
Selesai foto bersama mereka saling mengobrol dan tertawa bersama dan para tamu undangan satu persatu meninggalkan acara pernikahan Alvian dan dokter Amel.
Kini tinggallah keluarga besar Alvonso, keluarga dokter Kennath dan keluarga Ronald. Mereka mengobrol sambil meminum setelah satu jam mereka mengobrol mereka kembali ke kamar masing - masing.
Daddy Alvonso dan Mommy Laras
Di dalam kamar hotel daddy Alvonso berbaring di ranjang hanya menggunakan boxernya. Mommy Laras duduk di kursi sambil membersihkan make up di wajahnya. Setelah selesai membersihkan wajahnya. Mommy Laras duduk di ranjang sambil menatap wajah suaminya dan tiba - tiba tubuhnya terasa panas.
" Sayang, kenapa hawanya terasa panas ya?" tanya mommy Laras sambil berdiri dan mengambil remote ac kemudian menekan tombol ac agar lebih dingin.
" Masa sich, aku tidak." ucap daddy Alvonso sambil membelakangi mommy Laras karena takut usilnya ketahuan.
" Benar sayang." ucap mommy Laras sambil melepaskan seluruh pakaian yang menempel ditubuhnya.
Mommy Laras berbaring di ranjang dan memeluk suaminya dari arah belakang sambil mengecup leher dan punggung suaminya.
" Sayang, aku sudah mengantuk." ucap daddy Alvonso berbohong sambil menahan hasratnya.
" Sayang main yuk... ahhh... aku tidak tahan sayang." ucap mommy Laras sambil memegang keris milik suaminya.
" Baiklah kalau itu maumu sayang." ucap daddy Alvonso tersenyum menyeringai.
Terjadilah penyatuan itu secara berulang - ulang hingga 5 ronde barulah mommy Laras tumbang dan memejamkan matanya karena tubuhnya sangat lelah.
" Maaf sayang, susah menghilangkan sifat usilku. Tapi sayangku tenang saja Alviana, Arlan dan Ronald serta Clarisa tidak kuberi karena mereka sedang hamil." ucap daddy Alvonso sambil menarik istrinya kemudian direbahkan kepala mommy Laras di dada miliknya kemudian memeluknya.
Mommy Laras hanya berguman tidak jelas dan membalas pelukan suaminya daddy Alvonso.
Dokter Kennath dan Maria
Mereka beristirahat dan tidur bersama saling berpelukan. Tiba - tiba tubuh mereka terasa panas.
" Sayang, kok tubuhku panas ya?" tanya Maria sambil membuka matanya.
" Iya Mar, tubuhku juga panas." jawab dokter Kennath melepaskan pelukannya begitu pula dengan Maria.
Dokter Kennath bangun dan berjalan mengambil remote kemudian menekan tombol remotenya agar lebih dingin.
Maria yang merasa tubuhnya makin panas membuatnya melepaskan seluruh pakaiannya dan memeluk suaminya dokter Kennath.
" Sayang, aku sudah tidak tahan kita main yuk?" pinta Maria sambil membelai milik suaminya.
" Iya sama aku juga tidak tahan." ucap dokter Kennath sambil melepaskan celana boxernya.
Baik daddy Alvonso, dokter Kennath dan Ronald mereka mempunyai salah satu sifat yang sama yaitu sangat suka jika tidur hanya memakai celana boxer.
__ADS_1
Dokter Kennath mendorong perlahan tubuh Maria ke arah ranjang dan menind***h tubuh Maria. Mereka mulai melakukan pemanasan terlebih dahulu setelah di rasa cukup merekapun melakukan penyatuan sampai 5 kali ronde barulah Maria tumbang. Dokter Kennath dan Maria tidur saling berpelukan.
Ronald dan Clarisa
Ronald sedang berbaring di ranjang sambil memainkan ponselnya sedangkan Clarisa ke kamar mandi membersihkan diri. Clarisa keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk membuat dua gunung kembar miliknya menyembul sedikit dan juga ke dua paha putih.
Ronald yang sedang asyik memainkan ponsel tidak menyadari kalau istrinya sedang berjalan ke arahnya.
" Sayang lagi apa? serius sekali." tanya Clarisa sambil duduk di samping Ronald.
Ronald mengangkat kepalanya dan menatap istrinya membuat adik kecilnya langsung menegang. Ronald langsung menaruh ponselnya di atas nakas dekat tempat tidur sambil menatap nanar tubuh istrinya yang hanya di balut dengan handuk.
" Sayang apakah kamu sengaja menggodaku?" tanya Ronald dengan nada yang mulai agak berat.
" Tidak, hanya saja tubuhku terasa panas padahal aku sudah mandi." ucap Clarisa sambil melepaskan handuk yang menutupi tubuhnya yang polos.
Ronald yang juga sama merasakan tubuhnya mulai terasa panas melihat tubuh istrinya polos tanpa sehelai benangpun menariknya dengan perlahan membuat Clarisa berada di atasnya.
Ronald membalikkan tubuhnya dan kini dirinya sudah berada di atas. Mereka melakukan pemanasan terlebih dulu setelah di rasa cukup merekapun melakukan penyatuan hingga 5 kali barulah Clarisa tumbang.
Ronald memeluk istrinya dan menyelimuti tubuh istrinya dan juga dirinya. Clarisa membaringkan kepalanya di dada suaminya mencari tempat ternyaman. Mereka tidur saling berpelukan.
Arlan dan Alviana
Arlan dan Alviana masuk ke dalam kamar hotel. Alviana berjalan menuju ranjang karena kehamilannya yang sudah mulai membesar membuat dirinya cepat lelah.
" Baik sayang, mas mau mandi dulu." ucap Arlan yang mengerti istrinya mudah lelah.
Arlan pun masuk ke dalam kamar mandi. Selesai mandi Arlan keluar dengan menggunakan handuk yang hanya menutupi bagian bawahnya. Arlan menatap wajah istrinya dan duduk di samping ranjang istrinya.
" Istriku sudah tidur pulas, badanku kenapa tiba - tiba jadi panas seperti ini. Sial apakah aku terkena obat peransang? tapi siapa yang berani melakukannya?" guman Arlan
Tiba - tiba Alviana membuka matanya dan menatap wajah suaminya dengan penuh hasrat.
" Sayang, tubuhku panas tolong puaskan aku." lirih Alviana.
Arlan pun tidak menyia - nyiakan kesempatan itu. Arlan melepaskan handuknya dan melakukan pemanasan.
Kini tubuh mereka sudah polos dan melakukan penyatuan hingga 5 kali ronde Alviana langsung tumbang beriring hilangnya efek obat perans**g.
Arlan mengambil selimut dan menutupi tubuh polos mereka kemudian mereka berdua saling berpelukan.
Alvian dan Dokter Amel
Alvian dan dokter Amel masuk ke dalam ruang kamarnya yang sudah di hias semua serba putih seperti perasaan mereka yang masih suci untuk saling mencintai dan tidak mengkhianati satu sama lainnya.
__ADS_1
" Sayang, mandi dulu nanti gantian aku yang mandi." ucap Alvian sambil menekan remote ac.
" Ok. Sayang." jawab dokter Amel
Alvian berjalan mendekati sofa kemudian melepaskan seluruh pakaiannya hanya meninggalkan boxernya kemudian duduk di sofa sambil memegang ponselnya untuk melihat perkembangan saham.
Dokter Amel berjalan menuju ke kamar mandi kemudian menutupnya. Dokter Amel membuka resleting gaun pengantinnya tapi sangat sulit. Dokter Amelpun membuka pintu kamar mandinya kembali dan keluar menemui suaminya.
" Sayang tolong bukain dres pengantinku." pinta dokter Amel sambil tersenyum malu karena melihat suaminya hanya menggunakan boxernya yang nampak badannya yang kekar dan otot yang sudah berbentuk terlebih roti sobeknya menambah kesan macho di mata Amel.
" Baik sayang." ucap Alvian sambil menaruh ponselnya di meja dekat sofa.
Alvian berdiri dan berjalan ke arah dokter Amel kemudian membantunya membuka dres istrinya. Tubuh dokter Amel yang langsing dan seksi bak gitar spanyol terlebih kulitnya yang putih mulus membuat adik kecil Alvian menjadi tegang.
Dokter Amel berjalan ke arah kamar mandi tapi tangannya di tahan oleh Alvian kemudian ditariknya perlahan kemudian di dorong ke ranjangnya.
Alvian yang sudah terkena obat peran***g dan di tambah melihat istrinya membuatnya tidak bisa menahan dirinya.
Alvian langsung menin***h tubuh istrinya kemudian menciumnya. Dokter Amel yang juga sudah terkena pengaruh obat membalas ciuman Alvian.
Merekapun melakukan penyatuan walau dihentakkan pertama gagal tidak membuat Alvian menyerah karena Alvian ingin menuntaskan hasratnya.
Alvian tidak perduli mendengar rintihan kesakitan istrinya dan dihentakkan kedua barulah berhasil. Alvian mendiamkan kerisnya di dalam milik dokter Amel setelah dokter Amel tenang barulah Alvian menggoyangkan pinggulnya.
Desahan demi desahan keluar dari mulut mereka. Alvian yang baru kali ini merasakan nikmatnya berci**a membuatnya ketagihan. Sampai 5 ronde barulah mereka berhenti.
Dokter Amel memejamkan mata karena tubuhnya terasa remuk. Alvianpun mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya dan juga tubuh istrinya. Mereka berdua memeluk sambil mencari kehangatan. Dokter Amel menggunakan dada Alvian sebagai bantalnya.
xxxxx
Mohon Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar author tetap semangat dalam menulis novel ini, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
__ADS_1
xxxxxx