
Imel duduk disamping ranjang dan menggenggam tangan suaminya dan mengecup kening suaminya.
" Kalau kamu koma seperti ini aku bisa memegang tanganmu dan juga mengecup keningmu." ucap Imel tanpa terasa air matanya keluar membasahi pipinya yang mulus.
" Kamu tahu, aku mulai menyukaimu waktu pertama kali kita melakukan kerja sama. Setiap hari aku selalu memikirkanmu dan berharap kita bisa menikah. Setelah kontrak kerjasama kita berakhir aku merasa kehilanganmu. Hingga aku mulai mencari cara agar kita bisa bertemu kembali dengan cara melakukan kerjasama untuk yang ke dua kalinya. Aku bersyukur di pertemuan ke kerja sama kita yang ke dua aku bertemu dengan ibumu dan kita melakukan kerjasama. Jika aku ingin menikah denganmu setiap dua minggu sekali ibumu meminta uang Rp. 50,000,000.00 tanpa berpikir panjang aku menyetujuinya." ucap Imel
" Setelah kita menikah, ibumu meminta uang lagi dengan jumlah yang berbeda - beda, aku tidak tahu untuk apa uang itu. Tapi ternyata aku sudah mengeluarkan uang segitu banyaknya sikapmu padaku sangat dingin." keluh Imel sendu
" Kumohon bersikaplah sedikit manis padaku. Aku sangat mencintaimu." ucap Imel sambil mengusap air matanya yang tidak berhenti keluar.
" Maaf aku harus pergi nanti kalau urusanku sudah selesai aku akan menemuimu lagi." ucap Imel
Imel keluar dari ruang icu dan bertemu dengan Alviana dan Arlan.
" Maaf aku ada keperluan nanti kalau ada waktu aku akan ke sini lagi." ucap Imel
" Baiklah. Hati - hati di jalan." ucap Alviana lembut
" Terima kasih." jawab Imel
Imel hanya menganggukan kepalanya ke arah Arlan dan pergi meninggalkan mereka berdua.
" Istri macam apa itu sudah tahu suaminya koma bukannya menunggu malah pergi. Kalau aku koma apakah kamu begitu juga sayang? meninggalkan aku sendirian berbaring di ranjang." tanya Arlan
" Hmmm... aku akan cari pria lain." ucap Alviana usil
" Apa???" teriak Arlan tidak percaya dengan ucapan istrinya.
" Aisshh... tidak usah teriak ini rumah sakit bukan hutan." jawab Alviana sambil tersenyum
" Tidak usah senyum." ucap Arlan sambil berjalan meninggalkan Alviana.
greb
Alviana yang melihat Arlan berjalan langsung memeluknya dari arah belakang.
" Lepas." ucap Arlan sambil berusaha melepaskan pelukan Alviana yang sangat erat
" Aku mencintaimu sayang, tidak ada laki - laki yang lain selain dirimu. Maaf tadi aku hanya bercanda." ucap Alviana sambil melepaskan pelukannya.
" Bercandamu tidak lucu tahu." ucap Arlan dengan nada kesal dan membalikkan badannya sambil menatap istrinya dengan tajam
" Jangan melotot nanti suamiku yang sangat tampan ini akan berkurang tampannya." ucap Alviana gombal.
cup
Alviana mengecup bibir Arlan kemudian tersenyum. Arlan pun membalas senyuman Alviana.
__ADS_1
" Sayang, jangan marah lagi ya?" pinta Alviana sendu
" Baiklah tapi jangan ulangi perkataanmu yang tadi." ucap Arlan
" Ya. Aku juga minta jangan ulangi perkataan mas Arlan yang tadi." pinta Alviana sendu
" Perkataan yang mana?" tanya Arlan bingung
" Perkataan yang tadi koma." ucap Alviana
" Memang kenapa?" tanya Arlan bingung
" Karena aku tidak sanggup bila orang yang kucintai terluka. Jadi kumohon jangan katakan itu." pinta Alviana
" Maafkan aku." pinta Arlan
" Mas, masih ingat waktu dulu kita bertemu di restoran pertama kali aku aku suka sama mas tapi aku berusaha menepis perasaanku dan ketika aku melihat ada seorang gadis ingin menyiram mas dengan air panas aku langsung berlari memelukmu. Ada perasaan nyaman ketika aku memeluk mas walau berkorban punggungku terkena air panas." ucap Alviana mengingat masa lalunya.
" Alviana kamu masih ingat semuanya? bukannya dulu waktu itu kamu lupa mengingat pertemuan pertama kita?" tanya Arlan beruntun
" Ya aku ingat semua pertemuan kita." ucap Alviana
" Sejak kapan?" tanya Arlan
" Waktu aku di dorong oleh Clara. Oh ya aku baru ingat di mana Clara sejak aku sembuh dari koma aku tidak melihatnya." tanya Alviana
" Kenapa?" tanya Alviana tidak percaya
" Ternyata Clara selama tinggal dengan kita Clara selalu meminum darah binatang dan terkadang darah manusia. Jujur mas sangat kaget ketika mommy menceritakan apa yang telah terjadi dengan Clara. ucap Arlan
" Apa?? Clara masih kecil kenapa bisa seperti itu dan kenapa dia mendorongku dari lantai atas, aku melihatnya ketika aku sudah terjatuh di lantai dasar dan menatapku dengan penuh kebencian setelah itu aku tidak ingat lagi apa yang terjadi selanjutnya." ucap Alviana tidak percaya
Arlan pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi dari Max yang di tuduh melakukan mencelakai Alviana dengan cara di dorong sampai penembakan yang dilakukan oleh Clara. Alviana tidak percaya anak sekecil itu bisa berbuat sekeji itu.
" Aku hampir tidak percaya kalau Clara bisa seperti itu." ucap Alviana tidak percaya.
" Sama akupun begitu." ucap Arlan
" Oh ya satu lagi, waktu dulu aku pingsan dan mas membawaku ke apartemen. Aku di serang dan di bawa ke rumah sakit pas aku kamar mandi aku melihat dua gunung kembarku ada tanda merah, dulu aku tidak tahu dan berfikir mungkin di gigit serangga tapi sejak kita menikah aku tahu itu akibat gigitan mas Arlan. Apa yang mas lakukan ketika aku tidak sadar?" tanya Alviana menyelidik.
" Memberi tanda kepemilikan kalau kamu itu milikku." ucap Arlan
" Mas kok dari dulu mesum sih." omel Alviana
" Maaf sayang, akibat dulu sering melihat orangtua mas ber***a karena itulah mas jadi seperti ini." ucap Arlan sendu
" Kalau boleh tahu selain aku apakah mas Arlan melakukan dengan wanita lain?" tanya Alviana sambil menatap wajah suaminya
__ADS_1
" Jujur hanya kamu wanita pertama dan yang terakhir" jawab Arlan
Alviana menatap mata Arlan dan tidak ada kebohongan.
" Aku percaya sama mas. Ini pengalaman buat kita mas. Walau anak kita masih kecil kalau kita ingin berc**a jangan di depan anak kita lakukanlah di kamar kita dan jangan lupa di kunci." ucap Alviana
" Benar katamu sayang. Walau anak - anak kita masih kecil ataupun nanti sudah besar jika kita ingin ber**a kita melakukannya di kamar kita. Ini bisa jadi pelajaran sebagai orang tua." ucap Arlan
" Ya betul." jawab Alviana
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
__ADS_1