Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Harlan Berpisah Dengan Imel


__ADS_3

" Apa??" tanya mereka serempak.


" Iya dad, mom." ucap Arlan


" Kita menunggu Harlan sadar dulu karena ini urusan rumah tangga mommy tidak ingin ikut campur sedangkan kalau Oskar mommy ingin menemui orangnya. Jadi daddy dan Arlan tangkaplah Oskar tapi ingat jangan dibunuh." ucap mommy Laras


" Tapi Arlan tidak tahu dimana alamat Oskar dan juga wajahnya saja Arlan tidak tahu." ucap Arlan


" Kita bicarakan di rumah sakit sekalian kita melihat keadaan Harlan." ucap mommy Laras.


" Alviana dan yang lainnya masih di rumah sakit mom?" tanya Arlan


" Sudah pulang semua hanya ada 2 orang bodyguard yang menjaga Harlan." ucap mommy Laras menjelaskan.


" Kalau begitu kita pergi sekarang mom tapi Arlan mau mengganti baju dan mencuci muka, baju Arlan basah." ucap Arlan


" Kamu mimpi basah Ar?" tanya daddy Alvonso usil


" Tidak dad, tidak tahu nih pas Arlan tidur baju Arlan basah padahal atap kamar Arlan tidak bocor." ucap Arlan bingung sambil mendongak ke atas melihat atapnya yang kering tapi kemejanya basah.


" Oh. Itu ulah daddy, ayo mom kita pergi." ucap daddy Alvonso tersenyum jahil dan buru - buru keluar dari kamar Arlan.


" Daddy!!" teriak Arlan kesal


" Biasa daddymu itu selalu usil Ar." ucap mommy Laras sambil menutup pintunya.


Arlan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sifat usil mertuanya tapi di sisi lain hatinya sangat senang dirinya masih di anggap sebagai keluarga besar Alvonso.


Kini mereka berempat sudah sampai di rumah sakit menuju ruang perawatan. Daddy Alvonso mendekati anak buahnya.


" Bagaimana keadaan Harlan?" tanya daddy Alvonso


" Sudah sadar tuan." ucap salah satu bodyguard


" Syukurlah. Terima kasih." ucap daddy Alvonso


" Sama - sama tuan." ucap salah satu bodyguard


ceklek


Mommy Laras membuka pintu ruang perawatan dan melihat Harlan sedang berbaring di ranjang. Mommy Laras, daddy Alvonso, Arlan dan Max masuk ke dalam. Harlan yang melihat pintunya terbuka menatap mereka.


" Gimana keadaanmu Har?" tanya mommy Laras


" Sudah baikkan mom. Mana yang lainnya?" tanya Harlan


" Maksud kamu mau menanyakan Imel?" tanya Arlan kini giliran Arlan yang bertanya.


" Tidak kak, aku tidak perduli dengan Imel, aku hanya bertanya di mana ibuku juga anak - anak daddy, anak - anak paman Ronald dan paman Kennath." ucap Harlan


" Ibumu sudah meninggal Har." ucap Arlan


" Apa? kenapa bisa? apakah ibuku di bunuh? kalau iya siapa yang membunuhnya? apa salah ibuku" tanya Harlan secara beruntun


Arlan pun menceritakan semuanya kecuali tentang Max karena bagaimanapun sejahat - jahatnya ibu kandungnya pasti tidak akan rela jika ibunya dibunuh oleh orang lain. Karena itulah Arlan sengaja menyembunyikannya.


" Apa??? kenapa ibuku sangat jahat sama mommy dan kak Alviana." ucap Harlan sendu dan tidak terasa air matanya mengalir karena tidak percaya ibunya sejahat itu

__ADS_1


" Apakah ada yang lainnya kak?" tanya Harlan sendu.


Arlan menceritakan masa lalu ibunya Harlan waktu Harlan masih bayi merah dan di tinggal oleh ibunya Harlan sampai pertemuan Harlan dengan ibunya.


" Mommy, daddy, Max maafkan Harlan." lirih Harlan dan tidak terasa air matanya mengalir. Harlan merasa terpukul akibat ulah ibunya.


" Sudahlah Harlan lupakan yang telah terjadi." ucap mommy Laras memeluk Harlan


" Tapi Harlan tidak pantas menjadi keluarga besar Alvonso." ucap Harlan lirih sambil membalas pelukan mommy Laras


" Kata siapa tidak pantas bagi daddy dan mommy Max, Harlan dan Arlan adalah anak - anak kesayangan kami." ucap daddy Alvonso sambil memeluk Arlan dan Max


" Kita satu keluarga Harlan jadi lupakanlah yang terjadi dan kita harus menatap ke arah depan jangan menengok ke belakang karena membuat kita jadi terpuruk dan terluka." ucap mommy Laras


" Terima kasih mommy dan daddy yang masih menganggap Harlan keluarga." ucap Harlan terharu


" Saya juga terima kasih mommy dan daddy yang sangat sayang dan perhatian sama Max." ucap Max


" Arlan juga sama mom, dad." ucap Arlan


Mommy Laras melepaskan pelukan Harlan kemudian tersenyum sambil mengusap kepala Harlan dengan lembut kemudian dilanjutkan mengusap kepala Arlan dan Max. Begitu pula dengan daddy Alvonso melepaskan pelukan Max dan Harlan kemudian daddy Alvonso hanya tersenyum dan mengusap kepala Harlan, Arlan dan Max.


" Kami mencintai kalian." ucap mommy Laras dan daddy Alvonso bersamaan.


" Kalian adalah harta berharga yang paling mahal yang tidak di tukar dengan apapun." ucap mommy Laras


" Benar kata mommy kalian. Kalian adalah harta berharga milik kami." ucap daddy Alvonso.


" Terima kasih daddy, mommy." ucap mereka serempak


hening


hening


" Diamnya kamu membuat mommy berfikir kalau pernikahan kalian tidak bahagia. Benarkah begitu Harlan?" tanya mommy Laras


" Kalau Harlan jujur apakah mommy dan daddy marah sama Harlan?" tanya Harlan agak takut


" Tidak kami tidak akan marah sama kamu Harlan." ucap mommy Laras sambil tersenyum.


" Harlan tidak bahagia mom, dad sebenarnya Harlan tidak setuju tapi ibuku selalu memaksa dan mengatakan katanya umurnya tidak berapa lama lagi karena itulah terpaksa Harlan menerimanya." ucap Harlan sendu


" Selama menikah apakah kalian pernah melakukan hubungan suami istri?" tanya daddy Alvonso


" Tidak pernah dad." ucap Harlan jujur.


" Kok tidak pernah kak? mommy dan daddy saja tiap hari melakukan hubungan suami istri." ucap Max polos


" Kamu tahu dari mana Max?" tanya mommy Laras terkejut begitu pula dengan daddy Alvonso, Arlan dan Harlan


" Kan setiap hari mommy dan daddy tidur bersama memang kak Harlan tidak pernah tidur bersama?" tanya Max polos.


" Arlan kamu ajak Max ke kantin ya mommy pengen nasi goreng seafood." ucap mommy Laras berusaha mengalihkan pembicaraan


" Mommy lapar?" tanya Max


" Lapar banget Max, tolong kalian beli sekarang ya?" pinta mommy Laras

__ADS_1


" Ok." jawab Arlan dan Max serempak


Kini tinggallah mommy Laras, daddy Alvonso dan Harlan.


" Mommy benar lapar? perasaan tadi juga baru makan?" tanya daddy Alvonso


" Daddy, mommy terpaksa bohong." ucap mommy Laras jujur


" Memang kenapa mom?" tanya daddy Alvonso dan Harlan bersamaan.


" Kalian berdua tadi tidak mendengar perkataan Max. Max masih polos karena itu Max tidak paham dengan masalah hubungan suami istri jadi diusahakan jangan bicara di depan Max.


Mereka berdua paham dan menganggukan kepalanya tanda setuju


" Sekarang apa rencanamu Harlan?" tanya mommy Laras


" Harlan ingin berpisah dengan Imel tapi alasan yang tepat apa?" tanya Harlan frutrasi.


" Mommy tahu?" ucap mommy Laras


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja


xxxxxx

__ADS_1


__ADS_2