Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Menjemput Tiga Adik Kembar


__ADS_3

" Bagaimana Mr. X? kamu takkan menang melawanku?" ucap Arlan tersenyum menyeriangi ke arah Mr. X dan mengambil senjata Mr. X yang tergelak di lantai.


" Kau???" ucap Mr. X sambil memegang tangan kanannya untuk menahan rasa sakit akibat di tembak oleh anak buah mafia gagak hitam.


Ketika Arlan dalam bahaya seorang anak buah mafia gagak hitam yang ahli menembak langsung menembak tangan kanan Mr. X hingga pistol yang menempel di kepala belakang Arlan sang ketua mafia terpental dan jatuh.


" Terimalah kematianmu, karena sudah berani - beraninya bermain denganku." ucap Arlan menempelkan senjatanya di dahi Mr. X


dor


akh


Mr. X langsung mati seketika akibat tembakan di dahi. Arlan memapah Harlan untuk meninggalkan kediaman mansion milik Mr. X semua anak buahnya mati tanpa sisa termasuk semua pelayan tidak perduli pria ataupun wanita.


Arlan melakukan itu agar supaya tidak ada saksi pembunuhan yang dilakukan oleh Arlan dan anak buah gagak hitam.


xxxxx


Di kota lain seorang remaja tanggung berjalan dengan santai sambil membawa pisau kecil yang sudah berlumur oleh noda darah mendekati seorang wanita penghibur dengan kaki gemetaran karena wanita itu tidak sengaja melihat secara langsung teman satu profesinya mati mengenaskan di bunuh oleh remaja tanggung itu.


" Ampun tuan hiks... hiks... jangan bunuh aku, aku janji tidak akan cerita tentang pembunuhan ini." ucap wanita itu dengan kaki yang masih gemetaran sambil menangis.


" Cih, semua wanita sepertimu harus mati. Walau kamu tidak melaporkanku kamu harus mati..hahahhaha..." tawa jahat remaja tanggung itu.


sreettt


akh


Remaja tanggung itu menusuk pisau itu ke perut wanita malang itu hingga darah mengenai wajah dan tangannya kemudian pisau itu di tariknya kembali.


akhh


" Lihatlah darahmu rasanya pahit." ucap remaja tanggung itu sambil menjilati darah wanita itu di tangannya.


" Ampuni aku tuan, jangan bunuh aku... hiks... hiks.." tangis wanita itu


Remaja tanggung itu tidak memperdulikan tangisan wanita itu.


srettt


akhhh


Remaja tanggung itu mencongkel mata wanita itu dan kemudian memakannya. Wanita itu berteriak kesakitan.


" Matamu enak juga mau nyobain?" tawar remaja tanggung itu sambil tertawa terkekeh - kekeh.


" Tidak, sakit tuan... ampun akhh.." teriak wanita itu kesakitan sambil memegang mata kirinya yang sudah tidak ada.


" Kamu tahu ketika suaramu memohon ampun terasa suaramu itu sangat merdu untuk di dengar." ucap remaja tanggung itu sambil tersenyum menyeringai.


Ketika remaja tanggung itu sedang asyik menyiksa wanita itu terdengar suara sirene membuat remaja tanggung itu sangat kesal.

__ADS_1


" Sial kesenanganku jadi terganggu padahal aku masih ingin menyiksamu." ucap remaja tanggung itu.


srettt


akh...


Remaja tanggung itu memotong leher wanita itu hingga putus kemudian remaja tanggung itu mengambil kepala wanita itu sambil menatapnya tanpa rasa takut.


" Selamat mimpi indah." ucap remaja tanggung itu sambil tersenyum menyeringai.


Remaja tanggung itu pergi membawa mobil sambil membawa potongan kepala wanita itu karena suara sirene semakin mendekat.


Sampai di sebuah dekat jurang kepala wanita itu di buang.


xxxxx


5 Tahun Kemudian


Tiga anak kembar Alvonso, Alvian dan Alviana sudah menyelesaikan kuliahnya S 2 nya di negara Spanyol. Alvonso dan Alvian mengambil jurusan bisnis sedangkan Alviana mengambil jurusan bisnis dan sekrearis.


Alvonso, Alvian dan Alviana kini berada di mansion milik orang tuanya daddy Alvonso dan mommy Laras.


" Mommy dan daddy sangat senang kalian sudah lulus kuliah dan mendapatkan nilai yang sangat bagus." ucap mommy Laras bangga.


" Daddy ingin kalian bertiga menggantikan Daddy untuk menjadi CEO di perusahaan baik pusat maupun cabang milik Daddy." ucap Daddy Alvonso


" Daddy saya mau saja jadi CEO di perusahaan daddy." ucap Alvonso


" Daddy, Alviana belum tertarik menjadi CEO karena Alviana lebih tertarik menjadi sekretaris CEO." ucap Alviana


" Ayolah, perusahaan daddy sangat banyak masa hanya Alvonso dan Alvian yang menjadi CEO." keluh daddy Alvonso.


" Tenang aja dad kalau nanti repot Alviana yang bantu." ucap Alviana.


" Alviana jadi sekretaris kakak ya?" tanya Alvonso dan Alvian serempak


" Ngga akh kak, Alviana mau kerja di perusahaan orang lain saja." jawab Alviana


" Kenapa?" tanya mereka serempak


" Aish nanya kok sampai kompak. Alviana ingin mandiri dad, mom, kak Alvonso dan kak Alvian. Nanti kalau sudah mulai bosan pindah deh jadi CEO atau sekretaris kak Alvonso atau kak Alvian." ucap Alviana.


" Terserah kalian saja, tapi pesan daddy dan mommy jika kalian bekerja jangan sombong, angkuh, arogant, menindas bawahan atau apapun sejenisnya mommy dan daddy tidak setuju." ucap mommy Laras menasehati ke tiga anaknya.


" Baik mom dan dad." ucap mereka bertiga serempak.


" Bagus, mommy percaya dengan kalian." ucap mommy Laras.


" Oh ya siapa yang mau jemput adik kalian?" tanya mommy Laras


" Alviana aja mom yang jemput Debby, Denisa dan Denis." ucap Alviana

__ADS_1


" Aku juga mau jemput sudah lama tidak bertemu dengan ketiga adik kembarku." ucap Alvonso


" Iya kak aku juga mau ikut." ucap Alvian


" Ok. Kalau begitu kalian bertiga yang jemput adik kalian." ucap mommy Laras.


" Ok." jawab mereka serempak.


" Kalian bertiga sudah tahu sekolahnya kan?" tanya mommy Laras.


" Tahu mom di SD Pelita Kasih kan? tempat kami sekolah dulu" ucap mereka serempak.


" Betul, jemputlah adik kalian." ucap mommy Laras.


" Ok mom." jawab mereka serempak


Alvonso, Alvian dan Alviana mengecup punggung tangan daddy Alvonso dan mommy Laras.


Merekapun bertiga berangkat untuk menjemput ke tiga adik kembarnya.


Singkat cerita kini mereka sudah sampai di parkiran mobil sekolah.


" Kakak barusan di wa teman kakak, teman kakak ngajakin ketemuan di kantin, siapa yang jemput adik - adik kita?" tanya Alvonso


" Aku juga sama kak barusan di wa sama temanku. Kamu aja ya Alviana yang jemput adik - adik kita." pinta Alvian


" Ok, tapi jangan lama - lama ya?" pinta Alviana


" Kamu telp aja nanti kakak akan datang." ucap Alvonso


" Alvian sama juga, Alviana telp kak Alvian ya pasti langsung datang." ucap Alvian


" Aish kak Alvian ikutan mulu omongan kak Alvonso." omel Alviana


" Hehe... kita kan kembar dek jadi omongannya pasti sama." tawa Alvian


" Sudah sana jemput adik - adik kita." usir Alvonso.


" Iya... iya." jawab Alviana.


Alviana turun dari mobil dan berjalan menuju ke ruangan kelas adiknya sedangkan Alvonso dan Alvian turun dari mobil menuju ke kantin sekolah.


" Kak Alviana?" panggil mereka bertiga.


" Hallo adik - adik kakak yang tampan dan cantik - cantik, kita pulang yuk?" ajak Alviana


" Baik kak." jawab bertiga serempak.


Alviana bersama ketiga adiknya menuruni anak tangga. Seorang gadis kecil berseragan paud berumur 3 tahun lebih berdiri di tengah jalan, Alviana yang matanya menatap ke tiga adiknya tidak sengaja menabrak anak kecil berseragam paud.


bruk

__ADS_1


__ADS_2