Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Laras


__ADS_3

Semua itu tidak luput dari penglihatan Arlan hatinya merasa iri hati melihat musuhnya mendapatkan kasih sayang orang tuanya sedangkan dirinya tidak pernah diperdulikan apalagi belum pernah dirasakan di peluk orang tuanya.


" Bagaimana nyonya yang terhormat apakah masih menyalahkan anak saya?" tanya Laras lembut.


Ibunya Arlan hanya menatap tajam ke arah mommy Laras hatinya merasa malu karena ternyata anaknya bersalah dan tidak menyangka kalau mommy Laras bisa meretas cctv di sekolah anaknya. Ibunya Arlan berdiri dan menatap tajam ke arah anaknya Arlan.


Arlan yang tahu apa yang akan dilakukan mamanya hanya memejamkan matanya.


" Dasar anak nakal, kamu itu bikin malu mama, mama itu sayang sama kamu, kamu selalu mama bela tapi kenapa sekarang kamu bikin malu mama?" bentak mama Arlan sambil mengangkat tangannya siap menampar Arlan.


Mommy Laras yang melihat ibunya Arlan hendak menampar anaknya ditahan oleh Mommy Laras. Arlan yang tadi memejamkan matanya terkejut karena pipinya tidak merasakan tamparan yang biasa ibunya berikan.


Arlan pun membuka matanya dan terkejut ternyata mommynya Alvonso yang menahan tangan mamanya.


" Kenapa kamu melarangku menampar anakku?" bentak Mama Arlan."


" Nyonya, memukul anak tidak akan menyelesaikan masalah yang ada anak akan semakin berontak." ucap Laras lembut tapi matanya menatap tajam ke arah mamanya Arlan.


" Arlan itu anak saya, mau saya apakan terserah saya jadi tidak ada hubungan denganmu." bentak mama Arlan.


" Memang Arlan anak nyonya tapi saya paling tidak suka melihat ada orang yang menyiksa anak." ucap mommy Laras sambil melintir tangan mama Arlan dan mendorongnya.


" Mama, sudah malu di lihat orang?" jawab papa Arlan akhirnya berbicara karena kepalanya pusing mendengar kecerewetan istrinya.


" Oh papa membela wanita ini? kamu ya selain bikin malu ternyata kamu menggoda suami saya?" bentak mama Arlan tanpa merasa bersalah.


" Whatt??? maaf nyonya saya bukan tipe perebut suami orang." ucap mommy Laras tegas sambil menahan emosi.


" Suamiku itu selalu menuruti apa yang kukatakan tapi baru kali ini protes." ucap mama Arlan.

__ADS_1


" Aishh, nyonya lihatlah suami saya, sangat tampan, tanggung jawab sebagai kepala keluarga, jujur, sayang padaku juga anak anak dan juga seorang ceo yang mempunyai perusahaan di mana - mana jadi tidak mungkin bukan saya tertarik dengan suami orang." ucap Laras dengan setengah lembut pasalnya ingin rasanya menampar wanita ini yang tidak punya rasa malu, sudah salah tapi inginnya menang sendiri.


Mama Arlan mengalihkan pandangannya ke arah Daddy Alvonso, mama Arlan baru sadar ternyata Daddy Alvonso memang sangat tampan dan diapun mengedipkan matanya membuat Mommy, Daddy, Alvonso dan Alviam mendelikkan matanya bersamaan tidak menyangka kalau mama Arlan sangat centil.


" Ehem.. kalian berdua bapak kasih hukuman karena berkelahi tidak dibenarkan di sekolah, kalian bapak hukum 3 hari tidak boleh masul sekolah." ucap kepala sekolah tegas.


" Maaf Pak, sudah jelas di rekaman cctv anak kami Alvonso tidak salah jadi kami sebagai orangtua dari Alvonso menolak hukuman itu." ucap daddy Alvonso akhirnya mengeluarkan suaranya.


" Tapi Pak, dua - duanya salah jadi adil kalau mendapatkan hukuman." ucap kepala sekolah.


Alvonso diam hanya menelephone seseorang untuk datang. 5 menit kemudian ada seseorang pria yang mengetuk pintu kemudian masuk ke dalam ruangan itu.


Wakil pemilik sekolah datang dan duduk di samping kepala sekolah.


" Pak wakil pemilik sekolah, ada apa bapak datang?" tanya kepala sekolah terkejut.


" Selamat siang tuan Alvonso ada masalah apa pak?" tanya wakil pemilik sekolah dan mengacuhkan pertanyaan kepala sekolah.


Pemilik sekolah menatap tajam ke arah kepala sekolah dan kepala sekolah mukanya langsung pucat seketika.


" Bapak sudah menyalahgunakan kepercayaan saya maka dengan hormat bapak saya keluarkan dari sekolah ini dan akan saya ganti dengan kepala sekolah baru dan kamu Arlan bapak tidak menyangka perbuatanmu sangat buruk karena itu bapak mengeluarkanmu dari sekolah ini." perintah wakil pemilik sekolah tegas dan wibawa.


" Pak berikan kesempatan pada Arlan untuk mengikuti pendidikan sekolah cukup berikan hukuman 3 hari saja." pinta Mommy Laras lembut.


deg


Arlan terkejut mendengar ucapan mommy Laras, ingin rasanya di peluk oleh mommy Laras seperti Alvonso yang dipeluk oleh Mommy Laras tapi apakah mungkin. Seandainya bisa di tukar bahagia rasanya.


" Baik, karena permintaan nyonya Laras maka kamu Arlan bapak skors selama 3 hari." ucap pemilik sekolah.

__ADS_1


" Bapak jangan mentang - mentang takut sama tuan Alvonso jadi berbuat semena - mena." ucap mama Arlan kesal.


" Asalkan nyonya tahu pemilik sekolah ini adalah Tuan Alvonso dan diserahkan ke istrinya Nyonya Laras." ucap kepala sekolah.


" Oh karena pemilik sekolah anda menjadi takut? oh jadi karena anak pemilik sekolah makanya umurnya masih kecil sudah masuk sekolah sma? lihatlah muka mereka berdua masih muda seharusnya masih smp" ucap mama Arlan kesal tidak terima.


" Nyonya saya tidak takut apa yang salah ya harus disalahkan dan benar ya dibenarkan." ucap wakil pemilik sekolah.


" Mengenai ke dua anak ini Alvonso dan Alvian, ya memang benar umurnya masih sangat muda karena mereka sangat pintar makanya bisa lompat kelas." ucap wakil pemilik sekolah.


" Itu tidak mungkin." tanya mama Arlan tidak percaya.


" Benar nyonya, anak - anak kami Alvonso dan Alvian masuk kelas 1 umur 5 tahun, naik kelas langsung loncat kelas 3 umur 6 tahun, naik kelas langsung loncat kelas 5 umur 7 tahun dan kelas 6 umur 8 tahun, smp kelas 1 umur 9 tahun langsung loncat kelas 3 umur 10 tahun sekarang sma kelas 1 umur 11 tahun." ucap Laras lembut menjelaskannya.


" Bagaimana mungkin." guman mama Arlan tidak percaya tapi masih di dengar yang lainnya.


" Kalau nyonya tidak percaya coba kasih pertanyaan anak - anak kami Alvonso dan Alvian, oh ya ada lagi putri kami tapi sekolah di luar negri ikut omanya." ucap Laras dan bangga terhadap ketiga anaknya.


" Anak nyonya 3?" tanya papa Arlan.


" Bukan, anak kami ada 6 orang dan hanya dua kali melahirkan." ucap Laras lembut.


" Oh berarti dapat duda donk?" celetuk mama Arlan karena suaminya tidak seperti biasanya centil dengan perempuan lain.


" Bukan." ucap Laras setengah lembut, ingin rasanya menambal mulutnya yang asal bicara.


" Lalu ke 4 nya anak pungut donk." jawab mama Arlan.


" NYONYA??" bentak Daddy Alvonso kesal karena dari tadi mulut wanita itu bikin pedes di telinganya.

__ADS_1


Mommy Laras pindah ke samping suaminya tangan kanannya memegang tangan suaminya dan tangan kirinya mengusap punggung suaminya yang naik turun menahan rasa kesal. Tidak berapa lama Amarah Alvonso berangsur berkurang."


" Nyonya, saya sekali lahir kembar 3 dan lahiran ke dua kembar 3 lagi, nyonya jika sekali lagi bicara yang bikin saya emosi saya tidak akan segan - segan menampar mulut nyonya karena dari tadi saya sudah menahan emosi, ingat nyonya kesabaran ada batasnya." ucap Mommy Laras lembut tapi matanya menatap tajam seperti pisau yang merobek mulutnya


__ADS_2