
tut tut tut
Dokter Kennath memutuskan secara sepihak sambil memejamkan matanya menahan marah.
" Ada apa Ken? tanya daddy Alvonso
" Anak buahku pergi ke rumah pria itu tapi pria itu sudah mati, ku rasa ada seseorang yang sengaja membunuh pria itu agar tidak memberitahukan siapa dalangnya." ucap dokter Kennath
" Sial." ucap mereka serempak
" Coba mommy retas cctv rumah pria itu." ucap mommy Laras
Mommy Laras mengutak atik kembali setengah jam kemudian.
" Di jalan dan di rumahnya tidak ada cctv jadi sangat sulit mencari siapa dalangnya." ucap mommy Laras.
" Oh ya paman Kennath, yang menyerang kami apakah sudah ada beritanya siapa dalangnya?" tanya Alvonso
" Sebentar paman Kennath akan menelephonenya.
Paman Kennath pun menelephone anak buahnya di markas setelah selesai menelephone paman Kennath menghembuskan nafasnya dengan kasar.
" Ada apa paman?" tanya Alvian gantian bertanya.
" Semua penjahat yang di tangkap semua mati bunuh diri dengan cara menggigit lidahnya." ucap paman Kennath.
" Coba aku telp anak buahku." ucap Harlan
Harlanpun menelephone anak buahnya, selesai menelephone Harlan menghembuskan nafasnya dengan kasar.
" Sama anak buahku juga mengatakan mereka mati dengan cara menggigit lidahnya." ucap Harlan
" Semakin susah untuk menangkapnya." ucap paman Ronald.
" Iya betul." ucap serempak
" Sebentar mom, Alvian pinjam laptopnya." pinta Alvian tiba - tiba.
Mommy Laras berdiri dan memberikan laptopnya kepada anaknya Alvian. Alvian pun berdiri menerima laptop pemberian mommynya dan duduk bersama kakaknya Alvonso.
Alvian mulai mengutak atik laptopnya dan meretas cctv di hotel siapa tahu ada petunjuk di sana. Semua orang menunggu apa yang dilakukan oleh Alvian.
" Harlan, ada lagikah laptopnya?" tanya Alvonso tiba - tiba.
" Ada kak, sebentar." ucap Harlan
Harlan pun berdiri dan berjalan menuju ruang kerja milik Arlan kemudian mengambil laptop milik Arlan karena Arlan mempunyai empat laptop dengan kecanggihan yang berbeda - beda.
Harlan memberikan laptopnya ke Alvonso dan Alvonso menerimanya kemudian duduk di samping adiknya Alvian.
Alvonso menyalakan laptopnya tampak walpapernya foto Arlan sedang mengecup pipi Alviana sambil berpelukan.
" Kakakmu Arlan benar - benar ya?" ucap Alvonso sambil memperlihatkan gambarnya.
__ADS_1
Semua orang membulatkan matanya sedangkan Harlan tersenyum kikuk.
Alvonso kemudian mengutak atik laptopnya. Alvonso dan Alvian konsentasi memasukkan data - data dan kode rahasia agar bisa meretas cctv.
" Ketemu." ucap mereka serempak
" Siapa pelakunya?" tanya daddy Alvonso
" Bona teman kami SMP hanya kami tidak begitu dekat." ucap Alvian
" Ini fotonya." ucap Alvian memperlihatkan foto Bona.
Mereka yang ada di situ langsung menatap foto yang berada di laptop.
" Tuan Bona?" ucap Harlan terkejut
" Kamu kenal?" tanya daddy Alvonso
" Kenal Tuan Bona adalah teman bisnis dari PT AXA Cooperation." berapa hari yang lalu kami melakukan kerja sama, aku akan mengatakan kepada kak Arlan untuk memutuskan kerjasamanya." ucap Harlan geram terhadap tuan Bona yang mempunyai rencana mencelakai kak Alviana.
" Pantas saja wajahnya sangat familiar, daddy akan tarik semua saham miliknya dan memutuskan kerja samanya." ucap Daddy Alvonso ikut geram.
" Aku juga akan memutuskan kerja sama." ucap paman Ronald dan paman Kennath serempak
" Paman Ken dan paman Ronald juga kenal dengan Tuan Bona?" tanya Alvonso terkejut
" Ya kenal, dua minggu yang lalu kami melakukan kerja sama." ucap paman Ken
" Kalau paman sudah sebulan melakukan kerja sama." ucap paman Ronald.
" Kami tidak perduli La, karena Alviana sudah kami anggap putri kami dan kami tidak perduli kehilangan uang ratusan juta." ucap paman Kennath
" Sama kami juga tidak perduli karena Alviana juga sudah kami anggap putri kami." ucap paman Ronald.
" Kalau aku dan kak Arlan walau beberapa hari melakukan kerja sama dengan Tuan Bona juga tidak memperdulikan kerugiaan yang sangat besar karena kak Alviana sangat baik juga keluarganya." ucap Harlan
Mommy Laras, Daddy Alvonso, Alvonso dan Alvian terharu melihat semua orang sangat perduli terhadap Alviana.
" Terima kasih." ucap mereka berempat
" Kita semua satu keluarga walau kita bukan saudara atau satu darah tapi kita saling membantu satu dengan yang lainnya." ucap mama Maria dan Bunda Clarisa bersamaan, mereka tiba - tiba muncul dan duduk di samping suaminya masing - masing.
Semua saling berpelukan dan berharap persahabatan mereka abadi sampai ke anak - anak mereka. Selesai berpelukan mereka kembali duduk di tempat masing - masing.
" Oh ya Alvian di mana tuan Bona berada?" tanya paman Kennath.
" Ya ampun kok kami sampai lupa?" ucap mereka serempak
Semua tertawa sesaat kemudian menatap Alvian. Alvian yang di tatap langsung mengutak atik laptopnya kembali.
" Dia ada di jl. xxx xxx no xxx nama perumahan xxxx xxxx ." ucap Alvian
Paman Kennath langsung menelephone anak buahnya untuk menangkap tuan Bona.
__ADS_1
" Paman Ken, sekalian tangkap ketua mafia gagak merah." ucap Alvonso tiba - tiba.
" Mafia gagak merah?" ulang mereka serempak
" Ya, aku sudah meretas cctv waktu mereka berangkat dari markas menuju tempat kami di serang." ucap Alvonso
" Di mana letak markasnya?" tanya dokter Kennath
" Letaknya xxx xxxx." jawab Alvonso
Paman Kennath kemudian menelephone anak buahnya untuk menyerang, begitu juga daddy Alvonso, Paman Ronald serta Harlan menelephone anak buahnya masing - masing untuk menyerang markas gagak merah.
" Kalau kalian saling memerintahkan menyerang mereka bagaimana membedakan mana teman dan lawan?" tanya mommy Laras
" Benar juga." ucap mereka serempak baru tersadar
" Nak Harlan boleh pinjam ruangan kerja?" tanya daddy Alvonso
" Boleh dad." ucap Harlan
" Aku, Ronald, Kennath, Alvonso dan Harlan masuk ke ruangan kerja milik Arlan untuk membahas penyerangan. Untuk para wanita silahkan istirahat atau silahkan jika ingin ngobrol dan untuk Alvian kamu menjaga di depan pintu ruangan kerja." perintah Alvonso.
" Ok." jawab mereka serempak.
Mereka melakukan apa yang diperintahkan oleh daddy Alvonso.
Kini tinggallah tiga sahabat sejati siapa lagi kalau bukan Mommy Laras, Maria dan Clarisa.
" Clarisa besok persiapan pernikahan Alviana dan Arlan, apakah pakaian pengantin untuk mereka sudah siap?" tanya Mommy Laras.
" Sudah, waktu kamu cerita aku ambil pakaian di butik kebetulan ada sepasang baju pengantin." ucap Clarisa
" Kalau masalah riasan Alviana aku membawa perlengkapan make up jadi tenang saja kamu La?" ucap Maria
" Bagus, soal gedung dan makanan aku sudah membooking 3 restoran jadi kita tidak usah memasak karena suamiku mengundang semuabrelasi bisnisnya." ucap mommy Laras.
" Syukurlah kamu sudah booking soalnya suamiku mengundang teman bisnisnya." ucap Clarisa.
" Sama, suamiku juga mengundangnya." ucap Maria
" Apakah mereka tidak curiga karena undangannya mendadak?" tanya mommy Laras tiba - tiba berfikir
" Justru akan menjadi pertanyaan kalau resepsinya Alviana sudah hamil jadi lebih cepat lebih baik." ucap mama Maria
" Jangan perdulikan apa kata mereka." ucap Bunda Clarisa.
" Terima kasih ya." ucap mommy Laras tulus
" Ingat kita satu keluarga." ucap mereka serempak.
" Sekarang kita istirahat karena besok kita bekerja keras untuk menyiapkan pernikahan Arlan dan Alviana." ucap mama Maria.
" Ok. Jawab mereka serempak.
__ADS_1
Mereka semua istirahat karena besok hari yang sangat sibuk