Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Keakraban Antar Sahabat


__ADS_3

" Hais tidak usah teriak, mommy masih mendengar." ucap mommy Laras sambil menutup ke dua telinganya.


" Mommy kenapa jadi vulgar begini sih." protes Alvonso.


" Iya nih mom, kok sekarang jadi vulgar ngomong seperti itu." protes Harlan


" Kan kalian semua sudah merasakan jadi tidak apa - apakan kalau mommy vulgar?" tanya mommy Laras tanpa dosa sambil menggoda Alvonso dan Harlan


" Kami tidak menyangka kalau mommy ternyata seperti ini." ucap Alvonso, Alvian dan Harlan bersamaan.


" Hehehe... habis enak sih." ledek mommy Laras sambil tertawa melihat ke tiga anaknya.


Mereka bertiga tertawa mendengar ucapan mommy Laras yang benar adanya.


" Mommy apakah rekaman videonya masih ada?" tanya Alvonso penasaran


" Sudah mommy hapus dan punya Alvian juga mommy hapus permanen." ucap mommy Laras


" Kenapa mom?" tanya Alvonso dan Harlan bersamaan.


" Kasihan mommy dan Amelia." ucap mommy Laras.


" Apa hubungannya?" tanya mereka bertiga.


" Pertama mommy, kalau daddy melihat yang ada mommy tidak bisa jalan karena di kamar terus. Ke dua Amel nanti Alvian pengen melakukannya kan kasihan Amel nasibnya kayak mommy." ucap mommy Laras menjelaskan ke tiga anaknya.


" Kan Alvian sudah melihat mom jadi Alvian bisa mempratekkannya." ucap Alvian sambil tersenyum mesum.


Auch


Mommy Laras menjewer telinga Alvian membuat Alvian menahan tangan mommy untuk tidak menariknya.


" Mommy sakit." adu Alvian


Alvonso dan Harlan tersenyum melihat Alvian dijewer oleh mommy Laras.


" Kamu itu mommy dah bilang jangan lakukan itu sama Amel, kasihan Amel nanti tidak bisa jalan." omel mommy Laras sambil matanya mendelik.


" Maaf mom, Alvian hanya bercanda." ucap Alvian yang masih tangannya memegang telinganya yang masih dijewer oleh mommy Laras.


Mommy Laras melepaskan tangannya dan Alvian mengusap telinganya akibat di jewer oleh mommy Laras.


" Alvonso dan Harlan, kami semua sudah menyiapkan pesta. Pesta pernikahan kalian berdua diadakan di sini besok pagi. Kami sengaja mempercepat takutnya Kelly dan Liani hamil." ucap mommy Laras dengan nada mulai serius.


" Alvonso tidak masalah mom." ucap Alvonso

__ADS_1


" Harlan juga sama mom." ucap Harlan


" Baguslah kita keluar lagi dan kumpul bersama yang lainnya." ucap mommy Laras.


" Baik mom." jawab mereka serempak.


Mereka berempat keluar dari ruangan kerja dan berkumpul kembali bersama keluarganya.


" Aduh." ucap Alvonso dan Harlan bersamaan


Alvonso yang ingin duduk dekat Kelly langsung di jewer oleh Maria ibunya Kelly sedangkan Harlan yang juga mendekati Liani untuk duduk di sampingnya langsung mendapat jeweran dari Clarisa ibunya Liani.


" Kenapa kami di jewer?" tanya Alvonso dan Harlan bersamaan sambil memegangi telinganya.


" Kalian berdua masuk ke kamar, besok kalian sudah menikah jadi tidak boleh melihat." ucap Mommy Laras


" Kenapa begitu mom, yang lainnya tidak ke kamar?" protes Harlan


" Iya mom, kenapa kami tidak boleh berdekatan dengan pasangan kami?" protes Alvonso


" Sekarang ada dua pilihan besok menikah atau ketemu sekarang setelah itu kita pulang dan pernikahannya batal." ancam mommy Laras


" Ngga bisa. Ya sudah kita ke kamar, ayo Harlan." ucap Alvonso sambil menarik tangan Harlan.


Mereka semua serentak tertawa melihat kelakuan Alvonso dan Harlan. Mereka mengobrol dan tertawa bersama - sama. Satu persatu pergi dan masuk ke kamar masing - masing dan tinggallah keluarga inti terdiri dari mommy Laras dengan daddy Alvonso, dokter Kennath dengan dokter Maria dan Ronald dengan Clarisa.


" Oh iya Ronald dan juga kamu Laras besok kalian berdua awasi Alvonso." perintah dokter Kennath


" Alvonso yang mana? karena nama Alvonso ada dua pertama suamiku dan yang ke dua anakku." ucap mommy Laras


" Iya Ken, apa maksudmu aku mengawasi anak mereka yang bernama Alvonso dan Laras mengawasi suaminya?" tanya Ronald bingung


" Kok aku sama anakku di awasi kenapa?" tanya daddy Alvonso bingung


" Maksudku suami kamu Laras, bukan anakmu." ucap dokter Kennath


" Nah bilang donk, kalau begitu kan jelas." ucap mommy Laras


" Aduh La, tidak mungkin donk kalau anakmu Alvonso di awasi kan Alvonso akan menikah dengan anakku." ucap dokter Kennath


" Lagian kamu sich La, kasih nama pakai samaan seperti nama suamimu, jadi kitakan salah paham." protes Ronald.


" Hehehe... dulu aku naksir banget sama bosku karena itulah aku kasih namanya sama." ucap mommy Laras dengan nada jujur


" Aduh sayang, semakin bertambah cinta aku sama kamu sayang." ucap daddy Alvonso.

__ADS_1


cup


Daddy Alvonso mengecup bibir istrinya dengan lembut.


" Lebay." ucap mereka serempak


Daddy Alvonso dan mommy Laras hanya tersenyum memandangi sahabat - sahabatnya.


" Kenapa aku di awasi?" protes daddy Alvonso setelah tersadar kalau dirinya akan di awasi oleh istri dan sahabatnya Ronald.


" Aku tidak ingin kamu iseng memberikan obat perang***g untuk kita semua." ucap dokter Kennath tegas.


" Lho memangnya kenapa?" tanya daddy Alvonso polos.


" Aduh.. mommy... kenapa menjewerku?" sambung daddy Alvonso sambil memegangi ke dua telinganya.


" Pinggang mommy sakit kelamaan main dan ku rasa mereka juga sama." ucap mommy Laras sambil melepaskan tangannya yang tadi menjewer telinga suaminya.


" Iya betul." jawab mereka serempak


" Tapi kan enak?" protes daddy Alvonso


" Kita itu sudah tua daddy dan kita sudah mempunyai cucu, kurangilah pikiran mesummu itu?" pinta momny Laras.


" Iya Al, kasihan istriku besok paginya langsung lemas dan kita langsung pulang dengan alasan ada pekerjaan padahal seharian kita tidur. Bangun tidur makan terus tidur lagi. Kamu tega sama kita?" protes dokter Kennath.


" Betul Al, belum lagi kalau habis bercin*a pinggang kita pegel banget. Usia kita tidak semuda dulu yang lagi hot - hotnya." ucap Ronald menjelaskan.


" Tuh dengerin sayang, pinggangku juga rasanya rontok." ucap mommy Laras


" Baiklah." jawab Alvonso pasrah sambil tersenyum menyeringai.


" Sayang kalau nakal lagi dengan memberikan obat perang***g pada kita semua maka mommy akan memberikan jatah sebulan sekali." ancam mommy Laras karena dirinya tahu kalau sifat usil suaminya susah dihilangkan.


"Aishh ya sudah aku janji daripada cuman dapat jatah satu bulan mendingan tidak aku kasih obat perang***g." ucap daddy Alvonso cemberut sambil menatap istri dan para sahabatnya.


Mereka tertawa melihat sahabatnya yang tidak pernah berubah.


"Ok. Berarti Ken tidak usah di awasi." ucap mommy Laras


" Kamu yakin La?" tanya dokter Kennath


" Yakinlah, suamiku mana betah kalau tidak di kasih jatah." ucap mommy Laras


" Memangnya sayangku tidak suka?" tanya daddy Alvonso sambil cemberut

__ADS_1


" Suka sayang tapi kalau kebanyakan badan mommy pegal semua." keluh mommy Laras.


" Maaf sayang, iya deh aku janji tidak akan melakukannya asalkan setiap hari minimal 2 ronde." ucap daddy Alvonso


__ADS_2