
Hari ini, saat hendak menyelesaikan pekerjaannya di ruang tata usaha, Kalila kembali mendapatkan telepon dari HRD PT Adi Putra Group. Gadis itu diminta hadir, untuk menandatangani surat perjanjian kerja, esok hari. Kalila pun menanti Ibrahim kembali mengirimkan pesan untuk menjemputnya, dan mengantarkannya ke kantor untuk menandatangani surat perjanjian kerja.
Hari ini pun Kalila lalui dengan sukacita, karena membayangkan jika besok, dirinya akan kembali dijemput oleh Ibrahim.
Namun, apa yang ditunggu Kalila tak kunjung datang. Sampai Kalila selesai melakukan panggilan video dengan Dimas, malam ini, pria itu— Ibrahim Adi Putra— tidak menghubunginya ataupun mengiriminya sebuah pesan.
“Atau Bang Ibra tidak tau, jika besok HRD memintaku untuk datang dan melakukan penandatanganan surat perjanjian kerja?” gumam Kalila. Akhirnya gadis itu berinisiatif untuk memberitahukan kepada Ibrahim, melalui pesan singkat.
[Kalila : Bang, tadi siang HRD Adi Putra Group menghubungi Lila. Katanya, besok Lila diminta datang untuk penandatanganan surat perjanjian kerja, sekaligus membicarakan perihal gaji.]
Tiga puluh menit Kalila menanti, tapi pesan itu masih belum dibaca oleh Ibrahim. “Mungkin Bang Ibra sudah tidur,” gumam Kalila. Gadis itu menatap ponsel dan memerhatikan jam digital yang tertera di sana. Saat itu pukul 21:30 WIB, Kalila pun memutuskan untuk beranjak tidur.
Keesokan paginya, saat baru saja membuka mata, Kalila langsung mengecek ponselnya, memeriksa apakah Ibrahim sudah membaca pesannya atau belum. Namun, Kalila harus menelan rasa kecewa, karena Ibrahim masih belum membaca pesannya. Bahkan, sebelum Kalila berangkat bekerja, Ibrahim masih belum membaca pesan darinya.
Pesan dari Kalila baru dibaca oleh Ibrahim, sesaat sebelum azan Zuhur berkumandang. Di saat Kalila tengah bersiap untuk pulang bekerja.
[Ibrahim : Iya, aku sudah tau kalau hari ini akan ada penandatanganan surat perjanjian kerja untuk semua karyawan baru. Nanti kau langsung saja ke ruangan HRD untuk penandatanganan surat perjanjian kerja itu. Untuk ruangannya di mana, nanti kau bisa bertanya pada resepsionis.]
“Sepertinya Bang Ibra sedang sibuk sekali.” Hanya hal itu yang ada di benak Kalila, ketika membaca pesan singkat yang di kirimkan oleh Ibrahim. Gadis itu pun beranjak menuju masjid dan menunaikan sholat Zuhur, sebelum akhirnya bersiap untuk berangkat menuju PT. Adi Putra Group.
“Kau mau aku antar?” tanya Anneke. Namun Kalila menggelengkan kepalanya. “Tidak perlu Kak.”
__ADS_1
“Kau dijemput lagi sama pacar kau yang kemarin ya?”
Kalila kembali menggelengkan kepalanya, “Lila berangkat sendiri kok Kak. Nanti naik ojek saja, biar cepat. Lagian Lila jomblo Kak, menunggu ada yang datang melamar, hehe ....”
“Sama dong kita,” jawab Anneke yang ikut tertawa bersama Kalila. Hingga ponselnya gadis itu berdering. Kalila pun berpamitan dengan Anneke, karena jasa ojek online yang dia pesan, sudah tiba.
Sesampainya Kalila di gedung utama PT Adi Putra Group, sesuai dengan saran yang disampaikan oleh Ibrahim, Kalila langsung menghampiri meja resepsionis dan menanyakan ruang HRD.
Setelah meninggalkan KTP sebagai jaminan, Kalila melangkahkan kaki menuju elevator, kemudian menekan tombol berangka empat pada elevator itu.
Sesampainya di sana, Kalila masih harus menunggu beberapa saat, karena para staff HRD tengah beristirahat. Setelah menunggu hampir tiga puluh menit, waktu istirahat staff HRD pun selesai. Kalila diminta masuk ke ruangan manager HRD untuk membicarakan kontrak kerjanya.
Kalila kembali mengirimkan pesan singkat kepada Ibrahim, jika dirinya sudah selesai menandatangani kontrak kerja. Gadis itu kini telah resmi menjadi karyawan di PT Adi Putra Group. Dan mulai bekerja pad ajari Senin.
Lagi-lagi Ibrahim tidak membaca pesan yang dikirim oleh Kalila. Gadis yang merasa lapar itu, memutuskan untuk makan di kafetaria perusahaan. Sebenarnya gadis itu sengaja makan di sana, sembari menunggu Ibrahim membalas pesannya. Kalila berharap, setelah Ibrahim membaca pesan darinya, pria itu mau mengajaknya untuk bertemu walau sebentar.
Namun lagi-lagi Kalila harus menelan rasa kecewanya, karena sampai dia menyelesaikan makan siangnya, Ibrahim masih tidak membaca pesan yang dikirimkan olehnya. Dengan langkah gontai, Kalila menyeret kakinya, beranjak dari perusahaan itu.
***
Sementara itu, dua hari yang lalu, Ibrahim memenuhi undangan Pak Baskoro untuk makan malam bersama di kediaman mereka. Dengan pakaian paling rapi, Ibrahim beranjak menuju kediaman gadis impiannya. Saat itu pukul 18:00 WIB, ketika Ibrahim tiba di kediaman Anneke.
__ADS_1
Sengaja Pak Baskoro meminta Ibrahim tiba di kediamannya mendekati waktu Maghrib, karena pemilik yayasan tempat Kalila bekerja itu, menginginkan Ibrahim menjadi imam sholat maghrib di rumahnya. Sesampainya di sana, Ibrahim disambut oleh Pak Baskoro. Mereka berbincang sembari menunggu waktu Maghrib. Sementara Anneke tengah membantu ibunya, menyiapkan sajian makan malam untuk mereka santap bersama Ibrahim, nanti.
Saat waktu Maghrib tiba, Pak Baskoro meminta Ibrahim menjadi imam bagi keluarganya. Pak Baskoro, Bu Baskoro dan Anneke, terpukau saat Ibrahim melantunkan ayat-ayat suci. Selesai sholat Maghrib, dengan bangga Pak Baskoro tersenyum dan menepuk-nepuk pundak Ibrahim. Mereka pun makan malam bersama setelahnya.
Pak Baskoro terus memuji Ibrahim selama makan malam berlangsung. “Merdu sekali suara Ibrahim ya Ne?” goda Pak Baskoro.Dengan tersenyum lembut, Anneke pun mengangguk. Melihat senyuman Anneke, Ibrahim punya tersenyum lebar. Manik mereka bahkan bertemu beberapa saat dan saling melemparkan senyuman, sebelum suara berdehem Pak Baskoro terdengar, hingga Anneke dan Ibrahim menundukkan pandangan mereka.
Seusai makan malam, Pak Baskoro dan istrinya, membiarkan Ibrahim dan Anneke berbincang berdua agar lebih saling mengenal. Pak Baskoro sudah mantap ingin menjodohkan Anneke dengan Ibrahim. Sekarang hanya tinggal kedua muda-mudi itu yang mengambil keputusan mengenai hubungan mereka ke depannya.
Sejak saat itu, Anneke dan Ibrahim menjadi dekat. Mereka bahkan sudah bertukar nomor ponsel. Ibrahim bahkan memberikan nomor ponsel privasi yang selama ini hanya diketahui oleh keluarganya.
Keesokan harinya, Ibrahim mendapatkan pesan dari Kalila. Sengaja pria itu tidak mengindahkan pesan dari Kalila, karena Ibrahim tidak mau Anneke tau, jika dirinya mengenal dekat Kalila. Terlebih mengetahui jika dirinya yang menjemput Kalila dari yayasan, beberapa hari lalu. Ibrahim tidak mau Anneke salah paham terhadap hubungannya dengan Kalila.
Dan Siang ini, dirinya kembali mendapatkan pesan singkat dari Kalila. Ibrahim tau, jika hari ini adalah jadwal karyawan baru untuk menandatangani surat perjanjian kerja. Saat Kalila kembali mengirimkan pesan kepadanya, Ibrahim pun sengaja tidak membuka pesan itu. Pria itu baru membaca dan membalas pesan Kalila, ketika azan ashar berkumandang. Saat dirinya merasa yakin, urusan Kalila di perusahaannya sudah selesai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Jangan lupa untuk selalu tekan LIKE 👍, tuliskan KOMENTAR ✍️ kamu dan BERI GIFT & VOTE yaaa .......
...Jangan lupa juga untuk memberikan RATE...
...⭐⭐⭐⭐⭐ di sampul halaman depan...
__ADS_1