
" Kami meminta maaf sama Kennath, Maria dan juga Ronald serta Clarisa." ucap mommy Laras sendu.
" Ada apa La? kenapa minta maaf pada kami?" tanya Clarisa bingung dengan perubahan mommy Laras begitu pula dengan yang lainnya.
" Ada apa sayang kenapa kita mesti minta maaf?" tanya daddy Alvonso
Mommy Laras menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian menatap satu persatu sahabatnya.
" Alvonso dengan Kelly melakukan hubungan suami istri begitu pula dengan Harlan dengan Liani." ucap mommy Laras
" Apa!!!!" teriak mereka serempak tidak percaya
" Sebenarnya apa yang terjadi sayang?" tanya daddy Alvonso
" Iya La, ceritakan pada kami karena kami percaya tidak mungkin Alvonso melakukan serendah itu dengan putri kami Kelly." ucap dokter Kennath merasa yakin.
" Pasti ada yang menjebaknya karena kami percaya Harlan juga tidak akan melakukan hal serendah itu." ucap Ronald yakin.
" Benar kata kalian, mereka berempat di jebak dengan menggunakan obat perans**g dan kata Alvonso, Alvonso sudah meretas yang memberikan minuman itu dan ada seorang yang memerintahkannya tapi orangnya pakai masker." ucap mommy Laras
" Kurang a**r." ucap Ronald dan dokter Kennath bersamaan.
" Aku akan menunggu Max dulu untuk meretas cctv di sana." ucap mommy Laras
" Kenapa harus menunggu Max?" tanya mereka serempak
" Karena alat ciptaan Max lebih canggih. Mommy mau belajar lagi sepertinya otak mommy sudah tidak bisa menampung lagi." ucap mommy Laras menjelaskan ke mereka
" Alvian di suruh ke sini mom sekalian dia juga belajar." usul daddy Alvonso.
" Benar juga dad." jawab mommy Laras
Mommy Laraspun menghubungi Alvian untuk datang ke mansion. Selesai menghubungi mommy Laras menatap satu persatu sahabatnya.
" Sepertinya kita harus mengadakan acara pernikahan anak - anak kita sebelum Kelly dan Liani hamil." ucap mommy Laras
" Iya betul, bagaimana kalau 3 hari kita adakan acara pernikahan sederhana saja nanti resepsi baru besar." usul dokter Maria
" Setuju." ucap mereka serempak
" Sambil menunggu Max dan Alvian mari kita menuju ruangan bioskop." pinta mommy Laras
" Kita menonton apa sayang? kenapa harus menunggu Max dan Alvian?daddy tidak paham sayang?" tanya daddy Alvonso polos
" Kami juga sama kurang paham?" tanya Ronald, dokter Kennath, Clarisa dan dokter Kennath bersamaan.
Mommy Laras hanya menepuk keningnya dan menatap ke mereka.
" Sepertinya daddy, Kennath, Ronald, Clarisa dan Maria sudah mulai pikun." ucap mommy Laras
" Whattt!!" teriak mereka serempak
__ADS_1
" Kan aku tadi bilang mau meretas cctv di sana karena itu aku menunggu Max dan Alvian." ucap mommy Laras
Mereka berlima hanya senyum menampilkan barisan gigi yang rapi. Mommy Laras berdiri mengambil laptop dan berjalan menuju keruangan biskop dan diikuti oleh mereka.
Kini mereka sudah sampai ke ruangan biskop kemudian tidak berapa lama datanglah Max dan Alvian.
" Ada apa ini ramai - ramai? mau menonton film blue ya?" tanya Arlan tiba - tiba datang mendekati mereka.
" Hush sembarangan, kamu duduk aja dan tonton tapi jangan berisik ya." ucap mommy Laras
" Ok. Jawab Arlan singkat walau hatinya sangat penasaran.
" Mommy akan mencoba meretas cctv hotel tempat ruangan cctv siapa tahu ada yang mencurigakan dan untuk Max coba kamu retas cctv di hotel tempat kak Alvonso dua hari yang lalu dan kamu Alvian coba kamu retas di lobby hotel." printah mommy Laras.
" Baik mom." jawab Alvian dan Max bersamaan.
Mommy Laras, Alvian dan Max melakukan pekerjaan selama 3 jam akhirnya mereka menemukan yang di cari.
" Mommy, lihat di layar bioskop." ucap Alvian.
Tampak rekaman cctv ada 4 orang duduk di lantai 3 restoran vvip memandangi Alvonso, Harlan, Kelly dan Liani dengan tatapan marah dan dendam. Mereka berempat bercakap - cakap tapi tidak ada suaranya kemudian Alvian mengutak atik laptopnya kembali.
XXXXXX REKAMAN CCTV ON XXXXXXXXX
" Dulu aku berhasil memberi obat perang**ng buat orang yang kuincar tapi sayang ibunya meminta agar Arlan yang melakukannya. Kini aku mengincar gadis cantik dan seksi berambut hitam dan panjang sebahu yang selalu di gerai. Ku harap rencanaku berhasil." ucap pria pertama.
" Kalau aku naksir sama gadis yang rambutnya di kucir kuda walau orangnya rada jutek dia sangat cantik dan juga seksi. Aku akan memberikan obat peran***g juga." ucap pria ke dua dengan tatapan penuh mesum
" Tahu dari mana?" tanya pria pertama
" Dulu aku pernah kerja di perusahaan tuan Harlan sebagai staff, aku pernah menggodanya tapi sayang aku di pecat. Kabar yang ku dengar dari temanku yang masih kerja kalau tuan Harlan berpacaran dengan Liani dan kurasa dia orangnya karena ciri - ciri yang disebutkan sama. Aku juga akan memberikan obat peran***g juga karena aku sangat menyukai tuan Harlan." ucap gadis pertama.
" Kalau gadis yang di kucir kuda itu namanya Kelly, dia teman sekolahku waktu kami SMA. Aku sangat membencinya karena cowo yang kuincar malah menyukai Kelly. Aku akan merebut pria itu agar dia merasakan apa yang kurasakan waktu itu. Aku juga sama akan memberikan obat peran***g juga karena aku sangat menyukai pria tampan itu." ucap gadis ke dua.
" Ok, berarti tujuan kita sama dan aku ada ide jebakan untuk mereka berempat dengarkan apa rencanaku agar apa yang kita rencanakan berhasil dan tidak gagal." ucap pria pertama.
Pria pertama membisikan sesuatu ke mereka dan merekapun menyetujuinya. Setelah rencana yang disusun disetujui oleh mereka, merekapun keluar dari restoran vvip menuju hotel Alexis.
XXXXXX REKAMAN CCTV OFF XXXXXXXXX
" Kenapa namaku di sebut?" tanya Arlan bingung
" Aku pernah melihat tapi di mana ya?" ucap Alvian sambil berfikir
" Oh iya aku ingat, waktu Alviana terkena obat perang**ng dan mommy meminta agar Arlan melakukannya. Dokter Aldrian berarti dia pelakunya selain Alviana dia juga memberikan obat perang**ng untuk Liani." sambung Alvian.
" Sial berarti pelakunya sama." ucap mereka serempak.
" Kalau wanita itu bernama Ririn, wanita itu memang sangat tergila - gila dengan Harlan hingga Harlan memecatnya." ucap Arlan menjelaskan
" Kalau gadis itu bernama Celine, dia teman kami SMA, Kak Alvonso, aku dan Alviana." ucap Alvian
__ADS_1
" Bulankah pria itu orang yang menyelenggarakan pesta?" tanya Alvian
" Iya benar namanya Tuan Vincent." ucap Arlan
.
.
.
.
.
.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
__ADS_1
xxxxxx