
" Cih kamu pikir aku akan memper***a dirimu." ledek Max
Max membuka ikatan gunung kembar milik ibunya Harlan hingga tampaklah dua gunung kembar yang sangat montok kemudian Max memegang salah ****** ibunya Harlan kemudian memotongnya hingga hampir putus membuat darah segar keluar kemudian Max memakaikan kembali ikatan gunung kembar kemudian mengancingkan pakaian ibunya Harlan hingga tertutup kembali.
" akhhh.. sakit.." teriak ibunya Harlan menahan rasa sakit sambil mengumpat Max
" Kurasa untuk saat ini hukuman buat tante sudah cukup lain kali jika masih mengganggu keluargaku atau tante melaporkan ke Harlan maka bersiap - siaplah karena itu adalah akhir dari hidup tante. Tante akan mati dengan cara mengenaskan hahahaha..." tawa Max jahat
" Dasar laki - laki bren***k awas kau!!" bentak ibunya Harlan.
" Ingat tante apapun yang tante lakukan Max akan tahu semuanya " ucap Max sambil mencengkram dagu ibunya Harlan.
Max kemudian memanggil bodyguard daddy Alvonso.
" Bawa wanita ini ke apartemen xxxx." perintah Max
" Baik tuan, tuan jika saya ingin melakukan sesuatu sama wanita ini boleh? wanita ini lumayan cantik." ucap bodyguard berpikiran mesum
" Aku tidak mengerti maksudmu, lakukan saja sepuasmu dan ingat jangan bikin dia mati karena akulah yang memutuskan kapan kematian wanita ini." ucap Max meninggalkan mereka berdua.
Max berjalan ke arah belakang mansion dan membuka pakaian dan celananya kemudian Max mengambil pisau lipat di saku belakang celananya kemudian disembunyikan di bawah kolong pot bunga.
Max membawa pakaian dan celananya ke tong khusus pembakaran sampah karena ada noda darah yang menempel di baju dan celana Max. Max memanggil bodyguard milik daddy satunya lagi untuk mengambil satu stel pakaian milik Max.
byur
Max masuk ke dalam kolam renang untuk menghilangkan bau amis di tubuhnya agar mommy Laras tidak marah padanya.
" Max." panggil Alviana tiba - tiba sambil berjalan mendekati Max yang sedang berenang.
Max membalikkan badannya dan berenang menuju ke arah Alviana.
" Kenapa kak?" tanya Max santai
" Apa yang kamu lakukan Max?" tanya Alviana menatap tajam ke arah Max.
Alviana duduk di pinggir kolam renang sambil kakinya diturunkan ke bawah kolam renang.
" Maksud kakak apa?" tanya Max santai. Dirinya tidak takut dengan Alviana begitu pula dengan Alviana
" Apa yang kamu lakukan dengan ibunya Harlan?" tanya Alviana
" Max sedikit memberi pelajaran untuk tidak mengganggu keluarga kita." ucap Max santai
" Tapi Max, kakak mohon kurangi sifatmu itu. Sifat yang suka menyiksa orang, kakak yakin kamu pasti bisa." ucap Alviana sendu
" Max sudah berusaha kak walau sulit tapi Max akan coba. Kakak tidak takut dekat dengan Max jika tiba - tiba Max melukai kakak?" tanya Max sambil tersenyum menyeringai kemudian mendekati Alviana
__ADS_1
" Kakak tidak takut, jika seandainya takdir kakak mati di tanganmu kakak hanya minta jangan lukai orang lain dan jagain ke 6 anak kakak." ucap Alviana sambil tersenyum devil
" Aish kak, aku tidak mau mengurus ke 6 anak kakak, lebih baik Max membiarkan kak Alviana hidup." ucap Max sebal
" Lho kenapa?" tanya Alviana penasaran dengan jawaban Max
" Ke 6 anak kakak sangat usil melebihi ibunya." ucap Max tanpa dosa
" Max." teriak Alviana kesal
Max tertawa dan melanjutkan berenang kembali.
" Oh ya kak daddy bagaimana?" tanya Max menghentikan renangnya kemudian membalikkan badannya menatap Alviana.
" Pas kami datang ke mansion mommy langsung berlari menuju ke kamarnya dan aku langsung ke sini." ucap Alviana menjelaskan.
" Kak maksudnya apa ya? daddy bilang tubuh Daddy panas terus bilang lagi obatnya dosis tinggi dan tidak berapa lama daddy meminta Max untuk mengunci di kamar mandi. Max bingung maksud perkataan daddy. Apa karena efek tadi daddy sakit atau karena minuman yang diberikan oleh ibunya Harlan?" tanya Max berusaha berfikir.
" Kamu masih kecil belum saatnya mengerti." ucap Alviana menahan rasa malu karena dirinya pernah merasakan itu.
" Max sudah besar kak." ucap Max tidak terima sambil berenang mendekati Alviana.
" Masih sekolah berarti masih kecil." ucap Alviana sambil menahan tawa kemudian menjulurkan lidahnya ke arah Max.
Max yang melihat Alviana meledek dirinya dan mengatakan dirinya sebagai anak kecil membuat dirinya kesal.
byur
Max menarik kaki Alviana hingga masuk ke dalam kolam renang.
Max berenang menghindari kejaran Alviana.
" Ayo kejar kak kalau bisa." ledek Max
Alviana yang kesal mendengar ledekan Max berusaha mengejarnya.
" Awas kamu ya Max, kalau tertangkap kakak jewer." ucap Alviana
byur
byur
byur
byur
byur
__ADS_1
byur
" Mama tolong???" teriak ke 6 anaknya
Ke 6 anak Arlan dan Alviana melihat mamanya dan Max berenang ikutan menyebur ke kolam renang tapi karena masih kecil membuat ke 6 bocah itu tenggelam.
Alviana dan Max yang mendengar 6 suara orang terjun dari kolam renang sekaligus teriakan ke 6 anaknya langsung membalikkan badannya.
Mata mereka membulat sempurna. Alviana langsung menarik ke dua anaknya sedangkan Max menarik ke 4 ponakannya sekaligus karena tubuh Max yang tinggi dan kekar.
Alviana langsung mengangkatnya ke dua anaknya ke atas kemudian membantu Max mengambil ke dua anaknya untuk di taruhnya ke atas juga. Alviana naik ke atas kemudian mengambil ke dua anaknya yang berada di gendongan Max.
" Sayang, kalian jangan begitu lagi ya? kalau tidak ada orang bagaimana?" ucap Alviana sambil menetralkan jantungnya yang hampir mau lepas.
" Maafkan kami mama. Habis melihat mama dan Om Max kami ingin ikutan berenang." ucap Albert.
" Iya mam, maafkan kami ya?" ucap Bella
" Mama jangan marah ya?" ucap yang lainnya.
" Mama tidak marah hanya saja kalian masih kecil bahaya kalau berenang yang dalam. Kalian kalau berenang yang arah sana." ucap Alviana menunjuk kolam renang yang ukuran khusus untuk anak - anak.
" Baik mam." jawab mereka serempak
" Sekarang kita mandi nanti masuk angin kalau kelaman." ucap Alviana
" Baik mam." jawab mereka serempak lagi
" Max tolong bantuin kakak." pinta Alviana
" Baik kak." ucap Max sambil menggendong ke dua ponakan perempuan.
" Om Bella tidak di gendong?" protes Bella
" Ayo tapi tanganmu megang leher om ya tapi leher om jangan di cekek nanti kalian jatuh semua." ucap Max sambil berlutut agar Bella bisa naik ke tubuh kekar Max.
" Baik om." ucap Bella sambil mengalungkan ke dua tangannya ke leher Max dan badannya di tahan oleh Max menggunakan tangannya.
" Kak, benarkan kata Max." ucap Max
" Benar apa Max?" tanya Alviana penasaran
" Ke 6 anak kakak sangat usil melebihi ibunya." bisik Max kemudian berlari meninggalkan Alviana
" Max awas ya nanti kakak jewer." teriak Alviana karena Max pergi menjauh
Alviana memandikan ke 6 anaknya dengan di bantu oleh babby sister sedangkan Max masuk ke kamarnya untuk mandi.
__ADS_1