
" Apa mom?" tanya Harlan penasaran
" Harlan, mommy ingin jujur bahwa Imel selingkuh dengan Ramon. Mereka berdua sudah melakukan hubungan suami istri." ucap mommy Laras berkata jujur
" Apa?" ucap Harlan terkejut
" Benar Harlan, kalau kamu ingin berpisah kamu bisa mengatakan itu ke Imel dan juga keluarganya sehingga kamu bebas dari Imel. Sebenarnya yang mencelakai kamu adalah Ramon kekasih Imel." ucap mommy Laras
" Apa?" ucap Harlan bertambah terkejut.
" Kamu bisa menggugatnya Harlan." ucap mommy Laras
" Benarkah Mommy?" tanya Harlan senang
" Benar sayang, kamu bisa menggugatnya." ucap mommy Laras
" Tenang saja Harlan, daddy akan membantu mengurus surat perceraianmu." ucap daddy Alvonso
" Terimakasih daddy, mommy." ucap Harlan tersenyum bahagia.
" Yang penting kamu sembuh dulu dan kembali sehat baru kita mengurusnya." ucap daddy Alvonso.
" Baik daddy." ucap Harlan
"Mommy punya rencana agar Harlan bisa berpisah dengan Imel." ucap mommy Laras
" Apa itu mom?" tanya Harlan dan daddy Alvonso bersamaan
" Sebentar lagi Max dan Arlan akan datang. Mommy Ingin Max pulang ke mansion dulu baru mommy akan menceritakan apa rencana mommy." ucap mommy Laras
" Apa hubungan Max dengan rencana perpisahan Harlan dengan Imel, mom?" tanya daddy Alvonso bingung
" Iya mom, apa hubungannya?" sambung Harlan
" Nanti kalian akan mengerti yang penting Max harus pergi ke mansion." ucap mommy Laras.
Daddy Alvonso dan Harlan hanya mengangguk dan hanya bisa menunggu apa rencana mommy Laras.
ceklek
Pintu terbuka tampak Arlan dan Max datang sambil membawa pesanan mommy Laras yaitu nasi goreng seafood.
" Mommy ini nasi goreng sesuai pesanan mommy." ucap Max sambil memberikan bungkusan berisi nasi goreng seafood.
" Terima kasih Max, Arlan." ucap mommy Laras
" Kalian mau?" sambung mommy Laras sambil menawarkan orang - orang yang berada di ruangan itu.
" Mau mom, tapi disuapi ya?" pinta daddy Alvonso
" Kami juga mau." jawab mereka serempak
__ADS_1
" Khusus Harlan tidak boleh karena kamu baru sembuh
" Tapi mom, Harlan ingin makan disuapkan mommy." manja Harlan dengan mata mengembun karena selama ini Harlan belum pernah merasakan disuapi oleh ibunya.
Waktu bersama ibunya, Harlan tidak pernah disuapkan padahal Harlan pernah meminta tapu ibunya selalu menolak dengan alasan Harlan sudah besar. Ibunya Harlan hanya memasak dan menyiapkan keperluan Harlan itu saja hanya sebentar karena Harlan menikah.
" Bagaimana kalau mommy menyuapi bubur yang di rumah sakit." ucap mommy Laras
" Tidak apa - apa mommy, Harlan mau." ucap Harlan
" Kalian sudah besar kenapa minta disuapi." protes daddy Alvonso
" Lha daddy sudah tua kenapa minta di suapi?" protes Max
" Iya benar." ucap Harlan dan Arlan kompak
" Max, Arlan dan Harlan mau daddy jewer." omel daddy Alvonso
" Mommy." panggil mereka serempak.
Arlan dan Max berjalan berlindung di belakang mommy Laras
" Daddy kalau menjewer Arlan, Harlan dan Max maka mommy juga akan jewer daddy." ancam mommy Laras sambil matanya mendelik ke arah suaminya.
" Menyebalkan." ucap daddy Alvonso cemberut
Mereka semua tersenyum menggoda daddy Alvonso membuat daddy memalingkan wajahnya pura - pura marah. Sebenarnya hatinya sangat senang mempunyai istri yang sayang dengan dirinya dan juga anak - anak kandungnya bahkan dengan anak - anak yang bukan anak kandungnya.
" Mommy, daddy, kak Arlan dan kak Harlan aku pulang dulu.
" Hati - hati Max." ucap mereka serempak sambil tersenyum
" Sepertinya kalian senang kalau Max pergi ya?" ucap Max curiga karena melihat mereka tersenyum
" Mungkin itu hanya perasaanmu Max." ucap daddy Alvonso
" Benar kata daddy, oh ya Max nanti bilang sama kakakmu Alviana, mommy minta dibuatkan seblak pedas." ucap mommy Laras
" Baik mom, semuanya Max pamit pulang." ucap Max
" Semoga kak Harlan cepat sembuh." sambung Max
" Terima kasih Max." jawab Harlan
" Ok."jawab Max singkat
" Hati - hati Max." ucap mereka serempak kembali
" Ok." jawab Max singkat
Max pun meninggalkan mereka kini tinggallah daddy Alvonso, mommy Laras, Arlan dan Harlan.
__ADS_1
" Arlan tolong ambilkan laptop di ruangan daddy." pinta mommy Laras
" Baik mom." jawab Arlan singkat
Sepuluh menit kemudian Arlan sudah sampai dan memberikan laptop ke mommy Laras yang sedang duduk di sofa bersama daddy Alvonso.
Mommy Laras mencari data tentang Imel setelah 10 menit barulah ketemu.
" Ternyata Imel itu dulu satu sekolah dengan Ramon apakah dia orangnya?" tanya mommy Laras.
" Kami tidak mengenalnya mom." ucap daddy Alvonso dan Arlan.
Mommy Laras mencari identitas Ramon setelah 10 menit mommy Laras menemukannya dan meretas cctv milik Ramon.
Mommy Laras, daddy Alvonso dan Arlan membulatkan matanya karena melihat Ramon sedang berc***an dengan Imel di ruang keluarga. Daddy Alvonso dan Arlan menonton acara live sampai tidak berkedip sedangkan mommy Laras hanya bisa menutup wajahnya.
" Panggil mommy jika sudah selesai." ucap mommy Laras
" Ok." jawab mereka serempak
Mommy Laras berdiri dan berjalan ke arah Harlan.
" Mommy kenapa tidak menonton seperti daddy dan kak Arlan?" tanya Harlan
" Tidak, oh ya Harlan istrimu Imel jarang datang ke rumah sakit menengok keadaanmu." ucap mommy Laras
" Sepertinya tidak mom karena Harlan melihat sampai sekarang Imel tidak datang." ucap Harlan
" Mungkin dia sibuk dengan kekasihnya." ucap mommy Laras
" Tidak apa - apa mom karena dengan begitu Harlan bisa menggugat cerai." ucap Harlan
Mommy Laras hanya menganggukkan kepalanya kemudian berdiri dan membalikkan badannya dan berjalan ke arah daddy Alvonso dan Arlan.
" Kurasa sudah cukup nontonnya nanti adik kecil kalian menjadi tegang." ucap mommy Laras sambil menarik laptopnya.
" Mommy!!" teriak daddy Alvonso dan Arlan serempak
" Aish jangan teriak nanti mommy rekamin videonya yang penting sekarang mommy membutuhkan gambar Ramon dan dengan siapa dia bekerjasama." ucap mommy Laras
Mereka berdua hanya menganggukan kepalanya walau hatinya belum sepenuhnya rela melihat pertunjukan live percintaan Ramon dan Imel.
Mommy Laras duduk di sofa berhadapan dengan daddy Alvonso dan Arlan, setelah agak lama mencari yang dibutuhkan mommy menemukannya.
" Yes mommy dapat, Ramon bekerja sama dengan Ronald, sangat kebetulan sekali." ucap mommy Laras tersenyum bahagia.
" Mommy kenapa bilang kebetulan? seharusnya kita tangkap mereka berdua kebetulan mereka berada di mansion milik Ramon." ucap daddy Alvonso
" Imel bisa saja sembunyi jadi jalan satu - satunya mommy akan menjebak mereka." ucap mommy Laras
" Bagaimana caranya mom?" tanya mereka serempak
__ADS_1
Mommy Laras mengatakan sesuatu ke mereka apa rencana mommy Laras. Mereka bertiga setuju, kemudian mommy Laras menghubungi Ronald dan menceritakan semua rencananya. Ronald pun setuju ide mommy Laras untuk menjebak Ramon dan Imel.