Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Rumah Sakit


__ADS_3

Alvonso membawa ketiga anaknya dibantu oleh Ronald dan dokter Kennath untuk ke ruang perawatan. Untuk mengobati luka dan juga untuk istirahat. Alvonso menunggu ketiga anaknya pikirannya terbagi menjadi tiga yang pertama ketiga anaknya berharap baik - baik saja dan tidak mengalami luka serius, kedua istrinya rasa takut kehilangan lagi dan yang ketiga siapa dalang dari semua ini.


Ronald dan dokter Kennath menunggu dengan sangat cemas. Dokter Kennath yang tidak sabar menunggu masuk ke dalam ruangan kerja pribadinya mandi dan mengganti pakaian operasi dan masuk ke dalam meja operasi.


Tampak istrinya Maria dan Clarisa di seluruh tubuhnya menempel alat - alat selang. Sungguh miris hatinya sedangkan Laras kondisinya di tangan kanan dan kirinya dipasang selang infus dan selang darah. Dokter Kennath mengambil alih tugas sang dokter dan mengoperasi Maria.


Bayi Maria dan bayi Clarisa harus dikeluarkan karena bisa membahayakan ibunya dan juga anaknya.


oek oek


oek oek


Bayi Maria dan bayi Clarisa sudah dikeluarkan. Bayi Maria dan dokter Kennath berjenis kelamin perempuan sangat cantik dan putih berpaduan dari dokter Kennath dan Maria sedangkan bayi Clarisa dan Ronald berjenis kelamin laki - laki sangat tampan mirip Ronald.


Dua bayi tersebut di taruh di inkubator mengingat belum saatnya dilahirkan.


Selesai menjalani operasi Maria dan Clarisa dipindahkan di ruang icu. Dokter Kennath keluar dari ruang meja operasi untuk menuju ruangan pribadinya.


Ronald yang melihat sahabatnya keluar mendekatinya untuk menanyakan kondisi istri dan anaknya.


" Gimana Ken, keadaan istriku dan juga istrimu serta Laras?" tanya Ronald.


" Mereka bertiga dipindahkan diruangan icu." ucap dokter Kennath sambil berjalan dan duduk diikuti oleh Ronald.


" Terus bayiku dan bayimu bagaimana?" tanya Ronald kuatir.


" Terpaksa bayinya dikeluarkan karena istriku dan Clarisa kritis karena pukulan yang diterimanya membahayakan nyawa istriku dan juga Clarisa." ucap dokter Kennath menjelaskan.


Tidak berapa lama Alvonso keluar dari ruang rawat. Alvonso menanyakan keadaan istrinya dan juga keadaan istri dan bayi mereka berdua. Merekapun menjelaskannya.


Alvonso yang mendengar itu langsung memeluk ke dua sahabatnya setelah agak lama merekapun melepaskan pelukannya.


" Aku mau ganti baju dulu kalau kalian mau di ruangan kerjaku ada bajuku kalian bisa memakainya pakai dan mandilah." ucap dokter Kennath.


Alvonso dan Ronald melihat pakaiannya banyak noda darah dari istrinya waktu istri mereka terluka dan menggendongnya.


Alvonso dan Ronald berjalan mengikuti dokter Kennath ke ruangan pribadinya yang lumayan besar.


Selesai mandi mereka berjalan menuju ke ruangan icu tampak disana Mr. Aldrian sedang duduk melihat pintu icu.

__ADS_1


" Daddy." panggil dokter Kennath


" Andreas gimana kondisi cucu dan menantuku?" tanya Mr. Aldrian


" Cucu daddy sudah lahir terpaksa bayinya dikeluarkan karena kondisi Maria kritis." ucap dokter Kennath.


" Kurang ajar itu Alex, orang seperti dia tidak pantas langsung mati aku harus menyiksanya." ucap Mr. Aldrian geram


" Alex!!" ucap mereka bertiga serempak


" Kalian tidak kenal Alex?" tanya Mr. Aldrian bingung.


Mereka bertiga berfikir siapa Alex apakah musuh rekan kerjanya. Tidak berapa lama berpikir tiga remaja datang menghampiri mereka. Alvonso junior, Alvian dan Alviana.


" Daddy bagaimana keadaan Mommy, Mama Maria dan Bunda Clarisa?" tanya Alvian


" Mereka bertiga berada di ruang icu." ucap Alvonso


" Daddy, ajarkan aku untuk bisa menembak?" pinta Alvonso junior dan Alvian


" Apa???" teriak Alvonso, Ronald dan dokter Kennath serempak karena seakan tidak percaya dengan yang dikatakan Alvonso junior, Alvian dan Alviana.


" Daddy akan ajarkan terlebih itu bagus untuk menjaga diri kalian tapi jika kalian terdesak baru boleh menggunakannya dan jangan cerita sama Mommy." ucap Alvonso


" Memang kenapa Dad?" tanya Alviana


" Mommy kalian pasti memarahi daddy, kalau kalian tidak mau daddy tidak akan mengajari kalian." ucap Alvonso.


" Baik Dad, kami tidak akan cerita ke Mommy." ucap mereka serempak.


" Daddy, paman Kennath dan paman Ronald tadi kami lihat sedang berfikir? mikir apa Dad?" tanya Alvonso junior.


" Oh, ini daddy, paman Kennath dan paman Ronald sedang berfikir tentang Alex karena dalang dari ini semua adalah Alex." terang Alvonso


Tiga anak kembar berfikir sepertinya mengenal nama Alex dan berusaha mengingatnya.


" Oh kami tahu Dad?" jawab Alvonso junior


" Betulkah?" tanya Alvonso, dokter Kennath dan Ronald bersamaan.

__ADS_1


" Iya Dad, paman Kennath dan paman Ronald." ucap Alvian


" Paman Kennath bisa pinjam laptopnya, kami akan memberitahukan wajahnya apakah sama atau bukan." pinta Alviana


" Ayo ikut paman." pinta dokter Kennath


Merekapun pergi ke ruang kerja dokter Kennath diikuti oleh mereka termasuk Mr. Aldrian sedangkan beberapa bodyguard milik Mr. Aldrian menjaga menantu dan juga dua sahabat menantunya.


Di dalam ruangan kerja pribadinya mereka duduk di sofa.


" Paman Kennath apakah ada layar proyektor agar kita semua bisa melihat kejadian di restoran?" tanya Alvonso junior.


" Oh ada kita pindah ke ruangan meeting." ucap dokter Kennath sambil membawa laptop miliknya.


Merekapun pindah ke ruang meeting, Ronald menyambungkan layar proyektor ke laptop milik dokter Kennath.


" Alvian, retas cctv di restoran xxxx pas tadi kita makan." perintah kakaknya Alvonso junior.


" Baik kak." jawab Alvian


Alvian mulai mengutak atik laptopnya dan tidak berapa lama nampak di layar proyektor cctv di restoran.


Mr. Aldrian, Alvonso, dokter Kennath dan Ronald menatap layar proyektor. Tampak Laras dan ketiga anaknya duduk sambil tertawa bersama membuat Alvonso merindukan tawa istrinya dan tidak terasa airmatanya jatuh.


Tidak berapa lama datanglah ke dua sahabatnya mereka duduk bersebelahan dengan Laras.


Tidak berapa lama muncullah seorang pria dan duduk membelakangi Maria. Tidak ada yang mencurigakan hanya saja tampak Maria sedang melamun dan di panggil Laras hanya diam tidak menjawab.


Membuat dokter Kennath sedih karena istrinya terlihat melamun memikirkan perkataan dirinya kemarin malam padahal bukan, Maria melamun karena bertemu mantan pacarnya.


Alvonso menekan tombol membuat cctv itu berhenti.


" Alviana buat suaranya agar Daddy, Paman Kennath dan paman Ronald mendengarkan obrolan Mommy, Mama Maria dan Bunda Clarisa." Pinta Alvonso junior.


Alviana pun mengutak atik laptopnya kemudian cctv itu bergerak kembali tapi sudah ada suaranya.


Sampai pada mereka berdiri tampak Maria dan pria itu berhadapan kemudian mereka berdua terkejut dan Maria membalikkan badannya.


Pria tersebut memegang bahu Maria dan membalikkan badan Maria merekapun bertatapan kembali membuat dokter Kennath marah karena istrinya masih mencintai pria itu mantan kekasihnya.

__ADS_1


Dokter Kennath hapal wajah pria tersebut, wajah pria itu walau mengalami perubahan tapi dokter Kennath tahu pria itu sama seperti foto di ponsel milik istrinya. Dokter Kennath kecewa ternyata istrinya masih menyimpan perasaannya terhadap pria itu.


__ADS_2