Cinta Pertama Kalila

Cinta Pertama Kalila
Eps. 30


__ADS_3

Selepas dari sana, Ibrahim diajak untuk melihat pertunjukan tarian Sigale-gale. Sudah banyak wisatawan yang duduk di sebuah tenda yang disiapkan di sana. Mereka semua sedang menantikan tarian dari sebuah patung kayu yang diberi nama Sigale Gale.



Beberapa orang wisatawan diminta untuk ikut menari bersama patung Sigale-gale. Ibrahim tampak mengabadikan kejadian tersebut dengan ponselnya.



Selama menari-nari, patung ini dikendalikan oleh seorang pemain dari belakang, mirip boneka marionette menggunakan tali tersembunyi yang menghubungkan bagian-bagian patung melalui podium kayu berukir tempatnya berdiri. Hal ini memungkinkan bagian lengan, kepala dan tubuhnya digerakkan.


“Kau tau, Ba ... konon, katanya, jumlah tali yang menggerakkan Sigale gale sama dengan jumlah urat yang ada di tangan manusia,” ujar Khalid. Ibrahim pun mengangguk karena takjub.


Selesai menyaksikan pertunjukan itu, Ibrahim membeli beberapa cendramata di sana.


Merasa khawatir dengan Kalila, Khalid memutuskan untuk kembali ke penginapan sebelum waktu makan siang tiba. “Si Lila kenapa sih? Dari kemarin tingkahnya aneh,” ujar Kairav begitu mereka semua sudah berada di mobil. Mereka semua mengangkat pundak, tanda tidak mengerti dengan sikap Kalila dua hari belakangan.


Feni terdiam. Pikirannya melayang. Teringat jelas di benaknya sikap Kalila di sekolah. “Apa mungkin ... Kalila tidak menyukai hubungan kita, Bang?” ucap Feni kemudian. Semua mata kini menatap ke gadis yang baru saja bertunangan dengan Khalid Nasution.


“Tidak mungkin,” tegas Khalid. Semua orang yang berada di mobil itu pun setuju dengan pendapat Khalid. Feni adalah sahabat baik Kalila. Pasti dia akan menjadi orang yang paling bahagia dengan hubungan yang terjadi antara Khalid dan Feni. Dua orang yang tentunya sangat dia kasihi.


Feni pun menyeritakan mengenai sikap Kalila padanya. Kalila yang penasaran dengan hubungan antara dirinya dengan Khalid. “Berarti dia merajuk (ngambek) karena tidak diberitahu mengenai hubungan kalian,” ucap Bu Alinah.


“Mamak pikir, Kalila hanya tidak tau masalah pertunangan kemarin. Ternyata Lila juga belum tau mengenai hubungan kalian berdua?” lanjut wanita paruh baya itu. Feni dan Khalid sama-sama menggelengkan kepala.


“Terus terang Bang, saat kau bilang akan bertunangan dengan Feni, aku juga terkejut. Apalagi kau baru memberitahukan malam harinya. Apalagi Lila yang baru tau masalah pertunangan kalian saat acara kemarin,” cebik Kairav. Pria itu juga tidak habis pikir dengan sikap Khalid yang merencanakan pertunangannya seorang diri. Bahkan Bu Alinah dan Nek Laila, baru mengetahuinya setelah Khalid tiba di kota Medan.


“Ini juga mendadak. Feni tidak mau dan tidak boleh berpacaran. Keluarganya menawarkan untuk pernikahan. Kebetulan Abang pulang. Yasudah, daripada diambil orang,” jelas Khalid sembari melirik ke arah Feni yang tertunduk.


Gadis itu sepertinya sangat merasa bersalah dengan Kalila. “Kalau gitu, kita harus menjelaskan kepada Lila, Bang. Kita harus membujuknya agar tidak marah lagi,” ujar Feni. Khalid mengangguk. Namun detik berikutnya, Khalid menggelengkan kepalanya.


“Jangan kita, Dek. Biar Ibra yang membujuknya. Kau mau, kan Ba?”

__ADS_1


“Kenap Ibra?!” tanya Kairav.


“Biar Lila cepat luluh. Kau tak keberatan kan, Ba?”


Ibrahim menggelengkan kepalanya. “Tidak masalah, Bang,” jawab Ibrahim. Pria itu bahkan tersenyum kecil. Sejak tiba di kota Medan, dirinya memang belum pernah ngobrol berdua dengan Kalila. Dan kali ini kesempatan itu datang.


Cuaca di sekitar Pulau Samosir cukup sejuk siang itu. Kalila tengah duduk santai di sebuah bangku di tepi danau, ketika keluarganya tiba di penginapan. Di halaman penginapan itu memang banyak terdapat kursi santai untuk wisatawan menikmati keindahan danau Toba. terlebih ketika sore hari, matahari terbenam akan terlihat sangat indah dari sana.


“Tolong bantuannya ya Ba,” ucap Khalid sembari menepuk-nepuk pundak Ibrahim. Ibrahim mengangguk setuju. Pria itu langsung menghampiri Kalila.


“Assalamualaikum,” sapa Ibrahim. Kalila menoleh menatap sekilas dan menjawab ucapan salam yang dilontarkan Ibrahim. Gadis itu menoleh ke belakang, mencari keberadaan anggota keluarganya. Namun tak nampak satu orang pun di sana. Hanya ada Ibrahim yang kini telah duduk di bangku pantai yang berdampingan dengannya.


“Sudah selesai jalan-jalannya, Bang?” tanya Kalila. Ibrahim mengangguk, “iya,” jawab Ibrahim singkat. Kalila hanya mengangguk-angguk mendengar jawaban pria itu. Sebenarnya Kalila ingin menanyakan keberadaan keluarganya.


Ke mana mereka? Mengapa tidak kelihatan? Mengapa tidak ikut menghampiri dirinya? Apa mereka sudah benar-benar tidak memedulikan perasaannya? Apa mereka terlalu senang, karena mendapatkan calon keluarga baru hingga melupakan dirinya?


Banyak sekali yang ingin ditanyakan oleh Kalila. Namun lidahnya terasa kelu. Kalian tau sendiri, gengsi Kalila begitu tinggi.


“Kau, sampai kapan akan mendiamkan keluargamu, Kalila?” Kalila menoleh, tidak menjawab pertanyaan yang dilemparkan oleh Khalid. Gadis itu hanya tersenyum samar. “Mereka mengkhawatirkan kau.”


“Kau tau alasanku memilih berlibur ke sini Kalila?” Kalila menggelengkan kepalanya. Ibrahim pun menampilkan senyum terbaiknya. Senyum yang membuat jantung Kalila berdetak lebih cepat sekarang.


“Aku ingin berlibur sambil melihat wajah ceria kau— Kalila.”


Jika melihat senyuman Ibrahim saja sudah membuat jantung Kalila berdetak lebih cepat, kini ucapan yang keluar dari bibir Ibrahim, membuat jantung itu hampir meledak. Demi apa pun, Kalila benar-benar tidak menyangka jika Ibrahim ingin melihatnya.


Rindukah pria itu, setelah perpisahan mereka di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, enam bulan lalu? Apakah Ibrahim merasakan hal yang sama dengan yang dirasakannya?


Jantung dan otak Kalila serasa mau pecah, hanya dengan membayangkan kemungkinan yang ada. Kemungkinan, jika Ibrahim membalas rasa sukanya.


Melihat Kalila yang membeku, lagi-lagi Ibrahim menghadirkan senyuman mematikan itu. “Bisa kah kau kembali ceria lagi Kalila? Aku benar-benar ingin mengawali pendidikan magister ku di negara orang, dengan mengingat liburanku yang penuh warna. Bersama kau, bersama keluargamu,” ucap Ibrahim lembut. Kalila langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat. Gadis itu bahkan menunjukkan deretan gigi putihnya.

__ADS_1


“Kalau begitu, kau sudah siap, untuk berbicara dengan yang lainnya?”


Kalila kembali menganggukkan kepalanya. “Mood aku juga sudah cukup baik sejak tadi, Bang.”


“Oh ya? Apa karena sejak tadi kau hanya sendirian, hingga bisa berpikir jernih dan memperbaiki mood kau?” tanya Ibrahim. Kalila tersenyum dan menggeleng pelan.


“Karena ternyata, apa yang aku hadapi ini, tidak sebanding dengan masalah yang dihadapi orang lain. Ternyata ada anak manusia yang sudah begitu lama menahan kecewa tapi tetap berusaha menyinari sekitarnya. Kenapa Lila tidak bisa seperti itu juga?


Berusaha mengikhlaskan keadaan yang sudah terlanjur terjadi. Memaafkan apa-apa yang membuat rasa di hati ini begitu sakit.”


“Kau pintar merangkai kata, Kalila,” ucap Ibrahim tersenyum. Gadis itupun turut tersenyum. “Teruslah ceria. Apa kau tau ... karena keceriaan kau itulah, aku memundurkan jadwal keberangkatan ku ke Singapura. Aku ingin mengisi energi diri ini, sebelum berkutat dengan pendidikan magister ku selama dua tahun.”


Rasanya Kalila ingin pingsan. Gadis itu hampir kehabisan oksigen. Kata demi kata yang terangkai dari bibir Ibrahim, membuat gadis itu lupa bernapas.


“Kalau aku jadi Bang Khalid, aku juga akan melakukan hal yang sama. Ketika aku merasa sudah siap, aku akan segera melamar gadis pujaan ku. Karena aku juga sama, memutuskan untuk tidak berpacaran,” ujar Ibrahim.


Kalila masih tidak bisa mengucapkan sepatah katapun kini. Mulutnya hanya membentuk sebuah huruf O.


“Aku berharap, gadis pujaan ku itu, mau menunggu hingga aku siap.”


Deg!


Lagi-lagi Kalila terpaku. Lagi-lagi, gadis itu lupa bernapas.


Apa Bang Ibra meminta ku buat menunggunya? Menunggu dia siap untuk melamar ku?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terimakasih sudah ikut berlibur ke Danau Toba bersama Ibrahim 🤭


...Jangan lupa untuk selalu tekan LIKE 👍, tuliskan KOMENTAR✍️ kamu dan BERI GIFT & VOTE yaaa .......

__ADS_1


...Jangan lupa juga untuk memberikan RATE...


...⭐⭐⭐⭐⭐ di sampul halaman depan....


__ADS_2