Cinta Pertama Kalila

Cinta Pertama Kalila
Eps. 146


__ADS_3

Sehari setelah pertemuan Kalila dengan Ibrahim di salah satu pusat perbelanjaan, Dimas mendatangi kantor sepupunya itu. Tanpa membuat janji ataupun meminta izin, Dimas langsung menerobos masuk ruang kerja Ibrahim.


Ibrahim seketika menoleh, saat mendengar seseorang secara tiba-tiba membanting pintu ruang kerjanya.


“Apa yang kau lakukan terhadap Lila?!”


Suara Dimas menggelegar di ruangan itu. Ibrahim menyeringai dan menghampiri tamu yang tak diundang itu.


“Kenapa? Kau takut jika Kalila kembali ke pelukanku. Kau sadar kan siapa yang dicintai Kalila sesungguhnya?”


Seketika Dimas mencengkeram kerah baju Ibrahim.


“Kau yang seharusnya sadar! Buka mata kau! Kau sudah mempunyai istri. Dan Kalila itu istriku. Dia mencintaiku. Jadi tolong kau hapus angan-angan kotor kau itu!”


Lagi, Ibrahim menyeringai.


“Ku peringatkan kau, jangan sekali-kali kau mengganggu Kalila!”


Dimas menghempas Ibrahim, hingga pria itu terbentur meja kerjanya. Dimas pun beranjak dari sana, setelah memberikan peringatan kepada Ibrahim.


***


Sementara itu, sejak kepergian Anneke, Ibrahim terus memikirkan ucapan wanita itu. Namun, untuk memeriksakan dirinya ke rumah sakit, Ibrahim tak cukup berani. Pria itu menganggap ucapan Anneke sebagai angin lalu.


Dan tiga bulan setelahnya, Anneke dan Ibrahim resmi bercerai.


Anneke kembali menjalani aktivitasnya sebagai kepala sekolah di yayasan sekolah milik sang ayah. Wanita itu masih trauma untuk berumah tangga. Bahkan untuk kembali mengenal sosok pria, Anneke sudah tak ingin.


Sementara Ibrahim, pria itu berencana untuk merebut Kalila. Ibrahim pikir, dengan hancurnya perusahaan yang dibangun oleh Dimas, dan sepupunya itu jatuh miskin, dirinya bisa merebut Kalila.


Dengan berbagai cara Ibrahim mencoba menghancurkan perusahaan milik Dimas. Banyak klien milik Dimas yang beralih ke Adi Putra Group. Dengan menawarkan harga yang jauh dari standar pasar, beberapa klien Dimas memutuskan hubungan bisnis begitu saja dan beralih ke Adi Putra.


Pendapatan perusahaan Dimas pun menurun sampai tiga puluh persen. Sementara itu, Adi Putra Group bahkan menanggung kerugian hingga lima puluh persen di setiap proyek.


Namun, Ibrahim tak begitu ambil pusing. Baginya, asal pendapatan Dimas berkurang, dirinya merasa puas. Adi Putra bahkan mendukung langkah cucunya untuk menghancurkan perusahaan yang dibangun oleh Dimas.


Miliaran rupiah digelontorkan oleh Adi Putra untuk mendukung rencana Ibrahim.

__ADS_1


Hampir enam bulan, perusahaan Dimas berjalan dengan terseok-seok akibat ulah Ibrahim.


“Sayang, maaf ya, saat ini aku belum bisa merayakan ulang tahun Khansa dengan meriah. Padahal ini moment pertama bagi Khansa berulang tahun.”


Dimas kecewa dengan dirinya sendiri. Perusahaan yang terancam gulung tikar, membuat Dimas terpaksa harus lebih ekstra berhemat.


“Bang ... Khansa juga baru satu tahun. Dia tidak akan mengerti mengenai pesta ulang tahun. Khansa juga tidak punya teman-teman yang harus diundangnya untuk merayakan pestanya. Berkumpul bersama keluarga seperti tadi siang, sudah cukup membuatnya senang,” jawab Kalila.


Dimas membawa Kalila dalam pelukannya. Pria itu tidak tau bagaimana dirinya jika bukan Kalila yang mendampingi. Selama empat bulan ini, Kalila bahkan banyak membantu mengurus perusahaan mereka.


Hingga suatu saat, Kalila menjual secara online hasil rancangannya. Seorang pengusaha sukses di Korea menghubunginya. Dengan dibantu oleh Sanjaya, Kalila dan Dimas pun terbang ke Korea dan menjalin kerja sama dengan pengusaha sukses itu.


Perlahan tapi pasti. Sejak MoU dengan perusahaan Korea di tanda tangani, perusahan Dimas semakin membaik dari bulan ke bulan.


Selama enam bulan, profit perusahaan Dimas melonjak drastis. Dimas bahkan kembali merekrut karyawan.


***


Sementara itu, seaorang rekan bisnis, mengenalkan Ibrahim dengan seorang wanita. Wanita yang dikenalkan oleh Edo adalah adik kandungnya sendiri. Wanita itu baru saja lulus dari salah satu universitas di Australia.


Mereka bahkan beberapa kali berkencan di klub malam. Berdisko di lantai klub malam, bahkan minum alkohol sudah mulai biasa dilakukan Ibrahim.


Entah kemana perginya sosok pria sholeh yang begitu dicintai Kalila dulu. Ibrahim menjelma menjadi pria brengsek kelas atas.


Tania Danuwijaya adalah gadis yang sangat digilai Ibrahim, sekarang. Pria itu bahkan berhasil membuat Ibrahim melupakan sejak obsesinya pada Kalila.


Tubuh Tania yang padat dan berisi, ditambah busana minim yang selalu dikenakannya, benar-benar memanjakan mata Ibrahim. Usia Tania yang tujuh tahun lebih muda, membuat perasaan Ibrahim kepada gadis itu semakin menggebu-gebu.


Bahkan, baru satu bulan mengenal Tania, pria itu sudah mengajak Tania untuk menikah. Namun Tania, yang baru berusia dua puluh satu tahun itu, masih enggan terikat pernikahan.


“Setidaknya beri aku waktu satu tahun lagi,” ujar Tania yang kini sudah bergelayut manja di dada bidang milik Ibrahim. Jika sudah begitu, Ibrahim tak dapat lagi membantah ingin Tania. Tas, sepatu, jam tangan seharga ratusan juta rupiah, bahkan berhasil didapatkan Tania dari Ibrahim, dengan cara seperti itu.


Namun, tiga bulan kemudian, entah apa yang merubah pendirian Tania. Gadis itu ingin segera Ibrahim menikahinya.


Dengan pesta yang sangat mewah, Ibrahim pun menikahi Tania. Malam pertama yang sangat panas dilewati oleh sepasang pengantin baru itu. Tania benar-benar wanita impian untuk Ibrahim. Wanita itu sangat pintar memanjakan Ibrahim di atas ranjang.


Ibrahim bahkan jarang sekali ke kantor jika tidak ada keperluan mendesak. Pria itu sibuk bercengkrama dengan Tania di kediaman mereka. Dibelikan rumah mewah oleh Ibrahim, tentu saja Tania bersedia melayani pria itu dengan sepenuh hati.

__ADS_1


Gilang benar-benar murka dengan kelakuan anak kandungnya. Namun, saat Gilang hendak mengultimatum Ibrahim, anak lelakinya itu datang dengan membawa kabar gembira. Tania dinyatakan positif hamil.


Tentu saja hal ini membuat keluarga besar Adi Putra bahagia. Keturunan dari Ibrahim sudah dinantikan mereka sejak lama. Tania benar-benar dimanjakan bak ratu oleh Adi Putra. Segala apa yang diminta wanita itu, selalu dituruti. Bahkan saat cucu mantu kesayangannya itu meminta mobil mewah, Adi Putra langsung mengabulkannya.


Tania bahkan sudah menyediakan supir yang akan mengantarkannya ke mana pun dia ingin. Ibrahim pun kembali fokus dengan pekerjaannya. Dan malam harinya, Tania akan selalu memberikan pelayanan memuaskan untuk suaminya itu.


Bulan berganti bulan, perut Tania semakin membuncit. Hari ini adalah jadwal kontrol sang istri. Selama kehamilan, Tania hanya ingin kontrol ke dokter dengan ditemani oleh ibunya. Ibrahim pun tak mempermasalahkannya hal itu. Semua permintaan istrinya itu akan selalu dituruti oleh Ibrahim. Selain Tania pintar memanjakan dirinya di atas ranjang, wanita itu juga akan memberinya seorang penerus keluarga. Pastilah semua keinginan Tania akan diturutinya.


Saat hari menjelang petang, Ibrahim pun gegas menuju kediamannya.


“Loh tuan kok sudah pulang? Keadaan Nyonya bagaimana?” tanya salah satu asisten rumah tangga. Ibrahim mengernyit.


“Memangnya Tania kenapa? Bukannya tadi dia pergi kontrol ke dokter?”


“Iya Tuan. Tadi pagi nyonya memang pergi dan baru kembali tiga jam setelahnya. Satu jam kemudian, Nyonya mengeluh perutnya sakit, dan di bawa ke rumah sakit.”


“Kenapa tidak ada Yanga memberi tau saya?!”


“Katanya Anton sendiri yang akan memberitahu Tuan.”


Ibrahim kembali menuju kendaraannya sambil menghubungi Anton—supir pribadi Tania.


“Nyonya sudah melahirkan bayi laki-laki, Pak,” ungkap Anton saat Ibrahim menanyakan keadaan istrinya.


Melahirkan?


Usia kandungan Tania seharusnya baru tujuh bulan. Mengapa istrinya sudah melahirkan?


Prematur kah?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Jangan lupa untuk selalu tekan LIKE 👍, tuliskan KOMENTAR ✍️ kamu dan BERI GIFT & VOTE yaaa .......


...Jangan lupa juga untuk memberikan RATE...


...⭐⭐⭐⭐⭐ di sampul halaman depan...

__ADS_1


__ADS_2