
" Max ingat mom." ucap Max
Mommy Laras tersenyum walau air mata tidak berhenti mengalir.
" Max, mommy sudah menganggapmu anak kesayangan mommy sama seperti anak - anak mommy yang lainnya. Max, jika dirimu masih dendam pada kami tembaklah mommy." ucap mommy Laras sambil menggenggam tangan Max mengambil pistol dan diarahkan ke dahinya.
Tangan mommy Laras dan Max saling menggengam pistol yang diarahkan ke dahi mommy Laras.
" Jika mommy nanti mati ditanganmu Max, mommy rela asalkan jiwa psychopathmu hilang. Maafkan kami jika kami belum menjadi orang tua yang baik untukmu. Walau dalam hati mommy yang paling dalam kamu tidak mungkin melakukan itu." ucap mommy Laras
" Untuk keluargaku yang kusayangi apa yang terjadi nanti jangan menyakiti Max karena Max juga anak mommy." sambung mommy Laras
" Max, lakukanlah." ucap mommy Laras sambil menatap sendu Max
Max menarik tangannya dan melemparkan pistol tersebut ke lantai sambil memeluk mommy Laras dan di balas oleh mommy Laras.
" Mommy, Max tidak mungkin melukai orang yang Max cintai." ucap Max
" Kak Al, pinjam laptopnya." pinta Max
Kak Alvonso pun memberikan laptopnya ke Max.
" Ini Max." ucap Alvonso
Max menerima laptopnya dan mulai mengutak atik laptopnya. Semua orang menatap Max dengan tatapan bingung.
" Lihatlah layar proyektor yang berada di depan." pinta Max.
Sontak semua menatap layar proyektor, sebuah rekaman cctv yang menampilkan Alviana detik - detik sebelum Alviana terjatuh. Semua menatap tanpa berkedip ketika mengetahui siapa pelakunya membuat mereka semua membulatkan matanya dengab sempurna.
" Clara kau!" bentak daddy Alvonso tidak percaya
" Ya, aku yang mendorong mama Alviana, kalian terkejut?" tanya Clara tersenyum devil sambil membawa pistol.
Tanpa sepengetahuan mereka ketika semua orang menatap rekaman cctv Clara berjalan perlahan mengambil pistol.
" Kenapa Cla? apa salah kami? kami sangat sayang padamu." tanya mommy Laras
" Sayang?.. hahaha... mommy lebih sayang sama anak - anak mommy dan Max padahal Max bukan anak mommy itu yang membuatku benci. Selain itu kalian semua telah membunuh mommyku. Mama Alviana telah merebut daddyku karena telah membuat mommyku setiap malam menangis. Mama Alviana pantas mati." ucap Clara
" Maafkan kami kalau kami kurang perhatian denganmu, mommy janji akan memberikan kasih sayang padamu." ucap mommy Laras.
" Kurang perhatian apa? kamu tidak ingat Cla, kamu, Max dan ketiga adikku Debby, Denis dan Denisa selalu di antar sama mommy, jika ada salah satu anaknya yang sakit mommy langsung merawat tanpa membedakan anak kandung atau bukan semuanya sama. Ketika ada acara sekolah kami berusaha untuk datang dan jika ada masalah di sekolah atau ada pr kami selalu ada. Kamu tahu Cla, daddy, kak Alvonso, aku dan Alviana tahu kalau mommy cape mengurus kita semua tapi mommy tidak pernah mengeluh. Setiap selesai makan kita semua berkumpul di ruang keluarga. Kamu tahu kenapa? karena mommy ingin kita selalu akur dan tidak saling bermusuhan." ucap Alvian menjelaskan.
__ADS_1
" Akur apanya? buktinya kak Alvian dan Denisa sering di jewer oleh mommy." ucap Clara
" Kami di jewer karena kami bertengkar dan kami tidak marah karena kami semua tahu kalau mommy hanya menginginkan semuanya akur dan saling menyayangi." ucap Alvian
" Cih, tetap saja aku sangat membenci kalian, terutama kamu kak Alvian, gara - gara kakak mommyku mati karena itu terimalah kematianmu." ucap Clara
dor
Akh
" Max." panggil mereka serempak
Ketika Clara ingin menembak Alvian, Max berusaha merebut senjata yang di pegang oleh Clara tapi naas tembakan pistol mengenai Max.
plak
Mommy Laras langsung merebut pistol yang digenggam tangan Clara kemudian tanpa sadar menamparnya dengan sangat kencang membuat Clara terjatuh.
Alvian yang melihat Max terjatuh langsung tubuhnya di tahan kemudian dibawa di bantu oleh daddy Alvonso dan diikuti oleh dokter Kennnath.
Kini tinggal Ronald, mommy Laras dan Alvonso dan Clara.
Alvonso memegang ke dua tangan Clara untuk berjaga - jaga kalau Clara berbuat masalah.
" Hahaha... mommy tahu, setiap hari aku selalu meminum darah binatang ataupun darah manusia." ucap Clara tertawa
" Apa?" tanya mereka serempak.
Clara hanya tertawa seperti orang sakit jiwa.
" Bawa Clara ke rumah sakit jiwa." pinta mommy Laras.
Daddy Alvonso, dokter Kennath dan Ronald bekerja sama membangun rumah sakit jiwa untuk orang - orang yang sakit jiwa juga orang yang mempunyai jiwa psychopath. Para psikiater di bayar mahal agar mereka dapat segera menyembuhkan para pasiennya.
" Baik." jawab Ronald singkat.
Mereka semua keluar dari ruangan meating menuju ke ruangan ugd. Tampak di ruangan ugd tampak daddy Alvonso duduk sendiri.
" Alvonso, Alvian, Debby, Denis dan Denisa kemana?" tanya mommy Laras karena tidak melihat mereka.
" Mereka semua sudah pulang mom." ucap daddy Alvonso menjelaskan.
" La, maaf sepertinya aku pulang ya? soalnya anak - anak ada jadwal les." ucap Clarisa tiba - tiba datang bersama Maria bersama anak - anak mereka.
__ADS_1
" Aku antar ya? sekalian aku juga ingin pulang" pinta Maria
" Tapi aku di antar sama mas Ronald." jawab Clarisa
" Ronald bawa Clara ke rumah sakit jiwa, bareng sama Maria aja Cla?" jawab mommy Laras.
" Ok." jawab Clarisa
Merekapun pulang meninggalkan rumah sakit.
" Bagaimana keadaan Alviana?" tanya mommy Laras
" Ada di ruang icu, Alviana mengalami koma Arlan sedang menemani Alviana. Cucu - cucu kita sudah lahir 3 laki - laki dan 3 perempuan. Terpaksa dikeluarkan karena Alviana mengalami pendarahan akibat jatuh dari tangga." ucap daddy Alvonso.
" Mommy ingin melihat cucu - cucu kita dad." ucap mommy Laras.
" Ok." jawab daddy singkat
Mommy Laras berjalan menuju tempat ruangan khusus bayi. Mommy Laras meletakkan telapak tangannya di monitor dan menekan pin. Pintu khusus ruangan bayi otomatis terbuka.
Mommy Laras, Alvonso dan Alvian bekerja sama dengan dokter Kennath membuat program sehingga tidak semua orang bisa masuk ke dalam ruangan khusus bayi.
Kini mommy Laras sudah di ruangan bayi menatap ke 6 cucunya yang sangat tampan dan cantik mirip orang tuanya kemudian menfoto mereka. Sayang ke 6 cucunya masih di inkubator karena usia kandungan Alviana masih 8 bulan dan belum saatnya untuk dilahirkan tapi karena Alviana terjatuh dari tangga terpaksa ke 6 bayinya dikeluarkan.
Setelah puas memandangi ke 6 cucunya mommy Laras keluar dari ruangan khusus bayi baru lahir.
xxxxx
Mohon Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar author tetap semangat dalam menulis novel ini, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
__ADS_1
xxxxxx