
3 Hari Kemudian
Seperti biasa mommy Laras menjemput anak - anak sekolah dan seperti biasa selesai makan siang mereka mengobrol bersama kemudian Debby, Denis dan Denisa tidur siang.
Di ruang keluarga tinggal mommy Laras, Alviana dan Max.
" Max, mommy sama Alviana mau pergi ke supermaket mau beli barang - barang, kamu mau menitip apa Max?" tanya mommy Laras
" Max tidak nitip apa - apa mom." jawab Max
" Max, kakak mau makan pizza sama mommy, mau nitip ngga? biasanya kamu suka Max." tawar Alviana tersenyum
" Boleh kak yang ukuran besar ya." ucap Max dengan mata berbinar. Karena memang Max sangat menyukai makanan itu.
" Ok. Tapi titip ke tiga adikmu ya?" pinta Alviana sambil mengacak rambut Max
" Aish.. kakak kebiasaan deh senang mengacak rambut Max apalagi mereka juga adiknya kakak." ucap Max sambil merapikan rambutnya akibat ulah Alviana.
" Habis kakak gemas sama rambutmu Max." ucap Alviana sambil tertawa.
" Kamu deh Al senang banget ganggu adikmu." ucap mommy Laras sambil tersenyum.
" Hehehehe..." tawa Alviana
" Ya sudah Max, mommy dan Alviana pergi ya." pamit mommy Laras
" Baik mom. Hati - hati di jalan." ucap Max
" Ok." jawab mereka serempak.
Setelah kepergian mommy Laras dan Alviana, Max membalikkan badannya dan menaiki anak tangga. Baru beberapa langkah pintu utama terbuka.
Max membalikkan badannya tampak daddy Alvonso mukanya pucat dan sedang dipegang oleh salah satu bodyguardnya agar tidak terjatuh.
Max langsung menuruni anak tangga dan mendekati daddynya. Max ikut membantu daddy Alvonso menaiki anak tangga menuju ke kamarnya yang kebetulan bersebelahan dengan kamar Max.
Daddy Alvonso dibaringkan di ranjang tempat tidur. Setelah selesai Max menghubungi dokter keluarga dan mommy Laras kalau daddy Alvonso sedang sakit. Max juga meminta kepala pelayan untuk membuatkan bubur ayam.
Tidak berapa lama dokterpun datang memeriksa daddy Alvonso. Setelah di periksa dan diberi obat oleh dokter, dokter itupun pergi meninggalkan mereka berdua.
" Dad, makan dulu ya? Max suapin." ucap Max
__ADS_1
Daddy Alvonso hanya mengangguk lemah. Max mengangkat tubuh daddy Alvonso agar berbaring di kepala ranjang dengan memberikan bantal di punggung daddy Alvonso.
Max menyuapkan bubur ayam sesendok dan sesendok ke mulut daddy Alvonso setelah makanannya habis Max memberikan obat dan gelas untuk di minum kemudian menaruh gelas di meja nakas.
Max kembali mengangkat tubuh daddy Alvonso dan mengambil bantal kemudian membaringkannya di ranjang.
" Max, istirahatlah daddy juga ingin istirahat. Terima kasih sudah merawat daddy." ucap daddy Alvonso sambil memejamkan matanya.
" Iya dad. Kalau ada apa - apa hubungi Max. Pintu Max akan dibuka jika daddy teriak Max akan datang." ucap Max
" Kamu ini Max, memang kita tinggal di hutan dan daddy kamu anggap tarzan teriak - teriak gitu" ucap daddy Alvonso sambil matanya mendelik dan mengacak rambut Max yang kebetulan Max masih duduk di ranjang.
" Aish... tidak daddy tidak Alviana senang banget mengacak rambut Max." ucap Max cemberut sambil merapikan rambutnya akibat ulah daddynya.
" Kan satu produk Max." jawab daddy Alvonso tersenyum
" Maksud daddy?" tanya Max bingung
" Nanti kamu akan tahu kalau sudah besar." ucap daddy Alvonso
Max hanya tersenyum dan berjalan menuju ke kamarnya. Di kamar Max sedang mencoba program baru karena merasa haus Max menuruni anak tangga menuju ke arah dapur dan tanpa sengaja Max melihat ibunya Harlan memberikan sesuatu di minuman kemudian berjalan ke arahnya.
Max langsung bersembunyi dan melihat ibunya Harlan berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamar daddy Apvonso.
Max melihat daddy Alvonso sudah menghabiskan minum buatan ibunya Harlan dan ibunya Harlan sedang membuka pakaian bagian bawahnya sedangkan bagian atas sudah terbuka.
" Max." panggil mereka serempak Daddy Alvonso dan ibunya Harlan terkejut melihat kedatangan Max.
" Apa yang kamu lakukan wanita murahan!!!" bentak Max
plak
plak
Max menampar ibunya Harlan hingga terjatuh dan memukul tengkuk ibunya Harlan hingga membuatnya pingsan.
" Daddy wanita ini telah memberikan sesuatu ke minuman daddy." ucap Max
" Max, tubuh daddy panas. Tolong hubungi mommy cepat dan bawa wanita itu keluar." perintah daddy Alvonso.
" Baik dad." ucap Max
__ADS_1
" Max kunci pintu kamar mandi cepat, sepertinya obatnya dosis tinggi." ucap daddy Alvonso sambil masuk ke dalam kamar mandi.
Max langsung mengunci pintu kamar mandi dan langsung menghubungi mommy Laras.
" Hallo mommy." panggil Max
" Kenapa Max? iya bentar lagi kami akan pulang." ucap mommy Laras
" Mommy pulang sekarang, tadi ibunya Harlan memberikan sesuatu ke minuman daddy dan kata daddy tubuhnya panas dan katanya obatnya dosis tinggi, Max tidak mengerti maksud daddy itu apa dan sekarang Max kunci di kamar mandi karena permintaan daddy." ucap Max panik
tut tut tut
Mommy Laras langsung mematikan sepihak karena mommy Laras tahu maksudnya. Max memakaikan pakaian ibunya Harlan kemudian menelephone bodyguard untuk membawanya ke ruangan gudang.
Ibunya Harlan dimasukkan ke gudang kemudian ke dua tangan dan ke dua kakinya di ikat. Max mengambil gelang milik ibunya Harlan kemudian memasukkan sesuatu berupa chip kemudian gelang tersebut dipakaikan ke tangan ibunya Harlan.
byur
Max menyiram air dingin yang diisi es batu yang sudah dihancurkan sehingga airnya terasa sangat dingin.
Ibunya Harlan yang merasakan seluruh tubuhnya dingin langsung terbangun dan matanya membulat sempurna karena melihat Max kembali.
plak
plak
Max menampar kembali pipi kanan dan kiri kemudian mengeluarkan pisau lipat yang selalu di simpan di kantong celana. Max menggores di pipi ibunya Harlan hingga berdarah.
akhh
" Aku sudah bilang ke tante jangan bermain api di keluarga besar Alvonso dan tante harus jaga sikap kalau tidak nanti tante akan terbakar. Juga aku pernah bilang kalau tante tidak melakukan apa - apa tante akan selamat jika tidak siap - siap tante akan aku siksa." ucap Max sambil tersenyum menyeringai.
" Tapi ternyata ucapan Max di anggap angin lalu karena itu bersiaplah Max akan menyiksamu." ucap Max tersenyum devil
" Oh namamu Max, kamu jangan macam - macam dengan tante nanti anak tante akan menghukummu dan kamu akan di penjara." ucap ibunya Harlan tanpa rasa takut walau badannya sudah mulai gemetaran.
" Cih, aku tidak takut tante karena Max selalu dilindungi oleh daddy dan mommy." ucap Max tersenyum menyeringai
" Akhh." teriak ibunya Harlan
Max menggores paha ibunya Harlan hingga berdarah. Max perlahan membuka kancing milik ibunya Harlan membuat ibunya Harlan ketakutan.
__ADS_1
" Apa yang kamu lakukan Max?" tanya ibunya Harlan panik