
Delapan Bulan Kemudian
Setiap hari Max selalu memonitor apa yang dilakukan oleh ibunya Harlan tapi belum ada yang mencurigakan. Tapi ketika malamnya Max yang sedang berbaring di ranjang mendengar ponsel milik Max berdering.
Max langsung menggeser tombol berwarna hijau sambil Max bangun dan turun dari ranjangnya. Max berjalan ke arah meja belajarnya untuk membuka laptopnya.
Max mendengar percakapan ibunya Harlan sambil mengutak atik laptopnya. Kedua tangan Max mengepal dengan kencang ketika mendengar percakapan mereka.
" Hallo nyonya." panggil pria di sebrang
" Saya ada tugas untuk kalian bertiga tabrak seorang wanita nanti saya kasih fotonya. Dia bernama Laras Alvonso Taylor. Wanita itu setiap hari mengantar ke 4 anaknya ke sekolah dan kalian bertiga tabrak wanita itu setelah wanita itu mengantar anaknya ke sekolah di jalanan yang sepi." perintah ibunya Harlan
" Baik nyonya dan mengenai pembayaran bagaimana?" tanya pria di sebrang
" Jangan kuatir, seperti biasa uang akan saya transfer setengahnya dulu sisanya setelah pekerjaan beres." ucap ibunya Harlan
" Ini yang kami suka nyonya." puji pria di sebrang
" Oh ya nanti setelah kalian membereskan Laras Taylor ada tugas lagi yaitu membunuh pria bernama Max Taylor." ucap ibunya Harlan
" Apakah mereka suami istri? kenapa tidak sekalian saja?" tanya pria di sebrang.
" Bukan, Max hanya anak angkat mereka tapi keluarga Alvonso sangat sayang dengan Max. Kalau sekaligus di bunuh akan menimbulkan kecurigaan." ucap ibunya Harlan.
" Ok siap." jawab pria itu semangat
" Bagus." ucap ibunya Harlan
tut tut tut tut tut
Ibunya Harlan mematikan ponselnya begitupula dengan Max.
" Kamu tidak tahu tante, ketika tante tidak sadar Max menyabotase ponsel dan gelang milik tante dan Max sudah buat rekaman untuk bukti - bukti kejahatan tante." ucap Max tersenyum menyeringai.
Max kemudian membawa pakaian serba hitam dan juga penutup kepala berwarna hitam dan dimasukkan ke dalam tas ransel miliknya. Baru saja ingin membuka gagang pintu ponsel milik Max berdering kembali.
Max langsung membalikkan badan dan berjalan cepat menuju ke laptopnya dan menyalakan kembali laptopnya. Max menekan tombol berwarna hijau dan mendengarkan percakapan ibunya Harlan dengan seorang pria.
" Hallo dengan pinjaman online? apa yang bisa saya bantu?" tanya pria di sebrang
" Aku pinjam uang sebesar Rp. 400,000,000 atas nama Laras Taylor" ucap ibunya Harlan
" Apakah nomer nyonya ini selalu aktif?" tanya pria di sebrang
" Ya nomer ini selalu aktif." ucap ibunya Harlan
" Apakah ada saudara yang tidak serumah?" tanya pria di sebrang
" Ada namanya Alviana Taylor." ucap ibunya Harlan
" Hubungannya sebagai apa?" tanya pria di sebrang
" Alviana anak saya." ucap ibunya Harlan
" Baik. Semuanya ok tinggal kirim foto KTP nyonya dan anak nyonya." ucap pria di sebrang.
" Baik, secepatnya saya akan kirim." ucap ibunya Harlan
__ADS_1
" Baik, ada lagi yang lain?" tanya pria di sebrang
" Tidak ada. Terima kasih." ucap ibunya Harlan
tut tut tut
Ibunya Harlan langsung mematikan secara sepihak. Setelah mendengarkan dan merekam semua percakapan mereka berdua. Max pun langsung mematikan ponselnya.
Max melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya sambil membawa ransel yang berada di punggungnya. Baru beberapa langkah, Max langsung menghentikan langkahnya karena mommy Laras dan daddy Alvonso berdiri sambil menatapnya curiga.
" Mau kemana Max?" tanya mommy Laras
Awalnya Max terkejut melihat mommy Laras dan daddy Alvonso tapi Max langsung mengganti ekspresinya yang berwajah polos.
" Mau ke rumah teman mom." ucap Max polos
" Sudah jam berapa ini Max? besok saja pergi." ucap daddy Alvonso
" Jam 9 malam dad, temanku meminta bantuan untuk membuat rekaman cctv katanya besok pagi mau digunakan" ucap Max polos
" Benarkah Max?" ucap mommy Laras sambil wajahnya mendekat ke wajah Max tapi tangannya di tarik oleh daddy Alvonso
" Kalau melihat wajah Max jangan dekat - dekat" ucap daddy Alvonso cemberut
" Dengarin tuh mom ada yang cemburu." ucap Max tertawa melihat daddy Alvonso cemburu
" Darimana kamu tahu daddy cemburu? kamu masih kecil Max, sekolah yang pintar jangan pacaran." ucap daddy Alvonso
" Daddy Alvonso yang paling tampan, Max tahu kok kalau Max masih sekolah dan Max juga belum berfikir untuk pacaran. Max tahu kalau daddy cemburu karena Max pernah dengar kalau kak Arlan kadang cemburu sama Max." ucap Max
"Dari kak Alviana ketika mereka berdua mengobrol dan wajah kak Arlan cemberut mirip daddy." ucap Max menggoda daddy Alvonso
" Max, kamu mau jatah uang jajanmu berkurang?" ancam daddy Alvonso
" Tidak takut dad, Max kan sudah bekerja dan menghasilkan uang yang lumayan, kalau kurang tinggal minta mommy atau ke tiga kakak Max. Kak Alvonso, kak Alvian dan kak Alviana." ucap Max tanpa takut
" Max kau...." ucap daddy Alvonso kesal
" Kamu ini Max senang banget godain daddy." ucap mommy Laras
" Senanglah mom, apalagi kalau daddy cemberut. Max bersyukur berwajah tampan jadi banyak yang cemburu sama Max." ucap Max dengan penuh percaya diri.
" Aish kamu ini Max percaya diri sekali." ucap daddy Alvonso gemas sambil mengacak rambut Max
" Aish daddy, kebiasaan deh senang banget mengacak - ngacak rambut Max." protes Max sambil merapikan rambutnya.
" Salah siapa godain daddy, oh ya Max nanti kamu menginap atau pulang?" tanya daddy Alvonso
" Di usahakan pulang dad tapi kalau terlalu malam Max akan menginap." ucap Max
" Ok. Hati - hati Max." ucap daddy Alvonso
" Max ingat pesan mommy jangan menyakiti orang lain." pinta Mommy
" Iya mom." jawab Max berbohong
Max pun berjalan menuruni anak tangga dan berjalan menuju pintu utama. Baru saja membuka gagang pintu Max melihat Alvian sudah berdiri di depan pintu menghadap dirinya.
__ADS_1
" Max, mau kemana?" tanya Alvian curiga
Max membalikkan badannya dan menatap Alvian.
" Mau ke rumah teman." jawab Max
" Benarkah Max?" tanya Alvian curiga
" Benar kak." jawab Max
Alvian memajukan wajahnya ke wajah Max untuk melihat ada kebohongan atau tidak di matanya. Max yang melihat dari dekat wajah Alvian langsung memalingkan wajahnya.
Alvian langsung menarik tangan Max membuat Max terkejut. Max hanya bisa pasrah ketika Alvian membawanya menuju garasi. Alvian mengambil kunci mobil dari balik saku jasnya dengan menggunakan tangan kirinya karena tangan kanannya digunakan memegang tangan Max.
" Masuk Max." perintah Alvian sambil membuka pintu mobil di samping pengemudi.
Max pun pasrah dan masuk ke dalam mobil. Alvian menutup kembali pintu mobil dan berjalan melewati mobil dan membukakan pintu mobil dan duduk di kursi pengemudi.
" Max, kakak tahu kamu pasti menyembuyikan sesuatu dari kakak." ucap Alvian sambil badannya mengarah ke Max dan menatap tajam.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
__ADS_1