
Di Tempat Lain
Jam 10 malam Ronald, Arlan dan Harlan beserta anggota mafia gagak hitam hampir sampai di markas mafia gagak merah.
Mobil - mobil yang mereka tumpangi berhenti tidak terlalu jauh dengan markas mafia gagak merah. Mereka turun dari mobil dan berjalan secara perlahan agar tidak terdengar oleh anggota mafia gagak merah.
Ronald dengan tatapan elangnya melihat para anggota mafia berjaga - jaga di setiap sudut dengan masing - masing menggenggam senjata tembak laras panjang.
Ronald sebagai pemimpin dan strategi dalam berperang membagi tugas ke Arlan dan Harlan.
Ronald dan Arlan berjalan memasuki markas untuk mencari ketua mafia gagak merah sedangkan Harlan bersama anggota mafia gagak hitam bertugas menyerang dan menembak anggota mafia gagak merah. Suara Tembakan terdengar di mana - mana.
Karena markas di serang mendadak membuat mereka kalah telak banyak yang mati di tembak oleh anggota mafia gagak hitam.
Ketua mafia gagak merah tidak tahu kalau markasnya sedang di serang karena kamarnya kedap suara dan di tambah dirinya lelah habis berci*a dengan seorang pelayan di mansion miliknya.
Ronald akhirnya menemukan ketua mafia gagak merah yang sedang tertidur pulas sambil berpelukan bersama seorang wanita tanpa menggunakan sehelai benangpun tanpa menggunakan selembar selimut sehingga Ronald dapat melihat secara langsung.
( " Sial melihat mereka sep****erti itu belalai gajahku jadi tegang****, nanti pulang aku akan minta jatah istriku." batin Ronald ).
" Ckkk... yang habis bercin***a sampai tidak sadar kalau markasnya sedang di serang." ucap Ronald santai
" Hallo tuan, apakah tuan tidak ingin melihat markas kalian sedang di serang?" tanya Ronald lagi sambil memegang senjata dan diarahkan ke pria yang sedang tertidur pulas.
Pria dan wanita itu langsung membuka matanya karena mendengar suara orang yang sedang bicara, pria dan wanita itu sangat terkejut ada orang lain masuk ke dalam kamarnya.
Wanita itu langsung mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos dan duduk bersandar di kepala ranjang sambil badannya gemetar ketakutan.
" Siapa kamu?" teriak pria itu sekaligus ketua mafia gagak merah sambil mengambil senjata yang berada di bawah bantal.
" Kamu tidak perlu tahu aku siapa kamu ada dua pilihan menyerah atau mati?" tanya Ronald santai.
" Cih, pantang buatku untuk menyerah, kamulah yang harus mati." bentak ketua mafia gagak merah sambil mengarahkan senjatanya ke arah Ronald.
" Baiklah kalau itu maumu." ucap Ronald santai.
dor
__ADS_1
dor
akh
Pria itu menembak Ronald di dada Ronald sedangkan Ronald ketika hendak menembak ketua Mafia, ketua mafia menarik teman tidurnya yang sedang bersandar di kepala ranjang sehingga teman tidurnya langsung mati mengenaskan karena terkena pas di jantungnya.
Ronald sebenarnya ingin menembak di dada pria itu tapi karena gerakan ketua mafia gagak merah lebih gesit sehingga wanita itu yang terkena tembakan pas mengenai jantung wanita itu.
" Dasar licik." umpat Ronald
" Aku tidak perduli, oh kamu pakai baju anti peluru ya? kalau begitu kelemahanmu ada di kepalamu kalau begitu aku akan tembak kepalamu." ucap ketua mafia gagak merah sambil mengarahkan pistolnya kepala Ronald.
Ronald juga mengarahkan senjatanya ke kepala ketua gagak merah.
klik
Peluru pistol Ronald habis membuat pria itu tertawa senang karena lawannya kehabisan peluru.
" Hahahha... pelurumu habis ya?" ledek ketua mafia gagak merah.
" Hahahha... tidak kena." ledek ketua mafia gagak merah lagi.
" Sekarang saatnya kamu mati." ucap pria itu mengarahkan senjatanya ke arah dahi Ronald.
dor dor
akh
Disaat yang tepat Harlan menembak tangan ketua mafia gagak merah sehingga senjatanya terlepas. Dilanjutkan oleh Arlan menembak di dahi ketua mafia gagak merah sehingga langsung mati di tempat.
Penyerangan markas berhasil. Ronald meminta Arlan dan Harlan untuk misi selanjutnya pergi untuk menyerang mafia elang gold untuk membantu sahabatnya dokter Kennath dan Alvian.
" Paman, perasaanku tidak enak aku mau pulang ke mansion. Paman sama Harlan beserta anggota mafia yang pergi ya." ijin Arlan merasa kuatir memikirkan istri tercintanya.
Paman Ronald juga sama hatinya merasa tidak enak karena tiba - tiba memikirkan istri dan ke dua anaknya.
Paman Ronald yang mendengarkan permintaan Arlan mencoba menghubungi istrinya tapi beberapa kali tidak di angkat membuat perasaan Ronald semakin merasa tidak enak karena istrinya walau sudah tidur pasti langsung terbangun bila mendengar suara sekecil apapun.
__ADS_1
" Perasaan paman juga tidak enak kita pulang ke mansion saja." ucap paman Ronald sambil berusaha menelephone istrinya.
Arlan memerintahkan anggota mafianya untuk menyerang markas mafia elang gold. Para anggota mafianya mengikuti perintah ketuanya merekapun langsung pergi ke markas mafia elang gold.
Sedangkan Ronald Arlan dan Ronald langsung pulang ke mansion karena perasaan Ronald semakin tidak enak memikirkan istrinya Clarisa dan ke dua anaknya terlebih ponselnya tidak di angkat oleh istrinya. sedangkan Arlan juga sama memikirkan keadaan istrinya.
Harlan mengendarai mobil dengan sangat kencang. Sedangkan Ronald yang berada di dalam mobil bersama Harlan menghubungi dokter Kennath kalau mereka pergi ke mansion untuk mengecek kondisi di sana. Dokter Kennath tidak masalah kalau Ronald pergi ke mansion karena dokter Kennathpun juga sama perasaannya tidak enak memikirkan istri dan anak semata wayangnya.
Dokter Kennath bersyukur karena mereka bisa pergi ke mansion dan hatinya bisa tenang dalam menyerang ke mansion milik keluarga Bona dan dilanjutkan menyerang markas elang gold.
Arlan menghubungi daddy Alvonso kalau paman Ronald, dirinya dan Harlan dalam perjalanan menuju ke mansion untuk mengecek kondisi di mansion, daddy Alvonso tidak masalah dan meminta mereka untuk cepat ke mansion karena perasaan daddy Alvonso merasa tidak enak memikirkan istri dan ke empat anaknya.
10 menit akhirnya mereka sampai di mansion. Ronald, Arlan dan Harlan matanya membulat sempurna melihat banyak orang yang mati tertembak. Mereka bertiga langsung turun dan masuk ke dalam pintu utama yang sudah rusak dan terbuka lebar.
Tampak Laras, Maria, Clarisa dan anak - anaknya sedang menyerang para pria yang berseragam hitam - hitam.
Ronald, Arlan dan Harlan langsung menyerang mereka. Arlan melihat pintu ruangan Alviana terbuka membuat Arlan langsung panik.
Arlan langsung berlari menuju ke ruangan Alviana. Matanya membulat sempurna melihat Liani tergeletak di lantai dan seorang pria sedang mengangkat pisau untuk diarahkan ke jantung Alviana istrinya.
Alvina matanya terbuka berusaha menggerakkan tangannya untuk menahan agar pisau itu tidak mengenai dirinya sehingga tangan Alviana berdarah.
klik
Arlan yang ingin menembak pria itu isi peluru senjata Arlan habis tidak bisa di tembak. Pria itu mendengar suara bunyi kepalanya menengok ke arah Arlan sebentar kemudian pandangannya ke arah Alviana.
" Senjatamu habis? bersiaplah melihat istrimu mati di depanmu." ucap pria itu sambil tangan satunya mengarah ke leher Alviana untuk mencekiknya dan tangan satunya diarahkan ke jantung Alviana.
xxxx
Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, tambahkan votenya dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘
Salam Author,
Yayuk Triatmaja
xxxxx
__ADS_1