Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Mendaftarkan Sekolah Max


__ADS_3

" Ini dek kami buatkan dua makanan yang kamu inginkan Macaroni schotel dan seblak pedas." ucap Alvonso dan Alvian serempak.


" Terima kasih kakak - kakakku yang tampan ucap Alviana tersenyum sambil menerima dua masakan buatan kedua kakaknya.


Alvonso dan Alvian hanya tersenyum bahagia karena melihat adiknya tersenyum bahagia. Alvonso dan Alvian membalikkan badannya berjalan menuju kamarnya.


Alviana menutup pintunya perlahan karena suaminya sedang tertidur pulas. Alvian berjalan menuju sofa menaruh nampan di meja dekat sofa.


Alviana memakan Macaroni schotel secara perlahan sambil menikmati makanannya. Arlan yang sedang tertidur tiba - tiba terbangun karena mencium bau makanan membuat dirinya lapar kembali.


" Makan apa sayang sepertinya enak?" tanya Arlan sambil berjalan ke arah istrinya.


" Makan Macaroni schotel buatan kak Alvian enak banget yank." ucap Alviana


" Boleh minta tidak?" tanya Arlan sambil menatap Alviana dengan sendu berharap Alviana memberikannya.


" Boleh, tapi saling suap - suapan ya?" ucap Alviana


" Ok. " jawab Arlan senang.


Mereka berdua saling suap - suapan hingga tidak terasa Macaroni schotel sudah habis. Alviana menaruh piring bekas makanan Macaroni schotel ke meja kemudian mengambil seblak pedas.


" Apa itu sayang, mas kok baru lihat." tanya Arlan menatap makanan yang terasa enak.


" Oh ini seblak pedas buatan kak Alvonso, mas Arlan mau?" tawar Alviana


" Boleh, mas Arlan mau sayang." ucap Arlan dengan mata berbinar.


Merekapun melakukan seperti tadi saling suap - suapan sampai makanan habis. Alviana dan Arlan sangat kenyang memakan masakan Alvonso dan Alvian.


Mereka berdua mengobrol saling tertawa hingga satu jam lamanya karena lelah merekapun tidur di ranjang sambil saling berpelukan.


xxxx


Pagi hari seperti biasa Mommy Laras di bantu oleh Alviana, Debby dan Denisa memasak. Selesai memasak mereka membersihkan diri.


Alviana keluar dari kamar mandi dan mengambil pakaian kerja suaminya kemudian membangunkan suaminya.


" Sayang bangun yuk?" pinta Alviana lembut sambil mengusap punggung suaminya.


" Masih ngantuk sayang." jawab Arlan yang masih setia memejamkan mata.

__ADS_1


" Sudah siang sayang, nanti terlambat kerja." ucap Alviana lembut


cup


Alviana mengecup kening suaminya dengan lembut.


" Bangun donk." sambung Alviana.


Arlan pun membuka matanya ketika menerima kecupan dari istrinya.


" Main satu ronde ya? nanti aku mandi." pinta Arlan


Alviana hanya menganggukkan kepalanya, tanpa membuang waktu Arlan menarik tangan istrinya membuat Alviana berada di atas Arlan.


Arlan membalikkan badannya hingga Arlan berada di atas sedangkan Alviana berada di bawah.


Merekapun melakukan kegiatan panas di pagi hari, sesuai perkataan Arlan hanya satu ronde. Selesai melakukan kegiatan panas merekapun mandi bersama.


Selesai mandi Arlan memakai pakaian kerja yang sudah disiapkan oleh istrinya. Alviana membantu memakaikan pakaian suaminya hingga memakaikan dasi.


" Sayang, kok kamu tidak memakai pakaian kerja?" tanya Arlan bingung.


Karena biasanya Alviana memakai pakaian jas atau blazer dan kemeja dan bawahannya terkadang rok pendek atau celana panjang.


" Oh." jawab Arlan singkat agak kecewa karena dirinya sebenarnya ingin istrinya menemaninya bekerja.


" Maaf ya sayang." ucap Alviana mengerti atas perubahan suaminya.


" Tidak apa - apa sayang, yang penting kamu jaga diri. Mas tidak tahu perasaan mas kok tidak enak hari ini seperti terjadi sesuatu." ucap Arlan.


" Mungkin itu hanya perasaan Mas Arlan, Mas Arlan kalau kerja konsentrasi jangan mikirin aku terus." ucap Alviana.


" Ih gr siapa yang mikirin kamu, tidak ada kamu mas bisa melirik cewe lain." goda Arlan jahil.


" Syukurlah kalau mas Arlan tidak memikirkan aku jadi jika sewaktu pergi dari kehidupan mas, aku tenang." ucap Alviana sambil mengecup pipi suaminya.


" Kamu mau ninggalin aku dan cari cowo lain?" tanya Arlan dengan nada agak kesal.


" Cukup mas Arlan yang menjadi suamiku yang paling aku cintai tidak ada cowo lain. Aku akan pergi jika Mas Arlan tidak menginginkan aku lagi." ucap Alviana sambil memeluk suaminya dan mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya yang tinggi.


" Aku Selalu Mencintaimu selamanya." sambung Alviana sambil tersenyum.

__ADS_1


" Jaga diri mas Arlan dan jangan telat makan." sambung Alviana lagi.


Arlan tersenyum bahagia mendengar ungkapan hati istrinya. Mereka berdua turun menuju meja makan.


xxxx


Di ruangan lain mommy Laras seperti biasa menyiapkan air hangat dan pakaian kerja suaminya.


Mommy Laras mendekati suaminya yang masih tertidur pulas. Mommy Laras menatap wajah suaminya dengan perlahan tangan mommy Laras memegang wajah, hidung, pipi dan terakhir bibirnya.


" Semakin hari mommy semakin mencintai daddy, mommy bahagia bisa menikah dengan daddy dan Mommy sungguh tidak sanggup jika harus ditinggalkan daddy. Mommy selalu berdoa jika harus mati duluan mommy meminta agar Tuhan mencabut nyawa mommy duluan." ucap mommy Laras


grep


Daddy Alvonso menahan tangan mommy Laras dan membuka matanya kemudian duduk dengan bersandar di kepala ranjang.


" Mommy jangan bicara seperti itu lagi, jujur daddy tidak sanggup jika mommy meninggalkan daddy." ucap daddy Alvonso sendu.


Mommy Laras hanya tersenyum sambil menatap wajah suaminya yang tampan walau usia mereka tidak muda lagi tapi ketampanan dan kecantikan mereka tidak pernah pudar.


" Mandi ya sayang, mommy sudah siapkan air hangat buat daddy." ucap mommy Laras sambil tersenyum.


" Baiklah." jawab daddy Alvonso singkat.


Daddy Alvonso mengecup kening istrinya kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Selesai mandi daddy Alvonso keluar menggunakan handuk yang menutupi bagian bawahnya.


Daddy Alvonso mengambil pakaian kerja miliknya di bantu oleh istrinya mommy Laras.


" Sayang hari ini mommy mau mendaftarkan sekolah Max, mommy akan masukkan kelas 1 SMP kalau Max bisa mengikuti bisa loncat ke kelas 3 mengingat usia Max sudah telat." ucap mommy Laras sambil membantu memakaikan kemeja suaminya.


" Sayang, sudah mengatakan ke wali guru dan kepala sekolah?" tanya daddy Alvonso.


" Sudah dad kemarin mommy sudah menghubungi dan hari ini Max memakai seragam sekolah dan langsung masuk sekolah. Setelah itu mommy dan Alviana mau menemui dua sahabat mommy Clarisa dan Maria." ucap mommy Laras menjelaskan kegiatan hari ini.


" Hati - hati ya? soalnya daddy hari ini merasakan perasaan daddy tidak enak seperti terjadi sesuatu dengan mommy." ucap daddy Alvonso.


" Kan kami bisa bela diri sayang, jadi sayangku jangan kuatir ya?" ucap mommy Laras sambil tersenyum.


Daddy Alvonso hanya diam sambil berharap itu hanya perasaannya saja.


Mereka berdua turun ke lantai satu menuju meja makan. Semua orang sudah terkumpul di meja makan. Mereka pun makan dalam diam menikmati sarapan pagi. Selesai makan daddy Alvonso, Alvonso dan Alvian berangkat ke kantor dengan menggunakan satu mobil. Tidak berapa lama Arlanpun berangkat menuju kantor dengan membawa dua bodyguardnya.

__ADS_1


xxxx


__ADS_2