
Alviana berjalan sambil memanggil Rocky dan Liani untuk yang ke dua kalinya dengan membawa dua bungkusan paper bag untuk Rocky dan Liani.
Arlan yang membelakangi Alviana langsung membalikkan badannya dan melihat gadis yang sangat dirindukannya, gadis yang beberapa hari yang selalu di cari karena tidak ada kabar beritanya.
" Roc... Mas Arlan?" panggilan Alviana terputus karena terkejut melihat Arlan.
bruk
Alviana menjatuhkan 2 paper bag karena terkejut melihat kedatangan Arlan. Laki - laki yang ingin dihindarinya kini dipertemukan kembali.
" Alviana?" panggil Arlan sambil tersenyum bahagia.
" Maaf aku pergi lagi ada sesuatu yang ingin kubeli tadi aku ada yang terlupa." ucap Alviana lalu membalikkan badannya meninggalkan orang - orang yang berada di ruang tamu.
grep
Arlan yang tahu Alviana sengaja ingin menghindar darinya langsung menahan tangan Alviana agar tidak pergi.
" Alviana tunggu ada yang ingin kuceritakan padamu. Maaf paman Ronald saya ingin bicara dengan Alviana berdua." ucap Arlan sopan.
" Baik silahkan, bicaralah di taman samping." ucap paman Ronald sambil menunjukkan arahnya.
Arlan menggenggam tangan Alviana dan berjalan menuju ke taman samping yang baru saja di tunjuk oleh paman Ronald.
Alviana hanya diam dan mengikuti langkah Arlan. Jantung Alviana berdebar kencang rasa senang dan takut menyelimuti hatinya.
grep
Arlan memeluk Alviana dari arah belakang karena beberapa hari tidak bertemu dengan Alviana membuat Arlan sangat merindukan kekasihnya.
Alviana terkejut dan berusaha melepaskan pelukan Arlan tapi tenaga tidak sebanding dengan tenaga Arlan.
" Mas Arlan lepas." ucap Alviana kesal.
" Biarkan seperti ini, mas sangat merindukanmu." ucap Arlan sambil menghirup wangi rambut Alviana.
" Mas Arlan hiks... hiks... sebenarnya menganggapku sebagai apa?" tanya Alviana sambil terisak.
Arlan melepaskan pelukannya dan memegang bahu Alviana kemudian membalikkan badan Alviana. Arlan menghapus air mata Alviana dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.
" Sebagai kekasih dan tahun depan kita akan menikah sesuai yang dulu dikatakan daddy." ucap Arlan
" Daddy?" ulang Alviana bingung
__ADS_1
" Iya orangtuamu, beberapa hari yang lalu aku ke rumahmu dan aku memanggilnya Daddy dan Mommy." ucap Arlan tersenyum bahagia.
" Maksud mas Arlan aku akan dijadikan istri ke dua?" tanya Alviana ketus.
" Kata siapa?" tanya Arlan bingung
" Wanita yang beberapa hari yang lalu bukankah itu istri mas Arlan dan anaknya bernama Clara bukankah itu anak mas Arlan?" tanya Alviana ketus
" Pffttttt..hahahaha..." Arlan tertawa terbahak - terbahak sambil memegangi perutnya setelah mendengar perkataan Alviana.
" Apanya yang lucu?" tanya Alviana ketus
Arlan tetap tertawa membuat Alviana kesal kemudian berjalan ingin meninggalkan Arlan tapi tangannya di tahan oleh Arlan.
" Lepas, mas Arlan pergilah dan jangan temui aku lagi." ucap Alviana sambil berusaha melepaskan tangan Arlan tapi Alviana tidak bisa melepaskannya karena Arlan menggenggam tangan Alvian dengan kuat membuat Alviana menjadi kesal.
Bugh
Alviana menginjak kaki Arlan membuat Arlan mengangkat kaki yang diinjak Alviana dan memegang kakinya sehingga tangan yang di pegang Arlan berhasil dilepas. Alviana langsung membalikkan badannya dan berjalan baru beberapa langkah Alviana menghentikan langkahnya.
" Jangan pernah temui aku dan anggap saja kita tidak pernah saling kenal." ucap Alviana tegas dan melanjutkan langkahnya kembali
deg
Arlan jantungnya berdebar sangat kencang, hatinya berdenyut terasa sakit dan berusaha menahan tangan Alviana tanpa memperdulikan rasa sakit pada kakinya.
" Bukankah Mas Arlan sudah menikah dan mempunyai seorang anak jadi kumohon lupakanlah aku." ucap Alviana menahan rasa sakit.
" Alviana dengarkan aku dulu aku ingin cerita padamu. Duduklah akan kuceritakan semuanya supaya kamu tidak salah paham." ucap Arlan
" Salah paham bagaimana? sudah jelas Clara memanggilmu daddy otomatis Mas Arlan sudah menikah jadi untuk apa dijelaskan?" ucap Alviana
" Dengarkan baik - baik aku belum pernah menikah dan aku hanya ingin menikah denganmu." ucap Arlan tegas
" Berarti Mas Arlan melakukan hubungan dengan wanita lain dan mempunyai anak tanpa menikah? itu maksud mas Arlan!" ucap Alviana ketus.
" Apakah aku serendah itu Alviana?" tanya Arlan dengan nada kecewa.
Alviana hanya diam karena bingung mau mengatakan apa pada Arlan.
" Aku akan cerita dan terserah kamu percaya padaku atau tidak." sambung Arlan.
" Aku, Harlan dan Rocky merupakan saudara sepupu. Rocky dan Harlan adalah adik sepupuku. Rocky sudah menikah dan mempunyai seorang putri. Istri Rocky bernama Jessica dan anaknya bernama Clara. Wanita dan anak yang kamu temui di kantornya mas, kamu tentu masih ingat bukan? Suatu ketika mas akan di tembak oleh musuh mas tapi Rocky menjadi tamengnya hingga membuat Rocky yang tertembak pas di jantungnya. Sebelum meninggal Rocky berpesan untuk menjaga istri dan putrinya bernama Clara. Mas menyanggupinya dan merawat mereka berdua. Clara yang waktu itu berusia dua tahun tidak tahu tiba - tiba memanggilku daddy dan aku tidak keberatan karena berhutang nyawa dengan ayahnya." ucap Arlan menjelaskan.
__ADS_1
" Sejak itu aku selalu menganggap Clara sebagai anakku dan Clara memanggilku daddy." sambung Arlan.
Alviana membalikkan badanya dan menatap Arlan untuk melihat adakah kebohongan di matanya tapi ternyata tidak ada.
" Kamu percaya padaku?" tanya Arlan
" Ya aku percaya sama mas Arlan, maafkan aku karena tidak mendengarkanmu terlebih dahulu, apakah kaki mas Arlan sakit?" tanya Alviana sendu merasa bersalah
'' Sakitlah kamu menginjak kakiku terlalu keras." ucap Arlan sambil memegang kaki yang tadi di tendang oleh Alviana.
" Maafkan aku." ucap Alviana sambil berlutut dan hendak memegang kaki Arlan.
Arlan yang melihat Alviana berlutut dan hendak menyentuh kakinya langsung mundur dan memegang bahu Alviana untuk berdiri.
" Mas sangat merindukanmu kembalilah ke Indonesia dan menjadi sekretarisku." ucap Arlan sambil memeluk Alviana.
" Bagaimana dengan kuliahku?" tanya Alviana bingung antara ikut atau tidak.
" Kuliah di Indonesia saja, apa kamu tidak merindukanku?" ucap Arlan
" Tentu saja setiap hari aku selalu merindukan mas Arlan sampai aku kuliah sambil kerja online agar aku bisa melupakan Mas Arlan." ucap Alviana
" Apakah kamu cemburu?" goda Arlan
" Tidak buat apa cemburu?" elak Alviana
" Benarkah?" goda Arlan lagi
" Benar, aku sangat marah karena aku pikir Mas Arlan sudah menikah dan mempunyai anak." ucap Alviana jujur
" Karena itu kamu pergi tanpa kabar?" tanya Arlan sambil melepaskan pelukannya dan menatap Alviana
" Iya benar." ucap Alviana.
" Lain kali bertanyalah padaku jangan mengambil kesimpulan sendiri. Sekarang kita pulang ke Indonesia kalau masalah kuliah nanti kuliah di Indonesia saja." ucap Arlan.
" Baiklah lain kali aku bertanya padamu. Tunggulah aku akan menyiapkan koperku kita pulang bersama." ucap Alviana
" Aku tunggu di ruang tamu." Ucap Arlan
xxxxx
Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, vote dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘
__ADS_1
Salam Author,
Yayuk Triatmaja