
Mama Arlan melambaikan tangan ke pelayan untuk datang dan salah seorang pelayan datang menghampiri mama Arlan membawa pulpen dan kertas pesanan.
" Pesan apa Pa?" tanya mama Arlan
" Ayam bakar kremes, minumnya air mineral." jawab papa Arlan
" Kamu Arlan, pesan makanan apa?" tanya mama Arlan.
" Pesan ayam bakar kalasan minumnya coca cola." jawab Arlan
Mama Arlan mulai menulis pesanan makanan buat dirinya, suaminya juga anaknya Arlan. Satu jam kemudian pesananpun datang. Papanya Arlan melongo banyaknya makanan sedangkan Arlan biasa aja karena mamanya memang makannya banyak.
" Ma, pesanan segini banyaknya emangnya habis?" tanya papa Arlan bingung.
" Habislah pa." jawab Mama Arlan enteng.
" Tapi ini ada gudeg, ayam betutu, bebek goreng kremes, bihun seafood, kwetiaw goreng, dimsum, soto betawi, soto ayam, ayam cabe hijau, daging cincang, sate kambing." ini ngga salah kamu pesannya? emangnya habis" protes papa Arlan.
" Ya habislah ini juga sepertinya kurang." ucap mama Arlan.
"What kurang?" tanya papa Arlan melototkan matanya.
" Yah kuranglah pah dari tadi saya tuh ngomel mulu jadi tenaga saya habis dan cacing jumboku demo minta diisi." ucap mama Arlan.
Papa Arlan hanya diam saja ada rasa terbersit untuk menceraikan istrinya pasalnya setiap bulan Papa Arlan mendapat laporan dari asistennya kalau setiap bulan mengalami penurunan penjualan sedangkan pemakaiannya sangat banyak akibat ulah istrinya yang selalu berfoya - foya. Tapi demi anaknya papa Arlan bertahan dengan pernikahannya.
Arlan mengedarkan pandangannya ke restoran tanpa sengaja dihadapannya ada mommy Laras dan Daddy Alvonso orangtua Alvonso.
Tampak mommy Laras melambaikan tangan ke arah pelayan dan langsung memesan makanan tanpa bertanya pesanan suaminya dan ke dua anaknya.
__ADS_1
Tampak mommy Laras menyenderkan kepalanya ke bahu suaminya sedangkan suaminya mengelus rambut istrinya. Sedangkan ke dua anaknya menfoto mereka sambil tertawa pelan.
Senyum kebahagiaan tampak di wajah orangtua Alvonso kadang daddynya mengelus kepala ke dua anaknya bergantian karena tangan satunya digunakan membelai kepala mommy Laras. Membuat hatinya sangat iri karena orangtuanya masing - masing sibuk dengan ponselnya ketika tadi menunggu makanan datang.
Satu jam kemudian makanan pun datang dan tampak mommy Laras mengatur makanan yang datang dan memberikan ke suaminya dan ke dua anaknya.
" Mommy ingat aja makanan kesukaan Alvonso ayam bakar bumbu kecap dan minumannya juice jambu." ucap Alvonso.
" Mommy juga ingat makanan kesukaan Alvian ayam goreng crispy dan minumannya juice mangga." ucap Alvian.
" Iya donk sayang, mommy mana lupa kesukaan kalian." ucap mama Laras lembut sambil tersenyum.
" Iya benar kata kalian berdua, mommy Laras juga tidak pernah lupa kesukaan makanan kesukaan Daddy, terima kasih ya sayang kamu tidak lupa makanan kesukaan daddy." ucap Daddy Alvonso sambil mengecup kening istrinya.
" Sama - sama sayang, nanti sore mommy masakan dari kota yogyakarta, apa kalian suka?" tanya mommy Laras.
" Boleh mom." ucap Alvonso dan Alvian.
Merekapun mulai makan dalam diam menikmati makanan kadang mommy Laras menyuapkan makanan ke daddy Alvonso dan juga menyuapi Alvonso dan Alvian begitu pula dengan yang lainnya saling memberi suapan untuk merasakan makanannya.
Sampai akhirnya makanannya habis di piring mereka. Laras merapihkan piring - piring kotor dengan cara di tumpuk dan melap meja restoran sehingga mejanya bersih.
Alvian mengeluarkan bungkusan kotak dan membukanya tampak kue ulang tahun. Alvonso memasang lilinnya dan menyalakan lilinnya. Mommy Laras memejamkan matanya untuk berdoa kemudian meniup lilin - lilin tersebut.
Daddy Alvonso mencium kening mommy Laras di lanjutka ke dua anaknya berdiri dan berjalan ke arah mommy Laras dan mencium masing - masing pipi kanan dan kiri sampai mommy Laras menangis bahagia sambil memeluk ke dua anaknya sambil mencium pipi kanan dan kiri ke dua anaknya. Selesai mencium mommy Laras melepaskan pelukannya kemudian Alvonso dan Alvian berjalan kembali duduk.
Tampak daddy Alvonso menghapus airmata mommy Laras dengan menggunakan ke dua ibu jarinya. Mereka berdua berpelukan dan tersenyum bahagia.
Mommy Laras memotong kue dan potongan kuenya diberikan ke daddy Alvonso kemudian dilanjutkan ke Alvonso dan Alvian. Daddy Alvonso saling suap - suap pan dengan Mommy Laras.
__ADS_1
Mommy Laras melambaikan tangannya ke arah pelayan dan pelayan yang di panggilnya berjalan ke arah mommy Laras setelah sampai dan berhadapan dengan mommy Laras, Mommy Laras memberikan kue ulang tahunnya untuk dibagi - bagikan ke pegawainya beserta 20 lembar uang berwarna merah.
Semua itu tidak luput dari penglihatan Arlan membuat Arlan cemburu dan menggenggam erat sendoknya Sedangkan orangtuanya tidak tahu karena masing -masing mereka sibuk, mama Arlan dengan makanannya sedangkan papa Arlan makan sambil bermain ponsel.
Arlan melepaskan sendoknya dan mengatakan sudah kenyang dan keluar dari restoran dengan alasan ingin menghubungi sepupunya. Mama dan papanya hanya menganggukkan kepala tanpa perduli.
Nafsu makan Arlan berkurang melihat keharmonisan keluarga Alvonso dan Alvian membuatnya iri hati, membuatnya membenci ke dua orang tuanya. Arlan menyenderkan badannya di mobil milik orangtuanya sambil mengedarkan pandangan ke arah jalan.
Arlan mendengar ada suara seorang gadis meminta tolong, Arlan pun mencari asal suara minta tolong ternyata di samping ujung jalan seorang gadis mempertahankan tasnya yang akan di jambret.
Arlan dalam kondisi dendam, cemburu, frustrasi, marah terhadap orang tuanya ingin melampiaskan ke orang lain dan kebetulan ada orang yang bisa menjadi pelampiasannya.
Arlanpun mendatangi gadis dan seorang copet. Arlan langsung memukul tanpa ampun sampai orang itu babak belur nyaris mau mati untung ada beberapa orang yang menahannya agar orang itu tidak mati mengenaskan.
Pencopet itupun dibawa oleh beberapa orang untuk diaerahkan ke polisi.
" Kenalkan saya Alya, terima kasih atas pertolongannya." ucap Alya.
" Hmmm." ucap Arlan dengan berdehem tanpa menjawab kemudian pergi meninggalkan gadis itu.
" Boleh tahu siapa namamu?" tanya Alya
" Arlan." ucap Arlan langsung jalan tanpa menjawab pertanyaan Alya selanjutnya dan mengacuhkan panggilan Alya.
( " Pasti kita akan bertemu lagi Arlan dan kupastikan kamu akan menjadi milikku." batin Alya percaya diri ).
Alya pun pergi meninggalkan tempat itu dengan hati riang gembira karena bertemu pangeran tampan yang menolong dirinya.
Arlan kembali ke mobilnya tapi orangtuanya belum keluar dari restoran karena bosan Arlan memanggil taksi untuk menenangkan hatinya.
__ADS_1
Ketika Arlan di dalam mobil taksi secara tidak sengaja melihat mereka keluar dari restoran, orangtua Alvonso dan ke dua anaknya. Mereka saling berpelukan dari arah samping, mommy Laras memeluk Alvian sedangkan daddy memeluk Alvonso sambil tertawa bahagia. Tidak berapa lama merekapun masuk ke dalam mobil dengan senyum mengembang.