
"Akhirnya rencanaku berhasil anakku akan menikah dan tinggal selangkah lagi keinginanku untuk berfoya - foya akan terwujud." ucap ibunya Harlan tersenyum licik.
" Aku haus ingin minum dulu." ucap ibunya Harlan berbicara dengan dirinya sendiri.
Ibunya Harlan menurunkan kakinya dari ranjang dan berjalan menuju ke meja kecil ternyata gelasnya kosong. Ibunya Harlan keluar menuju dapur untuk mengambil minuman.
Ibunya Harlan membuka pintu kulkas dan mengambil air minuman dingin dan meminumnya hampir setengah gelas.
Ibunya Harlan berjalan kembali menuju ke kamarnya baru beberapa langkah seseorang datang dan menatap ibunya Harlan dengan tatapan tajam
" Tante hati - hati jangan bermain api di keluarga besar Alvonso kalau tidak nanti tante akan terbakar. " ucap seseorang sambil tersenyum menyeringai
Ibunya Harlan terkejut karena wajah itu seperti ingin membunuhnya.
" Kalau tante tidak melakukan apa - apa tante akan selamat jika tidak siap - siap tante akan aku siksa." sambung seseorang sambil tersenyum devil
" Siapa kamu?" tanya ibunya Harlan takut dan kakinya gemetaran.
" Tante tidak perlu tahu, yang terpenting tante harus jaga sikap." ucap seseorang itu kemudian meninggalkan ibunya Harlan.
Ibunya Harlan langsung berlari dan masuk ke dalam kamarnya kemudian mengunci pintu kamarnya.
( " Siapa pria itu? kurang ajar dia berani mengancamku, aku akan menyelidikinya kalau sudah tahu akan aku katakan pada anakku Harlan agar pria itu di beri pelajaran." ucap ibunya Harlan dalam hati ).
Karena lelah ibunya Harlan berbaring dan tidak berapa lama ibunya Harlan tertidur pulas.
Pagi harinya seperti biasa mereka sarapan pagi. Ibunya Harlan yang merasa ketakutan meminta anaknya untuk pulang dengan alasan ingin menyiapkan pernikahan Harlan.
Mereka berdua berpamitan dengan keluarga besar Alvonso dan meninggalkan kediaman mansion milik keluarga Alvonso.
xxxx
Seminggu Kemudian
Tidak terasa hari ini adalah pernikahan Arlan dan Imel. Pesta pernikahan di gelar besar - besaran di sebuah gedung dengan mengundang relasi bisnis.
Tidak ada senyum kebahagiaan di wajah Harlan berbeda dengan pengantin wanitanya Imel yang selalu tersenyum bahagia karena akhirnya bisa menikah dengan Harlan.
Selesai pesta pernikahan Harlan mengajak istri barunya ke sebuah rumah yang lumayan besar yang sudah dibelinya sejak lama. Sedangkan ibunya Harlan tinggal di apartemen milik Harlan dengan alasan agar mereka saling mengenal satu dengan yang lainnya.
Harlan berjalan memasuki kamarnya tanpa memperdulikan istri barunya. Di depan pintu Harlan menghentikan langkahnya begitu pula dengan Imel.
" Kamarmu sebelah sana dan kamarku sebelah sini. Aku belum ingin kita tidur sekamar dan aku minta jangan protes aku sangat lelah. Mengenai penjelasan besok pagi saja dan sekalian peraturan yang mesti kamu lakukan." ucap Harlan sambil berjalan menuju kamarnya.
brak
Harlan menutup pintu dengan sangat kasar membuat Imel mengeluarkan air mata dan berjalan menuju kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Harlan.
Imel duduk di ranjang dan menangis dirinya tidak percaya diperlakukan seperti ini terhadap suaminya padahal mereka baru saja menikah.
" Hiks... hiks... hiks... kenapa kamu jahat Harlan... aku... hiks... hiks... sangat mencintaimu." ucap Imel sambil menangis
Imel melepaskan gaun pengantinnya dan membersihkan diri di kamar mandi. Imel menangis di kucuran air shower yang mengalir bersamaan dengan air matanya.
Imel berfikir pernikahannya akan mengalami kebahagiaan bersama pria yang dicintainya tapi ternyata fikiran Imel salah Harlan sangat dingin padanya.
Setelah puas menangis dan hatinya mulai tenang. Imel berjalan menuju ke lemari pakaian dan memakai pakaian tidur.
xxxx
Pagi hari Imel masih tertidur dengan pulas, suara gedoran pintu yang sangat keras membuat dirinya terpaksa terbangun dan membuka pintunya dengan malas.
" Kamu itu perempuan bukan sih? jam segini belum bangun!!" bentak Harlan
" Maaf karena..." ucapan Imel terputus karena Harlan memotong perkataan Imel
" Tidak ada alasan, di meja makan sudah ada peraturan kamu baca dan tanda tangani dan ikuti semua yang ada di peraturan tersebut." ucap Harlan
__ADS_1
" Tapi.." ucapan Imel terputus karena terpotong oleh Harlan kembali
" Hari ini saya ada meating dan ingat ikuti peraturan yang sudah saya buat." ucap Harlan sambil berjalan meninggalkan Imel sendirian.
xxxxx
Kini Imel sudah mandi dan berpakaian. Imel sedang duduk di kursi makan sambil membaca peraturan yang membuatnya membulatkan matanya.
Pihak Pertama : Harlan Renaldo
Pihak Ke dua : Imel Hardiansyah
Menyetujui peraturan di bawah ini :
Pihak pertama tidak pernah salah
Jika pihak pertama melakukan kesalahan kembali ke peraturan pertama.
Tidak boleh ikut campur urusan pribadi masing - masing
Bangun pagi dan menyiapkan sarapan pagi, membersihkan rumah, nyuci baju dan memasak makanan malam.
Pihak ke dua di larang keras untuk tidak memberitahukan surat perjanjian ini pada siapapun termasuk keluarganya. Jika terbukti melakukannya akan dikenakan hukuman
Jika melakukan kesalahan akan dikenakan hukuman dari yang ringan, sedang dan berat.
Hukuman ringan meliputi : jika dalam satu hari tidak membersihkan rumah, membersihkan kamar mandi atas dan bawah, mencuci baju serta membuat sarapan dan makan malam maka hukumannya tanpa makan satu hari
Hukuman sedang meliputi : membawa pria ke rumah, melaporkan keluarga tentang isi perjanjian pernikahan ini, mengeluh tentang pernikahan, di hadapan keluarga kita berpura - pura sebagai pasangan romantis. Jika melakukan kesalahan sekali akan di cambuk satu kali dan salah dua kali maka dua kali cambukan begitu seterusnya. Hukuman ini berlaku selama dalam satu hari
__ADS_1
Hukuman berat meliputi : Jika melakukan sesuatu jebakan misalnya memberikan obat perans**g maka bersiap di santap oleh ANACONDA
Usia pernikahan tergantung pihak ke dua
Pihak Pertama Menyetujui Isi Surat Perjanjian
Harlan Renaldo
Pihak Ke dua Menyetujui Isi Surat Perjanjian
Imel Hardiansyah
Imel menangis di satu sisi ada rasa penyesalan atas pernikahannya. Jika seandainya dulu hatinya tidak tergila - gila pada Harlan nasibnya tidak akan seperti ini dan di satu sisinya Imel yakin suatu saat cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
" Suatu saat kamu pasti akan tunduk padaku Harlan, aku akan membuatmu tergila - gila padaku." ucap Imel percaya diri
Imel menandatangani Surat Perjanjian Harlan dengan Imel.
Imel menelephone 2 orang pelayan yang berada di rumahnya untuk mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dirinya lakukan.
Tidak berapa lama 2 orang datang kemudian mulai bekerja sedangkan Imel pergi ke salon untuk menenangkan hatinya.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
__ADS_1
xxxxxx