
" Kakak lihat dua buaya itu langsung terangs**g karena memakan tubuh Ririn dan Celine!!" seru Harlan sambil menunjuk sepasang buaya jantan yang berada di bawah dan buaya betina berada di atas.
Alvonso, Alvian dan Arlan hanya tertawa karena melihat dua buaya itu sedang kawin.
" Buaya betinanya lebih agresif." tawa Harlan
" Arlan, obatnya jangan di kasih ke adikku ya!" pinta Alvonso
" Awas aja kalau sampai di kasih ke adikku!" ancam Alvian
" Nggalah kak tenang saja. Ini juga aku dapat dari daddy." ucap Arlan sambil nyengir kuda
" What!!!!" teriak mereka mereka
" Daddy benar - benar ya." ucap Alvonso sambil geleng - geleng kepala
" Kenapa daddy ngasih obat begituan?" tanya Harlan penasaran
" Karena mommy dan istriku Alviana berpesan jangan menyiksa. Kalau sampai ketahuan pakaianku bau darah bisa - bisa aku kena marah sama mommy dan istriku karena itulah daddy memberikan ide itu." ucap Arlan
" Sama istriku juga pesan seperti itu." ucap Alvian
" Kak Alvian kita pergi yuk? adik kecilku dah tegang gara - gara lihat buaya kawin." ucap Arlan
" Sama punyaku dah tegang untung istri kita berada di sini." jawab Alvian sambil tersenyum mesum
" Haish pergi sana bikin kami pengen aja." usir Alvonso
" Tahu nih punya dua kakak tega banget." gerutu Harlan
" Hahahahaha..." kasihan deh... puasa dulu ya.. karena harus nunggu sah dulu." ledek Alvian sambil menarik tangan Arlan sambil tertawa.
Alvonso dan Harlan cemberut dan berharap segera mereka secepatnya menikah agar jika ingin melakukan itu sudah ada istri di sampingnya.
xxxx
__ADS_1
Di ruang keluarga sudah terkumpul untuk mengadakan acara pernikahan Alvonso dengan Kelly dan Harlan dengan Liani. Para Ibu yang super sibuk yaitu mommy Laras, Clarisa dan Maria membahas untuk acara resepsi anak - anak mereka.
Sedangkan para bapak membicarakan tentang acara reuni keluarga besar yang menginap di sebuah pulau pribadi milik daddy Alvonso, dokter Kennath dan Ronald. Mereka bertiga sengaja membeli pulau untuk menikmati masa tua mereka di sana mengingat semua anak - anaknya sudah besar.
Arlan dengan Alviana bermain dengan ke 6 anak kembar mereka yang lucu sedangkan Alvian dengan dokter Amelia bersama ke dua anak kembar sepasang laki - laki dan perempuan.
Harlan dengan kekasihnya bersama anak angkatnya sedang bermain bersama sedangkan Alvonso dengan kekasihnya Kelly semakin bertambah akrab.
Dokter Rocky anak dari Ronald dan Clarisa yang berusaha dekat dengan dokter Debby anak dari daddy Alvonso dan mommy Laras tapi dokter Debby bersikap biasa saja.
Sedangkan Denis sibuk dengan dunia foto model tidak bisa datang begitu pula dengan Denisa sudah 3 tahun lebih jarang pulang ke Indonesia karena sibuk dengan pekerjaan sebagai pemilik anak perusahaan yang daddy Alvonso wariskan padanya.
Sedangkan Max bersama ke 3 sahabatnya sibuk dengan dunia bawah tanpa sepengetahuan mommy dan daddy karena mereka tahunya Max sebagai CEO dari perusahaan PT ZAIN INTERNATIONAL CORP. mengelola perusahaan milik almarhum daddynya Zain Alionso yang semakin bertambah maju. Dan saat ini Max sudah pergi lagi mengurus perusahaan yang sedang bermasalah.
Selesai berbicara mereka makan siang bersama. 25 menit kemudian mereka selesai makan.
" Harlan, Alvonso dan Alvian ikut mommy di ruang kerja." printah mommy Laras
" Baik mom." jawab mereka bertiga.
Mommy Laras berjalan memasuki pintu lift dan diikuti oleh ke tiga anaknya. Harlan, Arlan dan Max sudah di anggap mommy Laras dan daddy sebagai anak - anak mereka.
" Alvonso dan Harlan, kalian pasti berfikir kenapa mommy dan daddy pura - pura bertengkar dengan paman Kennath dan paman Ronald sampai - sampai kami memutuskan persahabatan." ucap mommy Laras menanyakan ke Alvonso dan Harlan.
" Iya mom, terus terang Alvonso sangat kaget mendengar putusnya persahabatan dari waktu mommy dan daddy sebelum menikah. Kan sayang sekali kalau persahabatan selama 30 tahun lebih harus kandas gara - gara perbuatan kami." keluh Alvonso
" Iya mon, kami sangat kaget dan sangat menyesal karena perbuatan kami yang tidak bisa menahan hasrat kami yang memuncak maka persahabatan daddy dengan paman Kennath dan paman Ronald putus begitu pula dengan persahabatan mommy dengan tante Clarisa dengan tante Maria." ucap Harlan sendu.
" Baik mommy akan menceritakan kenapa kami melakukan ini." ucap mommy Laras menceritakan ke mereka berdua.
XXXXXX FLASH BACK ON XXXXXX
Mommy Laras dan daddy Alvonso sedang menonton televisi di ruangan keluarga. Mommy Laras duduk di sofa panjang sedangkan daddy Alvonso tidur dengan menggunakan bantalan paha mommy Laras. Mommy Laras membelai rambut suaminya sambil menonton televisi dan terkadang mengecup kening suaminya dan tertawa bersama.
" Sudah tua masih seperti abg." ledek dokter Kennath yang tiba - tiba datang bersama istrinya dokter Maria.
" Iri bilang bro." ucap daddy Alvonso yang masih berbaring di sofa.
__ADS_1
Mommy Laras hanya tersenyum dan masih membelai rambut suaminya.
" La, kamu tidak pegal dan kaki kesemutan?" tanya dokter Maria
" Pegel sih tapi bayi besarnya lagi pengen di elus." ucap mommy Laras sambil tersenyum
" Kamu pegal sayang?" tanya daddy Alvonso sambil terbangun
" Lumayan pegel sayang, 2 jam daddy tiduran di pahaku kakiku sampai kram dan pegal." keluh mommy Laras
" Maaf sayang." ucap daddy Alvonso sambil menarik kaki mommy Laras perlahan dan disandarkan di paha miliknya kemudian dipijat.
" Sayang tidak usah." pinta mommy Laras
" Tidak santai saja sayang." ucap daddy Alvonso.
" Aduh romantis banget." ucap Clarisa yang tiba - tiba datang bersama suaminya Ronald
" Iya donk." jawab mommy Laras dan daddy Alvonso bersamaan sambil tersenyum.
Mereka berempat hanya tersenyum dan bahagia melihat keromantisan sahabatnya walau umur daddy Alvonso sudah berumur 50 tahun sedangkan mommy Laras sudah berumur 48 tahun.
Mommy Laras kemudian menurunkan kakinya dan cipika cipiki dengan Clarisa dan Maria sedangkan para cowo hanya bersalaman saja.
" Tumben datang ke sini." ucap daddy Alvonso usil.
" Memang tidak boleh?" tanya Ronald dan dokter Kennath bersamaan sambil mendelik ke ke daddy Alvonso
" Boleh saja." jawab daddy Alvonso sambil tersenyum.
Mereka berenam mengobrol mengenang masa lalu membuat mereka terkadang menangis dan terkadang tertawa. Ketika asyik mengobrol ponsel milik mommy Laras berdering yang kebetulan berada di meja.
Karena berisik mommy Laras pindah ke ruangan lain untuk mengangkat ponselnya. Matanya membulat sempurna ketika Alvonso menghubungi dirinya.
Setelah mommy Laras menerima telephone dari Alvonso. Mommy Laras menghubungi Max untuk datang ke mansion kemudian mengambil laptop di meja suaminya dan di bawa ke ruangan keluarga.
" Maaf bisa kita hentikan dulu obrolan kita karena ada hal yang sangat penting." ucap mommy Laras
__ADS_1
Semua yang berada di situ langsung menghentikan obrolan mereka.