
Sudah dua hari Arlan menunggu Alviana tapi tidak pernah datang ke kantor membuat Arlan uring - uringan dan bertanya - tanya dalam hati.
Arlan pun menghubungi asisten sekaligus saudaranya.
🎙" Harlan" panggil Arlan
🎙" Ya." jawab Harlan singkat
🎙" Tanyakan ke bagian resepsionis apakah Alviana sudah datang atau belum?" ucap Arlan
🎙" Ok." jawab Harlan singkat
Lima menit kemudian
tok
tok
tok
" Masuk." ucap Arlan
ceklek
Harlan membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan Arlan dan menutup pintu dengan perlahan.
" Maaf kak Arlan, kak Alviana belum datang, tumben sudah lama kak Alviana tidak datang, memang ada apa? apa kalian berdua bertengkar?" tanya Harlan karena 2 hari melihat Arlan bersama Alviana seperti tidak ada masalah karena sejujurnya Harlan sangat menyukai kalau Arlan bisa menikah dengan Alviana karena Alviana orangnya ramah, menghargai orang dan Harlan sering melihat Arlan selalu tersenyum jika bersama Alviana.
" Aku juga tidak tahu." ucap Arlan sendu karena sejujurnya Arlan sangat senang ketika mereka resmi berpacaran tapi sudah dua hari ini Alviana tiba - tiba menghilang tanpa kabar.
" Coba di ingat - ingat terakhir ketemu di ruanganmu kan?" tanya Harlan.
Arlan berusaha mengingat kejadian beberapa hari yang lalu ketika terakhir bersama Alviana.
deg
Arlan langsung membulatkan matanya, Arlan baru sadar waktu kedatangan Clara, Arlan melupakan kehadiran Alviana.
Arlan pun membuka cctv yang berada di ruangannya. Arlan menatap video cctv dan menatap tajam ke arah wanita itu yang matanya sedang melotot ke arah Alviana.
" Sial, aku baru tahu jadi ini masalahnya kenapa Alviana tidak pernah datang ke kantorku bren***k sungguh bod*h kamu Arlan." umpat Arlan
" Ada apa kak Arlan ?" tanya Harlan bingung.
" Aku baru tahu kenapa Alviana tidak pernah datang, aku harus ke rumah Alviana." ucap Arlan langsung berdiri sambil mengambil jas di kursi kebesarannya.
__ADS_1
" Sebentar lagi kita meating dengan investor, bagaimana kalau selesai meating?" tawar Harlan.
" Pending aja, meatingnya besok. Aku harus pergi ke rumah orang tua Alviana untuk menjelaskan ke salah pahaman atau kamu aja yang mewakili. Bye." ucap Arlan langsung berlari memasuki lift khusus CEO.
"Aish, ngeselin main kabur - kabur aja, tapi sebenarnya kenapa sih?" tanya Harlan penasaran.
Harlan pun duduk di kursi kebesaran Arlan dan melihat laptop Arlan yang masih menyala.
" Ini juga laptop masih nyala belum sempat dimatikan, aku jadi penasaran." ucap Harlan kepo.
Harlan pun menekan tombol rekaman cctv dan mulai melihatnya, matanya membulat sempurna.
" Pantas saja kak Alviana dua hari tidak ke sini kak Alviana ternyata salah paham. Wanita itu juga sudah di tolong malah ngeselin, menatap kak Alviana sampai melotot seperti itu" omel Harlan.
" Sudahlah mendingan aku kerja kembali, banyak kerjaan yang mesti aku kerjakan." sambung Harlan.
Harlan pun pergi ke ruangannya untuk mengerjakan kerjaan yang tertunda.
xxxx
Arlan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar sampai di rumah orang tua Alviana. Arlan tidak perduli kalau keluarga Alviana akan mengusirnya yang penting bagi Arlan harus bisa bertemu dengan Alviana dan menjelaskan semuanya.
5 menit Arlan sudah sampai di gerbang mansion yang dikawal oleh beberapa orang bodyguard. Arlan turun dari mobil dan mendekati gerbang mansion. Salah seorang bodyguard yang melihat Arlan langsung berjalan mendekati pintu gerbang.
" Maaf, mau mencari siapa? tanya salah satu bodyguard daddy Alvonso dengan ramah.
" Maaf nona Alviana sudah dua hari pergi ke luar negri dan sepertinya akan lama tinggal di sana." ucap bodyguard itu.
deg
Arlan terkejut karena Alviana pergi tanpa pamit padanya padahal mereka berdua sudah resmi menjadi pasangan kekasih.
" Pergi kemana?" tanya Arlan
" Maaf saya tidak tahu." ucap bogyguard
" Kalau ibunya nona Alviana adakah?" tanya Arlan
" Ada, maaf dengan tuan siapa?" tanya bodyguard ramah
" Bilang saja dengan Arlan." ucap Arlan
" Baik, tunggu sebentar." jawab bodyguard ramah
Bodyguard itu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nyonya besar Laras.
__ADS_1
( " Bodyguardnya ramah tidak seperti bodyguardku galak dan tidak ada senyum sama sekali." ucap Arlan dalam hati ).
" Maaf tuan menunggu lama, silahkan masuk." ucap bodyguard ramah.
" Terima kasih." ucap Arlan tanpa sadar
Karena Arlan tidak pernah mengucapkan kata terima kasih dan maaf karena di keluarganya tidak diajarkan kata - kata seperti itu. Seorang pelayan atau bodyguard tidak perlu dihormati karena mereka bekerja untuknya. Setelah bertemu dengan Alviana membuat Arlan mengalami sedikit perubahan.
( " Baru kali ini aku bicara sama seorang bodyguard ramah biasanya aku sering memarahinya atau membentaknya dan tidak pernah bicara panjang lebar seperti ini, beda banget. Aish ada apa denganku ya?" ucap Arlan dalam hati ).
Arlan pun berjalan mendekati mobilnya dan masuk ke dalam gerbang ketika bodyguard itu membuka gerbangnya.
Arlan memarkirkan mobilnya di garasi mansion milik daddy Alvonso. Arlan keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu utama, salah seorang bodyguard menundukkan hormat kepada Arlan kemudian membuka pintu utama.
Arlan berjalan masuk ke dalam ruangan yang sangat besar tampak seorang kepala pelayan menghampiri Arlan dan menunduk hormat kemudian tangan kanannya di angkat setengah.
" Silahkan tuan ikut saya?" pinta kepala pelayan itu dengan hormat.
" Baik. Terima kasih." ucap Arlan
Arlan mengikuti kepala pelayan itu hingga sampailah mereka di ruang keluarga. Tampak mommy Laras sedang duduk sambil menikmati teh hangat sambil membaca novel.
" Maaf nyonya, tamunya sudah datang." ucap kepala pelayan itu ramah.
" Terima kasih ya pak, silahkan dilanjutkan pekerjaannya." ucap mommy Laras lembut dan tersenyum ramah.
" Baik nyonya, permisi." ucap kepala pelayan itu dengan ramah.
Kepala pelayan itupun menundukkan badannya setengah kemudian berdiri tegak setelah itu pergi meninggalkan mereka berdua.
Semua yang di lihatnya tidak luput dari pengamatan Arlan. Sangat berbeda di mansionnya. Semua bodyguard dan pelayan hanya menundukkan wajahnya dan tidak berani menatap wajahnya sedangkan di mansion milik orang tua Alviana sangat berbeda mereka berani menatap dengan penuh hormat.
" Silahkan duduk nak Arlan." ucap mommy Laras lembut dan tersenyum dengan ramah.
" Baik tante, terima kasih." ucap Arlan sambul membalas senyuman mommy Laras.
" Silahkan di minum teh dan kue buatan tante semoga suka." ucap mommy Laras lembut
" Terima kasih tante." ucap Arlan sambil mengambil cangkir yang berisi teh. Selesai meminum setengahnya Arlan menaruh kembali cangkirnya ke meja.
" Ada yang bisa tante bantu?" tanya mommy Laras lembut.
" Kedatangan saya kesini ingin bertemu dengan Alviana." ucap Arlan ramah.
" Putriku Alviana pergi ke negara lain jadi maaf nak Arlan tidak bisa menemuinya." ucap mommy Laras.
__ADS_1
" Kalau boleh tahu kenapa Alviana pergi? Alviana pergi ke negara mana?" tanya Arlan bingung.
" Alviana kuliah sambil kerja dan maaf atas permintaan Alviana saya tidak bisa memberitahukannya." ucap mommy Laras lembut.