Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Bertemu Kembali Dengan Alviana dengan Arlan


__ADS_3

Alvonso masuk ke dalam mobil dan di samping pengemudi Alvian. Sedangkan di belakang pengemudi Alviana sambil memangku Clara bersama ketiga adiknya.


" Hallo dik, siapa namanya? tanya Alvonso


" Namaku Clara kak." jawab Clara


" Kalau kakak namanya Kak Alvonso dan di sebelah kakak namanya kak Alvian." ucap Alvonso sambil memutar tubuhnya untuk menghadap ke arah Clara.


Clara hanya tersenyum imut membuat Alvonso dan Alviana gemas. Alvonso mengacak rambut Clara dan Alviana mengecup pipi Clara. Clara sangat senang baru kali ini merasakan perhatian dari orang yang belum begitu dikenalnya. Sedangkan Alvian bersikap masa bodoh karena dia kurang begitu menyukai anak kecil kecuali dengan ke empat adiknya dan anak dari sahabat orangtuanya.


" Dik, nanti kalau sudah sampai di PT Alviana Cooperation kamu turun sama Clara ya? kami tunggu di parkiran." ucap Alvonso.


" Dik, kalau bisa titip ke resepsionis aja kan orang kantor pasti kenal dengan Clara." ucap Alvian menyambung perkataan kakaknya.


" Ok." jawab Alviana


" Kami ikut ya kak?" pinta Debby dan Denisa serempak. Dua adik perempuan yang sangat dekat dengan ketiga kakaknya terutama dengan Alviana.


" Ok." jawab Alviana singkat


Alvian mulai menyalakan mobil dan melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang. Tidak ada suara hanya suara musik yang berasal dari tape mobil.


Tidak terasa merekapun sampai di lobby perusahaan PT ALVIANA COOPERATION. Alviana turun sambil menggendong Clara di susul Denisa dan Debby.


Alviana berjalan menuju ruang resepsionis di samping kanannya Denisa dan di samping kirinya Debby.


" Selamat siang, bisa bertemu dengan Tuan Harlan Ardiansyah?" sapa Alviana lembut dan tersenyum ramah.


Resepsionis menatap Alviana dan membalas senyuman Alviana.


" Apakah sudah ada janji dengan Tuan Harlan, nona?" tanya resepsionis ramah


" Belum, saya hanya mengantarkan keponakan tuan Harlan yang bernama nona Clara." jawab Alviana ramah


Resepsionis menatap anak kecil yang di gendong oleh Alviana, resepsionis kenal dengan nona kecil Clara.


" Silahkan naik ke lantai 35 nanti nona keluar lift ke kiri ada tulisan wakil CEO kalau ke kanan pemilik perusahaan." ucap resepsionis.


" Apa saya titip ke resepsionis nona Claranya?" tanya Alviana ramah.


" Maaf saya tidak...?" resepsionis tidak berani mengatakan yang sebenarnya wajahnya sangat takut dan badannya gemetaran

__ADS_1


" Tidak apa?" tanya Alviana curiga


" Nona aku mohon, nona yang antar ya?" pinta resepsionis memohon


" Baiklah." ucap Alviana.


Alviana dan ke dua adiknya berjalan menuju lift.


" Selamat... selamat untungnya nona cantik itu mau mengantar nona Clara." ucap resepsionis itu sambil mengusap dadanya berkali - kali setelah melihat Alviana berjalan jauh.


" Tapi kasihan juga nona itu kalau tiba - tiba bertemu dengan CEO atau wakil CEO mereka berdua tampan tapi galaknya melebihi singa, apalagi aku dengar dari office boy yang selesai membersihkan ruangan CEO mendengar kalau tadi pagi sekretaris baru yang centil habis di bentak habis - habisan biasanya berimbas pada karyawan lainnya ." ucap resepsionis 2 bergedik ngeri.


" Sudah kita kerja saja nanti kalau ketahuan dapat masalah kita." ucap resepsionis 1


" Ok." ucap resepsionis 2


Mereka bekerja kembali seperti biasanya. Seorang gadis bagian hrd baru saja datang dari makan siang, Gadis itu berlari terburu - buru untuk menaiki pintu lift yang akan tertutup.


" Tuh lihat, gadis itu siap - siap akan kena makian dari sang bos arogan karena waktu makan siangnya sudah habis." ucap resepsionis 1


" Bagaimana tidak telat makan siangnya orang kerjaannya aja menggunung. Sudahlah diam jangan bicara lagi, ingat ada cctv." ucap resepsionis 2.


xxxxx


Di dalam lift Alviana bersama ke dua adiknya dan Clara serta satu orang gadis yang berdiri dengan sangat gelisah.


" Maaf Mba, kok kelihatannya gelisah banget, kalau boleh tahu ada apa?" tanya Alviana lembut.


Gadis itu tersentak kaget sambil mengusap dadanya berkali - kali untuk menetralkan jantungnya yang berdebar kencang. Alviana menatap gadis itu sampai bingung. Ketika gadis itu ingin bicara suara pintu lift berbunyi.


ting


Pintu lift terbuka mereka keluar dari pintu lift itu. Gadis itu berjalan ke arah kanan sedangkan Alviana berjalan ke arah kiri.


Alviana mengetuk pintu yang bertuliskan WAKIL CEO dan dibawahnya bertuliskan HARLAN ARDIANSYAH . Berulang kali Alviana mengetuk pintu tapi tidak ada sahutan.


Seorang sekretaris datang dari arah kamar mandi.


" Maaf nona, ada perlu apa mengetuk pintu Tuan Harlan?" tanya sekretaris Harlan ramah


Alviana membalikkan badannya dan tersenyum.

__ADS_1


" Saya mau mengantarkan ponakan Tuan Harlan yang bernama nona Clara." jawab Alviana ramah sambil tersenyum dan memperlihatkan Clara yang berada digendongannya.


" Oh, tuan Harlan ada di ruangan Tuan Arlan, nona tinggal jalan ke arah kanan." ucap sekretaris Harlan sambil membalas senyuman Alviana.


" Bagaimana kalau saya titip nona Clara ke mba?" tanya Alviana ramah


" Saya, jangan nona saya..." ucap sekretaris itu agak ragu.


" Saya kenapa?" tanya Alviana bingung


" Maaf nona aja ya, kumohon?" pinta sekretaris itu


" Hmm, baiklah." ucap Alviana pasrah karena tidak tega melihat wajah sekretaris yang mukanya agak ketakutan.


Alviana berjalan ke arah kanan di mana tuan Harlan berada di ruangan CEO.


( " Aku heran segalak apakah tuan Arlan itu sampai semua orang takut padanya? awas aja kalau dia cowok arogant dan berani marahin aku lawan dia, memangnya aku mereka dimarahi diam!" omel Alviana dalam hati ).


Baru berapa langkah Alviana mendengar suara bentakan dari ruangan CEO yang pintunya belum tertutup sempurna. Alviana membalikan badannya menuju ke sekretaris Harlan.


" Kok nona kembali lagi?" tanya sekretaris bingung.


" Bosmu lagi marahin anak orang, aku titip ke dua adikku dan nona Clara ya?" pinta Alviana


" Ok." jawab sekretaris singkat


" Debby dan Denisa temani Clara ya? kakak mau pergi sebentar nanti kesini lagi, kalian jangan nakal ya?" pinta Alviana.


" Baik kak?" jawab mereka serempak.


Alviana kemudian membalikkan badannya menuju ke arah kanan. Alviana berjalan perlahan menuju ruangan Arlan. Alviana mendengar secara jelas dari balik pintu yang belum tertutup sempurna.


" HARLAN, KAMU BAGAIMANA SICH CARI SEKRETARIS NGGA BECUS KERJA, DARI TADI KERJAANNYA SALAH TERUS SATU JAM LAGI KITA MEATING TAPI INI GIMANA KERJAANNYA SALAH TERUS, KAMU JUGA SEBAGAI HRD KENAPA TERIMA SEKRETARIS BODOH SEPERTI INI APA KARENA DIA SAUDARAMU MAKA KAMU TERIMA HAH!!" bentak Arlan dengan suara menggelegar


Alviana yang mulai kesal dengan suara bentakan CEO langsung membuka pintunya dengan kasar sambil menundukkan wajahnya karena ingin tahu siapa yang suaranya menggelegar dan bikin kuping sakit.


Semua orang menatap ke arah pintu dengan tatapan horor.


" SIAPA KAMU MAIN MASUK AJA, HAH!!! PENGAWAL!!! Teriak CEO


Alviana tanpa rasa takut langsung menatap wajah pria itu dan langsung membekap mulutnya karena telinganya bikin sakit.

__ADS_1


__ADS_2