Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Maria Sadar


__ADS_3

" Bagaimana Ken?" tanya mereka bersamaan.


" Maria sudah melewati masa kritis, kita sering - sering mengajaknya mengobrol agar Maria tersadar dari komanya, aku minta sama kamu La dan Cla sering - seringlah bicara dengan istriku karena kalian berdua sangat berarti buat Maria. Maria sering menceritakan kalian ketika kalian masih kecil hingga dewasa." ucap dokter Kennath


" Iya kak Ken, aku pasti akan selalu bercerita walau sampai mulutku berbusa aku tidak perduli asalkan Maria sadar dari komanya." ucap Laras


" Baik kak Ken, aku akan mengajaknya mengobrol karena Maria sangat berarti buatku, dia yang selalu mengajarkanku untuk selalu bersabar dan menghilangkan rasa tersinggungku. Aku bersyukur sudah bisa mengurangi amarah jika aku terlalu disakiti itu semua berkat Maria." ucap Clarisa tulus sambil memegang tangan Maria.


Deg


Kata - kata Clarisa benar - benar menusuk karena ternyata dokter Kennathlah yang lebih tidak sabar menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan kata hatinya.


Dokter Kennath berjanji akan merubah semua sifat jeleknya karena dokter Kennath tidak ingin kehilangan Maria.


Kejadian yang tadi saja membuat jantungnya terasa mau copot apalagi jika benar - benar kehilangan.


xxxx


Enam Bulan Kemudian


Semenjak Maria koma dokter Kennath jarang pulang ke mansionnya. Dokter Kennath tidur di ranjang khusus untuk menunggu pasien. Karena Kennath tidak ingin jauh dari istri tercintanya.


Tubuh dokter Kennath mulai kurus, lingkaran hitam dan guratan - guratan lelah nampak di wajah dokter Kennath.


Alvonso dan Ronald selalu membujuk sahabatnya dokter Kennath untuk makan. Walau makan sedikit tidak mengapa asalkan ada yang masuk


Perusahaan milik dokter Kennath pemberian daddynya dikerjakan oleh daddynya terkadang di bantu oleh Alvonso dan Ronald.


Mereka saling membantu begitupula dengan dua sahabatnya Laras dan Clarisa bergantian menengok sahabatnya Maria dan memberi motivasi agar segera sadar.


Kini bayi dari Maria dan dokter Kennath serta bayi dari Clarisa dan Ronald boleh di bawa pulang karena kondisi ke dua bayi mereka sudah membaik.


Bayi Maria dan dokter Kennath di rawat bergantian seminggu di rumah Laras dan seminggu kemudian di rumah Clarisa.


Walau mereka berdua repot terlebih Laras karena mempunyai bayi kembar tiga tapi mereka tidak pernah mengeluh sama sekali. Mereka selalu berdoa agar Maria segera tersadar.


XXXX


Di negara xxxx seorang pria tampan pemilik PT AVANA seorang CEO dan psychopath berteriak histeris menghancurkan apa saja di depannya. Asisten ceo tersebut hanya diam menunduk.


" Bagaimana mungkin tender yang kuimpikan akan bisa menang tapi ternyata dikalahkan lagi olehnya, berulang kali aku selalu kalah, sial." umpat pria tampan itu dengan nada dinginnya.


" Kamu cari informasi detil tentang keluarganya" perintah pria tampan itu.


" Baik tuan." ucap asisten CEO tersebut.


Asisten tersebut keluar dari ruangan untuk melakukan perintah sahabatnya. Pria tampan itu duduk sambil memijat pelipisnya.


" Sudah lama aku tidak membunuh dan menyiksa orang, mungkin jika aku membunuh dan menyiksa korban stresku bisa hilang." gumam pria tampan itu sambil tersenyum miring.


Ceklek


Pintu terbuka tampaklah asisten itu membawa dokumen di tangannya.


" Tuan ini dokumen yang di minta." ucap asisten CEO


" Hmm.." jawab pria tampan itu dengan berdehem.


Pria tampan itu membuka file dokumen hanya satu lembar dokumen dan mulai membacanya.


Nama : Alvonso Taylor

__ADS_1


Pekerjaan : Pemilik Perusahaan Properti dan Pemilik Hotel dan Restoran.


Istri : Dirahasiakan


Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga


Jumlah Anak : Dirahasiakan


Nama Anak : Di rahasiakan


Pria tampan itu menghubungi asistennya untuk datang ke ruangannya.


ceklek


" Ada apa tuan?" tanya asisten CEO


" Kenapa tidak disebutkan nama istri dan anak mereka dan juga foto mereka?" tanya pria tampan itu.


" Maaf tuan saya sudah mencobanya tapi saya sangat sulit meretas datanya." ucap asisten CEO


" Oh ya tuan, ada yang ingin bertemu, seorang mantan anggota mafia dari Mr. Alvonso meminta bekerja sama dengan tuan." ucap asisten.


" Mantan anggota mafia?" tanyanya mengulangi perkataan asistennya.


" Iya tuan, dulu Mr. Alvonso adalah ketua mafia tapi sudah lama sekali sudah dibubarkan." ucap asisten CEO tersebut.


" Bawa masuk ke dalam." perintah pria tampan itu.


Asisten itupun keluar memanggil mantan anggota mafia itu. Tidak berapa lama asisten ceo datang bersama seorang pria berpenampilan rapih.


Asisten tersebut keluar dari ruangan bosnya sedangkan mantan anggota mafia itu duduk setelah dipersilahkan oleh pria tampan itu.


" Apa informasinya?" tanya pria tampan itu tanpa basa basi.


" Apa kesepakatanmu?" tanya pria tampan tersebut.


" Aku ingin minta salah satu perusahan cabang tuan dan saya akan katakan semua tanpa saya tutupi." pinta mantan anggota mafia Alvonso.


" Baik." ucap pria tampan itu.


Tentu saja mantan anggota mafia merasa senang mendengarnya. Pria tampan itu menelephone asistennya dan membicarakan surat pemindahan kuasa salah satu cabang perusahaan miliknya.


Tidak berapa lama asisten itupun datang sambil membawa dokumen yang dimintanya. Pria tampan itu menandatangani dan dokumen itu diserahkan padanya. Mantan anggota mafia tentu saja senang menerima dokumen tersebut dan menandatanganinya kemudian di simpan olehnya.


" Mr. Alvonso seorang CEO dan dulu anggota mafia. Semenjak menikah mafia itu dibubarkan karena istrinya tidak menginginkan suaminya membunuh orang lagi." ucap pria tersebut.


" Lalu?" tanya pria tampan itu"


" Kelemahan Mr. Alvonso terletak pada istrinya, jika tuan ingin menghancurkan bunuhlah istrinya otomatis Mr. Alvonso akan hancur dan semua tender akan dimenangkan oleh tuan." ucap mantan anggota Mafia.


" Apakah ada foto keluarganya." tanya pria tampan itu


" Saya punya tuan" jawab mantan anggota mafia sambil mengambil selembar foto di balik jasnya.


Pria tampan itu mengambilnya dan melihat foto itu laki - laki yang menjadi musuh bisnisnya dan seorang wanita cantik.



" Wanita ini istrinya, tuan bisa membunuhnya." ucap mantan anggota mafia.


" Aku lihat dari wajahmu kalau kamu ingin dia mati? kenapa?" tanya pria tampan itu.

__ADS_1


" Karena sebelum bosku menikah, mafia yang di pimpin bosku sangat besar dan tentu saja pendapatan kami lebih besar karena menjual senjata ilegal dan narkoba tapi gara - gara bosku menikah dengan wanita ini yang bernama nona Laras mafia yang besar itu dibubarkan, kami dipekerjakan tapi gaji kami tidak sebesar dulu. Karena itu aku ingin wanita ini mati." ucap mantan anggota mafia.


" Apakah ada lagi?" tanya pria tampan itu


" Oh ya, saya dengar kabar kalau dia dua hari sekali pergi ke rumah sakit menengok sahabatnya yang sedang koma, besok jadwalnya wanita itu pergi ke rumah sakit, biasanya suaminya tidak pernah menemaninya karena sangat sibuk mengurus pekerjaannya. Wanita itu hanya ditemani dua orang bodyguard, itu saat yang tepat untuk membunuhnya." ucap mantan anggota mafia.


" Ada lagi?" tanyanya ulang.


" Tidak ada tuan, saya permisi." pamit mantan anggota mafia.


Pria tampan itu berdiri dan mendekati mantan anggota mafia sambil tersenyum dan tangan kanannya dimasukkan di balik jas yang dipakainya.


" Tunggu ada hadiah spesial buatmu." ucap pria tampan itu.


Mantan anggota mafia itu sangat senang ketika mendengar kata hadiah spesial dipikirannya dirinya akan dikasih cek yang sangat besar karena sudah memberikan rahasia besar.


akkhhhh


Mantan anggota mafia tersadar dari lamunannya ketika merasakan sakit di daerah perutnya kemudian berteriak menahan sakit dan melihat ke bawah tampak pisau menusuk di perutnya.


" Tuan? apa yang sudah tuan lakukan?" tanya mantan anggota mafia itu menahan sakit di perutnya.


" Kamu saja bisa mengkhianati bosmu suatu saat nanti kamupun akan mengkhianatiku dan jangan mimpi kamu ingin memiliki salah satu cabang milikku." ucap pria tampan itu tersenyum miring.


Mantan anggota mafia yang melihat senyum pemilik perusahaan membuat dirinya merinding ketakutan.


akkhh


Mantan anggota mafia itu berteriak kesakitan karena pisau itu di tekan lebih dalam dan di tarik kemudian ditusukkan ke arah jantung. Tidak berapa lama diapun mati mengenaskan dengan tubuh mengeluarkan darah segar dan mata melotot.


Pria tampan itu menelephon asistennya dan tidak berapa lama dua orang bodyguard datang salah satu dari menekan tombol tampak lantai bergetar kemudian lantai itu terbuka dan terlihat ada tangga turun ke bawah dan dua orang bodyguard membawa mayat mantan anggota mafia tersebut. Tidak berapa lama mereka keluar dari lubang itu dan salah satunya menekan tombol itu dan lantai itupun tertutup kembali. Dua orang bodyguard itupun pergi meninggalkan ruangan bosnya.


Setelah selesai darah itupun dibersihkan oleh office boy yang baru saja datang. Sedangkan sang pria tampan membersihkan bercak darah yang menempel di dirinya.


Setelah selesai dan mengganti pakaian kerjanya, pria tampan itu memegang foto Alvonso dan Laras.


" Alvonso silahkan kamu tersenyum bahagia tapi pada saatnya nanti kamu akan menangis darah karena istrimu Laras akan mati." ucap pria tampan itu.


Pria tampan itu menelephone asistennya untuk mengutus dua orang untuk membunuh Laras di rumah sakit xxxx dengan memberikan foto Laras.


xxxxx


Laras yang biasanya pergi bersama dua bodyguard ingin mengajak sahabatnya Clarisa.


Kini Laras dan Clarisa pergi bersama dua pengawal bodyguard menuju rumah sakit xxxx.


Sampai di rumah sakit, dua bodyguard duduk di ruangan icu sedangkan Laras dan Clarisa masuk ke dalam.


Clarisa yang perutnya mules membuatnya pergi ke kamar mandi. Laras dengan setia menceritakan tentang masalalunya waktu mereka bertiga sekolah.


Karena efek lelah karena semalam ketiga anaknya yang masih balita rewel membuatnya kurang tidur dan tidak membutuhkan waktu lama Laraspun tertidur dengan menyadarkan ke dua tangannya sebagai bantal.


Ceklek


Pintu terbuka tampak seorang dokter memakai masker dan seorang perawat berjalan perlahan dengan membawa pisau untuk ditusukkan ke Laras. Ketika pisau itu diangkat tiba - tiba tangannya di tahan kemudian dipelintir membuat pria itu kesakitan dan pisau itupun terjatuh di lantai.


Sontak membuat Laras terbangun begitu juga Clarisa yang di dalam kamar mandi terkejut mendengarnya dan cepat - cepat menyelesaikan misinya kemudia keluar.


Tampak Laras bertarung dengan pria berpakaian dokter dan seorang wanita berpakaian perawat. Clarisapun tidak tinggal diam, Clarisa membantu Laras bertarung. Hingga tidak membutuhkan waktu lama dua orang tersebut terkapar.


Clarisa memanggil dua bodyguard di depan untuk membawa 2 orang itu juga menelephone suaminya.

__ADS_1


" Maria kamu sudah sadar." panggil Laras bahagia


" Iya aku sudah sadar tadi aku melihatmu mau dibunuh karena itu aku melintir tangan pria itu." ucap Maria


__ADS_2