Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Keluarga Besar


__ADS_3

Esok paginya Alvonso, Max, Debby, Denis, Denisa dan Clara berada di ruang makan. Begitu pula dengan anak pasangan dokter Kennath dan Maria yang bernama Kelly dan juga anak dari pasangan Ronald dan Maria yang bernama Rocky dan Liani serta Harlan yang sudah di anggap keluarga.


" Kakak, kemana yang lainnya kenapa tidak datang?" tanya Debby disertai anggukan yang lain.


" Kakak juga tidak tahu kenapa mereka semua tidak datang." jawab kak Alvonso


" Kakak sudah jam 9 pagi, aku lapar kak." rengek Kelly


" Sabar ya dik, kita tunggu mereka." ucap kak Alvonso.


Tidak berapa lama muncul Arlan dan Alviana menemui mereka. Semua menatap ke arah Arlan dan Alviana.


" Ada apa melihat kami? apa kami melakukan kesalahan?" tanya Alviana


" Bukan begitu kak, kenapa kak Arlan dan kak Alviana lama?" omel Debby


" Maaf, tahu sendiri perut kakak sudah besar seperti ini jadi jalannya agak susah, ini aja dibantu oleh kak Arlan." ucap Alviana sendu.


" Maafkan Debby kak, habis kami semua lapar." ucap Debby sambil memegang tangan kakaknya.


" Tidak apa - apa Deb, kakak mengerti kok." ucap Alviana.


" Kemana yang lain?" tanya Arlan


" Itulah kak kami semua menunggu mereka datang." ucap Kelly


Tidak berapa muncullah daddy Alvonso, Mommy Laras, dokter Kennath, Maria, Ronald dan Clarisa turun secara bersamaan dilanjutkan oleh Alvian dan dokter Amel.


Mereka masing - masing duduk di tempat masing - masing. Karena lapar mereka semua berdoa kemudian makan bersama tanpa ada suara sama sekali.


Selesai makan mereka bercakap - cakap di ruangan yang agak besar seperti aula.


" Alvian dan Amel rencana ini kalian bulan madu di mana?" tanya daddy Alvonso


" Bali." jawab mereka serempak


" Kami ikut." ucap mereka serempak


" Kalian kan besok masih sekolah jadi tidak bisa sayang." ucap mommy Laras lembut.


" Yah.." ucap mereka dengan muka cemberut


" Kalau kalian mau bagaimana bulan depan? bulan depan kan kalian libur sekolah jadi kita pergi ke Bali." usul Maria


" Setuju." jawab mereka serempak


" Aku juga setuju agar persahabatan dan persaudaraan kita semakin erat." ucap mommy Laras


" Iya benar, agar anak - anak kita semakin dekat satu dengan yang lainnya." ucap Clarisa

__ADS_1


" Aku juga setuju." ucap daddy Alvonso.


" Aku juga." ucap Ronald


" Aku ikut suara terbanyak." ucap dokter Kennath


" Berarti aku di Bali bulan madu sangat lama karena menunggu daddy, mommy dan semuanya datang di Bali." ucap Alvian sambil tersenyum


" Iya Al, sekali - kali kita liburan bersama agar kita semakin dekat dengan yang lainnya." ucap mommy Laras lembut.


" Setelah bulan madu kalian tinggal di mansion bersama kami ya?" sambung mommy Laras.


" Iya mom, dad tadi mas Alvian sudah bilang mau tinggal di mansion dan kumpul bersama." ucap dokter Amel.


" Kamu tidak apa - apakan Mel?" tanya mommy Laras


" Tidak apa - apa mom, justru aku senang karena mansion jadi ramai. Amel sangat suka anak - anak." ucap dokter Amel.


" Baguslah mommy ikut senang karena mansionnya luas kalau pada pergi terasa sepi. Apalagi daddy membeli mansion sebelah kanan dan kiri dan di gabung jadi satu membuat mansion bertambah sangat luas." ucap mommy Laras


Mereka mengobrol dan tidak terasa sudah dua jam mereka mengobrol. Keluarga Ronald pulang ke mansion diikuti keluarga kecil dokter Kennath.


Alvian dan Amel pamit untuk berangkat ke Bali. Daddy Alvonso dan mommy Laras menemani mereka sampai di bandara.


" Harlan kamu bareng Max, Clara dan Denisa. Alviana, Debby dan Denis bareng sama aku." ucap Arlan


Merekapun pulang ke mansion mengendarai dengan 2 mobil.


xxxx


Satu Bulan Kemudian


Kini usia kandungan Alviana sudah menginjak 8 bulan. Alviana duduk di sofa sambil menatapnya di cermin. Hatinya sangat sedih melihat tubuhnya semakin bertambah gendut.


" Mas Arlan lihat badanku." ucap Alviana sendu


Arlan yang sedang memakai baju kerja menoleh ke arah istrinya.



" Kenapa dengan badanmu sayang?" tanya Arlan pura - pura tidak tahu.


" Badanku sangat besar dan aku takut jika melihat kaca." ucap Alviana sendu.


" Sayang kan di dalam perut ada 6 anak kita dan semakin bertumbuh besar. Kalau kamu sehat anak kita juga ikutan sehat." ucap Arlan sambil mengusap rambut Alviana dengan lembut.


" Sayang kalau kerja jangan centil dan tergoda ya sama pegawai yang cantik dan seksi." ucap Alviana sendu karena takut suaminya akan berselingkuh.


" Sayang coba tatap mataku, di hatiku cuman hanya kamu tempat paling istimewa. Bagiku kamu adalah wanita cantik dan seksi." ucap Arlan sambil mengecup bibir istrinya

__ADS_1


" Terima kasih sayang." ucap Alviana sambil memeluk suaminya Arlan dari arah samping.


Arlan hanya tersenyum dan membalas pelukan Alviana.


" Sekarang mandi biar segar badanmu." pinta Arlan sambil tersenyum


Baiklah." ucap Alviana tersenyum membalas senyuman suaminya Arlan.


Alviana masuk ke kamar mandi membersihkan diri. 10 menit kemudian Alviana sudah selesai mandi dan sudah berpakaian sambil menatap ke arah cermin agak besar.



" Sayang nanti kalau anak kita lahir nama panggilan kita apa? " tanya Alviana


" Bagaimana kalau mama dan papa?" tanya Arlan


" Boleh, mama setuju." ucap Alviana mengubah panggilannya.


Arlan tersenyum sambil mengelus perut Alviana yang semakin membesar. Elusan Arlan membuat ke enam anaknya langsung merespon menendang dari segala arah membuat Alviana dan Arlan tertawa.


" Sayang sepertinya anak - anak kita tahu kalau papanya sangat sayang." ucap Alviana tersenyum.


" Iya papa tidak sabar melihat kalian." ucap Arlan tersenyum bahagia.


" Papa akan menyayangi, memberikan kasih sayang dan perhatian yang berlimpah serta memberikan waktu untuk kalian semuanya. Cukup papa yang tidak merasakan kasih sayang dan perhatian dari orang tua papa." ucap Arlan sendu sambil mengingat masa lalunya yang pahit.


" Sayang, sudah jangan di ingat masa lalu, mereka sudah tenang di sana. Kan ada daddy dan Mommy yang sangat sayang sama papa." ucap Alviana lembut sambil memeluk suaminya dari arah samping.


" Papa beruntung mempunyai orang tua sebaik daddy dan mommy. Papa akan melakukan apa saja untuk melindungi kalian semuanya." ucap Arlan sambil membalas pelukan Alviana dari arah samping.


Alviana hanya tersenyum mendengarnya. Mereka berjalan bergandengan sambil berjalan ke lantai satu menggunakan anak tangga agar proses melahirkan berjalan lancar karena Alviana menginginkan melahirkan secara normal.


Mereka makan bersama dalam diam tidak ada satupun yang berbicara. Selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga. Seperti biasa mereka mengobrol bersama sehingga tercipta hubungan keluarga yang saling mendukung dan saling memperhatikan satu dengan yang lainnya.


Daddy Alvonso dan Alvonso berangkat ke kantor dengan di antar sopir dan satu orang bodyguard sedangkan Arlan dan Harlan berangkat ke kantor dengan tujuan berbeda.


Mommy Laras seperti biasa mengantar anak - anaknya berangkat ke sekolah sedangkan Alviana berada di rumah.


Siang hari mereka pulang sekolah dan seperti biasa mengganti pakaian, makan siang bersama dan istirahat.


Alviana yang sedang berbaring dirinya merasa haus membuat Alviana terbangun dan berjalan menuju ke meja.


" Tekonya habis lagi, terpaksa deh turun." ucap Alviana pada dirinya sendiri.


Alviana pun keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni anak tangga satu persatu.


" Bersiaplah menerima kematiaanmu." ucap seseorang dan mendorong tubuh Alviana membuat tubuh Alviana terguling - guling kemudian tergeletak di lantai dengan bersimbah darah.


Akhh

__ADS_1


__ADS_2