Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Sisi Lain dokter Amelia


__ADS_3

Alvian mengajak Amel ke mall yang sangat besar milik keluarganya sedangkan Amel tidak tahu kalau mall itu milik keluarga besar Alvonso.


Alvian mengajak Amel nonton bioskop selesai menonton Alvian mengajak makan bersama.


" Mas Alvian mau makan apa?" tanya Amel sambil membuka buku menu makanan.


" Mas Alvian pesan kwetiaw seafood dan minumnya lemon tea." ucap Alvian.


" Ok." jawab Amel singkat.


Amel melambaikan tangannya ke arah pelayan restoran dan menyebutkan pesanannya. Sambil menunggu merekapun mulai mengobrol.


" Amel, mommy dan daddy ingin berkenalan denganmu." ucap Alvian.


" Boleh." ucap Amel singkat


Tidak berapa lama pesananpun datang merekapun berdoa kemudian makan bersama dalam diam tanpa ada yang bicara. Selesai makan merekapun mengobrol kembali.


" Amel, kamu mau beli apa? baju, sepatu atau tas atau apa? nanti mas Alvian belikan." tanya Alvian sambil menatap Amel


" Tidak, terima kasih mas. Amel sangat senang sudah diajak nonton bioskop dan makan. Bagi Amel itu sudah lebih dari cukup." ucap Amel sambil tersenyum.


deg


( " Kamu memang berbeda Mel dengan gadis - gadis lain biasanya mereka berlomba - lomba mendekatiku dan minta dibelikan, aku tidak salah memilihmu." ucap Alvian dalam hati).


Alvonso dan Alvian banyak didekati para gadis, baru kenal saja sudah meminta barang - barang mahal. Alvonso dan Alvian membelikannya tapi sejak itu Alvonso dan Alvian tidak mau kenal atau berdekatan dengan gadis.


Bukannya mereka tidak mampu hanya saja Alvonso dan Alvian mengingat pesan mommy Laras untuk tidak mendekati gadis matre karena itulah mereka tidak suka gadis yang matre dan pergi menjauh.


Karena hari sudah malam Alvian dan Amel pulang. Alvian mengantar Amel menuju ke mansion, di pertengahan jalan sepi motor sport milik Alvian berhenti mendadak dikarenakan ada mobil menghalangi motor Alvian jalan.

__ADS_1


Untunglah Alvian mengendarai motor tidak begitu kencang sehingga motornya tidak terjatuh.


Alvian dan Amel turun dari motor. Alvian menekan tombol yang ada di jam tangannya kemudian menarik tangan Amel untuk berdiri di belakang Alvian.


" Siapa kalian!" teriak Alvian


" Kamu tidak perlu tahu yang pasti tinggalkan gadis itu dan kamu boleh pergi dari sini." printah salah satu preman itu.


Alvian melihat di depan ada 10 orang dan menengok ke belakang ada mobil yang menghalangi mobil mereka dan ada 10 orang lagi menghadang mereka berdua total mereka berjumlah 20 orang.


" Tidak akan." ucap Alvian


" Kamu dibelakangku hati - hati mereka totalnya 20 orang." bisik Alvian


" Cih saling berbisik, kalian ingin kabur tidak akan bisa karena kalian sudah dikepung dan satu lagi kami semua bisa bela diri jadi walau kamu bisa bela diri kami pastikan akan kalah melawan kami yang berjumlah 20 orang." ucap orang itu.


Merekapun menyerang Alvian secara bersamaan sedangkan Amel yang melihat orang yang mulai disukainya tidak bisa tinggal diam, Amelpun menggunakan jurus kuda - kuda untuk membantu Alvian.


Alvian dan Amel menahan rasa sakit disekujur tubuhnya dan tetap bertahan tapi tak lama tubuh Amel ambruk dan pingsan karena tidak kuat menerima pukulan. Kini Alvian sendiri melawan mereka.


Di saat yang terdesak bantuan datang, Daddy Alvonso, Arlan, Harlan dan anak buah mafia datang dengan mengendarai motor sport untuk memberikan bantuan. Kemudian tidak lama Mommy Laras datang bersama Alvonso membawa mobil kemudian mereka turun untuk menggendong Amel sedangkan Alvian digendong oleh kakaknya Alvonso.


Alvonso duduk di kursi pengemudi sedangkan Alvian duduk di samping pengemudi sambil mengambil tissue untuk melap mulutnya yang mengeluarkan darah. Mommy Laras dan Amel berada di kursi belakang pengemudi. Mommy Laras memeluk Amel yang sudah pingsan dan mengambil sapu tangan di sakunya dan me lap mulut Amel yang masih mengeluarkan darah.


Alvonso mengendarai mobil dengan agak kencang sesuai permintaan Alvian karena Alvian tidak tega melihat Amel terluka terkena pukulan.


20 menit kemudian mereka sudah sampai ke rumah sakit. Para perawat dan dokter Kennath sudah berdiri menungggu mereka datang karena rumah sakit itu milik dokter Kennath dan daddy Alvonso sudah menghubungi sahabatnya. Alvonso menggendong tubuh Amel kemudian diletakkan di brangkar yang sudah disiapkan dan langsung dibawa ke ugd sedangkan Mommy Laras memegang bahu Alvian yang sedang terluka dibantu oleh Alvonso dan diletakkan di brankar dan dibawa oleh perawat.


Kini mommy Laras dan Alvonso duduk menunggu Alvian dan Amel di pintu ruang ugd.


" Mommy, kalau sudah mengantuk pulang saja." ucap Alvonso karena melihat wajah mommy Laras sangat lelah.

__ADS_1


" Mommy tidak bisa tidur Al." ucap mommy Laras lirih karena hatinya sedih melihat anak kesayangannya terluka.


" Mommy sangat lelah pasti bisa tidur." ucap Alvonso sambil memeluk mommynya dari arah samping.


" Mommy bagaimana mau tidur melihat anak mommy terluka, separuh nafas mommy terasa hilang." ucap mommy Laras membalas pelukan Alvonso dan merebahkan kepalanya ke dada anaknya. Alvonso hanya membelai punggung mommynya agar tidak sedih.


Tidak berapa lama daddy Alvonso datang seorang diri dan duduk di samping mommynya dan menarik tangan mommy agar memeluk dirinya.


" Alvonso jangan peluk mommy, mommy itu milik daddy." ucap daddy Alvonso sambil memeluk istrinya dan merebahkan kepala mommy Laras ke dadanya.


" Aish daddy, mommy itu milik kita bersama." ucap Alvonso kesal karena daddynya tidak mengijinkan dirinya memeluk mommynya.


" Tidak bisa , mommy itu milik daddy." ucap daddy Alvonso tidak mau mengalah dengan anaknya.


" Daddy, Alvonso kalau kalian bertengkar lagi mommy akan pergi dari kehidupan kalian, kepala mommy tambah pusing mendengar keributan kalian." ucap mommy Laras dengan nada kesal sambil memejamkan matanya.


Mereka serentak diam tidak ada yang bicara hanya tatapan tajam yang saling menatap.


" Jangan saling menatap tajam kalau tidak ingin mommy colok matanya." ucap mommy Laras yang masih memejamkan matanya.


Daddy Alvonso dan Alvonso langsung membuang muka. Masing - masing bertanya kenapa mommy Laras bisa tahu sedangkan mommy Laras matanya terpejam.


ceklek


Pintu terbuka dan keluarlah dokter Kennath dan berjalan menuju ke mereka bertiga.


Mommy Laras yang mendengar suara pintu terbuka langsung membuka matanya dan berdiri begitu pula dengan daddy Alvonso dan Alvonso.


" Bagaimana Ken keadaan Alvian?" tanya mereka serempak.


" Alvian baik - baik saja dan sebentar lagi akan di bawa ke ruang perawatan dan untuk Amel kondisinya masih melemah karena terkena pukulan sangat kuat. Tindakan mereka terlalu sadis memukul tidak memperdulikan dia gadis atau laki - laki. " ucap dokter Kennath geram

__ADS_1


__ADS_2