
Alvonso mengambil celana boxer yang berada di lantai dan turun dari ranjangnya menuju ke arah lemari pakaian. Kelly menunjukkan pakaian Liani dan Alvonso pun mengambilnya.
Alvonso melihat paper bag tergelak di meja kemudian mengambil paper bag tersebut kemudian memasukan pakaian dan dalaman milik Liani. Alvonso sebenarnya merasa risih karena baru pertama kali ini melakukannya terlebih mengambil pakaian dalam milik Liani.
Alvonso menghubungi Harlan deringan pertama langsung di angkat.
" Tunggu di depan pintu dan sekalian ambil pakaianku." perintah Alvonso
tut tut tut
Tanpa menunggu jawaban Alvonso langsung mematikan ponselnya dan berjalan menuju pintu sambil membawa paper bag dan kartu akses.
Setelah kartu di tempel otomatis pintu tidak terkunci. Alvonso membuka pintu dan melihat Harlan sudah berdiri di hadapannya.
" Sudah melakukan malam pertama kak?" tanya Harlan usil
" Sudah, kalau kamu?" tanya Alvonso penasaran
" Sama sudah kak, rasanya mantap dan tadi pagi kami melakukannya lagi." ucap Harlan bangga sambil tersenyum
" Sama rasanya memang mantap tapi pagi ini tidak. Ya sudah aku mau mandi dulu nanti aku hubungi ada yang ingin kita bicarakan." ucap Alvonso sambil memberikan paper bag.
" Ok." jawab Harlan singkat sambil menerima paper bag pemberian Alvonso kemudian memberikan paper bag ke Alvonso yang berisi pakaian Alvonso.
Alvonso langsung menutup pintunya kemudian menarik kartu akses otomatis pintu terkunci sedangkan Kelly duduk di kepala ranjang dengan menutupi tubuh polosnya menggunakan selimut.
" Mas mandi dulu ya." ucap Alvonso
Kelly hanya menganggukkan kepalanya. Alvonsopun masuk ke dalam kamar mandi setelah 20 menit Alvonso sudah selesai mandi dan menggunakan handuk yang menutupi tubuh bawahnya.
deg
Jantung Kelly berdetak sangat kencang karena baru kali ini melihat dada seorang pria membuat Kelly tidak berhenti menatapnya.
Alvonso tidak melihat kalau Kelly memperhatikan dirinya karena sejak dulu Alvonso orangnya sangat cuek terlebih terhadap seorang wanita.
Alvonso membuka handuknya memperlihatkan tubuh polosnya dan dengan santai mengambil paper bag dan mengeluarkan isi paper bag.
" Mas Alvonso!!" teriak Kelly
Alvonso terkejut mendengar teriakkan Kelly. Alvonso baru tersadar kalau di kamar ada Kelly.
__ADS_1
" Ada apa Kel?" tanya Alvonso tanpa sadar membalikkan badannya.
Kelly melihat adik kecil milik Alvonso yang panjang, besar dan berurat di tambah ada topi bajanya membuat Kelly langsung menutup matanya menggunakan ke dua tangannya.
" Mas Alvonso, kenapa ganti baju tidak di kamar mandi?" omel Kelly
" Oh kebiasaan mas kalau pakai baju ya di kamar tidak pernah di kamar mandi." jawab Alvonso sambil tersenyum melihat Kelly yang menggemaskan.
" Tapi, kan sekarang ada aku di sini, pakai di kamar mandi." printah Kelly
Tanpa sadar selimut yang menutupi tubuh polos Kelly turun ke bawah membuat adik kecil Alvonso kembali menegang. Alvonso mendekati Kelly dan langsung menarik selimut milik Kelly
" Mas Alvonso apa yang mas lakukan!" teriak Kelly yang masih menutup wajahnya dengan ke dua tangannya.
Alvonso tidak menjawab langsung menarik kaki Kelly kemudian Alvonso menin**h tubuh Kelly yang kini sudah menjadi candunya.
" Mas Alvonso apa yang hmmpp.." ucapan Kelly terhenti karena Alvonso ******* bibir Kelly.
Alvonso melakukan pemanasan terlebih dahulu setelah di rasa cukup Alvonso menyatukan miliknya. Kelly yang awalnya menolak lama - lama menikmatinya. Desahan dari mulut mereka keluar hingga lahar milik Alvonso keluar dan masuk ke dalam rahim milik Kelly.
" Terima kasih sayang." ucap Alvonso sambil mengecup kening Kelly kemudian memindahkan tubuhnya di samping Kelly.
" Mas akan tanggung jawab sayang, sekarang kita mandi yuk karena mas sudah lapar setelah itu mas dan Harlan ingin mencari siapa pelaku yang telah memberi obat perang***g pada kita berempat." ucap Alvonso.
Kelly hanya diam sedangkan Alvonso bangun dan turun dari ranjang dan langsung menggendong Kelly untuk di bawa ke kamar mandi.
" Mas Alvonso apa yang mas lakukan?" tanya Kelly berusaha turun dari gedongan Alvonso
" Jangan banyak gerak nanti kamu jatuh atau kamu ingin kita melakukan seperti tadi?" tanya Alvonso sambil menghentikan langkah kakinya.
Kelly langsung terdiam dan tidak berontak lagi. Kedua tangan Kelly mengalungkan ke leher Alvonso agar tidak terjatuh.
Alvonsopun melanjutkan langkahnya dan masuk ke dalam kamar mandi. Alvonso menurunkan perlahan tubuh Kelly ke bathup kemudian Alvonsopun ikut masuk ke dalam bathup membelakangi Kelly. Tubuh mereka terasa segar dengan penuh kelembutan Alvonso menyambuni punggung Kelly yang polos.
Alvonso berusaha menahan hasratnya melihat tubuh polos Kelly. Alvonso kemudian menyabuni bagian depan Kelly ke bagian dua gunung kembar milik Kelly membuat Kelly tambah sadar mendesah kembali.
Alvonso yang mendengar desahan Kelly menyatukan miliknya.
ahhh
Kelly mendesah ketika tubuhnya ada yang memasukinya. Alvonso menggoyangkan pinggulnya hingga air banyak yang keluar dari bathup setelah Alvonso menumpahkan benihnya barulah Alvonso melepaskan adik kecilnya kemudian melanjutkan ritual mandinya.
__ADS_1
Alvonso bangun dan menggendong Kelly ke arah shower. Kelly menghadap dinding sedangkan Alvonso membelakangi Kelly kemudian menyalakan showernya.
ahhh
Kelly mendesah kembali ketika tubuhnya dimasuki kembali oleh Alvonso. Tubuh Kelly terasa lemas seperti tidak bertulang. Alvonso memeluk Kelly sambil menggoyangkan pinggulnya.
" Punyamu sangat enak sayang, mas tidak akan pernah bosan melakukan ini." bisik Alvonso
Kelly hanya diam karena seluruh tubuhnya terasa lemas dan sakit. Kelly hanya menikmati apa yang dilakukan oleh Alvonso pada tubuhnya.
Setelah menumpahkan laharnya merekapun mandi dengan menggunakan shower. Setelah bersih, Alvonso mengambil handuk dan mengeringkan tubuh Kelly kemudian dirinya.
Sebenarnya Alvonso ingin melakukannya tapi tidak tega melihat Kelly yang lemas. Alvonso menggendong kembali Kelly dan dibaringkan perlahan ke ranjang.
" Sayang, pakaianmu yang mana?" tanya Alvonso
" Lemari sebelah kiri punyaku semua." ucap Kelly
Alvonso membuka lemari dan melihat ada sprei baru dan pakaian milik Kelly, Alvonso mengambilnya kemudian menaruh sprei di meja dekat ranjang.
Alvonso memakaikan pakaian dalam ke tubuh Kelly kemudian di lanjutkan memakaikan dres ke Kelly. Sungguh siksaan berat buat Alvonso menahan hasratnya setelah selesai barulah Alvonso memakai pakaiannya kembali.
" Sayang, mas angkat kamu ya mau mengganti sprei." pinta Alvonso
Kelly hanya menganggukkan kepalanya dan Alvonso menggendong kembali Kelly ke sofa kemudian diturunkan secara perlahan.
Alvonso melihat ke arah sprei ada noda darah hatinya sangat bahagia karena dialah pria pertama yang melakukannya. Alvonso menarik sprei tersebut kemudian menggantinya yang baru. Setelah selesai Alvonso mendekati Kelly kemudian menggendongnya dan dibaringkan di ranjang yang sudah bersih.
Alvonso mengambil ponselnya dan menghubungi Harlan. Deringan pertama langsung diangkat oleh Harlan.
" Datang kesini dan ajak Liani." printah Alvonso
tut tut tut tut
Alvonso langsung mematikan secara sepihak.
" Mau pesan apa sayang?" tanya Alvonso
" Apa saja." ucap Kelly
tok tok tok
__ADS_1