
Dokter Kennath sangat marah mendengar wanita itu memaki istri yang sangat dicintainya. Dokter Kennath tanpa punya perasaan kasihan langsung menembak di dahi wanita itu hingga mati di tempat.
Suaminya sangat terkejut melihat istrinya mati di depan matanya.
" Brengsek kau beraninya sama wanita." umpat suaminya sambil mengambil pistol yang tadi di genggam suaminya.
" Siapapun yang mengganggu keluarga besarku harus mati. Seperti juga dirimu harus mati di tanganku." ucap dokter Kennath.
dor
akh
Ayahnya Bona kalah cepat dari dokter Kennath diapun mati mengenaskan di tembak pas di jantungnya.
Dokter Kennath berjalan keluar baru saja berjalan beberapa langkah 6 orang anggota mafia datang.
dor akh
dor akh
dor akh
dor akh
Dokter Kennath menembak 4 orang anggota mafia, merekapun mati langsung di tempat.
" Sial peluruku habis." umpat dokter Kennath
" Bersiaplah tuan menyambut kematianmu." ucap salah satu mafia yang masih hidup.
Mafia tersebut mengarahkan senjatanya ke arah dokter Kennath.
dor akh
dor akh
Di waktu yang tempat Alvian datang, Alvian langsung menembak dengan menggunakan dua senjata kanan dan kiri secara bersamaan, mereka berdua mati di tempat.
" Terima kasih Al." ucap dokter Kennath
" Sama - sama paman Ken." ucap Alvian
" Paman, ini pistolnya buat berjaga - jaga." ucap Alvian
" Makasih Al, pistol paman sebenarnya banyak tapi mamamu menyembunyikannya jadi paman hanya bisa memakai satu pistol ini saja paman sengaja menyimpannya di rumah daddymu." ucap paman Kennath.
Alvian hanya tersenyum mendengar curhatan pamannya yang sangat bucin dengan istrinya sehingga selalu menuruti keinginan istrinya.
__ADS_1
Alvian berharap jangan sampai Alvian menjadi bucin seperti daddy, paman Kennath dan paman Ronald.
Mereka berdua turun ke lantai dasar meminta para anggota mafia membuang semua mayat di ruang bawah tanah milik keluarga Bona.
Dokter Kennath dan Alvian tahu adanya ruang bawah tanah dari informasi mommy Laras yang memberitahukan semua denah mansion dan markas yang diserang. Sehingga mereka mengetahui semua ruangan tersembunyi.
Setelah selesai mereka melanjutkan perjalanan menuju ke markas mafia elang gold.
Karena jalanan sepi membuat mereka sampai di tempat tujuan dalam waktu hanya 15 menit.
Alvian menghentikan kendaraan mobilnya agak jauh dari markas mafia elang gold. Dokter Kennath dan Alvian berjalan perlahan beserta anak buah mafianya.
Dokter Kennath dapat melihat dengan jelas para mafia sangat banyak berjaga dengan menggunakan senjata laras panjang bahkan mereka juga mempunyai menara yang ada lampu mirip senter dalam ukuran besar yang bisa bergerak secara memutar sehingga sulit untuk bergerak.
" Paman Ken, sepertinya Alvian akan menembak orang yang menyorot lampu itu dengan senjata peredam suara." ucap Alvian
" Ok, paman juga akan menembak teman satunya kurasa dia bertugas menyalakan alarm tanda bahaya tapi paman tidak mempunyai senjata peredam." ucap paman Kennath
" Aku punya paman kebetulan Alvian bawa dua." ucap Alvian.
Alvian pun memberikan senjata peredam suara kepada pamannya.
" Terima kasih Alvian, sudah lama paman tidak menembak karena mama Maria meminta paman untuk meninggalkan dunia mafia sehingga semua senjata paman disembunyikan oleh mama Maria." curhat dokter Kennath
" Hehehe... nasib paman mirip daddy, mommy juga melarang dan berhenti untuk menjadi ketua mafia dan menyembunyikan semua senjatanya." ucap Alvian tersenyum
" Terus dari mana kamu mendapat senjata itu?" tanya dokter Kennath
" Ok. paman janji." ucap paman Kennath
" Aku dan kak Alvonso membeli banyak senjata dan mengoleksi segala macam senjata." ucap Alvian menjelaskan.
" Terus kalian sembunyikan dimana?" tanya dokter Kennath penasaran
" Aku dan kak Alvonso menyimpan beberapa di sebuah kotak brangkas di bawah tempat tidur, mommy tidak akan bisa membukanya karena aku dan Kak Alvonso memberikan perangkat tambahan dan sebagian lagi kami simpan di apartemen yang kami beli tanpa sepengetahuan mommy dan daddy." ucap Alvian.
" Kalian memang pintar ya." puji dokter Kennath sambil tertawa tidak menyangka keponakannya sangat pintar. Dirinya yang dekat dengan ponakannya Alvonso dan Alvian benar - benar tidak mengetahui rahasia sebesar ini.
" Hehehe.. siapa dulu orang tuanya." puji Alvian membanggakan ke dua orang tuanya yang sangat pintar dan jenius.
" Ayo kita sekarang menembak mereka dalam hitungan ke tiga kita mulai menembak." ucap dokter Kennath.
1
2
3
__ADS_1
dor
dor
Mereka berdua langsung mati di tempat, semua penjaga tidak ada yang tahu kalau kedua temannya sudah mati.
" Kamu semakin hebat dalam menembak Al?" puji dokter Kennath
" Berkat paman dulu mengajarkan kami jadi kami semakin hebat dalam menembak sasaran. Terima kasih paman sudah mengajarkan kami dalam menembak." ucap Alvian sambil mengenang masa lalu.
" Sama - sama Al, karena kalian sudah paman anggap anak - anak paman." ucap dokter Kennath.
" Terima kasih paman, oh ya paman ini saya berikan dua pak peluru dan 4 senjata tembak dan 2 pisau berjaga - jaga kalau senjata tembak kehabisan." ucap Alvian sambil memberikan senjata yang disebutkan.
" Terus kamu bagaimana Al?" tanya dokter Kennath
" Al masih ada paman tenang saja." ucap Alvian.
Dokter Kennath menerima pemberian senjata berupa pistol dan pisau ke dalam rompi dan celana panjangnya.
" Anggota mafia di bagi menjadi dua yang sebelah kiri di pimpin oleh Alvian dan di sebelah kanan anggota mafia paman yang akan pimpin ." ucap dokter Kennath.
" Pimpinan Alvian menyerang di luar markas sedangkan pimpinan paman menyerang di dalam." ucap dokter Kennath membagi tugas.
" Baik paman." ucap Alvian
Sesuai perintah dokter Kennath Alvian dan anak buah milik paman Kennath menyerang bagian luar markas.
dor
dor
dor
dor
Suara tembakan saling bersahutan, dokter Kennath beserta anak buahnya masuk ke dalam dan menembaki semua anggota mafia elang gold.
Di luar prediksi ternyata anggota mafia elang gold sangat banyak walau banyak yang mati tapi jumlahnya tidak sebanding mafia milik dokter Kennath sehingga anak buah dokter Kennath banyak yang gugur.
Dalam kondisi kritis bantuan datang dari mafia gagak hitam mereka membantu hingga 2 jam lamanya akhirnya pertempuran dimenangkan oleh dokter Kennath.
Dokter Kennath terkejut melihat Alvian tertembak di pahanya. Dokter Kennath pun menggendong Alvian ke mobilnya. Anak buah gagak hitam membawa senter karena dokter Kennath akan membius Alvian untuk mengambil peluru yang bersarang di paha Alvian. Setelah berhasil dokter Kennath memberikan obat kemudian diperban.
" Apakah di antara kalian masih ada yang kuat untuk bertempur lagi?" tanya dokter Kennath
Semua diam tidak ada yang berani menjawab
__ADS_1
" Kalau masih ada yang kuat berdiri sebelah kiri kalau merasa lelah sebelah kanan. Untuk yang lelah kita langsung pulang dan untuk yang masih kuat untuk menyerang mafia blue black." ucap dokter Kennath menjelaskan
Sebagian berjalan sebelah kanan karena kebanyakan yang terluka tapi sudah diobati oleh dokter Kennath dan sebagian berjalan ke sebelah kiri.