Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Kembalinya Jiwa Psychophat Max 2


__ADS_3

" Karena nyonya yang bernama Laras Taylor telah meminjam uang sebanyak Rp. 400,000,000 dan sudah lewat jatuh tempo. Kami beberapa kali menghubungi tapi tidak pernah aktif kemudian kami mengirim 3 kali pesan ke anaknya bernama Alviana Taylor tapi tidak mendapat balasan karena itulah kami menabraknya mereka." ucap Anto sambil menahan sakit di ke dua pipinya dan adik kecilnya.


" Kamukah yang menabrak kak Harlan?" tanya Max sambil menatap wajah Anto.


Hening


" Tidak jawab adik kecilmu akan aku potong kecil - kecil akan aku jadikan makanan ikan piranha, ikan kesayangan sekaligus binatang peliharaanku." ancam Max sambil tersenyum menyeringai


" Iya benar saya yang menabraknya." ucap Anto dengan wajah ketakutan.


" Siapa yang menyuruhmu." tanya Max sambil memperlihatkan pisau lipatnya.


" Nyonya Sutrimelza Hermawan." ucap Anto dengan kaki gemetaran begitu pula dengan tubuhnya. Anto benar - benar takut dengan tatapan Max terlebih dengan santainya dan tanpa rasa takut melukai dirinya dengan menggunakan pisau lipat.


" Kenapa tante Sutrimelza Hermawan ingin membunuh mommyku Laras Taylor dan juga anaknya yang bernama Harlan." tanya Max penasaran


" Karena nyonya Sutrimelza Hermawan ingin menguasai harta tuan Harlan sedangkan kalau nyonya Laras Taylor tidak membayar pinjaman Rp. 400,000,000 belum lagi bunganya." ucap Anto


" Memangnya bunganya berapa?" tanya Max santai


" Rp. 100,000,0000 jadi total pinjamannya Rp. 500,000,000 ucap Anto.


" Apakah kamu tidak berbohong?" tanya Max


" Itu benar saya tidak bohong." ucap Anto


" Hm.. baiklah aku percaya padamu." ucap Max polos kemudian tersenyum menyeringai


" Tunggu Max kenapa kamu percaya omongannya." ucap Arlan tidak terima ucapan Max


" Apa maksudmu kak? aku memang percaya padanya." jawab Max dengan wajah polosnya.


" Kita kan tahu kalau mommy Laras di tabrak karena di tuduh meminjam uang padahal yang meminjam uang itu tante Sutrimelza Hermawan. Sedangkan kata Anto kalau bosnya adalah tante Sutrimelza Hermawan. Apakah itu terasa aneh." ucap Arlan


" Hehehe... karena itu kak aku percaya padanya tapi..." ucapnya terpotong dan menatap ke arah Anto


glek


Anto menelan saliva dengan bersusah payah melihat tatapan Max.


( " Sial kenapa aku begitu bodoh kenapa tidak bilang nama lain saja, jelas - jelas bosku bukan Sutrimelza Hermawan dan lagi siapa itu Sutrimelza Hermawan aku tidak kenal." ucap Anto dalam hati ).


" Hehe.. lagi merutuki kebodohanmu ya?" ledek Max menebak pikiran Anto

__ADS_1


" Ti... tidak." jawab Anto gugup


" Aku tanya sekali lagi kenapa kamu menabrak mommyku dan kak Harlan?" tanya Max berulang.


" Seperti tadi saya katakan, Apalagi saya berkata dengan benar kalau utang Rp. 400,000,000 kena bunganya Rp. 100,000,000 ucap Anto berkata jujur


" Masalah bunga pinjaman itu aku percaya tapi yang tidak kupercaya apakah benar kalau Sutrimelza Hermawan adalah benar bosmu?" tanya Max sambil tersenyum devil


" Ya benar kalau Sutrimelza Hermawan adalah benar - benar bosku." ucap Anto. Tubuh Anto berkeringat karena menahan rasa takut teramat sangat.


" Baiklah kalau begitu." ucap Max


Max memegang kembali adik kecil milik Anto.


" Kalau ini aku potong kecil - kecil berarti tidak bisa buang kecil donk." ucap Max polos


( " *Bukan hanya buang air kecil saja bodoh tapi aku tidak bisa bercin*a dengan wanita." umpat Anto dalam hati* ).


" Kamu mengumpati Anto" tanya Max sambil menatap tajam ke arah Anto


( " Sialan kenapa dia bisa tahu." ucap Anto dalam hati ).


" Jangan mengumpati aku lagi." ucap Max dengan melototkan matanya.


akh


Max mengiris sedikit adik kecil milik Anto


" Katakan siapa bosmu kalau tidak adik kecilmu akan kupotong sedikit -sedikit kemudian aku berikan ikanku, jika belum mengaku juga maka ke dua matamu akan aku congkel dan aku makan. Sudah sangat lama aku tidak makan bola mata manusia rasanya ingin makan lagi. Ayo berbohong lagi karena aku ingin makan bola matamu." ucap Max santai


glek


Anto kembali menelan saliva tidak percaya kalau lawannya adalah seorang psychophat.


" Psychophat, kau seorang Psychophat." ucap Anto tanpa sadar.


" Ya benar aku adalah seorang psychophat, kenapa terkejut?" tanya Max sambip tersenyum menyeringai.


Anto hanya diam tapi dalam hatinya merasa ketakutan hingga tubuh dan ke dua kakinya gemetaran.


" Sekali lagi siapa bosmu." tanya Max


" Apakah kalau saya berkata jujur saya akan di lepas?" tanya Anto

__ADS_1


" Ya, akan aku lepas." ucap Max dengan menatap Anto dengan tatapan polos tanpa dosa.


" Ramon dan Oskar." ucap Anto akhirnya mengaku


" Ramon dan Oskar." ulang Max dan Arlan bersamaan saling bertatapan karena tidak mengenal dengan nama dua orang itu.


" Siapa itu Ramon dan Oskar?" tanya Arlan penasaran.


" Tuan Ramon sangat mencintai nona Imel istrinya tuan Harlan karena itulah tuan Ramon memintaku untuk menabrak tuan Harlan agar tuan Ramon bisa menikah dengannya." ucap Anto jujur


" Apakah mereka berpacaran?" tanya Arlan tidak percaya


" Bukan saja berpacaran mereka juga melakukan hubungan suami istri dan tuan Ramon orang yang pertama melakukannya karena tuan Harlan tidak pernah menyentuh istrinya nona Imel." ucap Anto jujur


" Dari mana kamu tahu?" tanya Arlan penasaran.


" Saya tidak sengaja mendengar percakapan mereka setelah itu mereka melakukan hubungan suami istri." ucap Anto jujur


" Kalau Oskar?" tanya Max gantian


" Dia seorang rentenir, karena nyonya Laras Taylor tidak bisa dihubungi dan anaknya yang bernama nona Alviana Taylor karena itulah bosku memintaku untuk menabrak nyonya Laras." ucap Anto jujur


" Tapi aku lihat di cctv kamu mau menabrak Kak Alviana?" tanya Max


" Sebenarnya saya mau menabrak nyonya Laras tapi karena terhalang dengan nona Alviana saya tabrak saja nona Alviana dan saya yakin pasti nyonya Laras juga ikut tertabrak. Tapi ternyata perkiraan saya salah karena nyonya Laras mendorong nona Alviana." ucap Anto jujur


" Kenapa kamu bisa bekerja dengan dua orang sekaligus?" tanya Arlan penasaran


" Karena pekerjaan saya adalah membunuh orang." ucap Anto santai tanpa tahu kalau perkataannya itu merupakan bomerang buat dirinya sendiri.


" Ada yang lain?" tanya Max sambil kedua tangannya mengepal menahan amarah.


" Tidak ada hanya itu saja. Bolehkah saya bebas sekarang? saya sudah mengatakan yang sebenarnya." ucap Anto tanpa rasa takut lagi.


" Ya kamu sekarang bebas." ucap Max


" Tapi Max orang seperti dia tidak pantas untuk hidup, dia sudah melukai mommy dan juga saudaraku Harlan." ucap Arlan tidak terima.


" Max ingin tanya kak Arlan ingin pria ini mati atau hidup?" tanya Max


" Mati." ucap Arlan tegas


" Aku juga sama kak, karena itulah aku bebaskan dia dari dunia ini." ucap Max santai

__ADS_1


" Katanya aku bebas tapi kenapa aku ingin di bunuh?" protes Anto tidak terima jika dirinya harus mati.


__ADS_2