
Di tengah jalan ponsel milik Arlan berbunyi, Arlan langsung memasang earphone dan menggeser tombol hijau.
π±" Hallo tuan." panggil anak buahnya
π± " Apa kalian sudah melakukan penyerangan?" tanya Arlan tanpa basa basi
π± " Sudah tuan, tapi maaf tuan kami kalah karena tiba - tiba ada bantuan dan kami kalah." ucap anak buahnya takut.
π± " Bagaimana dengan ketiga remaja itu?" tanya Arlan kuatir.
π±" Dua remaja laki - laki dan perempuan terluka." ucap anak buahnya.
π± " Akukan bilang serang dan lukai yang remaja pria tapi kenapa kalian melukai gadis itu." bentak Arlan
π± " Maaf tuan tadi teman saya menyerang pria itu tapi gadis itu memeluknya hingga gadis itu terkena pukulan." ucap anak buahnya.
π± " Terus apa yang terjadi?" tanya Arlan
π± " Gadis itu pingsan dan di gendong oleh orang yang terluka, kemudian ketika anak buahku menyerang remaja itu ada seorang ibu menolong mereka bertiga sepertinya orangtuanya karena mereka memanggil mommy dan daddy dan mommynya langsung menggendong sedangkan daddynya membantunya remaja yang satunya dan tidak berapa lama bantuan datang lagi dan kami kalak telak." ucap anak buah itu menjelaskan kejadiannya.
π± " Apakah di antara kalian ada yang tertangkap?" tanya Arlan takut pasalnya kalau sampai ketahuan otomatis keluarganya tidak akan setuju dengan hubungan mereka berdua.
π±" Tidak tuan." ucap anak buahnya.
π± " Kalian istirahatlah." perintah Arlan merasa lega karena anak buahnya tidak ada yang terangkap.
tut tut tut tut
Arlan mematikan ponselnya sepihak tanpa menunggu jawaban dari anak buahnya.
Arlan menghubungi para anak buahnya untuk mencari keberadaan Alviana di rumah sakit dengan mengirimkan foto Alviana waktu Arlan dengan diam - diam menfoto Alviana sewaktu Alviana berada di apartemen miliknya ketika Alviana konsentrasi meretas cctv.
Arlan memutar mobilnya ke apartemennya, rasa penyesalan teramat sangat karena rasa cintanya sangat besar membuat Arlan cemburu buta dan mengakibatkan melukai kekasihnya tanpa bertanya terlebih dahulu.
" Kuharap kamu baik - baik saja sayang, aku takut kehilanganmu." ucap Arlan sendu
" Maafkan aku yang terlalu cemburu buta." sambung Arlan.
xxxxx
Tiga Hari Kemudian
__ADS_1
Sudah empat hari anak buahnya mencari Alviana tapi tidak ditemukan sepertinya hilang dari muka bumi. Arlan sudah menyewa ahli it tapi ahli it sama sekali tidak bisa membuka data pribadi Alviana malah yang ada programnya mendapatkan serangan hadiah berupa virus yang susah untuk dilumpuhkan sehingga data - data mereka langsung hilang seketika.
Arlan sangat frustrasi dalam mencari Alviana, sahabat sekaligus sepupunya seorang dokter menasehatinya kalau memang jodoh pasti suatu saat akan bertemu kembali di saat yang tidak di duga.
Arlan berusaha melupakan Alviana dengan menyibukkan diri dengan bekerja keras mengembangkan bisnisnya sambil sekolah dan menutup hatinya untuk wanita lain. Hanya di hatinya di isi oleh Alviana seorang.
Kini Arlan sudah mempunyai asisten baru sekaligus wakil mafia sepupunya yang bernama Harlan Ardiansyah usianya lebih muda selisih 2 tahun. Usia Arlan saat ini berumur 16 tahun sedangkan Harlan berusia 14 tahun.
Walau usia mereka masih muda tapi kepintaran dalam mengelola bisnisnya membuat perusahaan makin berkembang pesat.
Sedangkan usia Alvonso, Alvian dan Alviana 11 tahun.
xxxx
Alvian dan Alviana kini sudah sembuh merekapun bersiap - siap pergi ke bandara bersama Alvonso dengan di antar oleh Daddy Alvonso dan Momny Laras.
Ada kesedihan di hati mereka berdua Mommy Laras dan Daddy Alvonso melepaskan ketiga anaknya karena mereka akan berpisah jauh tapi demi putrinya Alviana ada yang menemaninya maka mommy Laras dan Daddy Alvonso meminta Alvonso dan Alvian sekolah bersama Alviana.
Di dalam mobil mommy Laras dan daddy Alvonso memberi nasehat ketiga anaknya dan mereka bertiga patuh dan melaksanakan perintah mommy dan daddynya.
Satu jam kemudian akhirnya sampailah mereka di bandara Soekarno Hatta. Mereka masuk ke dalam bandara dan mereka saling berpelukan sambil menangis terlebih mommy Laras.
Mereka saling melambaikan tangan salam perpisahan dan mereka bertiga masuk ke dalam ruangan.
" Aku tidak menyangka dulu mereka bertiga masih kecil dan tidak terasa sekarang mereka bertiga sudah besar." ucap Daddy Alvonso
" Itu berarti Daddy semakin tua." ledek mommy Laras.
" Iya benar daddy sudah tua." jawab daddy Alvonso tanpa sadar
hening
" Eh tunggu, kamu nakal ya ngatain suami sendiri sudah tua." ucap daddy Alvonso mencubit hidung istrinya.
" Aish sakit tahu." ucap Laras manja sambil mengusap hidungnya.
" Memang aku sudah tua ya?" tanya Alvonso
" Tidak sayang, sayangku tambah tampan kok, aku hanya bercanda." ucap mommy Laras.
" Benar aku masih tampan? kamu janji ya jangan tinggalkan aku apapun yang terjadi." pinta daddy Alvonso
__ADS_1
" Tidak mungkinlah aku meninggalkan suamiku yang sangat kucintai kecuali suamiku ketahuan selingkuh baru aku tinggalin dan cari cogan." ucap Mommy Laras
" Apa itu cogan?" tanya daddy Alvonso.
" Cowok Ganteng." ucap mommy Laras sambil melepaskan pelukan dan berlari ke parkiran.
Alvonso mengejar istrinya ke parkiran dan akhirnya berhasil menangkap istrinya dan memeluk dari samping secara mesra.
" Kamu mulai nakal ya." ucap daddy Alvonso sambil mengacak - ngacak rambut istrinya.
" Ish berantakan tahu." omel mommy Laras sambil merapikan rambutnya.
Daddy Alvonso hanya tersenyum dan mereka masuk ke dalam mobil untuk pulang ke mansion.
xxxxx
3 Tahun Kemudian
Alvonso, Alvian dan Alviana sudah lulus SMA. Keluarga besar Alvonso dan kedua sahabatnya beserta keluarganya masing - masing.
Mereka datang untuk menghadiri pesta wisuda Alvonso, Alvian dan Alviana. Senyum terpancar di antara mereka.
Satu persatu nama - nama mereka di panggil hingga tibalah nama terakhir Alvonso, Alvian dan Alviana karena mereka selain lulus mereka bertiga juga sebagai siswa berprestrasi di sekolahnya.
Mereka menerima piala dan hadiah uang tunai dan tentu saja orangtuanya dan juga Bunda Clarisa dan suaminya Ronald serta Mama Maria beserta suaminya dokter Kennath sangat bahagia dan bangga terhadap mereka bertiga.
Alviana merasa hatinya tidak tenang dan ingin rasanya menengok ke atas dan ternyata benar lampu yang sangat besar berayun seperti mau putus.
Alviana langsung mendorong tubuh ke dua kakaknya dengan sangat keras. Alvonso dan Alvian yang belum siap otomatis terjatuh agak jauh.
Alvonso dan Alvian ingin mengomeli adik kesayangannya tapi matannya membulat seketika.
brukh
Akhhh
Lampu yang sangat besar jatuh dan mengenai tubuh Alviana membuat tubuh Alviana langsung mengeluarkan darah segar. Alviana langsung pingsan seketika tanpa membuang waktu Alvonso dan Alvian langsung mengangkat lampu yang sangat berat itu dan langsung disingkirkan.
xxxxxx
Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, vote dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyakπ
__ADS_1
Salam Author,
Yayuk Triatmaja