Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Suasana Di Mansion Milik Alvonso 2


__ADS_3

Daddy Alvonso berjalan mendekati istrinya kemudian tersenyum sambil mengelus rambut istrinya.


" Bagaimana sayang masih ada yang sakit?" tanya Daddy Alvonso


" Sudah agak lumayan sayang hanya terasa agak perih." ucap mommy Laras sambil tersenyum menatap wajah suaminya.


cup


Daddy Alvonso mengecup kening istrinya.


" Lain kali jangan ngomong seperti itu ya, kamu tahu sayang mas takut jika kamu meninggalkan aku, mas sungguh tidak sanggup jika kamu meninggalkan mas." ucap daddy Alvonso sambil memeluk istri tercintanya sampai tidak terasa air matanya keluar


" Maafkan aku sayang, aku janji tidak akan mengatakan itu lagi." ucap mommy Laras


Daddy Alvonso hanya diam setelah agak lama daddy Alvonso duduk dengan tegak sambil menatap istrinya kemudian mengambil makanan untuk istri tercintanya.


" Sayang makan dulu ya?" pinta daddy Alvonso sambil menekan tombol agar ranjang yang berada di kepala mommy Laras bergerak naik ke atas agar nyaman bila mommy Laras makan.


" Sayangku sudah makan?" tanya mommy Laras.


" Nanti saja mas akan makan." ucap daddy Alvonso


" Tidak, aku ingin mas juga makan." ucap mommy Laras


" Baiklah." jawab daddy Alvonso


Daddy Alvonso sudah mengetahui sifat istrinya yang tidak bisa di bantah. Daddy Alvonso menyuapi mommy Laras begitupula mommy Laras menyuapi suaminya. Merekapun saling menyuapi sampai tidak terasa bubur di mangkok sudah habis.


Alvonso mengambil gelas untuk istrinya, mommy Laras menerimanya dan meminum setengah gelas sisanya daddy Alvonso meminum gelas bekas istrinya.


Semua tidak luput dari perhatian Arlan, dirinya bahagia melihat mertuanya sangat rukun dan saling sayang menyayangi berbeda dengan orang tuanya sampai tidak terasa air matanya keluar.


Alviana yang mengerti kesedihan suaminya hanya menggenggam tangan Arlan sambil tersenyum. Arlan pun membalas senyuman Alviana istrinya.


Alviana berusaha menggerakkan tangan kanannya sambil menahan rasa sakitnya untuk memegang pipi Arlan untuk menghapus air mata Arlan.


Arlan pun memegang tangan Alviana dan mengecupnya.


" Aish kalau mau romantis ingat sama yang jomblo donk?" celetuk Alvian sambil cemberut.


Semua tertawa melihat tingkah Alvian yang menggemaskan.


Setelah selesai makan Arlan dan daddy Alvonso memasukkan piring dan gelas kotor di troly untuk di bawa keluar. Kini gantian Arlan yang mendorongnya keluar.

__ADS_1


ceklek


Tampak dokter Kennath dan Maria masuk ke dalam mengecek satu persatu kondisi Mommy Laras, Alvian dan Alviana. Selesai mengecek dan memberi resep obat dokter Kennath dan Maria keluar.


xxxx


2 Bulan Kemudian


Kini mommy Laras, Alvian dan Alviana sudah sembuh dan melakukan aktivitas seperti biasanya.


Keluara besar Alvonso habis selesai sarapan pagi kini mereka semua berkumpul di ruang keluarga.


" Mommy , Daddy, Arlan dan Alvian berencana lusa pindah ke mansion milik Arlan." ucap Alviana.


" Milik kita sayang, kan kita sudah menikah jadi mansion itu milik kita." ucap Arlan sambil tersenyum dan memeluk istrinya dari samping.


" Baik, bagaiamana apakah mommy dan daddy mengijinkan kami pindah?" tanya Alviana


" Mansion ini sangat luas tinggallah di sini nanti kalau kalian sudah mempunyai anak terserah kalian apa tetap tinggal di sini atau pindah ke mansion." ucap mommy Laras.


" Baiklah mom." ucap Arlan dan Alvian serempak.


Mereka berdua meminta ijin untuk masuk ke kamar mereka. Alviana masuk ke kamar dan berbaring di ranjang sambil memegang ponselnya diikuti oleh Arlan suaminya.


" Sudah tidak lagi, kenapa?" tanya Alviana sambil menatuh ponselnya dan menatap wajah suaminya.


" Sudah dua bulan ini aku menahan hasratku bolehkah?" tanya Arlan dengan suara berat sambil menatap wajah Alviana.


Alviana hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya karena mendapat lampu hijau Arlan mendekati istrinya dan melakukan kegiatan panas di kamarnya.


Desahan demi desahan keluar dari mulut mereka berdua hingga lahar milik Arlan keluar. Beberapa kali Arlan melakukan penyatuan terhadap istrinya hingga membuat Alviana merasa lelah barulah Arlan menyemburkan lahar terakhirnya kemudian Arlan menarik kerisnya dan berbaring di samping sisi istrinya sambil memeluknya.


" Terima kasih sayang mas sangat puas." ucap Arlan sambil mengecup kening istrinya.


Arlan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka kemudian tidak berapa merekapun tertidur dengan saling berpelukan.


Siang harinya mereka terbangun dan mandi. Selesai mandi mereka turun ke bawah nampak keluarganya sudah duduk rapih di meja makan.


Mereka makan secara diam, selesai makan seperti biasa mereka berkumpul di ruang keluarga.


" Alvonso dan Alvian besok kalian menggantikan daddy kerja ya?" pinta daddy Alvonso


" Memang kenapa dad?" tanya Alvonso dan Alvian serempak

__ADS_1


" Daddy dan mommy mau bikin sistem keamanan di rumah sakit dokter Kennath, sebenarnya sudah lama tapi baru sempat sekarang apalagi Alvian sudah lama tidak masuk kerja." ucap daddy menjelaskan.


" Mansion kita sudah di buat belum mom?" tanya Alvian


" Sudah mommy buatkan ketika mommy sembuh. Jadi jika ada musuh datang langsung terdengar bunyi alarm." ucap mommy Laras.


" Kalau misalnya listriknya putus apakah masih bisa berfungsi mom?" tanya Alviana.


" Masih berfungsi terlebih mommy memberikan pengamanan tambahan jadi sulit untuk di sabotase." ucap mommy Laras.


" Wih mommy hebat, ajarin kita ya mom." ucap Alvonso, Alvian dan Alviana serempak


" Ok. Nanti mommy ajarkan kalian." ucap mommy Laras.


" Sip." jawab mereka serempak.


Arlan hanya memandang keluarga mereka sangat bahagia tidak ada keributan antara ke dua orang tua maupun anak - anaknya. Hati Arlan menghangat dan bahagia bisa menjadi salah satu anggota keluarga mereka. Selesai mengobrol mereka masuk ke dalam kamarnya masing - masing.


Pagi Hari


Tidak terasa hari sudah pagi mereka seperti biasa bangun pagi dan sarapan bersama. Arlan dan Alviana berangkat ke kantor milik Arlan sedangkan Alvonso dan Alvian pergi ke kantor orang tuanya.


Mommy Laras dan daddy Alvonso mengantar ke tiga anaknya untuk berangkat ke sekolah.


Arlan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang dan disebelahnya Alviana istri tercintanya. Tangan kiri Arlan menggenggam tangan Alviana dan tangan kanannya memegang kemudi. Terkadang Arlan mengecup punggung tangan istrinya.


Di lampu merah Arlan menghentikan mobilnya kemudian mengecup kening Alviana, mereka berdua sangat bahagia.


Di samping mobil mereka tanpa sepengetahuan Arlan dan Alviana sepasang mata memperhatikan mereka berdua dengan tatapan penuh kebencian sambil mencengkram kemudi dengan sangat kuat.


Arlan menjalankan mobilnya kembali menuju ke perusahaan miliknya. Mereka berdua berjalan bergandengan tangan menuju lift.


Sejak Arlan menikah kini suasana kantor terasa nyaman dan tidak mencekam seperti biasanya. Sebagian para karyawan bahagia karena ada pawangnya dan ada juga sebagian iri karena keromantisan mereka tanpa mampu berbuat apa - apa.


Arlan dan Alviana masuk ke dalam ruangan CEO mereka bekerja dengan serius. Karena Alviana sudah lama beristirahat membuat pekerjaannya menumpuk.


" Sayang, aku ingin ke kantin ya?" ucap Alviana ke suaminya.


" Bukannya tadi sudah sarapan?" tanya Arlan


" Iya sih tapi tumben hari ini aku ingin ngemil biar tidak terasa ngerjain berkas - berkas yang menumpuk." ucap Alviana.


" Baik sayang silahkan." ucap Arlan sambil tersenyum

__ADS_1


Alviana keluar ke ruangan Arlan menuju kantin. Tidak berapa lama datanglah seorang wanita cantik menuju ke ruangan Arlan.


__ADS_2