Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Tertangkapnya Penjahat 2


__ADS_3

" Karena kalian sudah kenal, tanyakan kepada mereka kenapa mereka memberikan obat peran****g. Mommy mau bertemu dengan sahabat mommy Clarisa dan Maria untuk membahas pernikahan kalian berdua." ucap mommy Laras


" Berarti ada Kelly mom?" tanya Alvonso sambil tersenyum bahagia.


" Liani juga adakan mom?" tanya Harlan sambil tersenyum bahagia juga.


" Iya tentu saja ada tapi kalian tidak boleh bertemu sebelum kalian menikah." ucap mommy Laras sambil berjalan meninggalkan mereka.


Alvonso dan Harlan mukanya yang tadi ceria seketika langsung cemberut.


" Alvonso, Alvian, Arlan dan Harlan kami percayakan kalian untuk mengurus mereka." ucap daddy Alvonso.


" Baik dad." jawab mereka serempak.


" Kennath, Ronald dan Max mari kita pergi berenang sudah lama kita tidak berenang bersama." ajak daddy Alvonso


" Ok." jawab mereka serempak


Mereka berempat meninggalkan Alvonso, Alvian, Arlan dan Harlan. Kini tinggallah mereka berempat bersama para penjahat yang sudah terikat.


" Alvian ceritakan siapa mereka berempat?" tanya Alvonso bingung.


" Mereka berempatlah yang memberikan obat perangs**g ke kak Alvonso, Harlan, Kelly dan Liani." ucap Alvian


" Maksudmu Al? buat apa mereka melakukannya?" tanya Alvonso bingung.


" Dokter Aldrianlah yang memberikan obat perangs**g ke Alviana dulu dan kini dia melakukannya ke Liani." ucap Alvian


" Kalau tuan Vincent?" tanya Harlan


" Tuan Vincent memberikan obat perangs**g ke Kelly." ucap Alvian


" Kalau Celine bagaimana Alvian?" tanya Alvonso sambil menahan kesal terhadap dokter Aldrian yang telah memberikan obat perangs**g pada adiknya.


" Celine memberikan obat perangs**g untuk kakak karena Celine menyukai kakak sejak SMA tapi kakak menolaknya karena itulah dia dendam dengan kita." ucap Alvian menahan emosi


" Maksudmu apa Alvian?" tanya Alvonso terkejut

__ADS_1


" Kakak ingat waktu kecelakaan pas di hari wisuda kita? dimana Alviana mendorong kita dan membuat Alviana hilang ingatan? ." tanya Alvian berusaha menahan emosi.


" Iya kakak ingat apakah Celine pelakunya?" tanya Alvonso


" Benar kak di pelakunya." ucap Alvian


" Kalau Ririn?" tanya Harlan


" Dia menyukaimu dan dia yang memberikan obat perangs**g. Ririn menggodamu tapi kamu selalu bersikap dingin karena itulah dia melakukan itu." ucap Alvian.


" Apa yang akan kita lakukan buat mereka?" tanya Alvonso


" Bagaimana kalau kita membalas apa yang telah mereka lakukan ke kita?" usul Harlan


" Bagus juga? bagaimana menurut kak Alvonso dan kak Alvian?" tanya Arlan


" Aku tidak setuju, aku akan menyiksa Celine karena dia telah membuat adik kesayangan kita koma dan dia juga telah memberikan obat perangs**g untukku." ucap Alvonso


" Kak Alvonso, Arlan mempunyai usul dan juga obat yang mujarab." ucap Arlan tersenyum menyeringai


" Usul dan obat mujarab?" tanya Alvonso ulang


" Kami setuju." Jawab mereka serempak


" Mereka memang pantas mendapatkannya karena mereka berempat telah melakukan perbuatan itu ke kita." ucap Harlan kesal


Arlan mengeluarkan 4 botol dan 4 suntikan dan diberikan ke Alvonso, Alvian dan Harlan.


Alvonso berjalan mendekati ke arah Celine dan memberikan suntikan ke lengan Celine. Celine berusaha memberontak tapi karena ke dua kaki dan ke dua tangannya terikat membuat dirinya tidak berdaya. Alvonso sudah menganggap Celine sahabat baik tapi ternyata sangat jahat ingin mencelakai mereka bertiga di hari wisuda mereka.


Alvian juga melakukan juga ke tubuh dokter Aldrian sahabat yang kini berubah menjadi musuhnya.


Harlan pun juga sama melakukan ke tubuh Ririn, bekas pegawainya yang selalu menggodanya. Sampai suatu ketika Ririn memberikan dokumen ke Harlan dan tiba - tiba dirinya melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos membuat Harlan marah dan menghubungi salah satu bodyguardnya. Bodyguard pun masuk ke dalam matanya membulat sempurna melihat tubuh polos Ririn. Harlan menyuruhnya untuk mengusir Ririn dan terserah apa yang ingin dilakukannya.


Begitu pula dengan Arlan menyuntikkan ke lengan Vincent


" Itulah akibat perbuatanmu mempunyai ide gila mengundang kami di pesta ulang tahun perusahaan di kota P di hotel Alexis. Aku bersyukur tidak datang karena kalau tidak aku bisa bertengkar hebat dengan istriku." ucap Arlan

__ADS_1


" Bagaimana dengan sisanya?" tanya Alvonso memperhatikan 6 orang yang masih terikat.


" Kata daddy, paman Kennath dan paman Ronald ada dua pilihan menyiksa mereka atau diberikan ke kandang buaya." ucap Alvian


" Berikan kandang buaya saja." ucap Alvonso


" Setuju." ucap mereka serempak


" Aku sangat setuju karena jika kita menyiksa pasti terkena cipratan darah sedangkan di mansion ini ada orang - orang yang kita cintai." ucap Alvian


" Apa maksudmu Alvian? orang - orang yang kita cintai berada di sini?" tanya Alvonso terkejut.


" Benar kak, keluarga besar daddy dan mommy, keluarga besar paman Kennath dan tante Maria serta keluarga besar paman Ronald dan tante Clarisa. Apalagi istriku lagi ada di sini kalau dia mencium pakaianku bau darah bisa - bisa istriku marah padaku." ucap Alvian menjelaskan.


" Kenapa ada semuanya?" tanya Alvonso dan Harlan terkejut.


" Tentu saja untuk menyiapkan pernikahan kak Alvonso dan Harlan." ucap Alvian


Alvonso dan Harlan tersenyum dan tidak sabar menunggu hari pernikahan mereka. Alvonso dan Alvian melepaskan ikatan ke dua kaki penjahat itu dan membuangnya di kandang buaya di susul oleh Harlan dan Arlan.


Suara teriakan kesakitan tidak diperdulikan oleh mereka berempat. Ke 6 penjahat itu mati dengan cara mengenaskan di makan 10 buaya yang terdiri 5 buaya betina dan 5 buaya jantan.


Obat yang diberikan oleh Arlan mulai beraksi dokter Aldrian, Celine, Vincent dan Ririn mulai mendesah dan berusaha ingin melepaskan diri tapi tidak bisa karena ke dua kaki dan tangannya terikat membuatnya mereka semakin bertambah tersiksa.


" Tolong aku ahhh." usap mereka serempak sambil mendesah


" Itulah akibat kalian melakukan pada kami waktu itu." ucap Alvonso sinis


" Bagaimana tersiksa bukan? kamipun juga sama tersiksa belum lagi kami harus bertarung melawan orang suruhanmu." ucap Harlan pada Vincent


Satu jam kemudian Ririn dan Celine mati karena tidak bisa menahan hasratnya yang memuncak. Ke dua tangan dan ke dua kakinya memerah karena terus - terusan memberontak.


Harlan mengecek leher Celine dan Ririn apakah masih hidup atau sudah mati.


" Celine dan Ririn sudah mati kita lepaskan mereka berdua dan serahkan ke kandang buaya." ucap Harlan sambil melepaskan ikatan mereka berdua.


Harlan dan Arlan menggendong dua jasad gadis itu dan diberikan ke kandang buaya. Buaya itupun menyambutnya dengan mencabik - cabik tubuh mulus mereka.

__ADS_1


1 setengah jam kemudian Vincent dan dr. Aldrianpun mati mengenaskan. Sama seperti mereka Vincent dan dr. Aldrian di buang di kandang buaya.


__ADS_2