
Tiba - tiba tubuh Alvonso, Harlan, Liani dan Kelly terasa panas.
" Kak Alvonso, tubuhku terasa panas." bisik Harlan
" Sama." bisik Alvonso
" Kok tubuhku terasa panas?" ucap Liani
" Sama aku juga." ucap Kelly
Alvonso langsung mengambil ponselnya dan mencari di google tentang gejala yang dialaminya.
" Sial, kita di beri obat peran****g." ucap Alvonso geram
" Kita pergi dari tempat pesta ini." perintah Harlan
" Harlan kamu pegang Liani dan aku pegang Kelly." perintah Alvonso
" Ok." jawab Harlan.
Mereka berempat pergi meninggalkan acara undangan perayaan ulang tahun perusahaan PT DAKOTA CORP. Harlan menarik tangan Liani begitupula dengan Alvonso dan Kelly.
Di lorong hotel yang sepi menuju kamar mereka, mereka berempat di hadang 4 orang berbadan besar kemudian menyerang Alvonso, Harlan, Liani dan Kelly tapi beruntung mereka berempat bisa bela diri. Mereka membalas serangan mereka hingga tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah babak belur dan terkapar di lantai.
Harlan menghubungi salah satu anak buah mafianya untuk datang dan membawa ke 4 pria itu ke markasnya. Arlan dan Harlan juga mempunyai cabang markas mafia di berbagai kota salah satunya di kota P. Tidak membutuhkan waktu lama 8 anak buah mafia membawa ke 4 pria itu.
" Harlan kamu bantu Liani beremdam di air dingin dan aku juga membantu Kelly." perintah Alvonso sambil menarik Kelly dan masuk ke dalam kamarnya begitu pula dengan Harlan menarik Liani ke kamar sebelahnya.
xxxx
Harlan dan Liani
Harlan membuka pintu dan menguncinya kemudian menarik Liani ke kamar mandi kemudian menyalakan showernya membuat baju Harlan dan Liani basah kuyup terkena air shower. Liani berusaha melepaskan tangan Harlan tapi tenaganya kalah kuat dengan Harlan.
" Sayang tolong aku, puaskan aku ahh." ucap Liani sambil menempelkan tubuhnya ke Harlan kemudian menggoyangkan pinggulnya membuat adik kecil Harlan menegang di tambah pakaian Liani menerawang akibat terkena air shower terlihat jelas lekuk tubuhnya.
__ADS_1
Harlan yang juga sudah terkena obat peran***g sudah tidak kuat. Harlan pun melepaskan tangan Liani kemudian melepaskan pakaiannya hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun begitu pula Liani melepaskan pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun.
Harlan mematikan shower dan mengambil handuk untuk mengeringkan badan mereka. Tanpa sengaja Harlan memegang dua gunung kembar dengan menggunakan handuk.
" Sayang ahh.. terus." racau Liani sambil memegang adik kecil milik Harlan yang sudah tegang.
Harlan menggendong tubuh Liani sambil berciuman dan membaringkan tubuh Liani ke ranjang kemudian menindihnya. Harlan menciumi bi**r kemudian leher Liani dan memberikan tanda kemerahan.
Desahan keluar dari mulut Liani membuat Harlan semangat. Harlan mengu**m salah satu gunung milik Liani dan tangan satunya memegang gunung kembarnya satunya.
" Sayang terus." racau Liani
" Sayang maafkan aku mungkin ini terasa sakit setelah itu terasa nikmat." ucap Harlan dengan suara berat.
Harlan menyatukan miliknya, hentakan pertama sangat sulit dan dihentakan ke dua barulah bisa menyatu ke tubuh Liani, Liani meringis menahan rasa sakit di bagian in**mnya membuat Liani menangis
" Sakit... hiks..hiks.." tangis Liani
cup
Harlan mengecup bibir Liani dan mendiamkan adik kecilnya setelah Liani tidak menangis, Harlan menggoyangkan pinggulnya secara berulang - ulang hingga lahar milik Harlan keluar dan dimasukkan ke dalam rahim Liani.
" Sayang lagi ya?" pinta Liani tanpa menjawab pertanyaan Harlan
Harlan yang mendengar permintaan Liani tentu saja sangat senang apalagi pengaruh obatnya belum hilang. Harlan pun menyatukan miliknya kembali hingga keluar lahar dan ditumpahkan ke dalam rahim Liani.
Sampai 5 ronde mereka melakukan itu setelah itu Liani dan Harlan tumbang. Harlan mengecup kening Liani dengan lembut kemudian menyelimuti tubuh mereka yang polos dan memeluk tubuh Liani dan di balas pelukan oleh Liani.
xxxxxx
Alvonso dan Kelly
Alvonso masuk ke dalam kamar bersama Kelly. Alvonso sangat gugup hingga kartu aksesnya terjatuh di bawah ranjang. Alvonso melepaskan tangan Kelly dan mengeluarkan ponselnya untuk mencari kartu aksesnya setelah melihatnya Alvonso mengambilnya kemudian menaruhnya di meja.
Alvonso membalikkan badannya dan matanya membulat sempurna karena melihat Kelly sudah tidak menggunakan sehelai benangpun.
__ADS_1
grep
Kelly memeluk Alvonso kemudian menci*mnya lama - lama Alvonso melum**nya. Alvonso mendorong tubuh Kelly ke ranjang sambil melepaskan seluruh pakaiannya. Kini Kelly berada di bawah sedangkan Alvonso berada di atasnya.
Alvonso memberi tanda merah di seluruh tubuh Kelly. Alvonso memberikan pemanasan membuat Kelly mendesah karena Alvonso sudah tidak dapat menahan hasratnya memasukkan adik kecilnya ke bagian in**m milik Kelly. Hentakkan pertama Alvonso tidak berhasil dan dihentakkan ke 3 barulah Alvonso berhasil.
" Sakit." rintih Kelly sambil mengeluarkan air matanya menahan rasa perih miliknya.
Alvonso ******* bibir Kelly sambil salah satu tangannya memi**n salah satu gunung kembar milik Kelly agar Kelly melupakan perih bagian bawahnya. Setelah di rasa cukup Alvonso mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang - ulang sampai lahar milik Alvonso keluar dan di masukkan ke dalam rahim milik Kelly barulah Alvonso berhenti.
Mereka berdua memejamkan mata tapi setelah 5 menit Kelly terbangun dan membelai adik kecil milik Alvonso.
ahhh
Alvonso mendesah mendapatkan perlakuan Kelly. Kelly yang melihat adik kecil milik Alvonso sudah tegang Kelly menin**h tubuh Alvonso dan memasukkan adik kecil milik Alvonso ke bagian int**nya.
Kelly mulai mengoyangkan pinggulnya membuat Alvonso merem melek merasakan jepitan adik kecilnya yang masih terasa sangat sempit.
" Sayang terus." racau Alvonso sambil memegang ke dua gunung kembar milik Kelly membuat Kelly mendesah dan mempercepat gerakkannya. Alvonso menumpahkan kembali laharnya ke dalam rahim milik Kelly.
Karena sangat lelah Kelly tidur di atas tubuh Alvonso tanpa melepas adik kecilnya milik Alvonso.
5 menit kemudian keris milik Alvonso kembali menegang. Alvonso perlahan memindahkan Kelly ke bawah. Kini Alvonso berada di atas sedang Kelly berada di bawah tanpa melepaskan adik kecilnya.
Alvonso mengoyangkan pinggulnya membuat Kelly mendesah menikmati adik kecilnya milik Alvonso. Setelah agak lama Alvonso mempercepat gerakkannya dan menumpahkan kembali laharnya ke dalam rahim milik Kelly
cup
Alvonso mengecup kening Kelly dan pindah ke arah samping.
" Semoga anak kita segera tumbuh di rahimmu." harap Alvonso.
Kelly yang sangat lelah hanya berguman tidak jelas dan tidak berapa merekapun istirahat. Baru saja tidur belum ada 6 menit Kelly kembali teransang. Kellypun melakukannya kembali desahan demi desahan keluar dari mulut mereka berdua sampai lahar keluar barulah mereka berdua berhenti.
7 Menit kemudian baru saja mereka tidur Alvonso langsung terbangun karena adik kecil milik Alvonso kembali tegang. Alvonso melihat Kelly masih berada di atas tubuh Alvonso dan adik kecilnya masih setia masuk ke dalam goe kenikmatan.
__ADS_1
Alvonso langsung membalikkan tubuh Kelly kemudian menggoyangkan pinggulnya secara berulang - ulang sampai lahar milik Alvonso keluar barulah mereka tumbang.
Alvonso menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos kemudian memeluk Kelly sambil menutupi tubuh mulus Kelly dengan selimut yang digunakan oleh Alvonso. Mereka berdua pun tidur dengan sangat pulas karena tenaga mereka sudah terkuras habis dikarenakan mereka tadi habis berc***a.