
Alviana selalu bersemangat agar bisa berjalan dengan normal. Hampir 3 minggu Alviana giat berlatih dan akhirnya bisa berjalan dengan normal.
Alviana mengajari ke 6 anaknya bernyanyi dan menggambar sehingga Alviana bisa melupakan Arlan karena setiap malam Alviana tidur dengan ke 6 anaknya.
xxxx
Di Tempat Lain
Arlan terbangun dari tidurnya kemudian mengambil ponselnya untuk melihat foto istri dan ke enam anaknya.
" Maafkan papa sayang, sungguh papa sangat menyesal." ucap Arlan sambil menangis, dirinya sangat tersiksa jauh dari istri dan ke 6 anaknya.
Arlan yang biasanya tiap pagi sarapan dibuatkan oleh istrinya atau terkadang oleh mommy Laras kini sudah tidak ada lagi. Berat badan Arlan yang gemuk kini menjadi kurus. Wajahnya yang mulus kini ditumbuhi bulu - bulu kasar dan juga mata panda karena Arlan biasanya tidur selalu memeluk istrinya.
Walau istrinya koma Arlan selalu tidur di samping istrinya. Kehampaan sama seperti dulu yang dirasakan sebelum dirinya mengenal Alviana.
ceklek
Pintu di buka tanpa mengetuk pintu Arlan tahu siapa yang datang kalau bukan Harlan
" Kak Arlan." panggil Harlan
Arlan hanya diam saja tanpa menjawab sapaan Harlan.
" Kak Arlan sampai kapan seperti ini sudah tiga minggu mas Arlan jarang ke kantor." ucap Harlan sendu
" Harlan, kakak baru sadar bahwa harta paling berharga adalah keluarga buat apa harta berlimpah ruah jika tidak ada yang menikmatinya. Kakak ingin berkumpul kembali dengan keluarga kakak." ucap Arlan sendu
" Iya kak, Harlan juga merasakan ketika berada di tengah keluarga besar Alvonso, Harlan merasakan kedamaian, ketenangan dan kehangatan ketika kita berkumpul bersama, tidak ada satupun daddy dan mommy bertengkar begitu juga dengan anak - anaknya bahkan anak - anaknya tidak ada yang merebutkan harta, perhatian dan kasih sayang yang tidak pernah kita rasakan sebelum mengenal keluarga daddy Alvonso." ucap Harlan sendu menyesali perbuatannya.
" Benar katamu Harlan, kakak jadi ingat sama ibu tiriku dan asisten ayahku yang ingin merebut harta warisan ibuku. Ayah dan ibuku sering bertengkar dan ke duanya sibuk tanpa memperdulikanku. Kakak ingat dulu waktu kecil kakak sakit kedua orangtua kakak sibuk, ibuku pergi jalan bersama teman sosialita dan ayahku pergi keluar kota. Juga ketika kakak dan ayah kakak sakit ibuku tidak perduli malah menginap di hotel milik temannya." ucap Arlan sendu sambil mengingat waktu tinggal di mansion orang tuanya Alviana.
xxxx FLASH BACK ON xxxx
Arlan terpaksa pulang kerja karena badannya sangat lemas dan terasa panas. Arlan yang berjalan dibantu oleh Harlan berjalan menaiki anak tangga bertemu dengan mommy Laras dan Alviana.
" Mas Arlan kenapa?" tanya Alviana lembut sambil memegang dahi suaminya.
__ADS_1
" Harlan, tolong bawa mas Arlan ke kamar badannya panas." pinta Alviana
Mommy Laras juga memegang dahi Arlan dan memang dahinya panas.
" Kemungkinan demam, ya sudah kita kedapur saja Alviana, Alviana nanti ambil air dingin buat kompres dan mommy akan buatkan bubur dan untuk kamu Harlan bawa Arlan ke kamar dan baringkan di ranjang." pinta mommy Laras.
" Baik mom." Ucap Alviana dan Harlan bersamaan.
Mommy Laras dan Alviana menuruni anak tangga kemudian Alviana mengambil air dingin dan langsung menaiki anak tangga menuju kamarnya sedangkan mommy Laras sibuk membuatkan bubur untuk Arlan.
Harlan berjalan memasuki kamar Arlan dan Alviana dan Alviana dan membaringkan Arlan di ranjang.
Setelah Harlan membaringkan Arlan, Harlan langsung keluar kamar. Baru beberapa langkah menuni anak tangga Harlan bertemu dengan Alviana.
" Oh ya Harlan, kamu minum vitamin ya karena lagi musim penyakit. Sekarang kamu istirahatlah biar aku yang mengurus mas Arlan." ucap Alviana
" Baik kak, terima kasih atas perhatiannya kakak." ucap Harlan terharu karena baru kalu ini dirinya diperhatikan.
Harlan pun meninggalkan Alviana dan Alviana menaiki tangga menuju kamarnya.
Alviana mulai mengopres dahi suaminya sambil menggenggam tangan suaminya.
" Sayang cepat sembuh ya? hatiku sedih orang yang kucintai sakirlt." ucap Alviana sendu
" Hanya demam saja sayang nanti juga sembuh." ucap Arlan terharu karena baru kali ini merasakan sakit dan diperhatikan oleh orang yang dicintainya. Arlan memandangi wajah istrinya sambil tersenyum dan membalas genggaman tangan istrinya.
Kompres mulai mengering Alviana melepaskan genggamannya dan mengambil kain dan dicelupkan ke baskom kemudian diperas setelah itu ditaruhkan di dahi Arlan.
ceklek
Seorang pelayan membuka pintu dan Mommy Laras masuk ke dalam kamar mereka kemudian pelayan itupun pergi dan melanjutkan pekerjaannya kembali.
" Arlan, ini bubur buatan mommy kamu habiskan ya? sayang suapkan suamimu dan ini ada obat pereda demam." ucap mommy Laras
" Baik mom." jawab Alviana
" Terima kasih mommy." ucap Arlan terharu karena mommy Laras sangat perhatian padanya. Perhatian seorang ibu yang tidak pernah didapatkannya.
__ADS_1
Alviana mengangkat tubuh Arlan agar bersandar di kepala ranjang. Dengan telaten Alviana menyuapkan bubur sesuap demi sesuap dan tidak terasa buburpun sudah habis.
Alviana memberikan obat dan juga gelas. Arlan meminum obat dengan bantuan Alviana.
" Sayang badanmu sangat panas." ucap Alviana
Arlan hanya diam saja karena badannya sangat panas dan badannya terasa tidak enak.
Alviana membuka seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun. Kemudian Alviana masuk ke dalam selimut dan memeluk Arlan agar panasnya pindah ke tubuh Alviana. Tidak berapa lama Alvianapun terlelap tidur sambil berpelukan.
Sorenya Arlan terbangun dan tubuhnya terasa enak dan tidak panas lagi. Matanya membulat sempurna karena merasakan kulitnya bersentuhan dengan kulit Alviana. Perlahan Arlan membuka selimutnya dan ternyata Alviana tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun.
Perlahan Alviana membuka matanya dan menatap waja suaminya. Tangannya mengarahkan ke dahinya.
" Syukurlah panasnya sudah turun." ucap Alviana belum sadar kalau tubuhnya masih polos.
" Sayang kamu ingin menggodaku?" tanya Arlan
" Menggoda? tidak." jawab Alviana bingung
Arlan perlahan membuka selimutnya kemudian meni***h tubuh istrinya. Mencium bibir istrinya kemudian melu****tnya desahan demi desahan keluar dari mulut mereka berdua hingga terjadilah penyatuan.
Setelah selesai melakukan kegiatan panas mereka saling berpelukan.
" Maaf sayang, aku bukannya mengoda tapi teknik skin to skin agar panas Mas Arlan pindah ke diriku." ucap Alviana menjelaskan
" Aku baru dengar istilah itu." ucap Arlan bingung
" Mommy atau daddy jika anak - anaknya sakit sering melakukan itu." ucap Alviana
" Pantas saja tubuhku sekarang lebih enak, terima kasih sayang." ucap Arlan sambil mengecup kening istrinya.
Arlan sangat terharu dirinya merasakan pertama kalinya diperhatikan oleh istri dan ibu mertuanya.
xxxx FLASHBACK OFF xxxx
( " Kalau aku sakit, apakah istriku akan datang?" tanya Arlan dalam hati ).
__ADS_1