Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Alviana Kecelakaan


__ADS_3

Alviana mengambil kemeja kemudian dipakaikan ke suaminya mengancingkan lengan kemejanya dilanjutkan mengancingkan satu persatu kemeja depannya. Alviana mengambil celana panjang kemudian dipakaikan ke suaminya dilanjutkan memasangkan dasinya dan terakhir jas milik Arlan.


" Nah sekarang suamiku sudah tampan." ucap Alviana sambil memeluk Arlan.


cup


Arlan mengecup kening istrinya.


" Terima kasih sayang atas perhatiannya semoga selamanya kamu selalu seperti ini padaku." ucap Arlan sambil tersenyum


" Kita makan yuk?" ajak Alviana


" Ayo sayang." ucap Arlan


Mereka berdua bergadengan tangan menuruni anak tangga. Sampai di bawah tampak Harlan sedang duduk di ruang keluarga yang jaraknya sangat dekat dengan tangga.


" Harlan mari sarapan bersama?" ajak Alviana lembut


" Tidak terima kasih. Aku sarapan di kantor saja." ucap Harlan


" Ayolah Harlan lebih enak makan bersama kebetulan aku masak agak banyak" ajak Alviana


" Baiklah." ucap Harlan akhirnya.


Merekapun berjalan menuju meja makan. Mereka duduk saling berhadapan. Alviana mengambil nasi goreng seafood dan telur mata sapi kemudian diberikan ke suaminya Arlan.


Alviana mengambil piring Harlan kemudian di isi nasi goreng seafood dan telur mata sapi begitupula dengan Alviana.


Merekapun makan bersama dalam diam. Harlan makan dengan cepat hingga piringnya licin tidak ada sebutirpun yang tersisa.


" Apakah mau tambah lagi?" tanya Alviana lembut


" Apakah boleh?" tanya Harlan malu


" Boleh donk, kamu mau nambah lagi ya? sini piringnya." pinta Alviana lembut.


Harlan pun memberikan piringnya dan Alviana mengisinya kembali.


" Mas Arlan mau nambah?" tanya Alviana karena melihat piring suaminya juga licin.


" Boleh sayang." ucap Arlan tersenyum


Alviana pun mengambil piring Arlan dan mengisi nasi goreng seafood. Merekapun melanjutkan makanan hingga selesai.


Alviana memindahkan piring dan gelas kotor ke wastafel tapi seorang kepala pelayan melarangnya karena itu merupakan tugas pelayan. Akhirnya Alviana mengalah dan berjalan menuju ke ruang tamu. Tampak Arlan dan Harlan membicarakan bisnis.


" Sayang aku ikut kerja ya?" tanya Alviana


" Boleh, ayo kita berangkat bersama Harlan." ucap Arlan ramah


Harlan duduk di kursi pengemudi dan dibelakang pengemudi Alviana dan Arlan. Mereka berangkat menuju kantor.


Arlan dan Alviana turun dari mobil sambil bergandengan tangan dan masuk ke dalam lobby. Banyak pasang mata menatap ke arah mereka ada sebagian memuji pasangan suami istri tampak serasi dan ada juga iri dengan Alviana ada juga yang iri dengan Arlan.


Arlan dan Alviana masuk ke dalam ruangan Arlan dan mulai bekerja seperti biasa. Tidak terasa hari sudah siang Arlan dan Alviana berdiri dan berjalan bergandengan menuju pintu lift.

__ADS_1


Pintu lift terbuka tampak Jessica dan Clara keluar dari pintu lift.


" Daddy." panggil Clara


" Hallo sayang." panggil Arlan


" Kak Arlan mau kemana?" tanya Jessica


" Mau makan siang bersama istriku." ucap Arlan sambil mengecup punggung tangan istrinya.


" Istri? sejak kapan kak Arlan menikah? kok kami tidak tahu?" protes Jessica dengan nada agak kesal.


" Dua hari yang lalu kami menikah." ucap Arlan


" Apakah kak Arlan di jebak oleh wanita murahan ini?" ledek Jessica


plak


Alviana menampar Jessica dengan sangat keras hingga terjatuh dan pipinya langsung memerah dan sudut bibirnya berdarah sambil matanya menatap tajam ke arah Jessica.


" Mommy?.. hiks.. hiks... kak Alviana jahat memukul mommyku... Clara benci kak Alviana hiks... hiks.." tangis Clara pecah


" Maaf Clara kakak tidak sengaja menampar mommymu." ucap Alviana sedih


" Tidak sengaja gimana? lihat pipi dan bibirku sampai berdarah." bentak Jessica


" Itu pantas kamu dapatkan karena mulutmu sangat berbisa." bentak Alviana


" Alviana?" bentak Arlan


" Apa yang terjadi denganmu Alviana? kenapa kamu tega memukul Jessica." ucap Arlan kesal.


Alviana tidak menjawab hanya menatap Arlan sebentar kemudian melihat pintu lift terbuka Alviana masuk ke dalam lift dan menekan lift agar tertutup.


" Aku kecewa padamu Mas Arlan." ucap Alviana sambil mengeluarkan airmata bertepatan pintu lift tertutup.


" Alviana?" teriak Arlan


Arlan memencet tombol lift khusus karyawan karena lift khusus CEO di pakai oleh Alviana.


" Kak Arlan buat apa mengejar wanita murahan itu." bentak Jessica


plak


Apa yang dikatakan istriku memang benar kalau mulutmu berbisa gara - gara kamu aku jadi bertengkar dengan istriku." bentak Arlan kesal.


" Daddy... hiks... hiks... jangan marahin mommy." tangis Clara


" Tidak sayang, daddy tidak marah sama mommy, kamu disini sama mommy ya? daddy ingin mengejar kak Alviana." ucap Arlan


" Jika selangkah kak Arlan berjalan maka aku dan Clara akan pergi agar kak Arlan semakin bersalah dengan suamiku Rocky." ancam Jessica.


Arlan menghembuskan nafasnya dengan kasar pilihan yang sangat sulit tapi karena Clara menangis dan sudah janji dengan adik sepupunya membuat Arlan mengikuti permintaan Jessica walau hatinya merasa bersalah dengan Alviana.


Alviana keluar dari lobby dan menunggu taksi. Dari kejauhan seseorang dengan tatapan penuh kebencian melajukan mobil dengan sangat kencang.

__ADS_1


brukh


akh


Alviana terlempar ke atas dan kemudian jatuh bersimbah darah dari hidung, mulut dan kepala Alviana. Mobil itu berhenti sebentar kemudian mengeluarkan kepalanya dari kaca jendela mobil seorang pria tampan yang penuh dengan kebencian kemudian memasukkan kepalanya kembali untuk melanjutkan perjalanannya.


Alviana melihat jelas wajah pria itu tapi lama kelamaan bayangannya mulai kabur, Alviana mendengar suara orang saling berteriak tapi Alviana tidak bisa melihatnya karena Alviana melihatnya sangat gelap kemudian tidak sadarkan diri.


Security PT Alviana langsung memanggil bodyguard untuk mengantar nona Alviana ke rumah sakit.


Resepsionis langsung menghubungi bosnya.


📱 " Tuan Arlan." panggil resepsionis panik sekaligus takut


📱 " Iya ada apa?" tanya Arlan


📱 " Tuan, nona Alviana ketabrak mobil sekarang di bawa oleh bodyguard ke rumah sakit." ucap resepsionis gugup


📱 " Apa??


tut tut tut


Arlan mematikan telephonenya secara sepihak. Arlan mengambil jasnya tapi dihalangi oleh Jessica.


" Mau kemana?" tanya Jessica


" Ke rumah sakit istriku kecelakaan." ucap Arlan


" Paling dia pura - pura kecelakaan agar mendapat simpati." ucap Jessica berusaha memprovokasi.


" Dia tidak seperti itu." ucap Arlan menatap tajam ke arah Jessica.


" Terserah kalau tidak percaya, pergilah!" usir Jessica


Hati Arlan menjadi bimbang apakah benar Alviana hanya mencari simpati darinya. Arlan semakin bimbang dan Jessica meracuni terus menerus pikiran Arlan.


Ponsel Arlan berbunyi, Arlan melihat Mommy Laras Calling Arlan menggeser tombol hijau


📱 "Hallo mom?"


📱" Kamu ada dimana Arlan?"


📱 " Di kantor mom, ada apa mom?"


📱" Alviana kecelakaan dan kondisinya sangat kritis."


📱 " Apa?"


📱" Cepat datang ke rumah sakit Pelita Kasih?"


📱 " Baik mom."


tut tut tut tut


Arlan langsung keluar tidak memperdulikan teriakan Jessica karena pikirannya ke istrinya.

__ADS_1


Arlan mengendarai mobil dengan cepat menuju ke rumah sakit yang di katakan oleh mommy Laras.


__ADS_2