Cinta Pertama Kalila

Cinta Pertama Kalila
Eps. 68


__ADS_3

“Kau mau makan apa Ndri?” tanya Kalila, pada pria yang kini berjalan beriringan dengannya.


Andri yang sedari tadi terus memerhatikan Kalila, kini tersenyum lembut, menatap manik kehitaman milik gadis itu. “Apa saja. Apapun yang ingin kau makan saat ini, aku ikut,” jawabnya. Kalila membalas senyum pria itu, kemudian mengangguk.


Kalila terdiam sejenak, memikirkan makanan apa yang saat ini ingin dia makan. Mengingat kakak iparnya pasti sudah memasak untuknya, Kalila hanya ingin makan camilan, agar tidak terlalu kenyang, dan bisa menyantap makanan yang dimasak sahabatnya itu.


Gadis itu pun membawa Andri ke sebuah restoran cepat saji. “Makan ayam goreng atau burger, tidak masalah kan?” tanya Kalila.


Andri masih dengan senyum manisnya, tersenyum lembut sembari menatap manik kehitaman kalila. “Tidak masalah Lila. Asal makan berdua denganmu, makan nasi pakai garam pun, aku sudah sangat senang.” Kalila terkekeh mendengar ucapan rekan kerjanya itu. “Tapi, besok kau harus mau menemani aku makan siang, bagaimana?”


“Makan siang?” Andri menganggukkan kepalanya, “bagaimana? Kau mau kan?” tanya Andri. Pria itu benar-benar berharap jika Kalila akan menerima tawarannya.


Kalila menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada pria itu, “boleh,” jawab Kalila kemudian.


“Yes!” Andri bersorak riang. Kalila pun tersenyum geli melihat tingkah Andri yang begitu riang mendengar jawaban darinya. Sebenarnya Kalila tidak ingin memberikan harapan kepada rekan kerjanya itu. Tapi gadis itu butuh seseorang, untuk membantunya melupakan Ibrahim.


Mungkin, kalian bertanya-tanya, mengapa Kalila tidak berusaha membuka hati untuk Dimas? Mengapa harus pria lain yang baru saja dikenalnya satu bulan lalu?


Karena Kalila tidak mau merusak hubungan persahabatan mereka. Kalila tidak mau memanfaatkan Dimas. Pria itu terlalu spesial di hatinya. Kalila tidak mau mempermainkan perasaan Dimas. Dan juga, belum tentu Dimas mau menjadi pelarian cinta Kalila. Begitulah pikir gadis itu.


Kalila bahkan belum memberitahukan kepada Dimas, perihal Andri. Perihal Kalila yang tengah mencari pelarian cinta. Kalila berencana memberitahukannya kepada Dimas, setelah dirinya benar-benar menjalin hubungan dengan Andri.


Kini, Kalila dan Andri sudah berada di restoran ayam goreng itu. Kalila memesan double beef burger dan sebotol air mineral untuk santap siangnya kali ini. Dan Andri mengikuti apa yang dipesan oleh Kalila.


“Kau duduk saja, biar aku yang menunggu pesanan kita,” ucap Andri. Kalila mengangguk setuju dan mencari kursi yang bisa mereka tempati. Saat jam makan siang seperti ini, hampir semua meja sudah terisi.

__ADS_1


Dan kini, Kalila dan Andri tengah menyantap burger pesanan mereka sambil duduk berhadapan.


Hari ini, Andri merasa begitu senang, karena setelah berusaha mendekati Kalila selama hampir satu bulan, akhirnya gadis itu bersedia dibonceng olehnya. Kalila juga mentraktirnya makan. Gadis itu bahkan bersedia untuk makan siang dengannya esok hari, sepulang bekerja.


Andri sudah menyiapkan siasat. Besok dia berencana akan mengungkapkan perasaannya kepada Kalila. Pria itu seratus persen yakin, jika Kalila akan menerima cintanya. Andri memang sudah terpikat oleh Kalila, sejak pertama kali wanita itu mengajaknya berbicara. Pancaran manik kehitaman Kalila yang penuh semangat, membuat Andri terpesona pada pandangan pertama.


Selepas menyantap makan siang, Kalila meminta Andri menemaninya ke toko buku. Gadis itu membelikan beberapa buku cerita untuk Nissa. Kalila juga membelikan sebuah boneka kucing, untuk keponakannya itu. Sebenarnya, Kalila juga ingin membelikan makanan untuk Khalid dan Feni, hanya saja, Khalid sedang bekerja siang ini. Pria itu baru tiba di rumah setelah pukul delapan malam.


Kalila pun memutuskan, akan memesan makanan secara online, satu jam sebelum Khalid tiba di rumah. Namun, Kalila tetap membawakan camilan untuk Feni dan Nissa.


Andri pun mengantarkan Kalila ke kediamannya, setelah semua agenda Kalila terpenuhi. Menarik sejumlah uang dari ATM, mentraktir Andri makan siang, membelikan buku dan boneka untuk Nissa, serta membawa camilan untuk Feni dan Nissa.


“Mau mampir dulu, Ndri?” tanya Kalila, begitu gadis itu turun dari sepeda motor milik Andri.


Namun, Andri tak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. Dengan berkunjung ke kediaman Kalila, setidaknya Andri bisa berkenalan dengan anggota keluarga gadis pujaannya itu. “Boleh deh,” jawab Andri. Kalila sedikit tertegun mendengar jawaban Andri.


Kalila dan Andri berjalan beriringan memasuki teras rumah. Seperti biasa, Nissa berlari meyambut kedatangan Kalila. Gadis kecil itu baru saja selesai mandi sore, ketika Kalila tiba di sana. Kalila membawa Nissa ke dalam pelukannya. Sementara Feni, menelungkupkan kedua telapak tangannya di depan dada, ketika Kalila mengenalkan Andri padanya.


Hampir setengah jam Andri berada di sana. Memerhatikan Kalila yang sibuk membacakan buku cerita baru untuk Nissa. Andri semakin terpesona.


Dan malam ini, tepat lima menit sebelum Khalid tiba di rumah. Seorang kurir pengantar makanan pun tiba di sana. Kalila memesan satu paket pizza, sesuai permintaan Feni yang tengah mengandung.


Manik kecoklatan wanita yang tengah mengandung 25 Minggu itu, seketika berbinar menyaksikan satu kotak pizza bertingkat tiga.


Harum yang sangat khas pun menyeruak dari dalam kotak pizza itu. Feni meminta Kalila untuk membukanya. Gadis itu pun menuruti permintaan kakak iparnya itu. Mengeluarkan satu per satu lapisan dalam kotak. Kini tersaji dua pan pizza, dua macam aneka pasta dan empat menu camilan lainnya.

__ADS_1



Nissa langsung menyerbu sosis, yang menjadi makanan kesukaannya. Sementara Feni, wanita yang tengah mengandung itu, hanya sibuk menatap makanan-makanan itu dan merabanya satu per satu. Dahi Kalila berkerut, menatap tajam pada sahabatnya itu.


“Kenapa kau belai-belai itu makanan?!” tanya Kalila heran. Feni yang kini tengah menjilati jarinya, hanya menjawab Kalila dengan tersenyum tipis. Feni kembali meraba makanan-makanan yang ada di hadapannya dengan kedua jarinya, kemudian kembali menjilati jari-jari itu.


Tak berapa lama, Khalid pun tiba. Terlebih dahulu mencuci tangan dan wajahnya, Khalid pun menikmati sajian itu. Sama seperti Kalila, Khalid juga merasa heran dengan tingkah istrinya. Pria itu meminta Kalila mengambilkan Porong kecil untuknya.


Khalid menikmati lasagna, sementara Kalila sibuk mencerna pizza, dan Nissa ... berencana menghabiskan semua sosis yang ada. Dan Feni, masih sibuk menjilati kedua jarinya.


Khalid membiarkan tingkah sang istri. “Ini semua pesanan Feni, ya?” tanya Khalid. Kalila pun mengangguk. Memang Feni yang meminta sekotak pizza bertingkat tiga itu, kepada Kalila.


Dan kini Khalid mengerti, bahwa istrinya tengah mengidam.


***


Hari ini Kalila memakai pakaian kerja terbaiknya. Karena rencananya, gadis itu akan pergi makan siang bersama Andri. Kalila masih merahasiakannya dari Dimas. Hanya Feni yang mengetahuinya. Itupun karena Andri berkunjung ke kediaman mereka, siang tadi. Terpaksa Kalila menyeritakannya kepada Feni. Menyeritakan mengenai rencananya mencari pelarian cinta, untuk melupakan Ibrahim.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Jangan lupa untuk selalu tekan LIKE 👍, tuliskan KOMENTAR ✍️ kamu dan BERI GIFT & VOTE yaaa .......


...Jangan lupa juga untuk memberikan RATE...


...⭐⭐⭐⭐⭐ di sampul halaman depan...

__ADS_1


__ADS_2