadi pria yang sangat sempurna.


Memiliki istri yang cantik, seksi, begitu memanjakan mata dan raga, dan kini kami akan segera mempunyai keturunan. Sungguh sangat membahagiakan!


Namun, fakta yang sebenarnya begitu mengejutkan. Anak yang dikandung Tania ternyata bukanlah anakku. Bahkan ayah dari anak itu, dibawanya masuk ke istana kami. Pria itu dipekerjakan olehnya sebagai supir pribadi dirinya. Pantas saja jika hampir setiap hari, Tania selalu meminta izin untuk keluar rumah. Pasti mereka tengah memadu kasih, saat itu.


Duniaku hancur!


Aku langsung menjatuhkan talak kepada wanita laknat itu, setelah hasil tes DNA menunjukkan jika anak yang dilahirkan oleh Tania, memang bukan darah dagingku.


Bisa-bisanya dia membodohiku! Padahal segalanya telah ku berikan padanya. Rumah mewah, mobil mewah, kartu kredit tanpa limit, namun wanita itu hanya memanfaatkan diriku saja.


Dan hari di mana aku menjatuhkan talak padanya, saat itulah dia menudingku sebagai pria tak subur. Persis seperti yang dilakukan oleh Anneke, sebelum istri pertamaku itu pergi meninggalkan kediaman kami.


Sejak hari itu, aku pun melakukan pemeriksaan kesuburan di banyak tempat. Aku hanya ingin membuktikan kepada dua mantan istriku, jika apa yang mereka tuduhkan, tidaklah benar. Bahwa aku adalah pria normal, pria sempurna tanpa ada kekurangan apapun.


Namun ternyata, nasib baik tak berpihak padaku. Semua rumah sakit dan laboratorium mengeluarkan hasil pemeriksaan yang sama. Aku memang lelaki yang tidak subur.


Aku lelaki mandul.


Kali ini duniaku tidak hanya hancur, tapi lebur tak bersisa.

__ADS_1


Tidak ada yang tau mengenai fakta ini. Aku menanggung deritaku sendiri. Rasanya aku tak sanggup memberitahukan hal ini kepada siapapun. Bahkan kepada ibu kandungku sendiri. Hanya minuman beralkohol tinggi yang mampu mengurangi derita hatiku ini.


Bahkan, usahaku untuk menghancurkan perusahaan Dimas sekali lagi, semua gagal total. Anak haram itu malah semakin melambung tinggi.


Kakek bahkan mengatakan jika Dimas adalah pemegang saham terbesar di perusahaan keluarga kami, saat ini.


Anak haram itu kini bahkan sudah menggantikan posisiku di perusahaan.


Aku tak bisa membiarkan hal ini begitu saja. Dimas tak boleh semakin sukses. Anak haram itu harus hancur. Kalila harus meninggalkannya. Hidupnya tak boleh lebih baik dari aku. Akulah yang menjadi pemeran utama di sini. Bukan dia! Bukan anak haram itu!


Dia hanyalah pemeran pengganti saat ku tak ada.


Aku sangat membencinya! Teramat sangat!


Sejak dulu, papi selalu membawanya ke dalam kehidupan keluarga kami. Sejak dulu, papi selalu lebih memerhatikan anak haram itu dibandingkan dengan diriku. Papi bahkan yang melamarkan Kalila untuk anak haram itu.


Andai papi tak membawanya ke kehidupan kami, tentu anak haram itu tak bisa sukses seperti sekarang.


Andai papi tak membawanya, aku tak perlu meninggalkan impianku. Aku tak perlu berusaha terlalu keras untuk menjadi pria baik-baik yang terbaik.


Karena sejak anak haram itu datang ke kehidupan kami, kakek terus memintaku menjadi pria terbaik. Kakek terus merongrong ku agar tak kalah dengan anak haram itu.


Andai papi tak membawanya ke hadapan kami, aku pun tak perlu memforsir diriku, untuk menjadikan diri ini sesuai dengan ekspektasi keluargaku.


Ibrahim yang soleh. Ibrahim yang cerdas. Ibrahim yang selalu juara kelas. Ibrahim yang selalu lulus dengan predikat cumlaude. Ibrahim yang menjadi penerus Adi Putra Group. Ibrahim yang akan membawa Adi Putra Group menjadi perusahaan yang lebih baik. Ibrahim seorang pria yang sempurna.


Mengapa mereka semua begitu membebani ku dengan semua ekspektasi itu?


Namun, setelah semua kerja keras yang aku lakukan, setelah semua pengorbanan yang aku jalani, mengapa seolah dunia ini tak merestui?

__ADS_1


Mengapa Tuhan seolah tutup mata dengan semua yang aku alami?


Aku sudah menjadi hamba-Nya yang taat. Sejak kecil aku tak pernah meninggalkan kewajibanku. Karena mereka menginginkan Ibrahim menjadi anak yang soleh. Karena mereka menginginkan aku menjadi pria 'baik-baik.'


Aku pintar mengaji. Kata mereka suaraku begitu merdu. Bahkan istri pertamaku dan keluarganya menjadi terpikat karena hal itu.


Tapi, kenapa Tuhan tak adil padaku?


Kenapa aku selalu bernasib s*al?


Padahal aku sudah berusaha lebih keras dari siapapun! Padahal aku sudah menjalankan semua kewajibanku!


Kenapa nasib baik, seolah tak pernah berpihak padaku?


KENAPA?!


Kenapa hidup ini begitu kejam mempermainkan diriku?


Kenapa seolah, Dia mempermainkan takdirku?


Tak berhak kah aku bahagia?


...***...


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Jangan lupa untuk selalu tekan LIKE 👍, tuliskan KOMENTAR ✍️ kamu dan BERI GIFT & VOTE yaaa .......

__ADS_1


...Jangan lupa juga untuk memberikan RATE...


...⭐⭐⭐⭐⭐ di sampul halaman depan...


__ADS_2