
4 pasang mata itu terdiri dari satu laki - laki dan 3 perempuan. Mereka datang hanya sebentar dan meninggalkan acara pernikahan Arlan dan Alviana secara terpisah menuju arah berbeda.
Semua teman - teman Alvonso, Alvian dan Alviana pada datang begitu pula dengan teman bisnis Arlan semua mengucapkan selamat atas pernikahan mereka.
Tidak terasa hari sudah sore resepsi pernikahanpun sudah selesai. Banyak tamu undangan sudah pulang dan kini tinggal keluarga Alvonso, Keluarga Ronald dan Keluarga dokter Kennath.
" Alviana dan Arlan kalian ingin tinggal di sini?" tanya mommy Laras
" Lusa kami rencana akan pulang karena pekerjaan di pusat sudah menumpuk." ucap Arlan
" Kami juga pulang lusa, apakah kalian berdua dan Harlan bareng satu pesawat pribadi dengan kami?" tanya Mommy Laras kembali.
" Baik mom kita bareng satu pesawat." ucap Arlan dan Alviana barengan.
" Kak Arlan aku ingin bicara denganmu di ruang kerja." ucap Harlan
" Ok." jawab Arlan singkat
Selesai mengobrol mereka istirahat di kamar masing - masing.
Arlan dan Harlan berjalan ke ruang kerja milik Arlan. Arlan duduk di kursi kebesaran sedangkan Harlan duduk berhadapan dengan Arlan.
Harlan menceritakan semua yang terjadi kemarin malam. Arlan yang mendengar perkataan Harlan sangat kesal dan menyetujui usulan Harlan.
Arlan dengan wajah memerah menahan amarah berulang - ulang menghembuskan nafas dengan kasar setelah bisa menguasai dirinya Arlan baru keluar dari ruang kerjanya menuju kamarnya.
ceklek
Arlan membuka pintu kamarnya tampak Alviana sedang berhias di meja rias. Alviana tersenyum melihat bayangan suaminya.
Arlan mendekati Alviana dan memeluk istrinya dan mengecup pucuk kepalanya.
" Sayang mandi ya? biar segar." ucap Alviana
" Ok." jawab Arlan singkat.
Arlan pun melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Alviana memunguti pakaian suaminya yang berserakkan di lantai kemudian memasukkan di keranjang khusus pakaian kotor.
Alviana berbaring di ranjang sambil memejamkan matanya.
ceklek
Arlan membuka pintu kamar mandi dan melihat istri tercintanya sedang tertidur. Arlan langsung masuk ke dalam selimut dan memeluk istrinya sambil menatap wajah istrinya.
" Sayang, dulu mas kalau mau tidur selalu memeluk fotomu kini mas tidak lagi memeluk foto tapi langsung memelukmu. Mas bahagia menikah denganmu." ucap Arlan
Arlanpun memejamkan matanya tidak butuh lama Arlan sudah tertidur pulas.
__ADS_1
Dua Hari Kemudian
Kini mereka berada dalam pesawat pribadi menuju ke kota asalnya dua jam kemudian mereka sudah sampai di bandara dan pulang ke rumah masing - masing.
Alviana yang sudah menikah dengan Arlan mengikuti suaminya pulang ke mansion.
Sampai di mansion Alviana dan Arlan masuk ke dalam ruangan keluarga.
" Sayang, ruangan dapur dimana ya?" tanya Alviana
" Mau apa ke dapur?" tanya Arlan
" Mau tidur." ucap Alviana asal
" Kalau ngantuk itu tidur di kamar bukannya di dapur." ucap Arlan menjelaskan.
" Kalau ke dapur untuk apa?" tanya Alviana
" Buat masak." ucap Arlan
" Tuh tahu kok nanya." jawab Alviana cemberut
" Pfftttt... haahhaha... lucu mukamu kalau lagi cemberut." ucap Arlan tertawa lepas.
" Aish... sebal... mana dapurnya?" ucap Alviana.
Alviana mengikuti Arlan ke ruangan dapur.
" Ini dapurnya, mas mau ganti baju dulu ya?" ucap Arlan
" Ok." jawab Alviana
cup
Arlan mengecup kening istrinya dan naik ke atas menuju kamarnya. Sedangkan Alviana membuka kulkas untuk mencari bahan makanan, setelah mendapatkan Alviana mulai meracik bahan - bahan untuk dimasak.
Alviana yang berambut panjang membuat Alviana gerah dan mengingkatnya mirip konde.
Alviana menyetel musik di ponselnya dan ikut bernyanyi. Tanpa disadari Alviana Arlan memperhatikan tingkah istrinya yang membuatnya selalu tersenyum.
Selesai masak Alviana menaruhnya di meja makan. Arlan sudah duduk di kursi makan menatap wajah istrinya.
" Sepertinya enak sayang." ucap Arlan
Alviana hanya tersenyum dan mengambil nasi dan lauk untuk suaminya. Arlan sangat bahagia selain istrinya cantik juga perhatian padanya.
Untuk pertama kalinya Arlan makan masakan istrinya dan rasa masakannya membuat Arlan sangat suka dan ketagihan.
__ADS_1
Selesai makan Alviana mencuci piring kotor sedangkan Arlan memeluk Alviana sambil mengecup pucuk rambut Alviana.
" Sayang, kapan aku selesai mencucinya kalau di peluk begini." ucap Alviana
" Sayang tinggalkan saja kita main lagi yuk." ucap Arlan sambil memutar kran dan mencuci tangan Alviana kemudian mematikan kran.
Tanpa persetujuan Alviana, Arlan langsung menggendong Alviana karena Arlan merasa ketagihan dengan tubuh sang istri.
xxxx
Pagi Hari, Alviana sudah bangun pagi mencuci muka dan sikat gigi kemudian turun ke bawah untuk memasak selesai masak Alviana naik kembali ke atas dan mandi.
Selesai mandi Alviana menyiapkan air hangat dan meneteskan grean tea ke bath up kemudian keluar dari kamar mandi menyiapkan pakaian suaminya kemudian di taruhnya di sofa.
Alviana duduk di samping ranjang suaminya untuk membangunkannya.
" Sayang bangun yuk?" ucap Alviana lembut
" Masih ngantuk sayang, 5 menit lagi ya." pinta Arlan dengan mata masih terpejam.
Alviana memandangi wajah suaminya dan mengusap pipinya.
" Suamiku sangat tampan, matanya yang tajam seperti elang, bibir yang tebal dan rahang yang tegas sungguh sempurna Tuhan menciptakan suamiku yang sangat tampan." puji Alviana sambil memegang satu persatu yang diucapkan olehnya.
" Aku berharap suamiku selalu mencintaiku sekarang, besok dan seterusnya. Jika suatu saat mas Arlan sudah tidak mencintaiku lagi dan tidak menginginkan diriku aku akan pergi meninggalkanmu untuk selamanya." ucap Alviana lirih sambil melepaskan tangannya yang memegang wajah Arlan.
Tangan Arlan menahan tangan Alviana yang mengusap wajahnya. Arlan membuka matanya dan menatap wajah istrinya.
Arlan bangun dan duduk di samping istrinya dan memeluknya dari samping.
" Mas akan selalu mencintaimu dan juga menginginkan dirimu jadi kuminta jangan katakan itu lagi." ucap Arlan sambil tersenyum menatap wajah istrinya.
cup
Arlan mengecup bibir istrinya dan turun dari ranjang menuju ke kamar mandi. Seperti biasanya Arlan melepaskan seluruh pakaiannya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Alviana memunguti satu persatu pakaian Arlan yang berserakan di lantai dan memasukkannya di keranjang khusus pakaian kotor. Merapikan tempat tidur yang berantakan hingga menjadi rapih dan bersih.
Alviana membuka gorden dan jendela kamarnya hingga udara di kamar menjadi segar.
Arlan sangat bahagia karena mandi sudah disiapkan oleh istri tercintanya. Selesai mandi Arlan memakai handuk hingga terlihat dada bidangnya dan roti sobeknya sambil membawa handuk kecil untuk mengusap rambut yang basah.
" Mas Arlan biar aku keringkan rambut Mas Arlan." ucap Alviana sambil tersenyum dan mengambil handuk yang di pegang oleh suaminya.
Alviana mengeringkan rambut Arlan hingga air tidak menetes lagi. Arlan menatap ruangan kamar tidurnya dan terakhir pakaian kerjanya. Baru kali ini Arlan bisa merasakan apa arti dari perhatian dari seseorang yang tidak pernah Arlan dapatkan dan lihat.
Dulu Arlan kecil dan ayahnya tidah pernah diperhatikan dan tidak diperdulikan karena ibunya sering berpergian. Sehingga ayahnya dan Arlan kecil selalu menyiapkan sendiri.
__ADS_1