
Kini mereka semua sudah sehat dan beraktifitas seperti biasanya. Arlan yang tahu istrinya Alviana yang sedang hamil kembar 6 memintanya untuk di rumah saja tidak mengijinkannya untuk bekerja. Alviana hanya bisa pasrah dan patuh terhadap suaminya.
Setelah Rocky pulang dari rumah sakit kini sudah bekerja di perusahaan milik Arlan sedangkan Clara sejak kematian ibunya kini tinggal dengan Arlan dan Alviana karena Rocky sangat membenci Jessica yang telah menyekapnya dan juga benci terhadap Clara karena ternyata Clara bukan anak kandungnya.
Alviana yang tidak tega mengajak Clara untuk tinggal bersamanya. Menganggapnya sebagai putrinya dan juga di anggap sebagai bagian dari keluarga besar Alvonso.
Mereka hidup bahagia dan tidak ada musuh yang mengganggu keluarga besar mereka.
xxxx
Hari ini Alvonso dan Alvian mengadakan kerjasama dengan PT. Alex Dacosta di sebuah restoran ruangan vvip. Alvonso dan Alvian sudah datang tepat waktu tapi CEO PT. Alex Dacosta belum juga datang padahal mereka menunggu sekitar 15 menit.
" Kak Alvonso, kita sudah menunggu lama apa kita pergi saja?" tanya Alvian
" Tunggu 15 menit lagi kalau belum datang kita pergi." ucal Alvonso
" Aduh kak kita sudah menunggu sekitar 15 menit dan mesti nambah lagi 15 menit. Sudah akh Alvian malas bekerja sama dengan orang yang tidak berprofesional. Lebih kita kembali ke kantor saja kak." pinta Alvian gusar.
" Sabar ya adikku yang tampan." goda Alvonso agar adiknya tidak menggerutu lagi.
" Dari dulu sampai sekarang memang tampan." ucap Alvian narcis.
" Kamu memang tidak beda jauh mirip daddy Alvonso." ucap Alvonso
" Apa itu kak?" tanya Alvian penasaran.
" NARCIS." ucap Alvonso asal.
" Aish kakak ini." umpat Alvian kesal
Alvonso hanya tertawa melihat adik kesayangannya kesal karena Alvonso sangat suka menggodanya.
" Maaf kami datang terlambat." ucap seorang gadis yang tiba - tiba datang ke arah mereka.
deg
Alvian terkejut karena bertemu kembali pujaan hatinya sedangkan Alvonso biasa saja.
" Kamu." tunjuk Alvian tidak percaya
" Mas Alvian em... maksud saya tuan Alvian." ucap gadis itu memperbaiki perkataannya sambil menatap wajah mereka berdua.
" Mas Alvian aja seperti biasa manggilnya.." ucap Alvian sambil tersenyum
" Ehem... " panggil Alvonso berupa deheman
Alvian dan gadis itu tersenyum dan merasa malu karena merasa tidak enak mengabaikan kakaknya Alvonso.
" Oh ya kenalkan ini kakakku Alvonso." ucap Alvian mengenalkan kakaknya.
" Alvonso." ucap Alvonso mengarahkan tangan kanannya setengah untuk berkenalan.
" Amelia Dacosta." ucap Amelia membalas tangan Alvonso.
" Amel, kamu bisa membedakan kami? wajah kami kan sama? terus bukannya waktu kamu dokter?" tanya Alvian beruntun
" Walau wajah kak Alvonso dan Alvian hampir mirip tapi Amel bisa tahu mana kakak dan mana adik. Mengenai dokter ya aku bekerja sebagai dokter kandungan dan juga seorang CEO milik daddyku." ucap Amel menjelaskan.
__ADS_1
" Oh." ucap Alvian singkat
" Oh ya kenalkan ini asisten saya, namanya Celin." ucap Amel memperkenalkan diri.
Merekapun saling berkenalan. Celin menatap wajah Alvonso dan hatinya berdebar kencang terlebih ketika bersalaman. Tapi sikap Alvonso yang cuek mirip daddy Alvonso tidak merasakan getaran cinta. Hanya Alvian dan Amelia yang merasakan jantungnya berdebar kencang.
Mereka mulai membicarakan bisnis hingga tidak terasa 2 jam lamanya mereka mengobrol tentang kerja sama.
" Amel, apakah nanti malam tidak ada acara? " tanya Alvian
" Tidak ada, kenapa?" tanya Amel
" Mas ingin mengajakmu jalan - jalan." ucap Alvian.
" Boleh." ucap Amel sambil tersenyum malu.
" Ok nanti malam aku jemput di rumahmu." ucap Alvian
" Memang Mas Alvian tahu rumahku?" tanya Amel
" Belum... mana ponselmu?" tanya Alvian
Sebenarnya Alvian sudah tahu alamatnya dan kantornya waktu meretas data diri Amelia tapi karena kesibukan di kantor membuat Alvian sempat melupakan Amel dan kini mereka dipertemukan kembali. Alvian belum saatnya memberikan identitas dirinya dan keluarganya ke Amelia karena Alvian baru mengenal Amel.
Amel memberika ponselnya ke Alvian dan Alvian menerimanya dan mengetik sesuatu ke ponsel milik Amel. Setelah selesai Alvian memberikan ponselnya ke Amel dan Amelpun menerima ponsel miliknya.
" Nomerku sudah di catat nanti tinggal kirim alamatmu lewat wa." ucap Alvian.
" Ok. Maaf saya permisi dulu." ucap Amel tanpa memeriksa ponselnya.
Mereka berempat bersalaman dan keluar menuju ke arah yang berbeda.
xxxx
" Alvonso mana adikmu Alvian?" tanya mommy Laras
tap
tap
tap
tap
tap
Bunyi suara sepatu tedengar menuruni anak tangga membuat semua yang di meja makan mendongak ke atas melihat Alvian dengan pakaian santai.
" Mommy mencariku?" tanya Alvian tersenyum! sambil menuruni anak tangga.
" Kamu mau kemana Alvian?" tanya mommy Laras dan daddy Alvonso serentak tidak menjawab ucapan Alvian
" Alvian mau pergi kencan mom, dad." ucap Alvonso, yang menjawab Alvonso bukannya Alvian.
Serentak semuanya menghadap ke arah Alvonso kecuali Alvian yang hanya senyum - senyum.
" Darimana kamu tahu Alvonso?" tanya daddy Alvonso
__ADS_1
" Tadi pagi kami akan meating dengan PT. Alex Dacosta dan CEO nya seorang gadis yang bernama Amelia Dacosta plus seorang dokter kandungan. Terus Alvian meminjam ponsel Amel untuk mengetik nomernya Alvian. Sekarang mereka janjian deh alias kencan." ucap Alvonso menjelaskan.
" Kamu baru kenal kok sudah mengajaknya kencan Al?" tanya mommy Laras menatap wajah anakya.
" Sebenarnya kami pernah berkenalan mom waktu di rumah sakit menemani Bunda Clarisa, waktu beberapa bulan yang lalu ada penculikan ingat kan?" tanya Alvian.
" Iya mommy ingat." ucap mommy Laras
" Maaf mom dan daddy, Alvian mau pergi sudah janjian mau menjemput Amel." ucap Alvian.
" Ya hati - hati, kalau ada waktu bawa kesini Amelnya mommy dan daddy mau berkenalan." ucap mommy Laras dan daddy Alvonso bersamaan.
Alvian mengecup punggung tangan mommy Laras, Daddy Alvonso dan terakhir kakaknya yang bernama Alvonso. Alvian berpamitan dengan adik - adiknya serta Arlan.
Alvian meninggalkan mereka menuju garasi dan menaiki motor sportnya.
" Alvonso kamu kapan memperkenalkan kami calon istrimu?" tanya daddy Alvonso
" Belum ada yang membuat jantung Alvonso bergetar dad nanti kalau saatnya tiba Alvonso akan mengenali mommy dan daddy." ucap Alvonso.
" Baiklah daddy tunggu." ucap daddy Alvonso
Merekapun makan bersama tanpa ada banyak bicara.
xxxx
Alvian mengendarai motor dengan kecepatan sedang menuju rumah Amel. Hanya 20 menit Alvian sudah sampai di mansion milik orang tua Amel yang ternyata juga besar.
Alvian turun dari motor dan menemui penjaga untuk bertemu dengan Amel. Setelah agak lama penjaga itupun membuka pintu pagar Alvian masuk ke dalam dan memarkirkan motornya.
Alvian berkenalan dengan keluarga Amelia dan orang tua Amelia sudah kenal dengan keluarga besar Alvonso dan mengijinkan putrinya untuk diajak jalan - jalan bersama Alvian. Alvian berpamitan dengan mengecup punggung tangan orang tua Amelia.
Alvian menggenggam tangan Amel membuat Amel terkejut dan ingin melepaskan genggaman tangan Alvian tapi karena genggamannya kuat membuat Amel pasrah.
Alvian memakaikan helm ke Amel kemudian Alvian memakai helmya. Alvian menaiki motor diikuti oleh Amel sambil memegang sedikit jaket milik Alvian.
" Pegang pinggangku yang kencang nanti jatuh." ucap Alvian.
Karena tidak memegang pinggangnya membuat Alvian iseng mengendarai motor agak kencang membuat Amel memeluk Alvian hingga tubuh mereka menyatu membuat jantung Alvian dan Amel berdetak kencang. Alvian tersenyum kemudian mengendarai motor dengan kecepatan sedang.
Sepasang mata menatap kepergian Amel dan Alvian dengan mata memerah dan menghubungi seseorang. Selesai menghubungi wanita itu kembali ke dalam mansion.
xxxxx
Mohon Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar author tetap semangat dalam menulis novel ini, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
__ADS_1
Yayuk Triatmaja
xxxxxx