
Alviana menatap tajam ke arah pria itu. Pria itu membalas tatapan tajam Alviana.
deg
deg
deg
deg
Jantung Arlan berdebar sangat kencang gadis yang sangat dirindukan kini berada dihadapannya dan sedang membekap mulutnya
" Mas Arlan." panggil Alviana lirih sambil melepaskan tangan yang membekap mulut Arlan.
" Alviana." panggil Arlan kaget.
" Kalian keluar." perintah Arlan mengubah suaranya yang mendadak lembut
Semua yang ada diruangan Arlan terkejut karena tadi bosnya hampir setengah jam memaki mereka. Merekapun keluar dari ruangan bersama Alviana tapi tangannya di tahan oleh Arlan.
Alviana menatap Arlan bingung.
" Kamu di sini." pinta Arlan
" Tapi saya ingin bertemu dengan Tuan Harlan." ucap Alviana
Harlan yang baru saja melangkahkan kakinya beberapa langkah namanya di panggil langsung menghentikan langkahnya dan menatap gadis yang baru saja datang.
" Ada apa ingin bertemu denganku nona?" tanya Harlan bingung pasalnya Harlan tidak mengenal gadis itu.
" Tuan Harlan, ponakan tuan yang bernama nona Clara ada di ruangan sekretaris. Saya titip ke dua adik saya ya? sebentar lagi saya ke sana." ucap Alviana lembut
"Baik nona." jawab Harlan
Harlan pun keluar dari ruangan Arlan dan menutup pintu secara perlahan.
Arlan yang melihat hanya tinggal mereka berdua langsung memeluk Alviana dan mengecup kening Alviana.
Alviana sangat terkejut dan berusaha mendorong tubuh Arlan karena Arlan memeluknya sangat erat.
" Mas Arlan ku mohon jangan peluk aku seperti ini? dadaku sesak" pinta Alviana
" Memang kenapa? aku kangen sudah lama kita tidak bertemu." ucap Arlan sambil mengendurkan pelukannya.
" Tapi kitakan bukan sepasang kekasih? kenapa mas Arlan memelukku?" tanya Alviana
" Aku..?" ucapannya terpotong karena terdengar bunyi suara ponsel milik Alviana.
" Maaf Mas Arlan ponselku bunyi tolong lepaskan pelukannya." pinta Alviana
__ADS_1
Arlan pun dengan sangat terpaksa melepaskan pelukannya.
Alviana membuka tasnya dan mengambil ponselnya tertera nama Alvian Calling Alviana pun menggeser tombol hijau dan menempelkan benda pipih itu ke pipinya.
📱 " Hallo kak Alvian" panggil Alviana lembut
📱 " Dek, lama banget aku tungguin apa di tinggal? omel Alvian
📱 " Tungguin kak sebentar lagi aku ke empat parkir." ucap Alviana
📱 " Cepet jangan lama." omel Alvian
tut tut tut
Alvian langsung mematikan ponselnya tanpa menunggu jawaban adiknya.
Alviana hanya menghembuskan nafas dengan kasar dan menaruh kembali ponselnya ke dalanm tasnya.
" Mas Arlan aku pulang dulu ya? kakakku menunggu di parkiran." ucap Alviana.
" Aku yang antar aja, aku masih kangen." ucap Arlan sambil memeluk Alviana kembali.
" Mas Arlan kalau aku tidak pulang besok kita tidak ketemu lagi." ancam Alviana
Alviana terpaksa karena sangat takut dengan kak Alvian yang tadi memarahi dirinya.
"Baiklah, tapi benar ya besok kamu janji kesini lagi." pinta Arlan sambil melepaskan pelukan
Arlan yang hendak mencium Alviana kembali langsung di tahan mulutnya dengan telunjuk Alviana.
" Tapi dengan syarat tidak ada ciuman dan tidak ada acara pelukan." pinta Alviana
" Tapi.." ucapan Arlan terpotong oleh Alviana
" Kalau tetap memaksa memelukku dan menciumku maka aku tidak akan menemui mas Arlan lagi." ancam Alviana lagi
" Aish, ya sudahlah aku janji tapi bolehkah hanya menggenggam tanganmu saja tidak lebih." ucap Arlan pasrah daripada tidak bertemu lebih baik menahan dirinya untuk tidak mencium ataupun memeluk Alviana.
" Baiklah." ucap Alviana karena Alviana pikir hanya pegangan tangan tidak masalah baginya.
Arlan bahagia tid
" Ok, aku mau ke ruangan tuan Harlan untuk mengajak ke dua adikku pulang." ucap Alviana.
" Aku antar ya?" pinta Arlan
" Ok." jawab Alviana
Arlan menggengam tangan Alviana keluar dari ruangan Arlan dan berjalan ke arah kiri dimana ruangan Harlan berada.
__ADS_1
Sekretaris menatap heran dan sangat syok karena baru kali ini bosnya yang sangat arogant, kejam baru kali ini tunduk dengan gadis yang tadi ditemuinya.
Arlan langsung membuka pintu Harlan dengan menggunakan tangan satunya tanpa mengetuknya tampak ke dua adiknya Alviana dan Clara mereka lagi duduk di sofa bersama Harlan.
" Kak Alviana." panggil ke dua adiknya serempak sambil memeluk Alviana.
" Hallo sayang, kita pulang yuk? kak Alvonso dan kak Alvian sedang menunggu kita." ucap Alviana lembut sambil melepaskan tangannya yang di genggam oleh Arlan dan berlutut agar tingginya sama dengan adiknya.
" Baik kak." ucap ke dua adiknya serempak
" Oh ya kenalkan ini Kak Arlan." ucap Alviana memperkenalkan Arlan.
" Debby." ucap Debby tersenyum ramah sambil mengulurkan tangan kanannya untuk memperkenalkan dirinya.
" Arlan." ucap Arlan membalas tangan Debby
" Denisa." ucap Denisa ikut memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangan kanannya ke arah Arlan
" Arlan." jawab Arlan melepaskan tangan Debby kemudian menyambut tangan Denisa.
" Kalau tuan Harlan kalian berdua sudah kenalkan?" tanya Alviana lembut
" Sudah kak." ucap kedua adiknya serempak
" Panggil saja aku Harlan, nona." ucap Harlan
" Panggil saja saya Alviana tidak perlu pakai nama nona." ucap Alviana tersenyum ramah sambil berdiri dan berhadapan dengan Harlan.
Alviana mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan tapi tangannya langsung di tarik oleh Arlan sebelum tangan Harlan membalas uluran tangan Alviana.
" Sudah jangan pegangan, ayo kita turun nanti ke dua kakakmu marah lagi kelamaan di sini. ucap Arlan sambil menarik tangan Alviana keluar ruangan Harlan bersama ke dua adiknya. Harlan hanya menggelengkan kepala melihat saudara sepupunya bersikap posesif.
Arlan, Alviana dan kedua adiknya memasuki lift dan menekan tombol lantai 1. Tangan kanan Arlan menggandeng tangan Alviana dan tangan kirinya menggandeng Debby sedangkan tangan kanan Alviana menggenggam tangan Denisa.
Mereka seperti satu keluarga, semua orang menatapnya terkejut dan sangat syock karena baru kali ini melihat bos yang arogant menggandeng seorang gadis yang tadi di kenalnya di lobby.
Mereka berjalan sampai di tempat parkiran. Alvonso dan Alvian sedang berdiri di depan mobil sambil menatap tajam ke arah Arlan dengan berkacak pinggang.
" Arlan, ngapain kamu sama adikku? Alviana lama banget sih! kakak sampai pegel nunggu kalian tahu! omel Alvian sambil menatap tajam ke arah adiknya.
" Maaf kak." ucap Alviana sambil menundukkan wajahnya sambil matanya berembun karena Alviana takut dengan kakaknya Alvian.
" Maaf kalau Alviana lama, jangan salahkan Alviana, kalau mau marah, marah saja sama aku." ucap Arlan tegas sambil menatap tajam ke arah Alvian karena dirinya tidak suka Alviana dimarahi walau itu dengan kakaknya sekalipun.
" Kau?" tunjuk Alvian sambil tangannya menunjuk ke dada Arlan karena dirinya tidak suka dengan tatapan tajam Arlan.
xxxxx
Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, vote dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘
__ADS_1
Salam Author,
Yayuk Triatmaja