Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Pertemuan Arlan dan Alviana


__ADS_3

" Ayo anak - anak waktunya makan bersama." ajak bunda Clarisa.


" Baik Bun." ucap mereka serempak.


Merekapun makan bersama - sama tanpa ada suara hanya terdengar suara sendok dan piring.


Selesai makan merekapun berkumpul di ruang keluarga. Mereka bercakap - cakap sambil tertawa bersama.


Satu jam kemudian merekapun istirahat di kamar masing - masing.


xxxx


Di sebuah club seorang pria remaja duduk sambil meminum anggur sambil matanya menatap para wanita penghibur yang menggoda para pria hidung belang.


" Tuan, boleh saya duduk di sini?" tanya seorang wanita penghibur dengan memakai pakaian kurang bahan.


" Boleh, silahkan." ucap pria yang masih remaja itu.


Wanita penghibur itu duduk sambil tangannya meraba dada bidang pria remaja itu.


" Kamu ingin bermain denganku?" bisik pria remaja itu.


" Boleh tuan, asalkan tuan berani membayar mahal padaku." ucap wanita penghibur itu.


" Bagaimana kalau saya berani bayar seratus juta selama satu minggu." bisik pria remaja itu.


" Benarkah tuan?" tanya wanita penghibur itu dengan muka berbinar.


" Iya benar." ucap pria remaja itu


" Saya setuju tuan." ucap wanita penghibur itu tanpa berpikir panjang dengan raut muka sangat bahagia mendapatkan rejeki nomplok.


" Ikutin saya." ucap pria remaja itu


Wanita itu mengikuti pria remaja itu berjalan sampai mereka sampai di parkiran mobil. Mereka berdua naik ke dalam mobil. Awalnya wanita penghibur itu tidak merasa curiga. Sampai melewati sebuah jalan yang sepi dan memasuki sebuah hutan yang di mana kanan dan kiri di tumbuhi pepohonan membuatnya curiga dan khawatir.



" Tuan kenapa kita lewat jalan sepi dan samping kanan dan kiri ditumbuhi hutan belantara?" tanya wanita penghibur dengan nada mulai takut.


" Tenang saja sebentar lagi sampai, tidak perlu takut." ucap pria remaja itu dengan nada santai.


Wanita penghibur itu hanya diam walau dalam hatinya mulai rasa kuatir. Hingga mereka sampai di sebuah mansion yang membuat wanita penghibur semakin merinding dikarenakan mansion itu tidak terawat dan banyak tumbuhan liar di tambah suara lolongan anj**g serigala menambah kesan sangat angker.a


" Tuan kita ada dimana?" tanya wanita penghibur mulai dengan nada panik.


" Ini mansion milikku, tenang saja selain dapat uang 100 juta plus bonus 100 juta." ucap pria remaja itu.


" Benarkah tuan!" ucap wanita penghibur itu dengan senyum menggoda sambil meraba dada bidang pria remaja itu.


Pria remaja itu hanya diam, mereka berjalan menaiki tangga mansion yang tampak sangat seram.



Hingga mereka masuk ke dalam mansion terlihat lebih bersih hanya saja seluruh ruangan mansion berwarna serba hitam.

__ADS_1


Pria remaja itu masuk ke dalam kamar yang sangat luas. Wanita penghibur itu langsung membuka seluruh pakaian hingga tanpa sehelai benangpun, semua pakaian yang melekat di buang secara asal kemudian berbaring di ranjang sambil tersenyum menggoda.


Pria remaja itu hanya menatap dan tersenyum menyeringai kemudian membuka jasnya dan melemparkan asal. Kemudian membuka kemeja dan terakhir celana panjang hingga menyisakan celana boxernya.


Pria remaja itu berjalan ke meja kemudian membuka lacinya. Setelah berfikir agak lama pria remaja itu mengambil sebuah cambuk dan berjalan dengan santai menuju wania penghibur itu.


" Tuan, buat apa cambuk itu?" tanya wanita itu mulai panik.


" Ini?" tanya pria remaja itu dengan tersenyum menyeringai.


Wanita itu hanya mengangguk dengan tubuh bergetar karena melihat senyumannya membuatnya takut.


ctar


akh


ctar


akh


ctar


" Akh.... sakit... berhenti..." teriak wanita penghibur dengan suara kesakitan.


Pria remaja itu tidak memperdulikan teriakan wanita itu baginya teriakan itu terasa merdu di telinga pria itu.


Wanita itupun akhirnya pingsan karena rasa sakit dan darah yang keluar dari tubuhnya yang mulus.


" Yah pingsan deh, ah tidak seru baru juga main." gerutu pria remaja itu.


" Selamat tidur, besok kita bermain lagi ya? semoga kamu kuat buat mainanku selama seminggu hahaha.." tawa pria remaja jahat itu.


xxxx


Arlan dan Harlan kini berada di mansion milik bunda Clarisa dan paman Kennath. Harlan keluar dari mansion dan berbincang dengan bodyguard yang menjaga gerbang mansion.


Setelah selesai berbincang Harlan masuk ke dalam mobil dan masuk ke gerbang mansion yang telah di buka oleh dua orang bodyguard yang menjaga mansion. Harlan memarkirkan mobilnya kemudian mereka keluar dari mobil menuju pintu utama mansion.


Sampai di depan pintu utama salah satu bodyguard kemudian mereka berdua masuk ke dalam ruangan dan mereka sudah di sambut oleh kepala pelayan.


Kepala pelayan itu mengantar Arlan dan Harlan ke ruang keluarga tampak di ruang keluarga bunda Clarisa dan paman Ronald duduk dengan santai sambil menikmati minumannya.


" Tuan, nyonya." panggil kepala pelayan


Bunda Clarisa duduk berdampingan dengan suaminya paman Ronald yang membelakangi Arlan dan Harlan langsung berdiri dan membalikkan badannya.


" Silahkan duduk tuan Arlan dan tuan Harlan." ucap paman Ronald tersenyum ramah.


" Terima kasih tuan Ronald." ucap mereka serempak.


" Ayah, kenal mereka berdua?" tanya bunda Clarisa.


" Siapa yang tidak kenal dengan mereka berdua penguasaha nomer 3 di Indonesia." ucap Ayah Ronald.


" Tuan Ronald jangan terlalu memuji, kami tidak begitu terkenal." ucap Arlan merendah.

__ADS_1


" Panggil saja paman Ronald." ucap ayah Ronald


" Kalau begitu panggil saya Arlan saja." ucap Arlan


" Bagaimana kalau nak Arlan saja." ucap paman Ronald ramah.


" Terserah paman saja." ucap Arlan


" Kalau saya panggil saja Harlan atau nak Harlan juga tidak apa - apa." ucap Harlan.


" Baiklah silahkan duduk." ucap ayah Ronald.


" Terima kasih paman Ronald." ucap mereka serempak.


Mereka duduk dan berbicara basa basi mengenai dunia saham.


tap


tap


tap


tap


tap


tap


Ke dua anak bunda Clarisa dan paman Ronald menuruni anak tangga.


Mereka berdua menuju ke ruang keluarga dan duduk di tengah - tengah paman Ronald dan bunda Clarisa.


" Kenalkan ini putra pertama kami Rocky dan putri kami Liani." ucap bunda Clarisa memperkenalkan ke dua anaknya ke Arlan dan Harlan.


" Kakak tampan siapa namanya?" tanya Liani waktu bersalaman dengan Harlan.


" Adik cantik nama kakak Harlan." ucap Harlan tersenyum ramah


" Kalau nanti Liani sudah besar Kak Harlan maukan menikah denganku?" tanya Liani sambil tersenyum menggemaskan.


Semua yang ada disitu tertawa mendengar ucapan Liani.


" Rocky dan Liani." panggil Alviana lembut dari pintu utama menuju ruang keluarga.


deg


deg


deg


xxxx


Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, vote dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘


Salam Author,

__ADS_1


Yayuk Triatmaja


__ADS_2