
" Karena orang sepertimu pantas mati." ucap Max sarkas
srett
akhh
Max memotong adik kecilnya milik Anto hingga putus.
jleb
akh
Max menusukkan bola mata milik Anto yang berada sebelah kiri dengan menggunakan pisau lipatnya kemudian bola matanya diletakkan di lantai.
jleb
akh
Max menusukkan pisau lipatnya ke mata milik Anto yang berada di sebelah kanan kemudian bola matanya diletakkan di lantai.
" Kak Arlan ini ada dua mata, kakak mau?" tanya Max santai sambil menunjukkan ke dua bola mata milik Anto yang berada di lantai.
hoek hoek
Arlan langsung memuntahkan isi di dalam perutnya karena merasa jijik dan takut melihat sepasang mata berada di telapak Max.
" Max kau!" ucap Arlan tidak percaya
" Kenapa kak? kakak jorok." ucap Max tanpa dosa
" Kakak pergi ke ruangan milik kakak." ucap Arlan sambil menahan rasa mualnya.
" Pengawal bersihkan lantai itu." perintah Arlan
" Baik ketua." ucap anggota mafia tersebut.
Arlanpun pergi meninggalkan ruang penyiksaan menuju kamar pribadi yang berada di markasnya. Sedangkan anggota mafia membersihkan lantai yang kotor.
dor
akhh
Max menembak Anto tepat di dahinya hingga mati di tempat.
" Sekalian singkirkan mayat itu dan juga bersihkan noda darahnya." Perintah Max
" Baik tuan." ucap anggota mafia milik Arlan
Anggota mafia itu meminta teman - temannya untuk membantu membereskan kekacauan yang di buat oleh Arlan dan Max. Kini lantai itu licin dan tidak ada bekas penyiksaan.
Sedangkan Max mengambil dua mata milik Anto dan diletakkan di telapak tangannya.
" Baiklah kalau kakak tidak mau, Max akan memakan ke duanya." ucap Max santai berbicara dengan dirinya sendiri karena Arlan sedang berada di kamar pribadinya.
Max membuka mulutnya untuk memakan mata milik Anto. Baru saja matanya dimasukkan ke dalam mulutnya terdengar suara yang sangat familiar di telinganya.
" Max, mommy mohon jangan di makan!!" teriak mommy Laras
__ADS_1
" Mommy." ucap Max tidak percaya
Max membalikkan badannya dan melihat mommy Laras dan Daddy Alvonso berada di depan pintu markas mafia.
Max membuang sepasang bola mata milik Anto secara asal dan membersihkan tangannya dengan menggunakan kemeja yang dikenakan kemudian Max berlari dan memeluk mommy Laras.
" Mommy hiks...hiks... Max tidak mimpikan?" tanya Max lirih dan tidak terasa air matanya mengalir
" Iya Max kamu tidak mimpi ini mommy." ucap Mommy Laras sambil tersenyum sambil membalas pelukan Max.
" Tapi bagaimana mungkin?" tanya Max tidak percaya.
" Itu semua gara - gara kamu Max makanya mommy langsung ke sini." ucap mommy Laras
" Kenapa gara - gara Max, mom?" tanya daddy Alvonso dan Max bersamaan
" Kamu ingat membisikkan sesuatu ke telinga mommy?" tanya mommy Laras
" Iya mom, Max ingat." ucap Max
" Karena itulah mommy langsung ke sini." ucap mommy Laras
" Max kurang mengerti mom, tolong ceritakan." pinta Max
" Baik mommy akan ceritakan sebenarnya." ucap mommy Laras.
XXXX FLASHBACK ON XXXX
Mommy Laras sedang berjalan ke taman yang dipenuhi oleh bunga berwarna warni. Hatinya sangat senang melihat pemandangan yang sangat indah itu.
" Laras." panggil sepasang suami istri
" Mama, papa." panggil mommy Laras tersenyum bahagia karena bisa melihat dan bertemu orang tua yang sangat dirindukannya.
Mereka bertiga saling berpelukan melepas kerinduan karena sudah lama tidak bertemu.
Mereka bertiga bermain bersama - sama di taman bunga diiringi canda tawa mereka. Setelah lama bermain mereka bertiga berjalan ke arah sinar yang sangat terang dan ketika kakinya melangkah untuk masuk ke dalam sinar terang terdengar suara orang - orang yang dicintainya menangis dan memanggil - manggil namanya.
Mommy Laras menghentikan langkahnya dan menatap ke dua orang tuanya.
" Laras kembalilah mereka semua membutuhkannya terlebih Max." ucap mamanya Laras
" Tapi mam..." ucapan Laras terpotong oleh papanya.
" Benar kata mamamu, kembalilah dan ajarkanlah Max untuk bisa mengendalikan jiwa psychophat. Suatu saat kita pasti akan berkumpul bersama." ucap papanya Laras
" Baik pa." ucap mommy Laras patuh
Mama dan papanya Laras masuk ke dalam sinar sedangkan mommy Laras berbalik membelakangi sinar yang sangat terang itu. Mommy Laras berjalan mendekati suara - suara orang menangis.
Mommy Laras melihat Max mendekatkan wajahnya ke wajah seorang wanita kemudian berbisik.
" Mommy pernah bilang ke Max untuk berjanji menghilangkan jiwa psychophat Max dan Max selalu berusaha untuk menghilangkannya tapi ternyata mommy pergi dan tega meninggalkan Max sendiri karena itu terpaksa jiwa psychophat Max muncul untuk menyiksa orang yang telah menabrak mommy dan kak Harlan." bisik Max
deg
Mommy Laras terkejut mendengar perkataan Max.
__ADS_1
" Max, mommy mohon jangan lakukan itu." pinta mommy Laras sambil menarik tangan Max yang hendak pergi tapi tangannya tidak bisa menyentuh tangan Max
" Kenapa aku tidak bisa menyentuhnya, apa yang terjadi denganku." ucap mommy Laras sambil melihat ke dua tangannya.
Mommy Laras melihat suaminya duduk di lantai sambil menangis dan dipeluk oleh dokter Kennath dan Ronald. Mommy Laras mendekati suaminya.
" Sayang kenapa menangis, apa sayangku ada yang terluka? atau ada yang melukai hatimu? katakan sayang biar mommy jewer orangnya." ucap mommy Laras sambil menyentuh tangan daddy Alvonso untuk di tarik supaya berdiri tapi usahanya sia - sia.
" Tanganku kenapa tidak bisa menyentuhnya, sayang ini aku Laras kenapa kamu tidak melihatku." ucap mommy Laras panik
" Alvonso, Alvian, Alviana ini mommy sayang kenapa kalian semua menangis? Clarisa, Maria kenapa kalian juga menangis dan juga kenapa kalian mendiamkan aku, apa salahku." ucap mommy Laras dan tidak terasa air matanya ikutan keluar.
" Kenapa semua orang menatap ke wanita itu, siapa wanita itu? kenapa kalian lebih memilih wanita itu daripada aku. Apa salahku?" tanya mommy Laras sambil menangis
" Wanita itu akan aku beri pelajaran gara - gara dia semuanya memilih wanita itu daripada aku." ucap mommy Laras kesal.
Mommy Laras mendekati ranjang dan melihat wanita yang matanya tertutup rapat.
" Kenapa wajahnya mirip aku, apakah aku sudah mati. Coba aku cubit kalau sakit berarti nyata kalau tidak sakit berarti mimpi." ucap mommy Laras.
Mommy Laras mencubit tangannya tapi tidak merasakan sakit.
" Kenapa tidak sakit berarti aku mimpi tapi kenapa seperti nyata. Hei mau dibawa kemana wanita itu!" teriak mommy Laras
Mommy Laras melihat ranjangnya di dorong membuat mommy Laras mengikutinya begitu juga keluarga besar Alvonso. Mommy Laras melihat ranjangnya di bawa ke ruangan kamar jenasah.
Mommy Laras melihat tiga orang perawat membuka pakaian mommy Laras.
" Jangan di buka pakaianku aku malu." ucap mommy Laras.
Tapi mereka tidak mendengarkan ucapan mommy Laras. Salah seorang memandikan mommy Laras.
" Kepalaku kenapa pusing." ucap mommy Laras sambil memegangi kepalanya.
bruk
Mommy Laras terjatuh kemudian pingsan tidak sadarkan diri dan tidak berapa lama mommy Laras menggerakkan tangannya secara perlahan.
Ke tiga perawat yang melihatnya langsung keluar karena merasa takut.
brak
Ketiga perawat itu membuka pintu secara kasar membuat orang - orang yang sedang sedih langsung menatap ke arah mereka.
" Kenapa kalian lari?" tanya dokter Kennath
" Maaf dok, nyonya Laras menggerakkan tangannya." ucap salah satu perawat
" Apa???" teriak mereka serempak
Mereka semua masuk ke dalam karena tidak percaya ucapan perawat itu. Semua membulatkan matanya melihat mommy Laras sedang duduk memperhatikan mereka.
" Mommy." panggil daddy Alvonso dan ke tiga anaknya
" Sayang." panggil mommy Laras sambil tersenyum
Mereka semua berpelukan dan sangat bahagia karena mommy Laras masih hidup. Mommy Laras mencari Max dan kata daddy Alvonso kalau Max dan Arlan pergi ke markas.
__ADS_1
Mommy Laras langsung mengganti pakaian dan meminta daddy Alvonso mengantarnya ke markas milik Arlan
xxxx FLASHBACK OFF xxxx