Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2

Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
Sekretaris Baru Mas Harlan


__ADS_3

Di kantor Harlan merasa pusing dengan pekerjaan yang menumpuk belum lagi di tambah pekerjaan Arlan karena Arlan selama satu bulan pergi ke luar kota bersama keluarga untuk mengurus cabang yang bermasalah sekaligus liburan.


Beberapa kali Harlan menghela nafas panjang dan mengusap wajahnya dengan kasar. Sekretaris barunya tidak bisa diandalkan membuat Harlan sering memarahi sekretarisnya.


Sekretaria Harlan paling kuat hanya bertahan menghadapi sikap arogant Harlan hanya satu setengah minggu sedangkan yang lainnya hanya 1 sampai 3 hari. Kini Harlan kerja sendiri tanpa ada bantuan sekretaris.


Karena merasa jenuh Harlan keluar dari ruangan kerjanya. Harlan masuk ke dalam lift dan menekan tombol lantai satu.


ting


Pintu lift terbuka Harlan memainkan ponselnya sambil berjalan tanpa memperhatikan jalan karena dirinya tahu tidak mungkin dirinya di tabrak oleh para pegawainya karena semua pegawai otomatis menyingkir karena jika sampai ke tabrak berakhir dengan pemecatan dan tidak diterima bekerja dimanapun.


brugh


Seorang gadis cantik berjalan sambil menundukkan wajahnya sambil bermain ponsel tanpa memperhatikan di depannya ada Harlan membuat gadis cantik itu menabrak tubuh Harlan. Harlan refleks memeluk gadis itu agar tidak terjatuh


Harlan menatap tajam ke arah gadis cantik itu tapi setelah tahu siapa gadis itu Harlan merubah tatapan matanya dan menatap gadis itu dengan tatapan teduh.


" Liani." panggil Harlan tidak percaya


" Mas Harlan." panggil Liani lembut sambil tersenyum


deg


deg


Jantung Harlan dan Liani saling berdetak kencang karena tidak kuat Liani menundukkan wajahnya.


" Maaf mas, aku tidak sengaja nabrak mas Harlan." ucap Liani


" Tidak apa - apa. Ada perlu apa ke kantor?" tanya Harlan


" Oh ini mommy bilang katanya dokumen mas Harlan ketinggalan karena itu mommy memintaku untuk mengantar dokumen ini ke mas Harlan." ucap Liani menjelaskan ke Harlan sambil menatap wajah Harlan.


Harlan hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis membuat jantung Liani berdetak kembali.


" Ikut aku ke atas yuk?" ajak Harlan dan tanpa sadar Harlan menarik tangan Liani lembut.


Liani bingung melihat Harlan memegang tangan kirinya. Liani mengikuti langkah Harlan membuat Liani berjalan agak cepat.


Semua para karyawan dan karyawati Harlan menatap Harlan dan gadis itu dengan tatapan bingung pasalnya Harlan sangat dingin terhadap wanita.


ting


Pintu lift khusus ceo terbuka Harlan menarik kembali tangan Liani. Di dalam lift Liani tangan yang masih di genggam oleh Harlan.


" Maaf mas tangannya." pinta Liani sambil berusaha melepaskan tangan Harlan

__ADS_1


" Maafkan saya." ucap Harlan sambil tersenyum


ting


Pintu lift terbuka, Harlan dan Liani masuk ke ruangan Harlan. Liani melihat begitu banyak dokumen yang menunpuk memenuhi meja Harlan.


Harlan duduk di kursi kebesarannya sedangkan Liani duduk berhadapan dengan Harlan hanya meja yang membatasi mereka.


" Itu tidak salah kerjaannya banyak sekali." ucap Liani tanpa sadar sambil menunjuk ke arah dokumen yang menumpuk di meja.


" Iya mas sampai pusing melihatnya dan rasanya kepala ingin pecah rasanya." keluh Harlan


" Boleh kubantu?" tanya Liani


" Boleh." jawab Harlan singkat.


"Boleh kupinjam laptop dan mesin print." pinta Liani


" Boleh, sebentar aku akan panggilan office boy." ucap Harlan penuh semangat karena Liani ada di sisinya walau Harlan tidak perduli Liani bisa bantu atau tidak, tidak masalah yang penting bagi Harlan ada Liani di sisinya membuat dirinya semangat kerja.


Tidak berapa lama office boy itupun datang sambil membawa laptop dan printer kemudian diletakkan di ruangan penerima tamu.


Liani mengambil beberapa dokumen di meja Harlan kemudian berjalan menuju ke arah sofa kemudian duduk.


Liani serius membaca isi dokumen kemudian jari jemari Liani yang lincah mulai mengerjakan dokumen sedangkan Harlan yang melihat Liani langsung semangat kerja. Liani dalam waktu yang singkat sudah mengerjakan beberapa dokumen yang tadi dibawanya kemudian diantar ke meja Harlan.


" Cepat sekali, coba mas cek." ucap Harlan terkejut karena Liani cepat sekali mengerjakannya. Pikirannya ternyata salah karena mengira Liani tidak bisa melakukan pekerjaan tersebut.


Setelah 10 menit mengecek Harlan membulatkan matanya sempurna karena Liani mengerjakannya dengan benar tidak ada yang salah sedikitpun. Harlan sangat puas dengan pekerjaan Liani.


" Hebat kamu Liani semuanya benar." puji Harlan


" Terima kasih. Bolehkah aku membantu mas?" pinta Liani.


" Boleh, silahkan." ucap Harlan


Liani mengambil beberapa dokumen kemudian mengerjakannya. Tanpa terasa hari sudah siang dan waktunya makan siang.


" Liani, kamu mau pesan makanan apa? mas akan pesankan." tanya Harlan


" Apa saja mas, Liani suka." ucap Liani


" Ok." Jawab Harlan singkat


Harlan pun memesan makanan kemudian mengerjakan pekerjaannya kembali. Tidak berapa lama makananpun datang mereka makan bersama dalam diam tidak ada satupun yang bicara.


Selesai makan Liani membereskannya hingga meja menjadi bersih kembali. Liani dan Harlan kembali bekerja hingga tidak terasa semua dokumen sudah selesai dan hari sudah sore.

__ADS_1


" Akhirnya selesai juga." ucap Liani


" Iya akhirnya selesai juga. Oh ya Liani apakah kamu sudah bekerja?" tanya Harlan


" Belum, rencana aku ingin mencari pekerjaan tapi belum dapat. Ayah dan kak Rocky memintaku untuk ikut perusahaannya tapi Liani tidak mau karena Liani ingin mencari pekerjaan sendiri tanpa perlu koneksi." ucap Liani


" Bagaimana kalau Liani menjadi sekretarisku?" tanya Harlan


" Aku menjadi Sekretaris Baru Mas Harlan?" tanya Liani ulang


" Iya, apakah kamu bersedia?" tanya Harlan ulang


" Boleh, kapan saya mulai kerja?" tanya Liani tersenyum bahagia karena tanpa di duga Liani bisa bekerja dengan orang yang dicintainya dalam diam.


" Bagaimana mulai besok?" tanya Harlan sambil tersenyum bahagia karena gadis yang dicintainya dalam diam akan menjadi sekretarisnya.


" Ok. Kalau begitu saya akan panggil tuan Harlan." ucap Liani


" Lho kenapa?" tanya Harlan terkejut


" Karena kan sekarang mas Harlan jadi bosku jadi aku memanggilnya tuan Harlan." ucap Liani


" Tidak, mas lebih suka kalau kamu memanggilku dengan sebutan mas Harlan." ucap Harlan menolak keinginan Liani


" Baiklah tapi kalau kita berdua aku memanggil dengan sebutan mas tapi dihadapan anak buah mas Harlan dan juga rekan bisnis aku akan memanggil mas dengan sebutan tuan." pinta Liani


" Ok aku setuju." ucap Harlan


" Ok. Maaf mas aku pulang dulu karena hari sudah sore." ucap Liani


" Aku antar pulang ke rumahmu kebetulan mas juga akan pulang." ucap Harlan


" Ok." jawab Liani


Merekapun keluar dari ruangan Harlan menuju ke tempat lift. Harlan dan Liani memasuki lift khusus CEO dan langsung menuju lantai dasar tempat parkiran mobil.


" Kita tidak melewati lobby mas?" tanya Liani


" Tidak karena mas ingin mengantarmu tanpa sopir." ucap Harlan


Liani hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Mereka berdua menuruni anak tangga sampai di anak tangga terakhir Liani tidak melihat hingga Liani hampir terjatuh


greb


Harlan langsung memeluk Liani sambil saling memandang membuat ke dua jantung mereka berdetak kencang. Harlan menatap wajah Liani kemudian turun ke hidung dan terakhir ke bibir Liani.


Harlan memajukan wajahnya ke wajah Liani membuat Liani memejamkan matanya. Entah keberanian darimana Harlan mengecup bibir Liani yang sangat menggoda. Karena tidak ada perlawanan Harlan mengecup kembali kemudian melu***nya.

__ADS_1


Liani membalas ciuman Harlan walau keduanya masih kaku tapi mereka menikmatinya karena ciuman itu merupakan ciuman pertama mereka.


__ADS_2