Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Kematian Mama Arlan


__ADS_3

Selesai melakukan kegiatan panas merekapun tidur bersama saling berpelukan. Papa Arlan bahagia mendapatkan calon istri baru, masih muda, seksi dan tidak cerewet terlebih sayang dengan anaknya. Jarak umur mereka terpaut 10 tahun papa Arlan berumur 35 tahun dan kekasihnya 25 tahun.


Arlan yang bosan di kamar keluar dari mansion untuk menyegarkan mata. Mengendarai motor sport dengan kecepatan sedang. Mata Arlan tertuju tempat khusus belajar karate, Arlanpun menghentikan motor sportnya dan masuk ke dalam untuk bertanya - tanya.


Selesai memakirkan motor sportnya Arlan masuk ke dalam, Arlan sangat tertarik melihat mereka bisa bela diri, pikiran Arlan tertuju pada Alvonso untuk bisa mengalahkannya karena tadi pagi dia kalah telak sampai wajahnya lebam - lebam.


Arlan tanpa berpikir panjang mendaftar karate. Arlan mengambil kursus setiap hari tidak perduli dengan harganya yang penting cepat lulus agar bisa ngelawan Alvonso.


Arlan mulai awal masuk kursus besok siang, Arlan membayar mahal kursusnya karena seharusnya seminggu 3 kali tapi Arlan mengambilnya setiap hari dan membeli 4 stel pakaian karate. Selesai urusan Arlan pulang ke mansion.


Sampai di mansion tampak bendera kuning di halaman mansion banyak orang datang memakai pakaian hitam - hitam.


Arlan memarkirkan motornya di halamannya dan masuk ke dalam mansion tampak di ruang tamu banyak orang duduk bersila dan seseorang terbaring sambil ditutupi dengan selimut.


Arlan mendekati dan duduk dihadapan orang yang terbaring di lantai. Dibukanya penutup kepalanya terlihat mamanya terbaring kaku.


Di sisi hatinya sedih kehilangan sosok ibunya yang selalu membela dirinya dari orang yang menyakitinya tapi di sisi lain Arlan sangat membencinya karena mamanya jarang ada waktu bersamanya sibuk dengan dunianya sendiri.


Arlan menangis meminta maaf karena menyetujui keinginan papanya menikah lagi.


( " Tante, jika nanti tante ternyata membohongi papa dan aku, maka siap - siap saja Arlan akan menyiksa tante dan membunuh tante tanpa ampun karena aku sudah merelakan mamaku mati. " batin Arlan ).


Setelah selesai menangis Arlan masuk ke dalam kamarnya, sedangkan papanya Arlan yang berada di situ mengerti karena anaknya Arlan sedih mamanya mati akibat ulah dirinya dan berharap nanti mama barunya lebih baik dari istri yang di bunuhnya.


Selesai pemakaman Arlan dan papa Arlan makan bersama dalam diam ada rasa sepi walau mamanya jarang berada di rumahnya, mamanya selalu ngomel yang bikin telinga sakit tapi ternyata ada kerinduan dengan omelan mamanya.


xxxx


Siang hari Arlan terbangun dan mandi untuk berangkat kursus karate. Arlan sengaja tidak memberitahukan kalau Arlan latihan karate kepada papanya.


Selesai mandi Arlan turun ke lantai satu untuk makan sarapan yang terlambat. Selesai makan Arlan langsung berangkat ke tempat kursus karate.


Arlan dengan semangat latihan karate walau awalnya badannya pada pegal - pegal tidak mengurangi semangatnya.

__ADS_1


Tidak terasa 3 jam latihan Arlan langsung pulang ke mansion. Sampai di mansion di ruang keluarga tampak papa Arlan dan tante yang waktu itu sedang bermesraan.


Mereka melepaskan pelukan dan ciu**an dan tersenyum kikuk, ada rasa kesal di hati Arlan baru juga kemarin mamanya mati malah mereka asyik bermesraan.


" Arlan sayang, ayo duduk papa dan tante mau bicara." pinta papa Arlan.


Arlan menuruti permintaan papanya. Arlan duduk dihadapan mereka.


" Arlan, besok papa dan tante Siska akan menikah, kamu setujukan sayang?" tanya papa Arlan.


" Terserah papa saja, Arlan nurut." jawab Arlan.


Tidak berapa lama datang kepala pelayan menghampiri mereka bertiga.


" Maaf tuan besar, nona muda dan tuan muda ada pengacara datang." ucap kepala pelayan.


" Pengacara? suruh masuk." pinta papa Arlan.


" Baik tuan." ucap kepala pelayan.


" Permisi tuan, pengacaranya sudah datang." ucap kepala pelayan.


Mereka bertiga berdiri dan bersalaman setelah itu mempersilahkan duduk. Kepala pelayan itupun pergi meninggalkan mereka.


" Ada yang bisa kami bantu pak?" tanya papa Arlan.


" Pertama - tama sebelumnya saya mengucapkan turut berduka cita atas kematian mendiang istri tuan. Yang ke dua saya memberitahukan bahwa semua aset perusahan, properti berupa mansion, apartemen, restoran, hotel dan semua perhiasan milik nyonya Arliana Ardiansyah jatuh pada tuan muda Arlan Ardiansyah, apakah tuan merasa keberatan?" tanya pengacara.


" Saya tidak keberatan karena memang putraku Arlan berhak mendapatkan semuanya." ucap papa Arlan.


" Baik, semua aset perusahan, properti berupa mansion, apartemen, restoran, hotel dan semua perhiasan milik nyonya Arliana Ardiansyah akan bisa digunakan oleh tuan muda Arlan pada saat tuan muda Arlan berumur 17 tahun, jadi untuk sementara tuan besar yang akan di beri kuasa untuk mengurus semuanya sampai tuan muda berumur 17 tahun." ucap pengacara


" Baik, saya mengerti." ucap papa Arlan

__ADS_1


" Kalau begitu silahkan tanda tangani semua dokumen ini dan juga untuk tuan muda silahkan menandatanganinya." ucap pengacara.


Papa Arlan dan Arlan menandatangani semua berkas dokumen, setelah selesai semua berkas dokumen diserahkan oleh pengacara.


Selesai urusan pengacara mengundurkan diri dan pergi dari mansion.


" Arlan, setelah kamu berumur 17 tahun semuanya akan menjadi milikmu jadi bisakah besok kamu pulang sekolah langsung ke kantor untuk belajar bisnis sama papa?" tanya papa Arlan.


" Bisa pa, tapi apakah besok Arlan sekolah? kan Arlan dikenakan sangsi 3 hari tidak boleh sekolah." ucap Arlan.


" Kamu sudah papa masukkan sekolah baru di SMA PELITA KASIH, papa harap kamu lebih serius dalam belajar agar kamu jadi orang sukses." pinta papa.


" Baik pa, Arlan akan menuruti permintaan papa , Arlan mau istirahat dulu." pinta Arlan


" Baik sayang, istirahatlah." jawab papa Arlan.


Arlan pun pergi meninggalkan mereka berdua. Arlan menaiki anak tangga baru saja pertengahan anak tangga Arlan ingin meminum juice jambu, Arlan pun membalikkan badannya dan menuruni anak tangga lagi.


Baru saja sampai di anak tangga terakhir, Arlan tanpa sengaja mendengar percakapan mereka dan Arlanpun iseng mendengarkan percakapan mereka.


" Sayang, kok kamu setuju semua aset atas nama Arlan?" protes tante Siska.


" Kan semua aset milik mamanya Arlan jadi yang berhak ya anak kandungnya yaitu Arlan." ucap papa Arlan.


" Terus kita tinggal dimana sayang?" tanya tante Siska.


" Kita tinggal di sini tidak mungkin bukan Arlan mengusir kita, apalagi aku sangat sayang dengan anakku Arlan." jawab papa Arlan.


" Kalau misalnya aku hamil dan anak kita sudah besar masa tidak dapat apa - apa sih?" protes tante Siska lagi.


" Arlan anak baik pasti akan memberikan anak perusahaan buat adik tirinya." ucap papa Arlan.


Tante Siska diam saja hatinya sangat kecewa tidak sesuai apa yang direncanakannya.

__ADS_1


" Kamu sebenarnya mencintaiku dan mencintai anakku Arlan atau mencintai harta anakku Arlan?" tanya papa Arlan curiga.


__ADS_2